SANG KAISAR PETIR

SANG KAISAR PETIR
Penyatuan Jiwa Pedang


__ADS_3

***


"Setiap Pedang memiliki jiwanya sendiri, jika kamu benar-benar ingin memiliki pedang ini, maka kamu harus bisa mempelajari sifat Pedang Langit ku ini, oleh karena itu pelatihan dasar dalam mengenal Pedang akan kita Mulai," kata Wang Lao Yi.


Feng Huang yang juga ikut berada di luar hanya memasang sikap santai melihat Wang Lao Yi yang sedang melatih Fang An.


Pelatihan pertama yang harus Fang An pelajari adalah dasar pengenalan sifat Pedang, latihan ini akan membuat Fang An bisa mengerti cara memainkan pedang dengan caranya sendiri.


Alasan Wang Lao Yi cukup sederhana saja, Teknik Pedang yang ia miliki adalah Teknik Pedang Langit yang dipadukan dengan Spirit Root Elemen Angin nya, sedangkan Fang An tidak memiliki Elemen Angin tersebut.


Oleh sebab itu latihan dasar ini sangat penting bagi Fang An, karena setelah itu dia akan dengan mudah menguasai semua Teknik Pedang di dalam Kitab Pedang Langit serta akan mampu mengangkat Pedang Langit milik Wang Lao Yi.


Fang An memegang Pedang Spiritual miliknya, kali ini dia tidak melakukan gerakan permainan pedang, melainkan berusaha melakukan penyatuan dirinya dengan Pedang nya.


Masalahnya tidak mudah bagi Fang An untuk melakukan penyatuan pedang dengan jiwanya, apalagi Fang An masih pemula dalam berlatih Pedang.


Di saat Fang An masih berusaha berlatih, Feng Huang datang menghampiri Wang Lao Yi lalu dia menanyakan sesuatu padanya.


"Kamu bisa membuat Ruang dimensi portal seperti ini dari Cincin Bumi ke Cincin Langit, apakah kamu pernah mendengar ada tiga barang langka yang memiliki kualitas Alam? Dulu salah satu benda ini pernah dimiliki oleh Tuan ku, namanya adalah Kubus Alam! Apakah kamu pernah mendengarnya?" tanya Feng Huang.


"Tiga pusaka Spiritual Alam ya? Kalau tidak salah ingat, salah satu Pusaka itu memiliki Ruang dimensi portal yang memiliki Waktu lebih cepat dari dunia luar bukan?"


Feng Huang mengangguk sehingga Wang Lao Yi langsung mengingatnya, dia tentu pernah mendengarnya namun belum pernah melihatnya.


"Kalau tidak salah ketiga pusaka itu, Cincin Penyimpanan Alam, Kubus Alam, dan Bola Dunia Pemisah! Tapi aku belum pernah melihat salah satu Pusaka itu!" ucap Wang Lao Yi.


"Kalau Kubus Alam ada di tempat tuanku, tapi itu dulu, sekarang tidak tahu sudah ada di tangan siapa!" ucap Feng Huang.


Wang Lao Yi menatap Feng Huang lalu rasa ingin tahunya membuat dia menanyakan sesuatu kepada Feng Huang.


"Kamu itu sebenarnya Jiwa Spiritual atau apa?" tanya Wang Lao Yi.


"Aku bukanlah jiwa Spiritual, melainkan hanya jejak dari ingatan masa lalu yang tersimpan, tidak seperti dirimu, aku ini memiliki batas waktu di dunia ini!" jawab Feng Huang.


"Pantas saja Auramu berbeda seperti Jiwa Spiritual pada umumnya, lalu dari benua mana kamu berasal?" tanya Wang Lao Yi.


"Aku berasal dari Benua Bintang Terang!" jawab Feng Huang.


"Jauh sekali! Aku memang belum pernah sampai ke Benua Bintang Terang, namun menurut kabar yang ku dengar, disana adalah tempatnya para Kultivator hebat dengan kemampuan Kultivasi yang sangat tinggi, apakah kabar itu benar?" tanya Wang Lao Yi.


"Iya itu memang benar sekali, disana orang yang memiliki kemampuan Xu Hun seperti seorang yang memiliki kemampuan Yu Zhi disini, sangat banyak, bahkan jumlah Xu Qin dan Xu Tin juga cukup banyak, kecuali para Kultivator yang berada di Tahap Zi Xuan hingga Zi Xia, hanya orang-orang dari Sekte Kuno yang sudah pindah ke Dunia Portal yang memilikinya!" jawab Feng Huang.


Seorang Zi Xuan dan Zi Xian serta Zi Xia dikenal dengan kemampuannya yang mampu menciptakan dunia mereka sendiri, dan itu hanya ada pada Sekte kuno saja yang bisa melakukannya, namun keberadaan Sekte Kuno itu sangat misterius dan tidak pernah keluar ke dunia nyata, namun mereka memang benar-benar ada.


"Tapi selain para Sekte Kuno ini, pasti ada orang yang sudah mencapai tahap Zi bukan?" tanya Wang Lao Yi.


"Ada, namun hanya sedikit sekali!" jawab Feng Huang.


Wang Lao Yi mengangguk, walau dia sudah berusia lebih dari seratus tahun, namun dia tidak pernah mendengar kabar akan kelebihan sosok di hadapannya yang merupakan jelmaan dari Spirit Core Divine Beast yang langka, namun walau dia tahu sekalipun juga tidak akan bisa melakukan apa-apa, sebab dirinya juga merupakan Jiwa Spiritual.


Mereka kembali mengamati Fang An yang terus berusaha berlatih dengan gigih, belum ada tanda-tanda jika Fang An akan berhasil melakukan penyatuan dengan Pedangnya, itu wajar karena memang sangat sulit untuk melakukan semua itu.

__ADS_1


Malam pertama Fang An belum berhasil melakukannya sehingga dia akan melanjutkan latihannya setelah keluar dari Cincin Ruang dimensi portal, dia ingin mengetahui kabar dari mata-mata yang dikirim oleh Mu Yuan, namun karena belum mendapatkan kabar yang dia inginkan, Fang An kembali masuk ke dalam Cincin Ruang dimensi portalnya.


Fang An tidak menunggu malam hari untuk berlatih, begitu tidak ada hal penting yang harus dia lakukan, maka dia akan menggunakan waktu itu untuk berlatih kembali.


Memang sangat sulit untuk bisa menguasai Penggabungan jiwa Pedang, sebab secara normalnya membutuhkan minimal setahun latihan secara terus menerus, tidak peduli seberapa jenius orang tersebut.


Namun Wang Lao Yi terus menggembleng Fang An agar dia bisa lebih cepat memahami serta menguasai Penggabungan jiwa Pedang secepat mungkin.


Sebenarnya latihan di dalam Cincin Ruang dimensi portal tidak ada bedanya dengan latihan di dunia luar, perbedaannya hanya ketenangan dalam latihan, sebab di dalam Cincin Ruang dimensi portal hanya ada Fang An dan kedua gurunya saja.


Akibat latihan itu, ilmu pengobatan Fang An menjadi terhambat, dia jarang berlatih meningkatkan pemurnian Pil nya, karena latihan pedang membutuhkan konsentrasi penuh tanpa gangguan apapun.


***


Mu Yuan dan Fang Zui menerima sebuah pesan surat dari seekor Elang, mereka berdua segera membuka gulungan kecil itu yang ternyata adalah pesan dari mata-mata yang di kirim olehnya.


"Ternyata benar istri Fang Xian berada disana, tapi mereka akan segera memindahkan nya sekitar tujuh hari lagi!" kata Mu Yuan.


"Kita harus segera kesana Tuan Mu, jangan sampai mereka lebih dulu memindahkannya," ucap Fang Zui.


"Sepertinya memang harus begitu, hanya saja kekuatan mereka cukup besar, disini ditulis dengan singkat jika di sana ada sekitar tiga ratus anggota yang terdiri dari Yu Zhe dan Yu Zhi, sedangkan Yu Zha sekitar 9 orang dan Yu Zhu enam orang," ucap Mu Yuan.


"Apakah disana juga ada Yu Jing?" tanya Fang Zui.


"Tidak ada penjelasan lagi di sini, bisa jadi disana ada Yu Jing juga karena kita juga tidak tahu orang-orang dari beberapa kelompok seperti Pembunuh Kepala Ular dan Bayangan Bulan, sebab mereka masih cukup misterius!" kata Mu Yuan.


"Ada apa?" Mu Zhi Tian datang bersama dengan Gu Yao He sekaligus bertanya akan apa yang Mu Yuan dan Fang Zui bicarakan.


"Kalau begitu kita secepatnya kesana! Bawa semua anggota terbaik kita, jika nanti disana ada yang memiliki kemampuan Yu Jing, maka kami yang akan menghadapinya!" kata Mu Zhi Tian.


Sebelumnya Gu Yao He dan ketiga Yu Jing sempat melakukan kesepakatan kerjasama untuk membantu Klan Fang, walau sempat ada penolakan, namun Luo Ying terpaksa mengungkit kembali jasa Fang An yang telah membantu pemerintah menghancurkan Benteng para pemberontak.


Walau Luo Ying sudah mengingatkan kembali akan jasa Fang An, namun Chang Hanzi tidak sepenuhnya mau untuk langsung terjun membantu, dia hanya ingin mengamati situasinya, ini yang membuat Gu Yao He tidak merasa senang jika bekerja sama dengan pihak pemerintahan.


Mao Lin sendiri tidak menolak untuk membantu, dia hanya menunggu kabar akan kapan mereka akan pergi ke Markas cabang tempat istri Fang Xian di tahan, jadi yang sudah berada di pihak mereka ada tiga Yu Jing, dan ini seharusnya sudah lebih dari cukup mengingat hanya ada lima Yu Jing saja yang ada di Benua Daratan Hijau itu, sejauh ini hanya itu yang mereka tahu.


"Baik, malam ini kita akan segera berangkat, aku akan mengumpulkan seluruh anggota Petarungku!" ucap Mu Yuan kemudian dia segera bangkit untuk mengumpulkan seluruh anggotanya.


Gu Yao He melangkah keluar lalu dia bersiul keras dan seekor burung Elang terbang lalu hinggap di lengannya.


Kertas kecil di tulis huruf dua kata yang berbunyi, Badai dan Malam, kemudian Gu Yao He mengikatnya di kaki burung elang lalu dia membisikkan alamat kepada sang burung dan melepaskannya untuk pergi terbang menuju ke alamat yang diberikan tadi.


"Aku merasa sepertinya ada kejutan lain yang menunggu disana!" gumam Gu Yao He sembari menghitung jarinya mencoba meramal lalu dia pergi menuju ke tempat Gu Fei Ming dan Luo Ying berada.


Fang Zui juga pergi menemui Fang Xian untuk memberitahukannya jika malam ini mereka akan segera berangkat ke Markas cabang Bayangan Bulan, karena saat ini Fang Xian tidak ingin gegabah lagi, jadi dia hanya bisa mengikuti rencana Mu Yuan.


"Apakah An'er sudah diberi tahu kabar ini?" tanya Fang Xian.


"Aku akan kesana memberitahukannya!" jawab Fang Zui.


"Tidak biar aku saja," ucap Fang Xian.

__ADS_1


Dia segera pergi ke kamar putranya, namun sesampainya disana, dia tidak melihat keberadaan Fang An sehingga dia menduga jika Fang An kemungkinan besar sedang bersama dengan Mu Yi Ling.


"Dia pasti sudah tahu jika memang bersama dengan Nona Muda!" gumam Fang Xian lalu dia segera pergi ke kamarnya untuk melakukan persiapan keberangkatannya.


Saat sudah malam, ratusan kelompok Petarung Klan Mu berkumpul di halaman depan, mereka semua terdiri dari Yu Zhe dan Yu Zhi, sedangkan Yu Zha sekitar 7 orang belum termasuk Gu Fei Ming dan Mu Yuan, sedangkan Yu Zhu hanya 3 orang saja.


"Kemana An'er? Apakah dia tadi tidak bersamamu Nona Muda?" tanya Fang Xian kepada Mu Yi Ling.


"Tidak paman Fang, selama tiga hari ini aku juga jarang melihatnya, dia hanya terlihat sebentar lalu menghilang, dan begitu terus hingga hari ini!" jawab Mu Yi Ling namun matanya melirik ke arah Mu Xao Tang dan kedua temannya, dia mulai mencurigai mereka sebab mereka sempat mencari masalah dengan Fang An.


Mu Xao Tang segera menyadari hal itu, dia segera menggelengkan kepala memberikan kode jika mereka juga tidak tahu akan dimana Fang An berada saat ini.


"Ling'er, kamu disini saja, nanti jika Fang An sudah datang, beritahu dia jika kami sudah berangkat ke Markas cabang Bayangan Bulan!" kata Mu Yuan.


"Baik ayah!" jawab Mu Yi Ling.


Di atas mereka, Gu Yao He dan Mu Zhi Tian sedang melayang dengan cahaya energi di kedua kaki mereka masing-masing lalu Mu Zhi Tian bersuara, "Kita berangkat sekarang!" kata Mu Zhi Tian.


Luo Ying dan Gu Fei Ming merasa berat hati karena tidak melihat keberadaan Fang An, namun mereka juga tidak mungkin tetap di sana karena mereka juga tidak tahu arah menuju ke Markas cabang Bayangan Bulan, walau patokan lokasi sudah jelas jika Markas mereka tidak jauh dari Desa Zanxu.


Mereka semua segera berangkat setelah seruan dari Mu Zhi Tian, dan kini hanya tersisa para Anggota yang bukan Petarung bersama dengan Mu Yi Ling di tempat itu, dan setelah mereka semua sudah menghilang di kegelapan malam, sesosok pemuda keluar dari dalam kamar dan berjalan menuju ke halaman.


Mu Yi Ling menoleh dan dia melihat Fang An yang sejak tadi di cari oleh ayahnya, Fang An muncul dengan membawa sebilah Pedang Biru besar di punggungnya, dan Mu Yi Ling dapat merasakan kemampuan Fang An yang kembali naik satu tingkat.


"Kenapa terasa agak sepi!" gumam Fang An.


"Kamu dari mana saja? Sejak tadi ayahku dan ayahmu menunggu mu!" tanya Mu Yi Ling.


"Aku sejak tadi ada di dalam Cin..! Ee maksudku sedang bermeditasi! Memangnya ada apa?" tanya Fang An.


"Mereka semuanya sudah berangkat ke Markas cabang Bayangan Bulan," jawab Mu Yi Ling membuat Fang An terkejut.


"Kapan berangkatnya dan kearah mana mereka pergi?" tanya Fang An.


"Tidak lama, mungkin jika kamu menyusulnya akan ketemu jika kamu pergi ke arah sana!" jawab Mu Yi Ling seraya menunjuk arah mereka pergi.


"Terima kasih, aku pergi dulu!" ucap Fang An.


"Kamu langsung mau pergi, lalu bagaimana dengan ku? Aku disini menunggumu agar bisa memberitahumu!" kata Mu Yi Ling.


"Ini sangat berbahaya, sebaiknya kamu menunggu disini saja," jawab Fang An.


"Kamu meremehkan kemampuanku?" tanya Mu Yi Ling.


"Tidak bukan begitu! Aku hanya… e...aku hanya tidak ingin terjadi sesuatu padamu, jadi sebaiknya kamu disini saja," kata Fang An sehingga membuat Mu Yi Ling salah tingkah akibat penjelasannya.


Mu Yi Ling beranggapan jika Fang An sangat mengkhawatirkannya dan akhirnya Mu Yi Ling menuruti keinginan Fang An untuk tetap di rumah.


Fang An segera memanggil Singa Es lalu dia melompat ke punggungnya dan keduanya segera terbang menyusul ayahnya.


"Tetap saja masih terasa berat!" gumam Fang An yang masih merasakan beratnya Pedang Biru di punggungnya, walau dia sudah berhasil melakukan Penyatuan Jiwa Pedang dengan jiwanya, tetap saja Pedang Langit masih terasa berat.

__ADS_1


__ADS_2