SANG KAISAR PETIR

SANG KAISAR PETIR
Meng Xialo


__ADS_3

"Ini aneh sekali, kenapa anggota Kelompok Bayangan Bulan bisa berada disini?" kata Luo Ying setelah Fu Long dan Wen Xixie pergi.


"Sebaiknya kita cari tahu itu nanti kakak Luo, lebih baik sekarang kita ajak semua para pekerja ini keluar!" ucap Fang An.


"Iya kamu benar! Sepertinya para pasukan pemerintah sudah sampai di luar dan mulai menyerang."


Luo Ying langsung melompat ke tempat yang lebih tinggi lalu berseru keras kepada semua pekerja, "Semuanya, para pasukan pemerintah sudah tiba di depan, ayo semua kita segera keluar dari tempat Neraka ini..!" seru Luo Ying.


Semua para tawanan kerja bersorak penuh semangat lalu mereka semua langsung keluar dari dalam pertambangan dan menyerbu pasukan pertahanan garis belakang dengan senjata seadanya.


Tidak peduli seberapa lelah tubuh mereka, serta luka fisik dan mental semuanya, namun hari ini semuanya seperti memiliki energi dan menerjang gerombolan baris pertahanan paling belakang yang lengah.


Dengan jumlah yang begitu banyak, para tawanan pekerja itu bagai para gerombolan binatang yang haus akan kebebasan, tanpa rasa takut sedikitpun, mereka mengobrak-abrik banyak tenda dan memukuli para prajurit pemberontak dengan amarah yang memuncak serta mendambakan kebebasan.


Dua diantara Delapan Serigala Hutan muncul di tengah-tengah amukan para tahanan dan langsung menyerang orang-orang itu sekaligus membunuh beberapa dari mereka hanya dengan sekali serang.


Kedua sosok wanita ganas itu sama sekali tidak memiliki rasa perikemanusiaan, dan dengan sadisnya mereka menghilangkan banyak nyawa para tahanan seolah-olah nyawa para tahanan itu tidak ada artinya.


Melihat aksi kedua wanita paruh baya itu, Luo Ying dan Fang An tidak tinggal diam, keduanya bergegas menyerang kedua wanita itu hingga membuat keduanya mulai saling berhadap-hadapan.


"Kalian berdua..!?" salah satu wanita itu kaget saat serangannya berhasil ditepis oleh seorang pemuda dan dia melihat jika sosok itu masihlah sangat muda.


Satu wanita lagi juga sama terkejutnya saat seorang bocah yang belum mencapai usia 15 tahun berhasil menahan serangannya sehingga dia merasa geram karena seorang bocah yang baru mencapai Tahap Yu Zhe berhasil menahan dirinya yang seorang Yu Zhi.


"Hanya bocah Yu Zhe ingin melawanku? Kamu menggali kuburanmu sendiri bocah kecil!" seru wanita itu lalu menyerang pemuda berambut putih di hadapannya.


"Jarum Ular Langit."


Wanita itu melemparkan jarum dalam jumlah yang sangat banyak ke arah Fang An sehingga membuat Fang An menaikan sebelah alisnya melihat jarum yang melesat dengan kecepatan tinggi ke arahnya.


"Wanita ini dari Kelompok Pembunuh Kepala Ular? Ternyata mereka juga bergabung di sini!" batin Fang An lalu segera berlari menghindari serangan jarum lawannya.


"Gunakan Suara Seribu Guntur Fang An..!" kata Feng Huang.


Fang An langsung mengumpulkan Qi ke tenggorokannya lalu memadatkannya sekaligus berusaha menghindari serangan jarum yang sangat banyak yang terus berdatangan menyerangnya.


Gerakan Fang An sangat cepat untuk menghindari setiap serangan jarum yang datang, sedangkan wanita itu tidak menyadari jika sebenarnya Fang An bergerak mendekatinya.


"Jangan bermain-main denganku bocah!" seru wanita itu yang merasa kesal karena merasa Fang An mempermainkannya.


Wanita itu juga bergerak sekaligus melemparkan jarum kecilnya ke arah Fang An, setelah Fang An merasa Qi nya sudah cukup padat, dia langsung melepaskan teriakannya.


"Suara Seribu Guntur."

__ADS_1


Suara gemuruh keras dari teriakan Fang An mencipta gelombang kejut yang sanggup menerbangkan benda-benda kecil serta suara yang mirip Guntur membuat para prajurit pemberontak dan wanita itu menjadi linglung.


Momen itu dibuat kesempatan bagi Fang An untuk melepaskan pukulannya, dengan kepalan tinju yang memancarkan aura panas serta percikan cahaya kilat yang cukup kuat, Fang An melompat sekaligus menarik energi di sekitarnya berkumpul di kepalan tangannya.


"Pukulan Inti Api dan Petir."


Pukulan yang biasanya hanya memancarkan hawa panas kini mengandung petir yang terus keluar di tangan serta lengan Fang An, semua itu ternyata adalah kekuatan dari Spirit Root Elemen Petir nya yang sudah terbuka.


Saat wanita itu berhasil mendapatkan kestabilan kembali dirinya, dia terkejut ketika sebuah kepalan langsung menghantam dadanya.


Suara ledakan redam mementalkan tubuh wanita itu hingga terhempas menabrak banyak prajurit di belakangnya, terlebih lagi beberapa tombak para prajurit juga menancap di punggungnya.


Wanita dari Pembunuh Kepala Ular itu jatuh dalam kondisi kritis, dadanya tidak hanya hangus, bahkan organ tubuh bagian dalamnya rusak akibat sambaran petir dari pukulan Fang An, belum lagi sekitar tiga tombak yang menancap dari punggungnya hingga tembus ke depan membuat nyawa wanita itu tidak bisa tertolong lagi.


"Seranganmu sudah mulai efektif Fang An! Ini adalah kekuatan dari Spirit Root Elemen Petir mu, belum lagi kemampuanmu yang sudah naik dua tingkat, baru ini saja serangan mu sudah mampu membuat seorang Yu Zhi menjadi sekarat," kata Feng Huang.


Fang An sendiri juga tidak menyangka jika serangan Pukulan Inti Api dan Petir nya sudah sekuat itu, dia baru yakin dengan terbukanya Spirit Root Elemen Petir nya, mungkin dia sudah mampu membunuh seorang Yu Zhi dengan sekali serang.


Di pertarungan lain, Luo Ying menggunakan Kertas Mantra Sihir Api nya menghadapi lawannya, dengan mengandalkan keterampilan yang dimiliki oleh Luo Ying, dia berhasil mengimbangi lawannya.


"Kamu cukup hebat anak muda, dengan kemampuan Yu Zhi Tingkat 2 mu itu, kamu masih mampu mengimbangi diriku yang berada di Tingkat 5! Aku ingin tahu apakah kamu yang merencanakan semua ini?" tanya wanita itu.


"Untuk apa aku menjawabmu? Adapun kalian hari ini akan segera dibersihkan oleh pihak pemerintah, jadi jawabanku tidak perlu aku utarakan bukan?" kata Luo Ying.


"Pemuda yang penuh percaya diri, kalau begitu bersiaplah untuk menemui ajalmu!" kata wanita itu lalu dia mengeluarkan cambuk hitam serta Kertas Mantra Sihir Ling Kelas 2 dan menempelkannya.


Wanita itu membuka segel Kertas Mantra Sihir nya lalu mulai menyerang Luo Ying dengan cambukan yang bisa berubah menjadi sebuah akar berduri dan merambat mengejar Luo Ying.


"Kertas Mantra Sihir Elemen Kayu? Itu adalah Kertas Mantra Sihir yang sulit didapatkan!" gumam Luo Ying setelah itu dia juga mengeluarkan Kertas Mantra Sihir Api nya.


"Kobaran Cincin Lidah Api."


Luo Ying membuka Kertas Mantra Sihir nya lalu Api menyebar ke segala arah, untung saja para tahanan sudah berada jauh dari pertarungan mereka sehingga pusaran api bagai awan itu tidak mengenai mereka.


Secara alami kayu tidak akan tahan terhadap api, apapun jenis kayu itu, tetap saja akan mudah terbakar oleh api, hal inilah yang membuat Luo Ying mampu mengimbangi lawannya walau wanita itu tiga tingkat lebih tinggi darinya.


"Benar-benar merepotkan sekali!" gerutu wanita itu karena seluruh serangannya selalu saja gagal.


Luo Ying melihat ke arah Fang An yang mulai bergerak menuju ke arah pertempuran para tahanan dan prajurit setelah berhasil mengalahkan wanita yang menjadi lawannya.


Sejak awal bertemu dengan Fang An, dia selalu saja membuat Luo Ying merasa takjub, Fang An selalu saja menunjukkan beberapa kejutan yang membuatnya berpikir jika sebenarnya Fang An bukanlah seorang Yu Zhe, mungkin saja seorang Yu Zhi atau Yu Zha, hanya saja kemungkinan besar Fang An memiliki sebuah metode rahasia yang bisa menyembunyikan kemampuannya dari pandangan semua orang, itu yang ada di pikiran Luo Ying saat ini.


"Kamu alihkan ke mana perhatianmu anak muda..!?" wanita itu muncul di hadapan Luo Ying lalu merubah cambuknya menjadi kaku sehingga terlihat seperti sebuah tombak tajam dan siap untuk dimasukkan ke tubuh Luo Ying.

__ADS_1


Luo Ying secara refleks melompat mundur sekaligus mengeluarkan Kertas Mantra Sihir nya lalu membuka segelnya.


"Tombak Bara Api."


Kertas Mantra Sihir Luo Ying menyala lalu terbakar dan membentuk sebuah tombak menyala, setelah terbentuk dengan sempurna, Luo Ying langsung menahan serangan wanita itu sehingga cambuk wanita itu terbakar saat beradu dengan Tombak merah menyala.


Luo Ying dengan cepat memberikan serangan tusukan, namun wanita itu menghindari serangan itu dan berniat menjaga jarak sekaligus menyiapkan serangan berikutnya.


"Aku tidak akan membiarkanmu mengeluarkan Kertas Mantra Sihir mu," kata Luo Ying sekaligus memutar tombaknya hingga menciptakan angin panas ke arah lawannya.


Angin panas yang menerjang wanita itu berhasil membuatnya kesulitan untuk bertahan serta tidak bisa fokus, debu yang beterbangan membuatnya sulit untuk melihat posisi Luo Ying sehingga harus menyipitkan matanya.


Luo Ying segera menelan Pil peningkatan hingga dirinya langsung naik ke Tingkat 4, setelah itu dengan Qi yang ia miliki, Luo Ying melemparkan Tombak Apinya dengan menggunakan Qi sebagai pendorongnya.


Tombak api langsung melesat dengan kecepatan tinggi ke arah wanita itu yang masih belum fokus terhadap pertarungan, dan begitu dia bisa melihat kembali ke arah Luo Ying, yang dia lihat justru sebuah Tombak merah menyala yang melesat ke arahnya dengan kecepatan tinggi.


Tentu saja wanita berusaha dengan cepat menahannya dengan menggunakan Elemen Kayunya, hanya saja Tombak api terlalu kuat sehingga tombak itu langsung menembus pertahanan kayunya hingga menancap tepat di perutnya.


Suara erangan keras terdengar hingga ke separuh wilayah pertempuran, dan setelah itu wanita itu jatuh dengan perut serta bagian dalamnya terbakar, tidak butuh waktu lama akhirnya wanita itu menghembuskan nafas terakhirnya dengan mata masih terbuka.


Luo Ying mengelap keringatnya setelah berhasil mengalahkan lawannya, dia melihat kondisinya sendiri serta batasan yang ia miliki, tidak lama lagi efek dari Pil peningkatannya akan habis, setelah itu dia tidak bisa bertarung untuk beberapa saat, jadi Luo Ying membutuhkan tempat yang aman untuk memulihkan kondisinya, setidaknya saat ini rencananya sudah berjalan dengan lancar, dan sisanya Luo Ying menyerahkan semua kepada pihak pasukan pemerintah.


"Kamu tidak apa-apa?"


Luo Ying yang masih termenung sesaat di kejutkan oleh sebuah suara laki-laki yang menanyakan kondisinya, dia menoleh lalu menemukan seorang pemuda yang seumuran dengannya serta memiliki satu kaki, pemuda itu menggunakan sebuah tongkat kayu sebagai alat bantunya.


"Kamu siapa?" tanya Luo Ying.


"Kawan maaf jika aku mengejutkanmu, namaku Meng Xialo!" jawab pemuda itu.


"Meng Xialo? Apakah kamu Meng Xialo cucu Nenek Meng Po?" tanya Luo Ying.


Pemuda itu melebarkan matanya saat Luo Ying menyebutkan nama Meng Po setelah itu dengan mata berkaca-kaca dia menjawabnya, "Iya, aku adalah cucu Nenek Meng Po! Tapi bagaimana kamu bisa kenal dengan nenekku? Apakah kamu juga berasal dari Desa Yijing?" tanya Meng Xialo.


"Ini bukan waktu yang tepat untuk menjelaskan, sebaiknya kita mencari tempat yang aman karena aku harus memulihkan diriku setelah ini!" kata Luo Ying.


"Aku tahu di mana tempat yang paling aman di sini, ayo ikut aku!" ajak Meng Xialo.


Luo Ying melihat ke arah Fang An yang bertarung bersama dengan para tahanan, saat Fang An melihat ke arahnya, Luo Ying langsung memberikan kode agar Fang An ikut dengannya.


Fang An langsung mengerti dengan kode tangan dari Luo Ying, dia bergegas menyusul Luo Ying setelah berhasil melumpuhkan beberapa prajurit.


Kini yang tersisa hanyalah pertempuran antara Pasukan Pemerintah Chang yang dibantu oleh para tahanan melawan pasukan pemberontak, dengan dua Panglima yang memiliki Kultivasi sangat tinggi, tidak sulit bagi kedua Panglima itu untuk melawan Delapan Serigala Hutan yang tersisa.

__ADS_1


***


Saya paham atas ketidak puasan kalian karena saya hanya update satu-satu saja, andai saya memiliki banyak waktu senggang, saya pasti akan berusaha memberikan lebih dari ini, sabarlah karena saya sendiri juga masih sibuk dengan pekerjaan serta tugas sebagai kepala rumah tangga yang terkadang di repotkan oleh anak-anak. 🤭🤭 Sabar dulu ya, jika nanti ada waktu luang, saya pasti akan update lebih.


__ADS_2