SANG KAISAR PETIR

SANG KAISAR PETIR
Fu Jianzi mati


__ADS_3

Pergelangan tangan dan kaki Fu Jianzi tertahan oleh rantai merah serta sabitnya yang menembus pergelangan tangan dan kakinya tertancap ke dalam tanah sehingga Fu Jianzi sama sekali tidak bisa bergerak.


"Sudah berulang kali ku katakan, jangan coba-coba untuk berkhianat kepada Iblis Lembah Darah! Sekarang aku akan mengambil semua yang sudah kuberikan padamu, bahkan setelah itu Sekte mu akan aku musnahkan beserta dengan semua murid-murid mu!" kata Ziao Zi.


"Kalau mau kamu ambil kembali semua yang sudah kamu berikan padaku, ambillah! Namun jangan libatkan murid-murid Sekte ku karena mereka tidak ada hubungannya dengan semua ini!" kata Fu Jianzi.


"Jika aku tetap akan melakukannya apa yang bisa kamu lakukan?" tanya Ziao Zi seraya mulai menyerap energi milik Fu Jianzi melewati rantainya.


Fu Jianzi mulai merasakan rasa sakit yang lebih besar lagi, seluruh aliran Qi nya keluar lalu diserap oleh rantai merah yang terhubung dengan tangan Ziao Zi.


Melihat Fu Jianzi yang tersiksa dan tidak berdaya di hadapan Ziao Zi, Fu Lie Wei ingin pergi menolongnya, namun dia tidak bisa kesana karena lawannya yang merupakan seorang Yu Jing elit sama sekali tidak memberinya kesempatan.


Saat konsentrasi Fu Lie Wei tidak lagi fokus terhadap pertarungannya, satu pukulan segera mengenai bahunya sehingga Fu Lie Wei terdorong mundur dengan luka dalam yang cukup parah.


"Zang Mei, ayo kita bantu Nona Lie Wei!" kata Bing Xuyue kepada Zang Mei.


Zang Mei melihat Fu Lie Wei yang terluka lalu memperhatikan lawannya yang memiliki kemampuan jauh di atasnya membuat Zang Mei sedikit ragu. "Nona Bing! Apakah kita sanggup melawannya?" tanya Zang Mei.


"Jika kita bekerja sama, kemungkinan menang memang sangat tipis!" jawab Bing Xuyue.


"Bagaimana kalau kita ikut bergabung?" Meng Lin, Cia Ling dan Qiao Yi datang seraya menawarkan diri kepada Bing Xuyue.


"Itu akan sedikit lebih baik!" jawab Bing Xuyue.


Kelima gadis dari Akademi itu kini akan bersatu untuk membantu Fu Lie Wei yang sedang terluka, begitu Bing Xuyue melepaskan Energinya, keempat gadis lainnya segera mengikutinya lalu kelima-lima nya melesat maju dan menyerang secara bersamaan.


Fu Lie Wei terkejut saat melihat Bing Xuyue dan keempat gadis dari Akademi itu yang tiba-tiba saja datang menyerang sosok berjubah yang memiliki kemampuan Yu Jing elit, dia segera menyalurkan energi untuk mengurangi rasa sakit luka dalamnya dan setelah itu dia segera ikut bergabung dengan mereka.


Fu Lie Wei sadar dengan kekuatan kelima gadis itu saja masih belum cukup untuk menghadapi sosok Yu Jing itu, sebagai seorang Yu Jing, Fu Lie Wei akan menggunakan seluruh kemampuannya melawan musuhnya yang yang sangat kuat.


Dengan bantuan kelima gadis itu, setidaknya Fu Lie Wei bisa Fokus untuk mempersiapkan serangan andalannya.


Pertempuran mereka kembali berlangsung sangat sengit, masing-masing dari kelima Gadis itu menggunakan Teknik andalan mereka yang tentunya tidak bisa di anggap remeh oleh seorang Yu Jing elit sekalipun, belum lagi ada Fu Lie Wei yang membuat lawannya semakin kesulitan untuk menghadapi mereka semua.


Di pertarungan yang lainnya, Sao Yi Feng, Lin Hang dan Lin Ying serta Huang Yan bertarung melawan seorang Yu Jing elit lainnya, walau mereka berempat berkemampuan Yu Zhu, namun mereka mampu mengimbangi sosok Yu Jing itu, hanya saja mereka belum ada yang bisa memberikan satu serangan ke tubuh lawannya.


Tidak jauh dari tempat mereka bertarung, Tang Chin dan semua Anggota Kelompok Petir Langit juga menghadapi seorang Yu Jing elit, untung saja kemampuan Tang Chin dan para pengurus Petir Langit sudah mencapai tahap Yu Zhu, Kekuatan Yu Zhu sebanyak itu dengan dibantu oleh beberapa Yu Zha membuat sosok dari Iblis Lembah Darah itu kerepotan melawan mereka semua.


Wo Shian, Xang Wuhai, Yang Qing, Shin Han dan Han Wang juga berhadapan dengan seorang Yu Jing elit, namun mereka dibantu oleh Luo Ying, Gu Fei Ming dan Mu Yi Ling, tentu saja mereka memang seimbang, namun semuanya sama saja seperti yang lainnya, yaitu sangat sulit untuk melukai lawannya.


Mu Yuan dan Qin Shia Peng serta para Jenderal dari Klan Chang dan beberapa anggota kelompok dan Klan yang lainnya juga berusaha untuk mengalahkan lawannya yang memang bukan tandingan mereka.


Sedangkan para Yu Jing lainnya sama-sama melawan Yu Jing kecuali Bing Zao Ling yang bersama-sama dengan Bing Rong melawan sosok Yu Jing elit lainnya dan mereka berdua jelas lebih unggul.


Suara dentuman di langit antara Bing Chen melawan Hung Zhai, dan Gu Yao He melawan kekuatan ahli yang lebih kuat darinya serta Fang An yang juga berhadapan dengan lawannya yang juga merupakan seorang Ahli membuat langit seperti bergetar.

__ADS_1


Sangat sulit untuk melihat pertarungan antar sesama Ahli dan juga Pelindung, bahkan Fang An yang masih memiliki kemampuan Yu Zhu juga seperti seorang Ahli yang juga memiliki sayap petir serta kecepatan Langkah Petir nya yang membuatnya tidak kalah gesit dan cepat seperti para Ahli elit lainnya.


Walau mereka semua fokus bertarung menghadapi lawan masing-masing, namun mereka juga melihat kondisi Fu Jianzi, hanya saja mereka tidak bisa menolongnya.


"Bamm!!"


Suara dentuman keras terdengar dari salah satu pertarungan antara Fang An dan lawannya, kedua-duanya sama-sama mundur setelah saling beradu serangan, dan kemudian Fang An melihat ke arah Fu Jianzi.


"Dia memang pantas mendapatkannya! Akan tetapi apa yang dia lakukan kepada Keluarga Fang bukan karena kehendaknya, semua itu karena mereka-mereka ini!" kata Feng Huang.


Fang An sebenarnya juga tidak begitu peduli kepada Fu Jianzi, apakah dia akan mati atau tidak? Jika mengingat kembali akan apa yang telah Fu Jianzi lakukan kepada Klan nya, bahkan saat mengingat kembali atas kematian ibunya, Fang An benar-benar sangat membenci Fu Jianzi.


Disisi lain dia juga merasa sakit hati setelah tahu jika ternyata Lie Wei itu adalah anggota Sekte Gunung Pohon Persik, hanya saja Fang An juga sadar jika sebenarnya dalang dari semua itu adalah para anggota Iblis Lembah Darah.


"Jika kamu memang ingin membantunya, pergilah!" kata Wang Lao Yi.


"Lalu bagaimana dengan dia? Siapa yang akan menghadapinya?" tanya Fang An.


"Mau bagaimana lagi, karena tidak ada lagi orang yang bisa melawannya, maka kami berdua akan keluar dan akan melawannya!" jawab Feng Huang.


"Itu terlalu beresiko bagi kalian berdua, terutama bagimu Guru Feng!" kata Fang An.


"Kami tahu akan hal itu Fang An, namun jika kita tidak keluar, siapa yang akan melawan orang itu setelah Fu Jianzi kalah? Jadi kami berdua akan menggabungkan kekuatan kami untuk menahannya, dan pastikan kamu harus mengalahkannya dengan cepat!" kata Feng Huang.


Saat ini kondisi Fang An sudah hampir sepenuhnya pulih, semua itu karena bantuan kedua gurunya yang membantunya sehingga Fang An bisa berkonsentrasi memulihkan dirinya selagi kedua gurunya yang mengambil alih gerakan tubuhnya bertarung melawan anggota Iblis Lembah Darah itu.


Fang An melihat ke arah lawannya yang mulai bergerak dan melesat ke arahnya dengan kecepatan yang sangat tinggi, begitu serangan itu sudah sangat dekat dengan Fang An, tiba-tiba saja ada dua aura terpancar dari dalam tubuh Fang An, hal itu tidak hanya mengejutkan sosok Ahli itu, bahkan beberapa orang yang merasakan dua kekuatan besar itu juga melihat ke arah Fang An.


Mereka semua melihat ada dua sosok yang muncul di samping Fang An, satu sosok pria sepuh bertubuh transparan dan satu lagi seekor burung besar dengan bulu berwarna ungu serta seluruh bulunya mengeluarkan percikan petir ungu.


"Kyaaaak..!!"


Suara burung raksasa yang sangat keras bagai suara guntur itu membuat seluruh awan bergejolak lalu melepaskan sambaran petir ke segala arah, hal itu membuat mata para Anggota Sekte Iblis Lembah Darah melotot karena mereka sangat mengetahui mahluk tersebut.


"Feniks Petir Ungu milik Lian Xiao? Ternyata memang benar jika Spirit Core nya itu berada di tangan anak itu!" kata Hung Zhai.


"Jangan alihkan pandanganmu dari seranganku!" kata Bing Chen seraya melepaskan tembakan balok es tajam yang sangat banyak ke arah Hung Zha.


"Perisai Tapak Tangan Iblis Darah."


Sebuah energi membentuk telapak tangan merah besar muncul dan menahan semua serangan balok es itu hingga pecahan-pecahan es nya berhamburan di udara.


Ziao Zi juga menatap ke arah Feniks Petir itu dengan tersenyum lebar, dia segera mempercepat menyerap seluruh energi di dalam tubuh Fu Jianzi agar secepatnya mengambil Spirit Core Feniks Petir dari Fang An.


Kali ini Fu Jianzi sudah benar-benar lemas, hal itu membuat Fu Lie Wei sangat panik, namun dia tidak bisa pergi begitu saja kesana karena kelima Gadis itu pasti akan terluka jika Fu Lie Wei pergi menolong gurunya.

__ADS_1


"Kalian berdua hanyalah sosok jiwa! Walaupun kalian juga memiliki kemampuan Ahli, kalian tetap bukan tandinganku!" kata sosok Ahli itu lalu dia menciptakan banyak energi yang membentuk pisau dan akan segera dilepaskan untuk menghujani kedua sosok tubuh Spiritual dan juga Fang An.


"Hujan Seribu Pisau Darah."


Ribuan pisau energi merah itu langsung melesat ke arah mereka bertiga, sedangkan Wang Lao Yi mulai membuat segel tangan serta berbicara kepada Fang An. "Pergilah Fang An!" kata Wang Lao Yi lalu dia melepaskan serangannya untuk menahan serangan lawannya.


"Pusaran Angin Tajam."


Seluruh awan berputar membentuk beberapa angin tornado yang sangat besar lalu jatuh tepat di tengah-tengah ribuan pisau energi sehingga pisau-pisau itu ikut berputar.


Fang An segera mengepakkan sayapnya dengan kecepatan kilat menuju ke tempat Ziao Zi, sedangkan Feng Huang terbang lebih tinggi lagi lalu dia melepaskan sambaran Petir ungunya ke arah lawannya.


"Pisau Iblis Darah."


Pisau merah berkumpul membentuk pisau yang sangat besar lalu Pisau itu menahan serangan petir ungu sehingga ledakan besar yang disertai dengan hembusan angin besar membuat badai angin yang sangat besar yang mampu menumbangkan pohon besar.


Ziao Zi yang tinggal sedikit lagi hampir menyerap seluruh energi Fu Jianzi merasakan kedatangan Fang An dari atas, dia segera menggerakkan tangannya lalu rantai merah lainnya muncul dan menyerang ke arah Fang An yang melesat ke arahnya dengan kecepatan tinggi.


Fang An dengan gesit menghindari serangan Rantai Sabit itu lalu dia mengalirkan petir ke pedangnya dan segera melepaskan tebasan pedang petirnya.


Ziao Zi dengan terpaksa menghentikan penyerapan energi milik Fu Jianzi karena diganggu oleh Fang An, dia menghilang dari tempatnya agar tidak terkena serangan pedang petir milik Fang An dan muncul kembali tidak jauh dari tempat Fu Jianzi.


"Apa kamu ingin melawanku? Lebih baik kamu menyerahkan Spirit Core itu, dan kami akan pergi dari Benua ini!" kata Ziao Zi.


Fang An melihat Fu Jianzi yang sudah lemas bahkan Fu Jianzi sudah tidak bisa lagi menggerakkan jari-jarinya karena seluruh energinya yang terserap hingga hampir tak tersisa.


"Aku sudah tahu niat pemimpin kalian, jadi jangan harap aku akan memberikan Spirit Core itu kepada kalian! Jika pemimpin kalian mau, silahkan datang sendiri dan ambil Spirit Core ini dariku!" ucap Fang An namun dia memperhatikan Rantai yang masih membelenggu tubuh Fu Jianzi.


"Tidak perlu Kaisar Petir Hitam yang turun tangan untuk mengambil Spirit Core itu darimu, kami saja sudah lebih dari cukup untuk mengambil Spirit Core serta kedua Inti Petir yang ada di dalam tubuhmu!" kata Ziao Zi lalu dia menyerang Fang An dengan Rantai sabitnya.


Dengan pedang birunya, Fang An menebas rantai-rantai itu hingga hancur, namun rantai-rantai itu utuh kembali dan terus menyerang Fang An.


"Tebasan Pedang Petir Suci."


Fang An mengayunkan pedangnya lalu melepaskan sambaran petir ke semua rantai-rantai itu hingga petirnya menjalar ke tangan Ziao Zi, hal itu membuat Ziao Zi melepaskan rantainya yang membuat rantai yang membelenggu tubuh Fu Jianzi terlepas, dan Fu Jianzi langsung jatuh dengan nafas yang semakin melemah.


Fang An menghampiri Fu Jianzi, walau dia sangat membencinya, namun sebagai manusia, Fang An tentu masih memiliki hati nurani.


"Fa..Fang..An! Ma..ma..maafkan a..aku!"


Dengan suara yang terputus-putus, Fu Jianzi berusaha untuk meminta maaf kepada Fang An, sedangkan Fang An masih bimbang apakah mau menerima permintaan maaf Fu Jianzi atau tidak.


Melihat kondisi Fu Jianzi yang sangat kritis, Fang An menghela nafas panjang lalu dia mengangguk kepada Fu Jianzi yang membuat Fu Jianzi tersenyum lalu dia menghembuskan nafas terakhirnya dan Fu Jianzi mati dengan mata masih terbuka.


Fang An mengusap mata Fu Jianzi agar tertutup lalu dia mendengar suara teriakan Fu Lie Wei dari jauh yang melihat gurunya sudah mati. Fu Lie Wei segera melepaskan serangan terakhirnya agar bisa mengalahkan lawannya lalu pergi melihat kondisi gurunya.

__ADS_1


Fang An bangkit seraya menatap Ziao Zi dengan tatapan dingin seraya berkata, "Kalian adalah sumber masalah yang menciptakan banyak kesedihan! Klan Fang jadi seperti ini juga karena kalian, Fu Jianzi mati juga karena kalian, dan ibuku mati juga karena kalian! perbuatan kalian sudah tidak bisa dimaafkan!" kata Fang An lalu dia melepaskan kekuatan tiga Petir yang berbeda secara bersamaan setelah itu dia melesat menyerang Ziao Zi.


__ADS_2