SANG KAISAR PETIR

SANG KAISAR PETIR
Teknik Jari Api Suci


__ADS_3

Setelah pertandingan di kubu biru usai, kini pertandingan di Kubu merah kembali di panggil ke arena, dan ternyata yang akan bertanding adalah Kelompok Api Suci Sao Yi Feng melawan Kelompok Angin Gunung yang dipimpin oleh Bao Yen, kelompok yang menduduki posisi ke 13.


"Aku ingin melihat kemampuan Senior Sao Yi Feng, inilah saat yang tepat untuk melihatnya!" gumam Fang An.


Semuanya sudah tahu jika Sao Yi Feng adalah murid terkuat yang memiliki kemampuan Puncak Yu Zha, walau dia memiliki saingan yang juga memiliki kemampuan Puncak Yu Zha, namun Sao Yi Feng tetap mampu menduduki peringkat terkuat.


"Senior Sao, Senior Ling Kang, mohon bimbingannya," kata Bao Yen bersama rekannya.


Sao Yi Feng tersenyum sesaat sebelum akhirnya dia melepaskan aura merah yang disertai dengan hembusan angin panas, begitu juga dengan rekannya yang bernama Ling Kang, dia yang berada di tahap Yu Zha Tingkat 7 juga melepaskan aura merah sehingga seluruh arena di selimuti oleh energi yang cukup panas.


Bao Yen yang hanya berada di tahap Yu Zha Tingkat 5 sedikit ragu, namun dia tetap akan mencoba melawan Sao Yi Feng walau dia sudah tahu akan hasil akhirnya.


Bao Yen dan rekannya mengangkat pedangnya seraya melapisinya dengan energi, setelah menciptakan Zirah Petarung nya, Bao Yen segera melesat dengan tebasan Pedang yang memancarkan warna hijau.


"Tebasan Akar Liar."


Bao Yen mengayunkan pedangnya dan kemudian keluar akar kayu yang melesat dengan cepat ke arah Sao Yi Feng, setelah itu ujung akar tersebut bersiap menusuk tubuh Sao Yi Feng.


Sao Yi Feng hanya menatap akar yang akan segera menusuk dirinya itu, dan kemudian dia mengarahkan jarinya ke arah akar tersebut lalu Api kecil pun muncul di jari telunjuknya.


"Tusukan Tombak Jari Api Suci."


Api di jari Sao Yi Feng semakin membesar dan kemudian api itu seperti terkena angin dari belakang menyembur bagai semprotan air.


Api di jari Sao Yi Feng berubah bentuk seperti mata tombak dan kemudian dengan satu dorongan ringan, Tombak Api itu melesat dan bertabrakan dengan akar Pedang milik Bao Yen.


Ledakan kuat tidak bisa dihindari, dan ledakan tersebut juga menyebarkan hawa panas ke segala arah, belum lagi Tombak Api itu kembali dibentuk dari jarak jauh dan kembali di dorong dengan energi oleh Sao Yi Feng ke arah Bao Yen.

__ADS_1


Bao Yen berusaha berlari menghindari kejaran Tombak Api yang dikendalikan dengan jari oleh Sao Yi Feng dari jarak jauh, Tombak Api dengan gesitnya mengejar Bao Yen kemanapun dia bergerak, hal itu membuat Bao Yen tidak memiliki pilihan lain selain melakukan perlawanan.


"Sebenarnya itu adalah Teknik Jari Api Suci yang sudah di sempurnakan oleh Sao Yi Feng, Teknik itu tidak hanya mampu menahan serangan, namun juga mampu berubah bentuk dan menjadi senjata yang mematikan," kata Zian Fei yang memberikan penjelasan akan Teknik Sao Yi Feng kepada Fang An.


"Aku juga memiliki Spirit Root Elemen Api, mungkinkah aku juga bisa menggunakan Teknik secepat dan sekuat Teknik Jari Api Suci itu," gumam Fang An.


"Mungkin saja jika Sao Yi Feng mau mengajarimu, karena Teknik itu adalah Teknik yang dia dapatkan pertama kali saat sampai di akademi ini melalui Bola Kehidupan!" kata Zian Fei.


Fang An mengangguk, dia tahu jika Teknik yang ada di dalam Bola Kehidupan kebanyakan adalah Teknik Langka dari sisa peninggalan Sekte Kuno.


Di pertarungan yang lain, Ling Kang berhasil memojokkan lawannya, dan tidak butuh waktu lama baginya untuk menendang rekan Bao Yen itu keluar dari arena.


Kini hanya tersisa pertarungan antara Bao Yen melawan Sao Yi Feng, terlihat sangat jelas jika Bao Yen sama sekali tidak mampu untuk menyentuh Sao Yi Feng.


Dengan modal nekad serta keinginannya untuk menang, Bao Yen menggunakan seluruh kemampuannya untuk menghadapi Sao Yi Feng.


Pedang Bao Yen berubah sedikit menjadi gelap dan kemudian dia melepaskan banyak tebasan energi ke arah Sao Yi Feng, energi pedang berwarna hijau gelap segera berterbangan melesat ke arah Sao Yi Feng, sedangkan Sao Yi Feng mengarahkan telapak tangannya dan kemudian lonjakan energi merah menyala langsung menyebar dan kemudian gelongbang cincin api meledak menghancurkan seluruh serangan yang dilepaskan oleh Bao Yen.


Energi Bao Yen mulai berkurang setelah seluruh serangannya dihancurkan dengan mudahnya oleh Sao Yi Feng, bahkan Zirah Petarung nya juga mulai memudar dengan sendirinya.


Sao Yi Feng menghampiri Bao Yen dengan jari yang kembali menyala, setalah berada tepat di hadapan Bao Yen, dia mengarahkan jarinya ke arah Bao Yen seraya berkata, "Menyerahlah!" ucapnya.


Bao Yen menjatuhkan Pedangnya dan kemudian dengan suara pelan dia berkata, "Aku menyerah, dan aku akui kemampuan Senior Sao memang sangat besar dan juga kuat," ucapnya.


"Kelompok Api Suci berhasil mempertahankan posisinya, jadi Sao Yi Feng dan kelompoknya masuk ke putaran kedua!" kata Xhang Gugu.


Fang An hanya menghela nafas pelan, dia merasa jika Sao Yi Feng masih menyembunyikan kemampuan terbesarnya.

__ADS_1


Walau Sao Yi Feng adalah seorang praktisi Puncak Yu Zha, namun lawannya adalah seorang Praktisi Yu Zha Tingkat 5, jaraknya berbeda empat tingkat kebawah, namun seharusnya Sao Yi Feng harus menggunakan setengah dari kemampuannya untuk bisa mengalahkan Bao Yen.


Menurut pengamatan Fang An, Sao Yi Feng sebenarnya sudah berada di tahap Yu Zhu, setidaknya di tingkat 1, mungkin Sao Yi Feng memiliki sebuah teknik rahasia yang bisa menyembunyikan kemampuannya agar tidak bisa terlihat.


Namun sekuat apapun teknik rahasia milik Sao Yi Feng yang mampu menyembunyikan kemampuannya, seharusnya semua itu tidak berpengaruh terhadap penglihatan para Tetua.


Jika para Tetua saja tidak mengetahuinya, mungkin Sao Yi Feng memang masih berada di tahap puncak Yu Zha, hanya saja bagi Fang An itu masih terasa aneh.


"Sepertinya para pemenang berikutnya di pertandingan kubu merah sudah bisa ditebak jika pemenangnya adalah para pemegang posisi tertinggi!" kata Fang An.


"Apakah kamu masih ingin bertarung sendirian atau ingin mengajak salah satu anggotamu?" tanya Zian Fei.


Fang An menggelengkan kepalanya, dia tidak mungkin mengajak salah satu dari anggotanya, karena semua lawan tandingnya adalah para Praktisi Yu Zha, sedangkan anggotanya belum ada yang mencapai tahap Yu Zha.


Dalam waktu seharian penuh, akhirnya Pertandingan di putaran pertama bisa diselesaikan, dan para pemenang di putaran pertama akan kembali bertanding di esok harinya.


Semua murid segera kembali ke Paviliun mereka masing-masing untuk beristirahat, begitu juga dengan Fang An, hanya saja setelah tiba di Paviliun, Fang An merasa tidak tenang karena sejak awal dia selalu ditatap tajam oleh seorang pemuda yang baru diketahui bernama Shin He, dan Shin He juga berhasil mengalahkan salah satu anggota yang menduduki posisi ke 15.


Nama Shin He sebenarnya sama seperti kakak seperguruan Fang An yang menjadi murid Gu Yao He, namun keluarga bermarga Shin tidak hanya ada satu saja, mungkin masih banyak lagi nama keluarga bermarga yang memiliki persamaan di berbagai tempat, begitu juga dengan Klan Fang yang mungkin masih ada orang-orang yang memiliki keluarga bermarga Fang di luar Benua.


"Aku tidak mengerti, Kenapa Shin He menatapku seperti itu? Sepertinya dia sangat membenci ku, padahal ini baru pertama kalinya aku bertemu dengannya," kata Fang An yang duduk di ruang utama bersama ketujuh temannya.


"Senior Shin He? Owh iya, dia adalah ketua Kelompok Giok Naga, dulu Kelompok Giok Naga sering meminta Kunci energi kepada ketujuh belas murid yang sudah bergabung dengan Kelompok kita, karena itu Shin He sangat marah dan dia ingin sekali menantang mu bertarung di arena," kata Tang Chin.


"Owh, jadi itu penyebabnya? Pantas saja dia menatapku seperti itu!" celetuk Fang An.


"Sebaiknya kalian semua segera beristirahat, dan aku juga ingin mandi setelah itu akan beristirahat agar besok aku merasa lebih segar dan siap untuk bertarung di arena," kata Fang An.

__ADS_1


Tang Chin dan yang lainnya mengangguk dan kemudian mereka semua segera pergi ke kamar mereka masing-masing, sedangkan Fang An yang sudah lama tidak pernah beristirahat pergi membersihkan badannya terlebih dahulu sebelum akhirnya dia juga pergi ke kamarnya untuk beristirahat.


__ADS_2