SANG KAISAR PETIR

SANG KAISAR PETIR
Menjinakkan Inti Petir Putih


__ADS_3

Fang An membaca tulisan di batu itu, dan ternyata itu adalah tulisan cerita akhir si tengkorak sebelum mati di dasar jurang.


Di catatan itu diceritakan jika Wang Lao Yi berasal dari Benua Dataran Tandus, benua itu adalah salah satu benua yang cukup jauh, sedangkan Wang Lao Yi datang untuk berburu Anim Beast sekaligus membantu sebuah desa yang selalu diganggu oleh para Anim Beast.


Wang Lao Yi adalah seorang Xu Hun Tingkat 7, sebelum dia jatuh ke Jurang Tanpa Dasar, dia sempat menolong Desa Wexhia, Wang Lao Yi membunuh seekor Anim Beast Bumi 3 lalu mengambil air seninya dan memberikannya ke kepala Desa Wexhia, setelah itu dia kembali masuk ke dalam hutan.


Setibanya di dalam hutan, Wang Lao Yi bertemu dengan seekor Anim Beast Bumi 3 dalam wujud Ular Bersayap, dia kembali bertarung di dekat Jurang, dan pada akhirnya dia bisa mengalahkannya, namun sayangnya energinya juga habis akibat Aura liar dari dalam Jurang.


Wang Lao Yi yang sudah lemah dan terbaring di tepi jurang berniat pergi, namun seekor Anim Beast Ular lainnya datang dan menyerangnya sehingga Wang Lao Yi terperosok jatuh.


Untung saja dia masih memiliki energi pelindung sehingga dia berhasil selamat, hanya saja dia harus mengalami patah tulang di kedua kakinya sehingga dia tidak bisa terbang lagi.


Saat sampai di bawah, dia melihat ada mayat yang membusuk, dan mayat itu sebelumnya memiliki kemampuan Yu Zhu elit, hanya demi bertahan hidup, Wang Lao Yi memakan daging mayat yang sudah membusuk itu, namun itu tidak cukup bertahan lama.


Setelah bertahun-tahun akhirnya Wang Lao Yi tidak mampu lagi bertahan dan dia meletakkan pedang beratnya di atas batu kemudian dia sendiri yang semakin melemah hanya bisa bersandar menunggu ajalnya.


Di batu itu tertulis jika ingin bisa mengangkat Pusaka Pedang Spiritual Langit, maka harus mempelajari Kitab Pedang Langit terlebih dahulu, karena di dalam kitab itu ada teknik khusus yang akan bisa mengangkat Pedang Spiritual Langit.


"Jadi seperti itu, kalau begitu aku akan mempelajarinya setelah menemukan Inti Petir Putih!" ucap Fang An kemudian dia bangkit dan menatap pedang biru itu, "Kau pasti akan aku miliki!" gumam Fang An lalu dia mengaktifkan Aura Petarungnya serta Mata Cahaya Petir nya untuk menemukan Inti Petir Putih.


Fang An mengira Inti Petir Putih itu berada di batu runcing yang paling besar, namun perkiraannya meleset, ternyata Inti Petir Putih itu berada dalam batu runcing berukuran sedang.


Inti Petir Putih memang tidak memancarkan cahayanya secara langsung, namun Mata Cahaya Petir Fang An bisa melihatnya dengan sangat jelas.


Fang An menghampirinya dan berniat menyentuh batu tersebut, namun Feng Huang justru menegurnya.


"Jangan kamu sentuh dulu!" ucap Feng Huang.


"Kenapa guru?" tanya Fang An.


"Inti Petir adalah Bentuk energi alam yang memiliki kecerdasan, kamu harus bisa menjinakkannya terlebih dahulu dengan menggunakan Elemen Petir mu!" kata Feng Huang.


Fang An menatap batu itu dengan rasa penasaran serta tidak sabar ingin segera melihat wujud Inti Petir.


"Alirkanlah Elemen Petir mu ke kedua telapak tanganmu, lalu arahkan telapak tanganmu ke batu itu, nanti dia pasti akan merespon dan akan menampakkan dirinya," kata Feng Huang.


Fang An segera melakukan seperti yang telah dijelaskan, dia mulai mengalirkan Elemen petirnya ke kedua telapak tangannya lalu kedua telapak tangan Fang An memancarkan cahaya biru yang disertai dengan kilatan kecil.


Begitu sudah dirasa cukup, Fang An langsung mengarahkan kedua telapak tangan nya ke arah batu itu dan yang terjadi kemudian, Cahaya putih menyilaukan keluar dari ujung runcing batu tersebut.


Seketika itu juga tempat itu menjadi sangat terang seperti siang hari, dan cahaya menyilaukan itu melayang ke udara lalu membentuk sebuah bola cahaya seperti matahari, namun ukurannya hanya segenggam tangan saja.

__ADS_1


Fang An tidak merasakan tanda-tanda bahaya apapun sehingga dia merasa jika Inti Petir Putih itu tidak se menakutkan aura yang dipancarkan, namun saat perkiraannya yakin, bola cahaya putih itu langsung melepaskan Petir Putih ke arah Fang An.


Feng Huang segera berpindah tempat lalu menggunakan kekuatannya untuk menahan sambaran petir putih itu, kemudian dia memberikan instruksi kepada Fang An.


"Coba kamu serang dia dengan petirmu!" kata Feng Huang yang masih bertahan.


Fang An yang sempat kaget segera tersadar lalu dia menyerang bola cahaya itu dengan petirnya, hal itu membuat bola petir seperti marah sehingga melepaskan sambaran bercabang yang menyambar ke segala arah.


Batu-batu langsung hancur saat terkena sambaran petir putih, bahkan dinding jurang mulai bergetar karena suara gemuruh dan ledakan.


Semakin lama sambaran itu semakin banyak dan kuat, bahkan Feng Huang hampir tidak mampu menahannya.


Fang An masih berusaha menyerangnya, namun petir itu memberikan serangan balasan dengan menyambar petir Fang An.


Petir Biru Fang An langsung lenyap begitu bertabrakan dengan sambaran petir putih, itu membuktikan jika Petir Putih benar-benar sangat kuat jauh dari pada Petir milik Fang An.


Seluruh bebatuan runcing yang sangat banyak kini rata menjadi bongkahan batu kecil, sedangkan Petir Putih masih tetap melepaskan sambaran dan kali ini sambaran itu seperti akan menyatu.


"Hati-hati Fang An, dia akan melepaskan Cambukan Petir Langit," seru Feng Huang yang mengetahui jika petir itu akan melepaskan serangannya.


Baru saja Feng Huang selesai memperingatkan Fang An, Petir Putih sudah melepaskan serangannya berupa sambaran petir putih yang sangat besar.


Fang An berusaha menahannya, sedangkan Feng Huang juga menambah penahanannya, namun pertahanan mereka berdua langsung di hancurkan oleh sambaran Petir besar itu, dan seketika itu juga Fang An dan Feng Huang langsung terhempas jauh hingga menabrak dinding jurang.


Petir itu kembali bergerak menghampiri Fang An lalu kembali menyerangnya dengan sambaran yang lebih besar.


Suara gemuruh Guntur langsung menggelegar hingga suaranya terdengar ke permukaan atas, akibatnya langit langsung mendung dan tanah juga ikut bergetar.


Luo Ying dan Singa Es semakin ketakutan saat mendengar suara gemuruh keras dari dalam jurang, Luo Ying ingin melihat tapi dia takut jatuh, apalagi tanah mulai bergetar sehingga membuat dirinya dan Singa Es menjauh.


Langit tiba-tiba saja menjadi mendung seperti akan turun hujan, Luo Ying yakin jika tidak lama lagi hujan akan datang sehingga dia dan Singa Es mencari tempat berteduh.


Ketika mereka pergi ke bawah pohon besar untuk berteduh karena khawatir hujan, tiba-tiba saja sambaran petir putih yang besar menyambar awan-awan di langit lalu kemudian suara gemuruh Guntur yang menggelegar membuat telinga Luo Ying dan Singa Es seperti mau pecah.


Semua itu terasa aneh karena Petir itu bukan muncul dari kumpulan awan, melainkan muncul dari dalam jurang.


Di dalam jurang sendiri Feng Huang dan Fang An menggabungkan kedua petir mereka untuk membuat kurungan pelindung.


Petir Putih yang melepaskan sambaran besarnya keatas kini kembali lagi lalu menyambar kurungan pelindung mereka.


"Jdarrr!!!"

__ADS_1


"Bamm!!"


Suara sambaran yang disertai suara seperti cambuk langit yang menggelegar menciptakan ledakan yang langsung menghancurkan seluruh batu hingga rata.


Beruntungnya Kurungan pelindung gabungan itu masih bisa bertahan walau ada retakan yang terlihat, namun setidaknya masih bisa selamat dari amukan Inti Petir Putih.


Bola Petir yang sebenarnya adalah perwujudan Inti Petir melayang-layang di udara, sedangkan Fang An masih linglung dengan kedua telinga yang mendengung karena suara Guntur yang begitu besar.


Setelah Fang An sudah merasa baikan, dia langsung mengulurkan tangannya dan berniat menyerang Inti Petir Putih itu dengan Petir Dewa Penghancur nya.


"Tahan dulu Fang An! Kamu tidak akan bisa menjinakkan Inti Petir Putih itu dengan Teknik itu, kamu pasti tidak akan menang, justru dia akan semakin marah," kata Feng Huang.


"Lalu apa yang harus aku lakukan?" tanya Fang An.


" Mungkin inti Petir Putih sebenarnya adalah sebuah cerminan sifat kebijaksanaan, sebaiknya kamu gunakan Petir mu dengan cara menghubungkannya dengan Inti Petir itu sekaligus dengan perasaan mu, aku yakin jika cara ini pasti berhasil, sebab Petir itu lebih suka dijinakkan dengan cara halus serta berkomunikasi antar Elemen Petir!" kata Feng Huang.


Dengan sedikit ragu Fang An mencoba menyalurkan Elemen Petirnya lagi, namun kali ini dia menggunakan perasaannya, berbeda dengan pertama kali saat Fang An mencoba untuk menyalurkannya, saat itu dia hanya dipenuhi rasa penasaran dan juga keserakahan ingin segera memiliki Inti Petir Putih.


Kilatan petir biru Fang An secara perlahan menjalar dan menuju lnti Petir Putih, dan benar saja Bola Petir itu tidak melakukan perlawanan, bahkan hingga petir Fang An bersentuhan dengan Bola Petir itu, Inti Petir justru menerimanya sehingga Petir Biru Fang An saling terikat dengan Inti Petir Putih.


Kedua Elemen Petir itu seperti sedang melakukan komunikasi yang tidak bisa didengar oleh Fang An dan Feng Huang.


"Dimana ini…!?"


Fang An mengerutkan dahinya saat dia seperti berada di suatu tempat yang aneh, dia melihat sebuah dunia aneh yang belum pernah Fang An lihat, dan setelah itu dia melihat Bola Petir Putih yang sedang berada di atas sebuah batu hitam.


Fang An tidak sadar jika saat ini dia berada di dunia alam bawa sadarnya, jiwa Spiritualnya terhubung langsung dengan Spiritual Inti Petir Putih, oleh karena itu Fang An merasa ada di sebuah dunia yang dipenuhi oleh pepohonan berwarna putih kecuali batu hitam yang menjadi letak duduk si Bola Petir yaitu Inti Petir Putih.


"Inti Petir Putih, maaf jika aku sudah mengusik mu, sungguh aku tidak berniat untuk mengganggu mu, namun aku berharap kamu bisa menjadi bagian dari dalam diriku dan menyatu dengan Spirit Root Elemen Petir ku!" kata Fang An.


Dia tidak tahu dan juga tidak mengerti harus berbuat apa, namun saat ini yang paling utama adalah menjinakkan Inti Petir Putih terlebih dahulu dengan cara halus walau dia sendiri masih belum tahu ada dimana, karena itu Fang An berkomunikasi dengan Inti Petir dengan cara yang lebih sopan.


Bola Petir itu hanya memancarkan kilatan-kilatan cahaya petir di sekelilingnya, dan Fang An yakin jika Bola Petir itu sedang mengatakan sesuatu yang tidak dia mengerti.


"Inti Petir, percayalah padaku, aku ingin menjadi lebih kuat agar bisa melindungi orang-orang yang membutuhkan pertolonganku!" kata Fang An kembali berbicara.


Cukup lama Bola Petir itu mengeluarkan kilatan petir dan kemudian hal yang mengejutkan terjadi sehingga membuat Fang An terperanjat.


Petir itu langsung melesat menghantam perut Fang An dan seketika itu juga Fang An langsung tersadar dan dia berteriak keras.


Feng Huang kaget dengan teriakan Fang An, dia memperhatikan akan apa yang sedang terjadi, begitu dia mengamati baik-baik, ternyata Bola Petir itu mulai menyatu dengan Petir Fang An lalu secara perlahan memasuki tubuh Fang An.

__ADS_1


"Bagus Fang An bagus sekali, kamu akhirnya berhasil menjinakkan Inti Petir Putih itu!" kata Feng Huang.


Fang An sendiri masih berteriak keras lalu tubuhnya mulai kejang-kejang karena merasakan sakit di perutnya, namun dia tetap berusaha untuk duduk bermeditasi untuk melakukan penyatuan dengan Inti Petir Putih yang memasuki Spirit Root nya.


__ADS_2