
***
Bai Lang dan Bai Xiang tercengang melihat Fang An yang menciptakan ledakan besar hingga membuat lubang besar di tengah-tengah desa.
Untungnya mereka berdua berada di dalam perlindungan perisai pelindung sehingga mereka selamat, dan setelah semua anggota Kelompok Kapak Kematian itu mati, semua warga bersorak gembira.
Fang An menelan Pil pemulihannya lalu dia menghampiri gurunya. "Apakah malam ini kita akan pergi ke Markas mereka guru?" tanya Fang An.
"Jangan dulu! Sebaiknya kita kembali ke perkemahan, aku khawatir ledakan tadi telah di ketahui oleh orang-orang dari Sekte Gunung Pohon Persik yang katanya berasal di Gunung Yizan, bisa saja mereka menyadari jika itu adalah ledakan milikmu!" kata Gu Yao He.
Fang An mengangguk setuju, dia juga yakin jika Sekte Gunung Pohon Persik benar-benar berada di Gunung Yizan, maka mereka pasti akan melihat cahaya bola petir serta ledakannya.
Orang-orang Sekte Gunung Pohon Persik yang mengetahui semua itu adalah Fu Hai, Fu Wang dan Fu Xiali, sebab mereka sudah pernah melihat cahaya serta ledakan dari Teknik Petir Dewa Penghancur.
"Pahlawan, terima kasih karena telah menyelamatkan Desa kami serta semua penduduk desa ini! Sebagai kepala Desa, saya ingin pahlawan berdua datang ke kediaman saya untuk menerima hadiah dari kami sebagai tanda terima kasih kami!" kata seorang pria paruh baya.
"Tuan tidak perlu memberikan apapun kepada kami, semua ini kami lakukan hanya untuk menghentikan kejahatan yang semakin tidak terkendali, dan sebagai sesama manusia, sudah menjadi kewajiban kami untuk saling membantu!" jawab Gu Yao He.
Kepala desa dan para warga segera berlutut dan secara serempak walau tidak bersamaan mereka mengucapkan tanda terima kasih mereka.
"Tuan tolong jangan berlutut seperti itu!" kata Fang An yang terkejut melihat semua itu.
"Pahlawan ini sangat muda dan juga memiliki jiwa yang sangat baik, anda sangat cocok menjadi pemimpin Benua ini di masa depan!" kata Kepala Desa itu.
"Hehehe..!" Fang An hanya tertawa kaku dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Dia sama sekali tidak pernah bermimpi untuk menjadi seorang pemimpin Benua Daratan Hijau, mengingat Klan nya yang sangat kecil dan hampir hancur, dia sama sekali tidak pernah berkhayal untuk menjadi Klan besar yang mampu memimpin seluruh Benua Daratan Hijau.
"Tuan, kami harus segera kembali ke tempat kami, maaf jika saya sudah membuat kerusakan di desa ini!" kata Fang An seraya menatap lingkaran kawah yang berada di tengah-tengah desa.
"Tidak apa-apa Tuan muda, justru ini akan kami jadikan monumen untuk mengingat kepahlawanan kalian berdua yang sudah menyempatkan Desa kami ini!" jawab kepala desa itu.
"Baiklah kami harus segera kembali! Ayo Fang An," kata Gu Yao He.
Fang An mengangguk dan kemudian dia menatap Bai Lang seraya berkata, "Sampai ketemu besok teman!" kata Fang An lalu dia memanggil Singa Es dan mereka bertiga segera melesat meninggalkan Desa Lianxai menuju ke perkemahan.
"Fang An! Jadi temanku ini bernama Fang An, berarti dia berasal dari Klan Fang," gumam Bai Lang yang baru tahu jika teman sekaligus orang yang sudah dianggap sebagai pahlawannya bernama Fang An.
__ADS_1
Sejak awal dia belum mengetahui nama pemuda itu dari pertama kali bertemu di Desa Tinsang, dan sekarang akhirnya dia tahu jika pemuda Penyelamat itu bernama Fang An dari Klan Fang.
***
"Apakah ledakan di desa tadi itu adalah ulahmu Fang An?" tanya Fang Xian dan Mu Yuan serta Fang Zui yang sudah menunggu Fang An kembali bersama Gu Yao He.
"Iya!" jawab Fang An tanpa menyembunyikan apapun.
"Lalu siapa lawan kalian?" tanya Mu Yuan.
"Kelompok Kapak Kematian yang sedang menjarah Desa Lianxai!" jawab Gu Yao He.
"Kelompok itu lagi? Jadi mereka masih ada?" Fang Xian terkejut mendengarnya.
"Orang-orang seperti itu tidak akan pernah bisa habis, walau kita membunuh satu kelompok kejahatan, maka kelompok lain akan kembali muncul, jadi yang bisa dilakukan hanya menghilangkan salah satunya saja," jawab Gu Yao He.
"Mengurangi kejahatan akan menunda kejahatan yang lebih besar lainnya untuk sementara waktu, jika terus dilakukan, maka kejahatan besar tidak akan pernah terjadi!" ucap Mu Yuan.
"Tapi apa yang sudah kamu lakukan cukup berisiko Fang An, bisa saja cahaya ledakan tadi telah menarik perhatian para anggota Sekte Gunung Pohon Persik yang ada di Gunung Yizan!"
"Iya ayah, aku sadar akan hal itu, oleh karena itu aku dan guru segera kembali!" ucap Fang An.
"Guru! Apa yang sedang kamu pikirkan?" tanya Fang An.
"Fang An, ikutlah denganku sebentar! Aku ingin bicara padamu berdua saja," kata Gu Yao He.
Fang An merasa heran dengan sikap Gu Yao He, namun dia tidak banyak bertanya dan segera mengikuti Gu Yao He setelah mengucapkan permisi kepada ayah dan semuanya.
Gu Yao He mengajak Fang An kedalam tendanya, dan disana ada Gu Fei Ming dan Luo Ying yang baru selesai membuat Pil.
"Kalian berdua tolong jaga di luar, pastikan tidak ada orang yang berani mendekat atau ingin menguping pembicaraanku dengan Fang An!" kata Gu Yao He.
Melihat keseriusan di wajah Gu Yao He, Gu Fei Ming dan Luo Ying langsung bangkit dan kemudian segera berjaga di luar, walau mereka berdua juga penasaran akan apa yang ingin dibicarakan Gu Yao He dengan Fang An.
Selama ini Fang An tidak pernah melihat wajah Gu Yao He seserius seperti saat ini, bahkan Luo Ying sekalipun juga tidak pernah melihatnya kecuali Gu Fei Ming.
Hanya Gu Fei Ming yang sadar jika kakeknya sedang memiliki tekanan serta masalah yang sangat serius, hanya saja dia juga tidak tahu apa yang kali ini yang membuat kakeknya seperti sangat tertekan.
__ADS_1
"Ada apa guru, apa yang ingin guru bicarakan berdua dengan ku?" tanya Fang An.
"Begini Fang An, sepertinya aku tidak bisa lagi menunda diriku untuk melakukan retret, sebab energi ku sudah hampir meluap, hanya saja situasi saat ini sangat berbahaya untuk Klan mu karena tidak memiliki perlindungan!"
Gu Yao He mengeluarkan sebuah kertas kecil kosong lalu mengambil tinta dan menulis sesuatu seraya melanjutkan perkataannya kepada Fang An.
"Aku ingin meminta Mao Lin dan Mu Zhi Tian serta Chang Hanzi untuk datang melindungi kalian dari Fu Jianzi, namun aku sadar kekuatan mereka sekalipun tidak akan cukup mampu untuk melindungi kalian, jadi untuk mengantisipasi semua ini, aku ingin mengirimkan surat kepada teman lama kakek guruku, semoga dia bisa datang untuk menolong mu!" kata Gu Yao He.
"Teman lama kakek gurumu guru?" tanya Fang An.
"Iya, aku tidak bisa menyebutkan namanya, namun dia memiliki kemampuan yang mampu untuk mengalah Fu Jianzi, hanya saja orang ini tidak terlalu suka ikut campur masalah orang lain, andaipun nantinya orang ini datang, kemungkinan besar dia hanya bersedia membantu melindungi Klan Fang dari tekanan Fu Jianzi, namun dia tidak akan mungkin mau jika harus membunuh Fu Jianzi sebab dia berada di luar wilayah Benua Daratan Hijau ini!" kata Gu Yao He.
Fang An semakin penasaran akan sosok yang katanya adalah teman kakek guru Gu Yao He, andai benar demikian, bukankah artinya orang itu sudah sangat tua sekali.
Gu Yao He merobek kertas yang dia tulis itu menjadi dua bagian, satu digulung dan dimasukkan ke dalam kolong kecil untuk diikat di kaki Elang, dan satu lagi dia berikan kepada Fang An.
"Suatu saat nanti jika ada seorang pria sepuh berpenampilan kuno serta mengenakan pakaian jubah putih, berikan sobekan surat ini kepadanya, dan katakan jika itu adalah sobekan surat dari ku!" kata Gu Yao He.
"Pria sepuh berpenampilan kuno? Apakah tidak ada ciri-ciri yang lain untuk mengenalinya guru?" tanya Fang An.
"Dia memiliki jenggot panjang, dan biasanya ada sesuatu yang melayang di belakang punggungnya, sesuatu itu adalah enam bongkahan Es seukuran kepalan tangan!" kata Gu Yao He.
"Lalu guru sendiri?" tanya Fang An.
"Aku harus segera melakukan retret ku, jadi malam ini aku harus segera kembali ke Gunung Hunsu, hanya disana satu-satunya tempat teraman untuk melakukan retret, tapi kamu tidak perlu khawatir karena tidak lama lagi, Mao Lin dan Mu Zhi Tian serta Chang Hanzi akan segera tiba disini, dan mereka bertiga juga membawa orang-orang terkuat yang dimiliki oleh mereka untuk membantu Klan Fang sementara dari incaran Fu Jianzi!" kata Gu Yao He.
"Lalu bagaimana dengan Kapak Kematian?" tanya Fang An.
"Seharusnya kamu sendiri sudah bisa mengatasinya, lagi pula tidak ada yang memiliki kemampuan Yu Jing di antara mereka, jika tidak biarkan aku sendiri yang melakukannya setelah aku keluar dari retret ku!" jawab Gu Yao He
Fang An hanya terdiam, karena Klan nya semua orang ditempatkan dalam situasi bahaya, hanya satu Faksi itu saja yang membuat Klan nya serta semua orang merasa ketakutan, jalan satu-satunya adalah membawa semua Klan nya keluar dari Benua Daratan Hijau.
Fang An sempat berpikir jika satu-satunya tempat teraman adalah di Akademi Puncak Angin Surga, namun untuk bisa kesana tentu tidak akan mudah, yang pasti Sekte Gunung Pohon Persik akan mengetahui semua ini sebab masih ada penyusup atau mungkin penghianat yang masih belum diketahui.
Jadi walaupun mereka bersembunyi di dalam neraka sekalipun akan percuma jika penyusup atau pun penghianat itu masih belum tertangkap.
"Jangan katakan kepada siapapun jika aku sudah pergi malam ini ke Gunung Hunsu, jika tidak mata-mata atau penghianat itu akan memberikan laporannya jika aku sudah pergi, dan mereka bisa kapan saja datang kesini karena sudah menganggap jika Klan Fang sudah tidak memiliki perlindungan, tunggu saja sampai mereka bertiga datang sekaligus sosok yang akan aku panggil untuk menekan Fu Jianzi nanti!" kata Gu Yao He lalu dia berjalan ke arah Elang nya dan kemudian dia keluar seraya melepaskan elang itu untuk pergi mengantarkan suratnya.
__ADS_1
Setelah semua pesan sudah disampaikan kepada Fang An serta meminta Gu Fei Ming dan Luo Ying untuk selalu berada di samping Fang An, secara diam-diam Gu Yao He pergi malam itu juga, sebab dia sudah tidak bisa menahan energinya sehingga harus segera melakukan retret.