SANG KAISAR PETIR

SANG KAISAR PETIR
Diluar Kesadaran


__ADS_3

"Pedang Darah Angin Gugur."


Fu Jianzi melepaskan serangan Pedang nya yang mampu menciptakan beberapa bayangan Pedang Merah lalu diarahkan kepada Fang An.


Melihat serangan yang datang, Fang An segera menepis semua serangan itu dengan Pedang nya lalu dia memberikan serangan balasan, serangan Pedang yang dialirkan Qi melepaskan sambaran petir biru ke arah Fu Jianzi, namun serangan itu dapat dengan mudahnya ditahan.


"Hmp! Tenyata hanya segini saja kekuatanmu! Aku pikir yang diceritakan oleh Tuan Ziao Zi itu adalah nyata, ternyata itu hanyalah cerita bualan saja. Jika memang seperti ini..!"


Fu Jianzi memasukkan kembali pedangnya dan kemudian dia melepaskan kekuatan yang besar sehingga membuat seluruh Kota Chang Lan hingga ke kota dan desa yang jauh dapat merasakan getaran tanah.


Sebuah Cahaya Segel muncul di hadapan Fu Jianzi dan kemudian cahaya merah muncul di telapak tangan Fu Jianzi, dan cahaya itu mulai memanjang membentuk sebuah Pedang.


Suara Lonceng terdengar menggema dari segel di hadapan Fu Jianzi, dan di tengah-tengahnya, ada sebuah garis merah panjang dengan ukiran Daun Bunga Persik di pinggiran segel tersebut.


Merasakan kekuatan penghancur milik Fu Jianzi itu, Fang An akhirnya melepaskan seluruh energinya sehingga sayap Qi Elemen Petir berwarna kemerahan muncul di punggungnya, hal itu jelas mengejutkan semua orang kecuali para anggota dari Akademi.


Fang An mengulurkan tangannya dan kemudian tiga petir merah, biru dan putih mulai berkumpul dan membentuk sebuah bola petir yang melepaskan aura besar serta energi penghancur yang membuat semuanya berkeringat dingin.


"Jadi seperti ini kekuatan milik An'er? Putraku benar-benar sangat kuat!" kata Fang Yin yang merasa sangat bangga kepada putranya.


"Berlatih selama hampir tiga tahun di Akademi memang tidak mengecewakan, dia memiliki kemampuan Yu Zhu namun energinya sebanding dengan seorang Xu Hun!" kata Fang Zui.


"Kali ini Klan Fang mungkin memiliki harapan baru dengan kekuatan baru putramu itu Yin'er!" kata Fang Zoli.


"Iya sesepuh, semoga saja!" kata Fang Yin.


"Kita belum bisa memastikan sebelum melihat hasil akhirnya!" kata Fang Xian.


"Sebaiknya kita sedikit menjauh dari tempat ini, jika kedua kekuatan itu saling berbenturan, takutnya kita akan terkena imbas dari kedua serangan mereka!" kata Fang Zui.


"Benar sekali! Semuanya cepat menjauh dari tempat ini!" seru Fang Xian.


Semuanya segera mundur termasuk anggota Sekte Gunung Pohon Persik, hanya saja Fang Zoli sedikit kesulitan untuk bergerak cepat.


"Ayo sesepuh, kami akan membantumu!" kata Fang Xian.


"Maaf, seharusnya aku tidak perlu ikut kesini agar tidak menyusahkan kalian seperti ini!" kata Fang Zoli.


"Yin'er, aku akan membuat perisai pelindung pertahanan, kamu dan sesepuh segera mundur secepat mungkin!" kata Fang Xian dan kemudian dia membuat perisai pelindung dari hembusan angin yang menerbangkan batu kerikil yang sangat tajam serta sambaran petir yang sesekali menyambar di sekitar mereka.


"Mari sesepuh!" kata Fang Yin dan kemudian dia berjalan di depan Fang Zoli.


"Yin'er!" panggil Fang Zoli.


Mendengar itu Fang Yin segera menoleh karena dia khawatir Fang Zoli mengalami kesulitan, dan begitu dia berbalik tiba-tiba saja ada sesuatu yang menghujam tubuhnya.


"Argh..! Se..sesepuh, a..apa yang kamu..!"


Fang Yin belum sempat menyelesaikan kalimatnya karena benda yang menghujam tepat ke arah hatinya itu dicabut oleh Fang Zoli, tentu saja Fang Xian yang baru mengetahuinya terkejut melihat istrinya yang di tusuk oleh Fang Zoli.


"Yin'er…!"

__ADS_1


Fang Xian langsung berlari kearah istrinya yang hampir terjatuh, dia langsung menahan tubuh istrinya yang mulai bersimbah darah serta mulutnya juga mengeluarkan darah.


"Kakak ipar!"


Fang Zui juga segera menghampiri Fang Yin yang terluka, dia terkejut saat mengetahui jika yang menikam Fang Yin ternyata adalah Fang Zoli.


"Sesepuh, apa maksudnya ini? Kenapa kamu melakukan ini kepada kakak ipar?" tanya Fang Zui.


"Hahahaha! Kalian semua harus merasakan akan bagaimana rasanya kehilangan orang yang kalian sayangi, ini untuk kematian Fang Yi Xang yang telah kalian lupakan!" kata Fang Zoli.


"Kami tidak pernah melupakan mereka yang telah gugur termasuk putra bungsu mu sesepuh!" jawab Fang Zui.


"Bohong! Selama ini adakah dari kalian yang menanyakan kesedihanku? Putraku mati demi melindungi Fang Xian dan keluarganya itu, seharusnya dia mendapatkan penghargaan atas pengorbanannya! Untuk itu aku bekerjasama dengan Gunung Pohon Persik demi membalas dendam atas kematian Fang Yi Xang!" kata Fang Zoli.


"Jadi penghianat Klan selama ini adalah kamu? Ini sungguh tidak bisa dimaafkan!" kata Fang Zui dan kemudian dia mencabut pedangnya lalu bergerak menyerang Fang Zoli.


Diluar dugaan Fang Zoli, ternyata kemampuan Fang Zoli juga sudah mencapai tahap Yu Zhi Tingkat 7, sehingga Fang Zoli dan Fang Zui bertarung dengan sangat sengit.


Bing Chen dan Gu Yao He bergerak cepat untuk menolong Fang Yin, sedangkan Fang Xian tak kuasa melihat Fang Yin yang terus mengeluarkan darah.


"Yin'er, bertahanlah!" kata Fang Xian dengan memegang erat telapak tangan Fang Yin yang mulai terasa dingin.


"A.. An'er!"


Dengan suara yang sudah tidak begitu jelas, dia berusaha memanggil nama anaknya, namun suaranya sangat pelan sehingga membuat Fang Xian sangat panik.


"Sesepuh Raja Pil, tolong istriku!" kata Fang Xian kepada Gu Yao He yang baru tiba.


"Pisau yang digunakan untuk menusuknya mengandung Racun Ular, terlebih lagi jaraknya terlalu dekat dengan jantung, bahkan hatinya sudah berhenti mengalirkan darah ke urat nadi!" kata Gu Yao He dan kemudian dia menghela nafas panjang seraya berkata, "Wakil Penatua Fang, maafkan aku, sepertinya istrimu tidak bisa diselamatkan, sebab racun ular yang digunakan adalah jenis racun Ular Api, andai yang terluka di bagian luar, mungkin masih memiliki harapan, akan tetapi ini langsung mengenai ulu hatinya!" kata Gu Yao He.


Bing Chen segera memegang kepala Fang Yin dan kemudian dia mengalirkan energi Ying nya dengan harapan bisa menahan rasa sakit agar Gu Yao He bisa menyembuhkannya.


"Percuma Senior, aku benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa untuk hal ini!" kata Gu Yao He.


"Yin'er, kamu harus bertahan demi Putra kita! Lihatlah, Putra kita yang gagah dan pemberani itu sedang berjuang demi kamu, kita, dan semua Klan Fang!" kata Fang Xian.


Fang Yin yang sudah sangat lemah berusaha melihat ke tempat Fang An, dia meneteskan air matanya lalu dengan sisa nafasnya, dia berbicara dengan suara terputus-putus.


"A.. An'er! I..ibu, ba..bang..ga padamu! To.. tolong, ja..jaga putra ki..kita..!"


Fang Yin mengejang setelah mengucapkan kalimat itu sehingga membuat Fang Xian memeluk erat istrinya, dia merasakan tubuh Fang Yin yang sedingin es, dan setelah itu Fang Yin meninggal di pelukan Fang Xian.


"Yin'er..! Yin'er..! Yin'er….!!!"


Teriakan dan tangisan sedih Fang Xian terdengar oleh Fang An yang masih fokus terhadap Bola Petir Penghancur nya, dia menoleh ke bawah dan dia langsung melihat ayahnya yang memeluk ibunya, dari yang dia lihat, dia langsung tahu jika telah terjadi sesuatu kepada ibunya.


"Ibu..!"


Konsentrasi Fang An langsung hilang, dan bola petir di tangannya langsung lenyap, sedangkan Fu Jianzi yang melihat itu juga tersenyum lebar, bahkan dia yang awalnya ingin menggunakan Teknik Tebasan Pedang Membelah Samudra nya juga dia batalkan.


"Kerja bagus Fang Zoli!" kata Fu Jianzi.

__ADS_1


Fang An pun juga mendengar ucapan Fu Jianzi, namun dia tidak memiliki waktu untuk mengurusnya. Fang An segera menghilang dari hadapan Fu Jianzi lalu muncul kembali di hadapan ayahnya.


"Ibu..! Apa yang sudah terjadi kepada ibuku?" tanyan Fang An.


"An'er..! Ibumu, ibumu sudah meninggal!" kata Fang Xian dengan suara seraknya.


Bing Xuyue, Sao Yi Feng dan semua anggota Akademi hingga para Ketua Klan juga baru menyadari jika Fang Yin terbunuh setelah mendengar jeritan Fang Xian.


"Tidak..! Ibuku tidak mungkin pergi!" kata Fang An dan kemudian dia memegang tangan ibunya yang sudah dingin lalu dia mengalirkan Energi nya.


Fang An terus mencobanya berkali-kali, namun semua usahanya sia-sia, Fang An yang merasa sangat putus asa berteriak sekeras-kerasnya lalu dia menangis sekaligus merebut jasad ibunya dari pelukan ayahnya dan segera memeluknya sendiri.


"Ibu tidak boleh pergi! Aku..aku sudah berjanji padamu akan membebaskan penderitaan mu dari orang-orang Sekte Gunung Pohon Persik! Ibu tolong kembalilah, kembali, kembali!" kata Fang An yang berbicara di sela-sela tangisnya.


Semua orang yang menyaksikan itu juga tidak kuasa melihat kesedihan ayah dan anak itu, sampai-sampai Bing Xuyue dan semua teman-temannya ikut menangis karena kesedihan Fang An yang begitu dalam.


Untuk yang kedua kalinya mereka melihat Fang An menangis karena kehilangan, namun saat ini kesedihannya jauh lebih dalam sehingga membuat siapapun yang melihatnya pasti akan ikut meneteskan air mata.


Di tempat lain, Fang Zui masih bertarung dengan Fang Zoli dengan sengit, amarah Fang Zui benar-benar sudah mencapai puncaknya.


Antara kecewa dan sakit hati karena orang yang selama ini dia hormati dan dia segani ternyata adalah penghianat Klan nya sendiri, tentu saja Fang Zui tidak akan membiarkan seorang penghianat pergi begitu saja, dia tetap akan membunuh Fang Zoli tanpa peduli kepada anggota Sekte Gunung Pohon Persik yang mulai maju menyerang atas perintah Fu Jianzi.


"Sekaranglah saatnya untuk menyerang mereka selagi mereka tidak fokus! Kalian semua, Bentuk Formasi Pedang Samudra!" kata Fu Jianzi lalu anggota Sekte Gunung Pohon Persik yang memiliki kemampuan Yu Zha segera menyebar dan mulai membuat segel, sedangkan yang memiliki kemampuan Yu Zhu dan Yu Jing terbang ke udara lalu mereka membuat segel di langit, dan sisanya mulai maju menyerang.


"Kamu sudah bermain kotor, karena kamu sudah berani melakukan rencana di luar perjanjian, maka diri sang Ahli ini yang akan mengurus mu!" kata Bing Chen dan kemudian dia mulai melayang di udara lalu kabut dingin segera menyebar ke segala penjuru.


Kabut tebal yang sangat dingin itu tiba-tiba saja menghilang karena hawa tiba-tiba saja menjadi hangat, dan semakin lama semakin panas.


"Fang An!"


Semua orang segera menyadari jika energi panas yang menghilangkan kabut dingin itu ternyata berasal dari tubuh Fang An, sedangkan Fang An yang masih menangis dengan memeluk ibunya langsung berteriak dengan keras sekaligus melepaskan energi Api dan Petir secara bersamaan.


Gu Yao He segera menarik tubuh Fang Xian dan dengan kecepatan tinggi dia membawa Fang Xian pergi sejauh mungkin agar tidak terkena energi Fang An yang tiba-tiba saja meningkat.


Semua yang ada disana juga dengan cepat pergi menjauhi Fang An, dan setelah itu mereka melihat Fang An yang mulai berdiri lalu dia berjalan dengan lemas menuju kearah para pasukan Aliansi di pihak musuh.


Setiap langkah kaki Fang An akan mengeluarkan petir, dan tubuh Fang An mulai mengeluarkan enam petir biru di punggungnya, lalu keenam petir itu memanjang dan membentuk seperti kaki laba-laba dengan Fang An yang mulai tergantung di udara.


"Kekuatan Fang An ini! Apakah ini nyata?" kata Bing Chen yang terkejut saat merasakan lonjakan energi yang semakin membesar, bahkan kekuatan itu melebihi kekuatan dirinya.


Rambut putih Fang An yang sebelumnya diikat dengan rapi tiba-tiba saja terlepas saat seluruh rambutnya berubah menjadi Petir putih, sedangkan Petir Merah juga membungkus kedua tangannya, dan Petir Biru menutupi badannya, sedangkan dari paha ke bawah ditutupi oleh Api yang sangat panas.


"Sekte Gunung Pohon Persik, kalian semua harus musnah!" kata Fang An dengan suara yang melepaskan Gemuruh Guntur yang menggelar.


"Musnahlah!"


Salah satu dari enam kaki Petir itu pecah dan menciptakan sambaran petir yang sangat banyak dan langsung menyambar para pasukan Aliansi Gunung Pohon Persik, setiap orang yang terkena petir itu akan langsung musnah tak tersisa.


Petir yang Fang An gunakan sebenarnya adalah Petir yang pernah dia pelajari di Dunia Alam jiwa bersama Leluhur tertua Klan Fang yaitu Fang Huwang, dan teknik yang dia gunakan adalah Teknik Petir Surgawi.


Namun saat ini Fang An menggunakannya diluar kesadaran, karena saat ini yang ada di pikiran Fang An hanyalah kesedihan dan balas dendam atas kematian Fang Yin atau ibunya, hal itu yang menjadi pemicu utama yang membuat kekuatannya yang tertidur bangun dengan sendirinya dan mulai melakukan apa yang ada di pikiran Fang An saat ini.

__ADS_1


__ADS_2