
***
Pertarungan yang terjadi di Wilayah Selatan atau Wilayah Merah langsung tersebar luas ke seluruh wilayah Benteng Putih. Semua sudah tahu jika itu adalah sebuah penyerangan balasan Akademi kepada Pita Merah.
Pertarungan yang menyebabkan seluruh Markas Pita Merah hancur itu juga dirasakan oleh seluruh Rakyat Benteng Putih dari seluruh Wilayah, sedangkan para Pemerintahan hanya mendapatkan para tawanan serta sisa-sisa kehancuran Markas Pita Merah.
"Kata Tetua Lao, ada penyusup dari Benua Bintang Terang yang berusaha membangun kekuatan di Wilayah kita ini. Bagaimana bisa para penjaga tidak menyadari jika ada penyusup yang memasuki wilayah Benteng Putih kita ini?" kata seorang wanita paruh baya yang duduk di salah satu kursi yang berjajar kanan dan kiri. Sedangkan di paling ujung ada lima kursi dengan satu kursi paling tinggi di bagian tengah.
"Apakah Tetua Lao mengatakan akan siapa nama penyusup itu? Siapa tahu dia mengetahuinya dan memberikan informasi itu kepada kita," kata seorang pria tua berpakaian baju mewah berwarna putih seperti raja, serta duduk di kursi tengah dari kelima kursi yang berjajar.
"Tidak Tuanku! Tetua Lao tidak memberikan informasi lebih selain dari itu," jawab seorang pria paruh baya.
"Tuanku. Menurut hamba, sepertinya penyusup yang dimaksud ini bukan Kultivator biasa. Kita semua sudah tahu jika Benua Bintang Terang adalah Benua tempatnya para Kultivator yang memiliki kemampuan sangat tinggi. Menurut Hamba mungkin penyusup ini masuk ke wilayah kita melewati jalan lain yang hanya bisa dilakukan oleh para Kultivator Tingkat tinggi," kata Seorang pria yang mengenakan Zirah putih dan mirip seperti Jenderal Perang.
"Jendral Yie Tao, aku minta padamu untuk melakukan pemeriksaan di wilayah Merah, jangan sampai ada kelompok yang seperti ini yang dapat menggangu kedamaian di seluruh Wilayah Benteng Putih kita ini!" kata sosok yang berada di kursi tengah.
"Baik Tuanku," jawab Jendral Yie Tao.
"Apakah para tahanan sisa Pita Merah itu akan dihukum seumur hidup?" tanya wanita paruh baya itu.
"Kita cari tahu dulu mereka itu berasal dari mana saja. Setelah itu barulah kita bisa memberikan keputusan."
"Sekarang kita akan membahas masalah yang sedang terjadi di Kota Funsu! Aku dengar Walikota melakukan gerakan untuk memulai aksi pemberontakan untuk menggulingkan Gubernur disana," kata seorang pria sepuh yang duduk di antara kelima kursi.
"Walikota itu kalau tidak salah bernama Xia Ding bukan! Baru-baru ini ada kabar jika Xia Ding sebenarnya berasal dari Benua Daratan Hijau, dan kabar terakhirnya, dia akan menghukum mati salah satu wanita yang berasal dari Benua Daratan Hijau."
Pria paruh baya itu melanjutkan ceritanya mengenai masalah yang terjadi terhadap Walikota itu yang tidak lain adalah Xia Ding. Seorang Walikota yang diangkat menjadi walikota oleh gubernur Kota Funsu.
__ADS_1
Kabar akan kemunculan wanita yang berasal dari Benua Daratan Hijau itu juga didengar oleh beberapa pejabat. Menurut Informasi yang mereka dapat, Wanita dari Benua Daratan Hijau itu datang bersama dua anaknya yang mengaku-ngaku sebagai Istri dan anak sang Walikota yang ditinggalkan di Benua Daratan Hijau.
Namun hal itu membuat Walikota itu marah dan menuduh si wanita itu sedang memfitnahnya. Wanita dan kedua anaknya itu juga memiliki penjaga, dia adalah Zhang Wei, anak tiri sang Walikota.
Namun Xia Ding justru semakin marah lalu menyuruh para pengawal bayarannya yang semuanya adalah para Kultivator Tingkat tinggi untuk menangkap wanita itu dan melawan kekuatan para Pengawal milik Zhang Wei.
Akibat perseteruan tersebut, Kota Funsu semakin dilanda ketakutan karena pertarungan dari kedua belah pihak, sedangkan ibu Zhang Wei saat itu jatuh sakit karena terkejut dengan kejadian yang menimpa Anak dan suaminya.
Gubernur yang berniat untuk mendamaikan permasalahan itu justru mendapatkan pemberontakan dari Xia Ding, dan sekarang situasinya semakin memburuk.
"Orang-orang yang disewa oleh Walikota itu berasal dari mana saja?"
"Mereka berasal dari Wilayah Merah Tuanku!"
"Lagi-lagi orang-orang dari Wilayah Merah. Apa sebaiknya kita tutup saja Wilayah Merah ini? Kekacauan selama ini sering berkaitan dengan mereka."
"Tidak juga Tuanku. Sebenarnya tidak hanya wilayah merah yang disewa oleh Walikota itu, melainkan dari Wilayah Kuning sepertinya juga ikut terlibat."
Tio Hongli sendiri adalah seorang Kultivator yang sudah mencapai tahap Puncak Yu Jing, dan sedikit lagi akan menembus tahap Xu Hun.
"Lebih baik Tuanku mengirim bala bantuan untuk Gubernur agar bisa membantunya melawan kekuatan Walikota. Yang hamba dengar Walikota memiliki seorang Ahli yang membuat Gubernur belum berani melakukan pergerakan untuk menghentikan sepak terjang Walikota."
"Seorang Ahli ya! Kita belum memiliki satu orang ahli pun di pemerintahan, sepertinya aku harus meminta bantuan Akademi untuk menangani masalah ini."
"Hamba setuju Tuanku. Andaipun para Tetua tidak bisa pergi, masih ada beberapa orang di Akademi yang sepertinya mampu menghadapi kekuatan para Ahli ini."
"Yung Dao, aku perintahkan kamu untuk membawakan surat ini ke Akademi dan menyampaikan permohonan ku agar Akademi bersedia mengerahkan bantuan ke Kota Funsu, apalagi Kota itu berdekatan dengan Akademi, sedangkan untuk untuk sementara ini, aku akan mengirim pasukan Kuda hitam yang akan di pimpin oleh Jendral Jia Xang untuk membantu Gubernur," kata Tio Hongli.
__ADS_1
Pasukan Kuda hitam adalah Pasukan Elit yang sangat ahli melakukan pertarungan jarak dekat dan jauh. Mereka dilengkapi dengan Zirah pelindung yang terbuat dari logam tipis serta kuda yang juga dilapisi dengan pelindung baju yang kuat, belum lagi para pasukan yang dibekali dengan tiga senjata, yaitu Pedang, Tombak, dan Busur Panah sehingga mereka menjadi pasukan elit yang mematikan.
Yung Dao adalah perdana menteri pertahanan dengan tubuh gemuk serta perut buncit. Walau dia gemuk dan buncit seperti itu, namun dia juga seorang Kultivator yang berada di tahap Yu Zha.
Dulunya dia pernah menjabat sebagai Jendral perang. Setelah usianya semakin tua, dia mengundurkan diri dan Tio Hongli mengangkatnya menjadi Perdana menteri pertahanan.
Setelah semua rencana sudah ditetapkan, para Jendral yang mendapatkan tugas masing-masing segera berangkat, dan yang paling utama yaitu membantu menyelesaikan masalah di Kota Funsu.
"Serahkan ini kepada Tetua Xhang dan sampaikan juga salam hormatku padanya! Katakan permintaan maaf ku sebab aku tidak bisa datang sendiri karena banyak pekerjaan pemerintahan yang harus aku urus!" kata Tio Hongli.
"Hamba pasti akan menyampaikannya Tuanku," jawab Yung Dao.
"Berangkatlah dan hati-hati, pastikan surat itu aman dan sampai di tangan Tetua Xhang," pesan Tio Hongli.
"Baik. Kalau begitu hamba berangkat sekarang," kata Yung Dao seraya membungkukkan badannya.
"Silahkan," jawab Tio Hongli.
Yung Dao segera keluar dan memanggil beberapa prajurit hebat untuk menemaninya pergi ke Akademi Puncak Angin Surga. Mereka semua berjumlah 30 orang yang rata-rata memiliki kemampuan Yu Zhi dan Yu Zha.
Semuanya pergi dengan menaiki kuda, biasanya mereka akan membawa tandu kereta yang ditarik dengan empat ekor kuda untuk membawa salah satu pejabat.
Hanya saja Yung Dao tidak pernah mau untuk mengikuti cara-cara manja para pejabat lain yang selalu ingin dilayani bahkan di saat melakukan perjalanan.
Tiga puluh kuda dipacu dan para kuda-kuda itu berlari dengan sangat cepat dan juga lincah menuju ke Akademi Puncak Angin Surga, sedangkan Tio Hongli yang melihat dari atap istana menengadahkan kepalanya ke langit.
"Ayah! Aku mohon berikan aku kekuatan untuk menghadapi masalah yang menimpa Negeri ini!" gumam Tio Hongli dengan menghela nafas panjang.
__ADS_1
Tio Hongli sebenarnya tidak pernah berharap untuk menjadi seorang Pemimpin menggantikan ayahnya, dia terpaksa menjadi pemimpin Negeri itu karena tuntutan garis keturunan, balum lagi dia adalah satu-satunya keturunan keluarga Tio yang menjadi ahli waris tunggal serta menggantikan posisi ayahnya yang sudah tua dan sakit-sakitan.
Setelah diangkat menjadi Pemimpin Benteng Putih, Ayah Tio Hongli meninggal dunia, dan sekarang impian Tio Hongli untuk menjelajahi Benua dan menjadi seorang Kultivator tingkat tinggi harus terkubur