
***
"Lautan Darah Hitam."
"Cahaya Api Langit."
Suara angin kencang serta gemuruh keras menggetarkan seluruh Kota Chang, langit gelap menjadi terang dan semua orang menyaksikan cahaya terang dari halaman rumah masing-masing.
Gu Yao He dan Mao Lin terus mengadu Teknik mereka, pertarungan antar sesama Yu Jing itu cukup untuk menarik perhatian semua orang termasuk para anggota Sekte Gunung Pohon Persik.
Cairan Hitam bagai air laut di langit mengurung Gu Yao He di tengah-tengah, sepintas terlihat seperti awan hitam, namun sebenarnya itu adalah elemen air yang digabungkan dengan sihir darah.
Gu Yao He juga melepaskan kurungan api besar sehingga terlihat seperti matahari merah di sekujur tubuhnya, dia menghentakkan energinya sehingga gelombang panas memecahkan Darah Hitam itu hingga musnah.
"Kamu sama sekali tidak berubah Raja Pil, kemampuan mu dalam bertahan memang sangat kuat, coba kamu tahan serangan ini!"
"Teknik Taring Naga Menghisap Darah."
"Groarrr!"
Lautan Darah kembali muncul, namun kali ini darah itu berkumpul dan membentuk wujud seekor naga hitam yang panjang lalu maraung keras membuat tanah di bawah kota bergetar seperti mau retak.
"Teknik Dua Naga Api."
Gu Yao He memunculkan sebuah lingkaran api di pergelangan tangannya lalu mengangkatnya ke atas dan kemudian api itu berputar dan membesar, setelah beberapa saat terbentuklah seekor Naga Api berkepala dua dengan mulut panjang seperti mulut seekor burung bangao.
Kedua Naga panjang itu meliuk-liuk tubuhnya di udara membuat semua yang melihat itu merasa takjub serta takut, sedangkan Chang Hanzi dan Mu Zhi Tian melihat itu hanya tersenyum-senyum lalu melihat ke arah Mu Yuan dan semuanya termasuk para kedua Panglima nya yang datang menyusul mereka berdua.
"Pertarungan yang luar biasa, ini baru pertarungan Yu Jing yang sangat langka untuk dilihat, terlebih lagi keduanya sama-sama kuat dan berimbang," kata Mu Yuan kepada Gu Fei Ming dan Mu Zha.
Fang Xian dan Fang Zui serta Luo Ying baru tiba dan mereka langsung sama-sama takjub melihat pemandangan di langit.
"Pantas untuk disebut sebagai pertarungan elit, kemampuan kuat ini jika berada di Klan Fang pasti tidak akan ada yang berani menginjak-injak Klan!" kata Fang Zui.
Luo Ying sendiri melihat kesana kemari, namun dia tidak melihat keberadaan Fang An, padahal Fang An tadinya menyusul dirinya di belakang.
Kedua Naga sama-sama meraung keras kemudian Mao Lin dan Gu Yao He sama-sama mengarahkan telapak tangan mereka dan kemudian kedua naga panjang itu maju menyerang dan bertarung di udara dengan sangat sengit.
Kedua Naga saling melilit lalu kedua mulut masing-masing naga melepaskan semburan yang berbeda.
Naga milik Mao Lin menyemburkan cairan hitam, namun ditahan oleh salah satu kepala Naga api yang menyemburkan Api nya, sedangkan satu kepala Naga Api menggigit leher Naga hitam.
Keduanya terbang saling berjauhan lalu sama-sama melesat dan menabrak kepala mereka sekaligus saling melilit tubuh lawan, dan tidak lama kemudian tubuh kedua naga itu meledak hingga menciptakan gelombang energi besar serta daya kejut yang membawa hawa panas di udara.
"Hahahaha… Aku merasa sangat senang sekali karena seperti bernostalgia seperti dulu!" kata Mao Lin dengan tertawa lepas.
"Kamu benar sekali, hahaha!" Gu Yao He juga tertawa lepas di udara kemudian keduanya sama-sama saling menyapa karena pada dasarnya mereka berdua adalah teman baik sejak masih muda.
Chang Hanzi dan Mu Zhi Tian menghampiri keduanya lalu keduanya sama-sama menyapa mereka.
__ADS_1
"Kemampuan Senior Mao Lin dan Raja Pil memang tidak diragukan lagi, Benua Daratan Hijau ini sangat beruntung akan keberadaan kalian!" ucap Chang Hanzi.
"Kekuatan kalian berdua sepertinya semakin meningkat selama beberapa tahun ini! Pasti banyak sumber daya yang kalian gunakan selama beberapa tahun terakhir, apa aku salah?" tanya Mao Lin.
"Iya tidak salah, aku menghabiskan banyak waktu serta Ziyuan yang tidak sedikit untuk meminta senior Raja Pil membuat Pil Jantung Langit," kata Mu Zhi Tian.
"Iya memang tidak mudah untuk bisa menaikkan tingkat praktik, aku saja sebagai Raja juga mengeluarkan banyak biaya agar bisa naik ke tingkat 8, namun jika dibandingkan dengan Raja Pil dan Taring Penghisap Darah, kalianlah yang lebih baik dari kami semua!" kata Chang Hanzi.
"Tidak juga, masih ada Fu Jianzi yang juga mencapai puncak Yu Jing seperti kami," kata Gu Yao He.
Saat mereka berempat saling berbicara di udara, mereka melihat seekor Singa Es terbang ke arah mereka, dan di punggung Singa itu ada Fang An yang menungganginya.
Fang An sempat memanggil Singa Es setelah dia pergi meninggalkan Mu Xao Tang dan semuanya agar tidak mengeluarkan banyak energi jika harus terbang sendiri, sekarang dia langsung menuju ke tempat mereka berempat berada.
"Spirit Beast Bumi 3? Siapa yang menungganginya itu?" tanya Mao Lin.
"Dia adalah murid ku dari Klan Fang!" jawab Gu Yao He.
"Fang An!"
"Adik!"
"An'er!"
Semua yang ada di bawah terkejut saat melihat Fang An berada di atas menghampiri keempat Yu Jing itu, bukan karena apa, mereka hanya merasa iri karena Fang An memiliki seekor Spirit Beast Bumi 3 yang sudah bisa terbang sehingga bisa bergabung di atas, sedangkan mereka hanya bisa melihat dari bawah.
Mu Yuan dan Gu Fei Ming serta Luo Ying memang sudah tahu jika Fang An sendiri sebenarnya sudah bisa terbang seperti layaknya seorang Yu Zhu, namun tetap saja mereka merasa iri sehingga hanya bisa menggelengkan kepala masing-masing.
"Tidak usah, kamu cukup disitu saja agar tidak jatuh!" ucap Mao Lin.
Fang An tersenyum karena dia sadar jika Mao Lin tidak ingin dia memberi salam dengan cara duduk di atas seekor Singa besar, itu sama saja seperti penghinaan dan terkesan tidak sopan.
Fang An langsung mengalirkan Qi di kedua kakinya lalu dia melompat dari atas punggung Singa Es dan terbang menghampiri Mao Lin lalu menyapanya.
"Fang An memberi hormat kepada sesepuh Mao!" ucap Fang An yang tidak peduli dengan keterkejutan beberapa orang.
Mao Lin, Chang Hanzi, Mu Zhi Tian, Fang Xian, Fang Zui dan para kedua Panglima sama-sama tidak menyangka jika Fang An sudah bisa terbang di udara.
"Kemampuan mu baru di tahap Yu Zhi, tapi kamu sudah bisa terbang seperti seorang Yu Zhu dan Yu Jing, aku ingin lihat apakah kamu menyembunyikan kemampuan mu yang sebenarnya dari mata tuaku ini?" kata Mao Lin kemudian dia melakukan serangan kepada Fang An yang membuat Fang An dan semuanya terkejut.
"Kurungan Pusaran Darah."
Fang An langsung menjauh saat Mao Lin mengarahkan Teknik Darahnya ke padanya, namun semua itu sia-sia karena dalam sekejap, dirinya langsung di kurung oleh pusaran darah.
"Hem.. Sepertinya orang ini mau mengujimu Fang An! Tapi tidak masalah, Elemen Petir dan Api mu cukup mampu untuk menghancurkannya!" kata Feng Huang.
"Maksud guru?" tanya Fang An.
"Kumpulkan elemen api mu di mulut serta elemen petir mu di telapak tangan mu, lalu semburkan api mu ke kurungan itu sekaligus melepaskan cambuk petir untuk menghancurkannya," kata Feng Huang.
__ADS_1
Air memang lawan bagi Api, namun dia lemah terhadap petir, sedangkan Darah lemah terhadap Api, hal itu akan mampu membekukan Darah lalu bisa di hancurkan oleh petir walau kemampuan Fang An masih berada di tahap Yu Zhi.
Fang An segera melakukannya, dia mengumpulkan energi Api nya di mulutnya sekaligus elemen petir di tangan kanannya, setelah keduanya energi itu sudah penuh, Fang An langsung menyemburkan Api nya ke pusaran Darah sekaligus melepaskan sambaran petir dari tangan kanannya.
Semuanya semakin terkejut saat melihat cahaya terang dari dalam pusaran darah dan kemudian pusaran darah yang terbakar dari dalam itu hancur oleh sambaran petir.
"Mustahil!"
Baik Mao Lin dan semuanya termasuk Gu Yao He dan Fang Xian sama-sama tidak percaya melihat Fang An yang mampu menghancurkan serangan dari seorang Yu Jing.
Bagaimanapun juga Fang An tetaplah seorang Yu Zhi yang seharusnya tidak mungkin mampu menahan atau menghancurkan serangan sekuat seorang Yu Jing, apalagi Mao Lin adalah seorang yang sudah mencapai Puncak Yu Jing Tingkat 9.
Tentu mereka tidak tahu jika semuanya itu adalah taktik, sebab jika di lawan dengan kekuatan, itu hal yang mustahil, namun jika dilawan dengan pikiran serta akal, itu pasti akan berhasil.
Mao Lin ingin mengangkat tangannya lagi, namun Gu Yao He dengan cepat pindah di hadapan Fang An.
"Mao Lin! Apa sebenarnya yang ingin kamu lakukan kepada murid ku?" tanya Gu Yao He.
"Hahaha… Jangan salah sangka dulu, aku hanya ingin mengujinya saja, aku yakin anak muda itu menyadari hal itu!" kata Mao Lin.
"Junior mengerti, terima kasih karena telah memberikan ujian kepada junior ini sesepuh!" jawab Fang An seraya menangkupkan kedua tangannya sekaligus membungkukkan badannya.
"Karena kita semua berada disini, sebaiknya kita ke istana ku saja!" ajak Chang Hanzi.
Gu Yao He dan Mu Zhi Tian serta Mao Lin terlihat tidak keberatan, dan mereka segera turun menuju ke arah istana Raja Chang, sedangkan Mu Yuan dan semuanya segera menyusul mereka semua.
"Fang An, aku sudah selesai!" suara Wang Lao Yi terdengar oleh Fang An.
Fang An mengambil kembali cincin milik Wang Lao Yi yang ia taruh di dalam pakaiannya lalu mencoba berbicara dengan Wang Lao Yi.
"Guru Wang? Apakah kamu sudah bisa mendengar ku?" tanya Fang An.
"Tentu saja sudah bisa! Lagi pula aku tidak hanya berhasil membuka ruang cincin ini, melainkan berhasil membuat pintu portal yang bisa kamu gunakan untuk masuk kesini untuk berlatih pedang!" kata Wang Lao Yi.
"Mana ada yang seperti itu? Setahuku Ruang dimensi portal hanya bisa di buat di Cincin tingkat Zi, sedangkan Cincin mu itu adalah Cincin Yu!" kata Feng Huang.
"Itulah kelebihan ku burung tua! Aku tidak hanya bisa bertarung dengan pedang serta memiliki Elemen Angin, namun aku juga memiliki keahlian sebagai pengubah tahap benda pusaka!" ucap Wang Lao Yi.
"Benarkah? Jangan bilang kamu sudah mengubah Cincin Yu ini menjadi Cincin Zi?" tanya Feng Huang.
"Aku hanya mengubahnya ke tahap Xu, sebab kemampuan ku hanya sampai disitu! Tapi itu sudah cukup bagus, dan cincin ini nanti bisa dinaikkan ke Tahap Zi oleh Fang An, nanti aku akan memberitahukannya!" kata Wang Lao Yi.
Cincin penyimpanan memiliki tiga jenis, yaitu penyimpanan Bumi yang di sebut sebagai Yu, penyimpanan Langit yang di sebut sebagai Xu, lalu penyimpanan Alam yang di sebut sebagai Zi.
Sebenarnya Cincin penyimpanan bukan disebut sebagai Pusaka, hanya saja semua orang menyebutnya sama seperti pusaka.
"Kalau begitu nanti tengah malam aku akan masuk ke dalam untuk mempelajari Teknik Pedang padamu, kebetulan aku memiliki banyak waktu untuk berlatih!" kata Fang An.
"Sebaiknya sekarang saja, kamu tidak perlu mengikuti mereka, biarkan saja karena mereka semua adalah para orang tua, lebih baik kamu kembali dan berlatih daripada mengikuti perkumpulan yang tidak berguna itu!" kata Feng Huang.
__ADS_1
Fang An berpikir beberapa saat sebelum akhirnya dia setuju dan memanggil Singa Es nya untuk kembali, sebab dia sudah tidak sabar ingin berlatih pedang.