SANG KAISAR PETIR

SANG KAISAR PETIR
Sang Racun Api


__ADS_3

Sebelum Cambuk Hun Zhi Pei mengenai tubuh Fang An, teriakan keras yang menggelegar lebih dulu Fang An lepaskan hingga menciptakan gelombang suara yang mampu memecahkan gendang telinga manusia biasa.


Daya dorong yang dihasilkan menciptakan angin serta kekuatan yang mampu menghempaskan apapun yang dilewatinya termasuk Hun Zhi Pei yang terpental ke belakang.


Hun Zhi Pei memegang kedua telinganya dengan mata berputar dan setelah itu dia terlihat linglung serta tidak bisa mendengar apapun selain suara dengungan keras di kedua telinganya.


Semua orang dari kedua kubu juga terkena imbas dari Suara Seribu Guntur yang dilepaskan oleh Fang An, hanya saja mereka tidak mendapatkan efek yang separah seperti Hun Zhi Pei.


Andai serangan itu agak jauh, mungkin Hun Zhi Pei tidak akan merasakan dampak apapun, namun ini terlalu dekat sehingga membuat gendang telinga Hun Zhi Pei seperti mau pecah dan sekarang jadi linglung.


Fang An segera mengambil kesempatan itu untuk menyerang Hun Zhi Pei sebelum dia pulih, dengan Langkah Petir nya dia bergerak secepat kilat lalu melepaskan pukulan yang sejak awal sudah dipersiapkan.


"Pukulan Inti Api dan Petir."


Kepalan tangan Fang An yang dilapisi oleh elemen api serta petir langsung dijatuhkan tepat di perut Hun Zhi Pei, teriakan erangan keras pecah dan menggema di seluruh Markas cabang, dan tubuh Hun Zhi Pei terlempar dengan cambukannya yang juga terlempar berbeda arah.


Hun Zhi Pei memang masih bisa bertahan, sebab yang terkena pukulannya bukan kulit perutnya, namun Zirahnya yang pecah, tapi tetap saja dia merasakan rasa panas di perutnya ditambah lagi dengan pendengaran nya yang masih belum pulih.


Hun Zhi Pei hanya bisa mengerang menahan rasa sakit di perutnya, pandangannya yang sebelumnya agak buram sedikit demi sedikit mulai kembali, namun saat pandangannya dan pendengaran nya hampir pulih, hal yang ia lihat justru adalah seorang anak muda yang sudah memegang kembali Pedang Biru nya.


"Ka.. ka.. kau…!?" Hun Zhi Pei jelas terkejut saat Fang An sudah menarik kembali pedangnya dengan Teknik Penghisap Jiwanya.


Fang An nyatanya tidak mempedulikan keterkejutan Hun Zhi Pei, yang ia pikirkan saat ini hanyalah menyelesaikan pertarungannya agar segera bisa membebaskan ibunya.


"Terimalah kematian mu!"


"Pedang Pusaran Angin."


Fang An melesat secepat kilat dan langsung melepaskan tebasan kilatnya yang mampu melepaskan energi Angin sangat tajam ke arah leher Hun Zhi Pei.


Walau Hun Zhi Pei tidak bisa melihat serangan kilat itu, namun wajahnya saat ini sudah terlihat pucat dengan ekspresi wajah penuh ketakutan, dia ingin memohon untuk tidak dibunuh, namun karena perasaan takut yang luar biasa, dia sama sekali tidak bisa berbicara apapun sehingga hanya bisa menutup mata menunggu Pedang di tangan Fang An memotong lehernya.


"Trank…!"


Saat Hun Zhi Pei sudah pasrah menunggu kematiannya, tiba-tiba saja suara benturan besi keras terdengar di depannya, dia membuka matanya dan melihat Li Yang sudah terdorong mundur dan berhenti tepat di hadapannya.


Fang An juga terkejut saat melihat kemunculan Li Yang, dia tidak menduga jika Li Yang akan muncul dan menahan serangannya dengan sebilah golok merah.


"Anak muda! Aku akui kamu satu-satunya orang berkemampuan Yu Zhi yang mampu mendesak seorang Yu Zhu hingga seperti ini!" kata Li Yang dengan golok dan tangan masih bergetar setelah beradu senjata dengan Fang An.


"Ketua Li Yang, aku…!?"


"Kamu pulihkan kondisimu dulu, biar aku yang menghadapinya, setelah kondisi mu pulih, kita berdua akan hadapi dia bersama-sama!" ucap Li Yang.


Hun Zhi Pei terkejut mendengar ucapan Li Yang, padahal dia sudah mengajaknya bekerja sama, namun Li Yang terlihat tidak mau.


Namun sekarang Li Yang sendiri yang mengatakannya sehingga dia bisa bernafas lega, sedangkan Li Yang sendiri sebenarnya sudah melihat sendiri kemampuan Fang An, hal ini yang membuat Li Yang sadar jika semua Teknik yang Fang An miliki sangat berbahaya.


Sebenarnya kemampuan alami yang di miliki Fang An tidak akan pernah bisa menghadapi seorang Yu Zhu, bahkan seorang Yu Zha saja tidak akan sanggup dia lawan.


Namun karena di dukung dengan Pusaran Qi yang banyak serta Teknik nya yang sangat kuat, Fang An mampu menghadapi seorang Yu Zhu, hanya saja belum di ketahui apakah Fang An mampu melawan seorang Yu Zhu elit atau tidak.

__ADS_1


Fang An kembali meletakkan pedangnya di tanah sebelum Staminanya terkuras lagi, dan dengan energi yang mulai berkurang Fang An mengeluarkan Pil Pemulihan Qi nya untuk bisa bertahan.


"Kasihan Fang An, dia bahkan harus bertarung tidak henti melawan mereka secara bergantian!" kata Fang Xian.


Fang Xian ingin sekali membantu Fang An, sebab dia juga seorang Yu Zhi, namun dia sadar jika walau dia juga seorang Yu Zhi, Putranya berbeda dengan dirinya, terlebih lagi jika dia ikut membantu Fang An, yang ada bukannya membantu, melainkan hanya menjadi beban bagi Fang An.


"Orang ini memiliki kemampuan Yu Zhu Tingkat 4, dia yang lebih tinggi kemampuannya dari yang lainnya, jika dia dan wanita itu bergabung, ini sama saja seperti melawan seorang Yu Zhu elit!" kata Feng Huang.


Hun Zhi Pei memiliki kemampuan Yu Zhu Tingkat 3, begitu juga dengan Shao Shan yang memiliki kemampuan yang sama dengan Hun Zhi Pei.


"Intinya kamu harus bisa tenang dan menghadapi mereka dengan pikiranmu, kami juga tidak akan membiarkan murid kami celaka, yang pasti kami juga tidak akan diam saja!" kata Wang Lao Yi.


Fang An merasa lebih tenang, mungkin dia masih ragu dengan Feng Huang, sebab jika Feng Huang membantunya akan beresiko bagi Feng Huang, namun untuk Wang Lao Yi, itu tidak berlaku sebab dia tidak memiliki batasan waktu seperti Feng Huang, hanya saja nanti andai Wang Lao Yi membantu Fang An, itu hanya berdampak pada jiwa Spiritual Wang Lao Yi, setidaknya dia akan melemah dan tertidur untuk beberapa hari.


"Anak muda, aku memberimu kesempatan untuk menyerah sebelum terlambat, kami tidak akan membunuh ibu serta anggota Klan mu, asal kamu menyerah dan menyerahkan benda berharga yang ada di Klan kalian pada kami!" kata Li Yang.


"Aku tidak tahu benda apa yang kamu inginkan! Lagi pula keinginanku hanya ingin ibuku kembali, jika tidak walau harus mati sekalipun aku tetap akan menghadapi siapa saja yang menghalangi jalanku," jawab Fang An tanpa ragu sedikitpun.


"Bagus-bagus! Kalau begitu bersiaplah menghadapi kekuatan Sang Racun Api!" ucap Li Yang lalu dia melepaskan aura merah yang sangat kental lalu melepaskan energi yang mampu menggetarkan tanah.


Fang An langsung bersiaga penuh, dia sudah mengeluarkan seluruh energi yang ia miliki, jadi dia hanya tinggal berusaha melawan serta bertahan dari serangan yang akan segera datang.


"Fang An, aku ingatkan kamu untuk selalu berhati-hati melawannya, jangan sampai kamu terkena sedikitpun racun yang akan dia keluarkan, sebab dia itu memiliki Serbuk Racun Api Neraka!" kata Gu Yao He.


Fang An mengangguk, kini dia mengerti kenapa Li Yang mengatakan jika dirinya adalah Sang Racun Api, itu artinya Li Yang memiliki banyak racun yang bisa membakar tubuh manusia menjadi debu.


"Aku datang anak muda," kata Li Yang lalu dia mengangkat goloknya dan langsung bergerak dengan sangat gesit menyerang Fang An.


Li Yang seperti tidak kesulitan untuk mengejar dan menyerang Fang An yang bergerak secepat kilat itu, hal ini membuat Fang An mulai terdesak karena Li Yang menggunakan kelincahannya untuk menahan pergerakan Fang An.


"Golok Api Neraka."


Li Yang bergerak secara acak lalu melepaskan serangan goloknya yang mulai menyala-nyala serta ada cairan merah di mata goloknya.


Karena Fang An tidak bisa menghindari serangan itu walau sudah menggunakan Langkah Petir nya, Fang An langsung menarik Pedang nya yang agak jauh lalu dengan cepat dia menahan tebasan Golok Li Yang.


Suara benturan kedua senjata itu menciptakan gelombang kejut yang sangat kuat menyebar ke segala arah, baik Li Yang dan Fang An sama-sama mundur setelah terkena ledakan gelongbang kejut itu, namun keduanya kembali maju dan saling menyerang.


Suara benturan pedang dan golok mereka berdua bersahut-sahutan serta percikan api yang menyala setiap kali kedua senjata itu saling beradu.


Walau Fang An tidak memiliki Spirit Root Elemen Angin, namun setiap serangan yang ia lepaskan akan mengeluarkan angin, sebab semua itu tidak luput dari campur tangan Wang Lao Yi yang sejak awal sudah mengalirkan elemen Angin ke Pedang Langit sehingga setiap serangannya akan mampu melepas energi Angin yang kuat dan tajam.


Dari segi permainan pedang, Fang An masih belum menguasai seluruh Teknik Pedang Langit, sedangkan Li Yang terlihat lebih unggul dalam permainan golok.


Fang An yang mulai merasa kelelahan akibat beban berat Pedang Langit mulai terdesak hingga di paksa dalam posisi bertahan, selangkah demi selangkah Fang An mulai mundur menahan serangan golok yang sangat kuat itu, namun dia tetap berusaha untuk berfikir tenang mencari celah.


Dari setiap serangan yang di lepaskan, tidak ada sedikitpun celah yang terlihat, namun pengamatan Wang Lao Yi sebagai ahli Pedang tetap menemukan celah dari serangan Li Yang.


"Fang An, kelamaan orang itu ada pada bagian paha, lihatlah baik-baik! Setiap serangan yang ia lepaskan akan mengarah di bagian atas, dia akan mengincar leher serta perutmu, sedangkan dia memberikan kelonggaran di bagian paha kebawah untuk kamu serang!" kata Wang Lao Yi.


Fang An yang masih bertahan mengamati sekali lagi, setiap dia memberikan serangan balasan ke arah kepala, leher dan perut Li Yang, dia pasti mampu bertahan dan balas menyerang Fang An dengan serangan yang juga mengarah ke sasaran yang sama.

__ADS_1


Hal itu membuat paha bagian bawah memiliki celah untuk di serang karena di sana pertahanan sangat lemah, alasannya karena Li Yang terlalu fokus untuk menyerang dan bertahan di bagian atas, sebab itu adalah titik paling fatal.


Fang An segera merubah taktik serangannya, dia kembali menggunakan keahlian dalam menggunakan kegesitannya untuk menyerang balik sehingga keduanya kembali saling serang dan bertahan.


Dengan rencana serta arahan dari Wang Lao Yi, Fang An terus memberikan serangan yang terfokus di bagian titik fital bagian atas, hal itu membuat Li Yang tidak menyadari sesuatu sebelum akhirnya Fang An merubah permainan pedangnya yang mulai menyerang bagian bawah.


"Apa!?"


Li Yang terkejut saat serangan Fang An berubah, dia ingin merubah pertahanannya namun Fang An lebih dulu memberikan tebasan gesit ke bagian paha Li Yang.


Saat pedang Fang An hampir memotong paha Li Yang, tiba-tiba saja sebuah cambuk langsung mengenai punggung Fang An.


"Argh..!"


Fang An terlempar dengan tubuh berguling-guling di tanah sedangkan Pedangnya terlepas dan punggungnya langsung terluka akibat cambukan yang ternyata adalah ulah Hun Zhi Pei.


"Tercela kalian berdua!"


Fang Xian dan Gu Yao He serta semuanya segera bereaksi melihat kecurangan mereka, sebab mereka telah berani berbuat curang dengan cara menyerang Fang An dari belakang.


Fang An bangkit dan merasakan perih di bagian punggungnya, untung saja masih ada Zirah Petarung nya yang melindunginya sehingga lukanya tidak terlalu parah.


"Aku terlalu fokus terhadap serangan itu sehingga tidak menyadari akan ada serangan yang akan datang dari arah lain!" gumam Fang An.


"Apa kamu baik-baik saja?" tanya Feng Huang.


"Tidak apa-apa guru, ini hanya luka kecil dan tidak ada waktu untuk mengeluh!" jawab Fang An lalu dia memperhatikan Zirahnya yang rusak di bagian belakang.


"Fang An, ini waktunya bagimu untuk menggunakan Teknik Petir Dewa Penghancur, tidak ada cara lain untuk melawan kekuatan dua Yu Zhu itu!" kata Feng Huang.


"Baik guru, aku ingin menggunakan Teknik Petir Dewa Penghancur dari Petir biru dan petir milik guru saja!" kata Fang An.


Memang Teknik Dewa Penghancur tidak akan langsung membunuh Li Yang dan Hun Zhi Pei, apalagi Fang An ingin menghemat energi nya, jika dia ingin menggunakan Inti Petir Putih nya, itu terlalu berisiko, sedangkan hasilnya masih belum di ketahui, namun ada satu yang pasti bisa membunuh mereka berdua sekaligus, yaitu Teknik Petir Api Dewa Penghancur, hanya saja itu lebih beresiko sebab Fang An akan ikut terluka.


"Baiklah, gunakan yang ringan dulu untuk melumpuhkan kedua lawanmu itu!" kata Feng Huang yang juga setuju dan akhirnya Fang An mulai mengeluarkan petir biru dari tubuh nya dan di kumpulkan di telapak tangannya setelah itu petir ungu juga muncul dan bergabung menjadi satu bentuk bulat.


"Apa itu!?"


Li Yang dan Hun Zhi Pei serta semuanya memperhatikan bola petir kecil di tangan Fang An, bola petir itu melepaskan aura kuat yang bisa membuat Mu Zhi Tian merinding melihatnya.


"Anak ini akan melakukan itu lagi, tapi warna petirnya berbeda dengan petir malam itu!" kata Gu Yao He.


Fang An mengulurkan tangannya dan bola petir biru dan ungu itu mulai mengeluarkan sambaran di sekitar tubuh Fang An.


"Ayo serang dia secara bersamaan!" kata Li Yang kepada Hun Zhi Pei.


"Golok Api Kematian."


"Cambuk Akar Kematian."


Kedua Yu Zhu itu langsung terbang dan melesat ke arah Fang An dengan serangan mematikan mereka, sedangkan Fang An yang memancarkan mata petirnya melemparkan bola petirnya ke arah mereka.

__ADS_1


"Petir Dewa Penghancur."


__ADS_2