
"Istriku..!"
Fang Xian segera memeluk istrinya yang baru saja diselamatkan oleh Gu Yao He dan yang lainnya, dia merasa senang bercampur sedih, sebab istrinya begitu kurus serta energinya juga tidak dapat dia rasakan.
"Fang Xian!"
Dengan suara lemah Fang Yin menyebut nama suaminya, dia tidak pernah menyangka jika akan berhasil selamat dari tiang gantungan.
Gu Yao He segera memeriksa kondisi Fang Yin lalu dia menemukan racun di dalam tubuh Fang Yin.
"Ini Racun Bunga Hati Malam! Racun ini bisa menghilangkan Qi seseorang!" kata Gu Yao He.
"Apakah istriku bisa disembuhkan?" tanya Fang Xian.
"Bisa, tapi butuh waktu bagiku untuk membuat penawarnya, walau racun ini tidak membahayakan nyawa istrimu, namun jika dibiarkan, dia benar-benar akan kehilangan kemampuan Kultivasi nya!" jawab Gu Yao He.
"Sekarang nyonya Fang Xian sudah berhasil diselamatkan, lalu bagaimana selanjutnya?" tanya Mu Yuan.
Gu Yao He dan Mao Lin serta kedua Yu Jing lainnya saling berpandangan, mereka melihat Fang An yang berhasil mengalahkan dua lawannya walau kedua lawannya masih hidup.
"Sebaiknya kita tinggalkan tempat ini, karena akan ada seseorang yang memiliki kemampuan lebih besar sedang menuju ke tempat ini!" kata Gu Yao He.
"Lalu bagaimana dengan Fang An?" tanya Fang Xian.
"An'er? Dimana dia, apakah dia sudah pulang?" Fang Yin langsung bertanya saat nama Fang An diucapkan oleh Fang Xian.
"Iya, putra kita kembali demi menyelamatkanmu!" jawab Fang Xian.
"Lalu dimana dia?" tanya Fang Yin.
"Dia disana menghadapi tiga orang Yu Zhu serta berhasil membunuh salah satunya dengan kemampuannya sendiri," jawab Fang Xian seraya menunjuk ke tempat Fang An berada.
Fang Yin ingin bangkit untuk melihat putranya, namun karena tidak memiliki tenaga dia akhirnya tetap berbaring seraya berkata, "Cepat suruh Fang An kembali, tempat ini terlalu berbahaya!" kata Fang Yin.
Baru saja Fang Yin selesai mengatakan itu, tiba-tiba saja Gravitasi menjadi lebih berat dan seluruh wilayah Markas bergetar hebat.
Gu Yao He dan ketiga Yu Jing lainnya memasang wajah buruk saat merasakan ada energi yang sangat kuat akan segera tiba, mereka berempat saling berpandangan lalu Gu Yao He langsung bersuara.
"Cepat tinggalkan tempat ini sebelum terlambat! Aku akan menjemput Fang An disana, kalian segeralah pergi secepat mungkin!" kata Gu Yao He kemudian dia segera terbang ke arah Fang An.
Semuanya segera mundur setelah Gu Yao He pergi ke arah Fang An, mereka semua segera menarik diri dengan ditemani oleh Mao Lin, Mu Zhi Tian dan Chang Hanzi.
Jika Gu Yao He saja merasa panik, tentu mereka menyadari jika akan ada suatu masalah besar yang tidak akan mampu dihadapi sehingga meminta semuanya untuk segera pergi meningkatkan Markas.
Setidaknya tidak ada pertempuran dari kedua belah pihak sehingga semuanya bisa bernafas lega, dan hanya dalam waktu beberapa waktu saja, rombongan Mu Yuan sudah berada jauh dari markas.
***
"Sebaiknya segera tinggalkan tempat ini Fang An! Belum waktunya bagimu untuk menghadapi kekuatan yang akan segera datang ini!" kata Wang Lao Yi.
__ADS_1
"Tapi bagaimana dengan mereka berdua dan juga ibuku?" tanya Fang An yang masih berat hati untuk pergi karena tujuannya datang ke markas itu hanya untuk menyelamatkan Ibunya.
"Aku tahu akan kekhawatiranmu, namun jika kamu tetap memaksa, yang ada kamu tidak akan bisa menyelamatkan ibumu, jadi sebaiknya kamu pergi dulu," kata Feng Huang.
Saat Fang An masih merasa berat hati, Gu Yao He datang menghampirinya, dia segera mendarat di samping Fang An.
"Fang An Ibumu sudah berhasil kami selamatkan, ayo segera tinggalkan tempat ini!" kata Gu Yao He.
Li Yang dan Hun Zhi Pei yang sudah sangat lemah terkejut mendengarnya, mereka menoleh ke menara dan ternyata Segel Pelindung sudah hancur serta Fang Yin juga sudah tidak ada disana.
Mendengar itu Fang An benar-benar merasa senang, dia segera menarik pedangnya dan mengikat kembali ke punggungnya lalu segera pergi meninggalkan Li Yang dan Hun Zhi Pei yang masih berlutut dengan luka bakar di sekujur tubuhnya.
Dari jauh Singa Es segera datang untuk menjemput Fang An, sebab dia juga merasakan kekuatan besar yang akan segera datang, karena itu secepat mungkin dia menjemput Fang An lalu meninggalkan Markas cabang Bayangan Bulan dengan hasil yang memuaskan.
Setelah semuanya pergi sangat jauh, awan hitam yang menutupi langit tiba-tiba saja terhempas seperti ada titik angin yang menyapu awan itu, setelah itu sebuah kilauan cahaya melesat turun lalu segera berhenti di udara.
Li Yang dan Hun Zhi Pei menoleh ke atas dan mereka berdua melihat sesosok manusia mengenakan pakaian berwarna biru serta memiliki sayap merah di punggungnya melayang di atas mereka.
Sosok tersebut memperhatikan ke sekelilingnya yang berantakan, setelah itu dia menatap ke arah Li Yang dan Hun Zhi Pei yang masih berlutut dengan luka tubuh menyedihkan.
"Apa yang telah terjadi?" tanya sosok tersebut seraya menatap dingin kepada Li Yang dan Hun Zhi Pei.
"Penatua Fu Jianzi! Klan Fang dan Klan Mu datang kesini dan membawa pergi Istri Fang Xian!" jawab Li Yang.
"Klan Fang dan Klan Mu? Apakah mereka saja yang melakukan semua ini?" tanya Fu Jianzi seraya melihat pagar kayu yang sebagian sudah hancur berantakan.
"Sebenarnya kami melakukan pertarungan antara kami melawan putra Fang Xian!"
Li Yang menjelaskan sebagian yang terjadi dengan singkat sekaligus menjelaskan akan keterlibatan keempat Yu Jing yang ikut campur untuk membebaskan Fang Yin.
"Kalian benar-benar tidak berguna, hanya melawan seorang anak kecil yang baru memiliki kekuatan Yu Zhi saja sudah seperti ini, kalian benar-benar membuat ku malu di hadapan Ketua Agung!" kata Fu Jianzi dengan mendengus kesal.
Li Yang dan Hun Zhi Pei hanya terdiam dengan menundukkan kepala mereka, sedangkan Fu Jianzi menatap ke arah Gu Yao He dan Fang An serta Singa Es pergi lalu berkata, "Kali ini aku memberikan satu kesempatan lagi kepada kalian, cepat obati luka kalian!" kata Fu Jianzi lalu dia melayang lebih tinggi seraya berkata, "Aku akan menyusul mereka," ucapnya lalu dia mengepakkan sayap merah nya yang terbentuk dari energi Qi nya setelah itu dia terbang dengan kecepatan tinggi mengejar Fang An.
***
"Ibu..!"
"An'er!"
Fang An langsung memeluk ibunya yang di taruh di atas tandu kayu, dengan erat mereka saling berpelukan sehingga membuat Fang Xian, Mu Yuan dan semua orang merasa terharu melihat pertemuan antara ibu dan anak itu.
"Maafkan An'er karena terlalu lama datang untuk menolong ibu!" kata Fang An.
Fang Yin tersenyum hangat seraya mengusap rambut putih Fang An lalu berkata, "Kamu tidak perlu meminta Maaf An'er, hari ini ibu bisa selamat karena dirimu!" jawab Fang Yin.
"Fang An, sebaiknya kita percepat perjalanan kita, aku khawatir orang berkekuatan besar itu datang menyusul kita!" kata Gu Yao He.
Fang An mengangguk lalu mereka mempercepat langkah mereka semua agar secepat mungkin menjauh dari markas Bayangan Bulan.
__ADS_1
Sebenarnya banyak hal yang ingin diceritakan oleh Fang An kepada ibunya, namun situasinya saat ini belum tepat sehingga dia hanya bisa menahannya hingga nanti tiba di rumah.
Fang Yin menatap Fang An yang kini sudah lebih besar, dia tersenyum bahagia karena anaknya tumbuh sebagai seorang yang sangat kuat.
Dulu Fang Yin selalu saja memanjakan putranya itu, bahkan sakit sedikit karena latihan saja dia sudah sangat panik.
Setelah dia pergi keluar dari rumah, kini putranya benar-benar berubah, Fang Yin yakin jika Fang An sudah menjalani masa-masa yang sangat sulit.
Di saat mereka semua mempercepat langkah mereka, suara gemuruh angin dari arah Markas cabang Bayangan Bulan terdengar oleh mereka.
Gu Yao He dan Mu Zhi Tian, Mao Lin dan Chang Hanzi bisa merasakan energi yang sangat besar datang dengan kecepatan tinggi ke tempat mereka.
"Dia benar-benar datang!" kata Gu Yao He.
"Kita harus menahannya sebisa mungkin agar mereka semua bisa pergi jauh dari sini!" kata Mao Lin.
"Fang An, kami akan menahannya, bawa mereka sejauh mungkin dari sini!" kata Gu Yao He.
"Kakek..!"
Gu Fei Ming ingin mengatakan sesuatu namun Gu Yao He hanya tersenyum lalu dia menepuk pundak cucunya seraya berkata, "Pergilah dengan mereka Ming'er, kamu tidak perlu mengkhawatirkan kakek karena kakek tidak sendirian disini!" kata Gu Yao He.
"Ayo senior!" ajak Luo Ying.
Gu Fei Ming akhirnya hanya bisa menurut lalu dia pergi mengikuti rombongan itu, sedangkan Gu Yao He dan ketiga Yu Jing lainnya segera berbalik dan bersiap untuk menunggu kedatangan sosok kuat yang akan segera datang.
"Raja Pil, apakah kita bisa menghadapinya?" tanya Chang Hanzi.
"Entahlah, namun jika kita bekerja sama, kemungkinan untuk menang sangat kecil! Tapi setidaknya kita bisa menyelamatkan calon Petarung kita harapan benua ini!" kata Gu Yao He.
Yang dimaksud oleh Gu Yao He adalah Fang An, dia yakin suatu saat nanti Fang An akan menjadi seorang petarung terkuat di Benua Daratan Hijau, semua itu sudah terlihat sangat jelas dari cara Fang An yang mampu membunuh seorang Yu Zhu padahal Fang An masih berada di tahap Yu Zhi.
Jika dia diberi waktu lima sampai sepuluh tahun lagi, Fang An pasti akan melampauinya dalam hal berkultivasi.
"Bersiaplah dia akan segera tiba!" ucap Mao Lin lalu mereka berempat langsung bersiaga penuh.
Seluruh tanah bergetar saat suara gemuruh angin semakin mendekat, setelah itu kilatan cahaya merah berkedip dari kejauhan dan dalam waktu yang sangat singkat, cahaya itu sudah tiba di hadapan mereka.
"Fu Jianzi? Jadi energi besar ini adalah milikmu, tapi bagaimana kamu bisa mencapai tahap ini?" tanya Mao Lin saat melihat sesosok pria tua yang melayang dengan sepasang sayap Qi di punggungnya.
"Sudah kuduga jika kalian akan ikut campur dengan urusan ini! Karena kalian telah berani ikut campur, maka aku tidak akan lagi memandang hubungan pertemanan kita! Siapa saja yang berani menghalangi jalan ku, maka mereka akan ku anggap sebagai musuh!" kata Fu Jianzi.
Chang Hanzi hanya bisa terdiam, inilah yang dia khawatirkan selama ini, dengan ikut campur masalah Klan Fang dan Klan Mu, maka dia akan menjadi musuh Sekte Gunung Pohon Persik.
Sudah bisa dipastikan jika Sekte Gunung Pohon Persik akan menjadi satu-satunya faksi terkuat karena kekuatan Fu Jianzi, bisa saja Sekte Gunung Pohon Persik akan melenyapkan Faksi-faksi lain yang sudah dianggap menjadi musuh, dan yang paling aman hanyalah Klan Hun dan Klan Qin.
Sekarang mau mundur saja juga sudah terlambat, dia sudah terlanjur bergabung dengan Gu Yao He, yang bisa dia lakukan saat ini hanyalah bekerja sama untuk melawan Fu Jianzi yang sudah berhasil mencapai tahap Xu Hun.
"Ayo majulah kalian berempat sekaligus!" kata Fu Jianzi dengan sikap tenang.
__ADS_1