SANG KAISAR PETIR

SANG KAISAR PETIR
Kaisar Anine Beast


__ADS_3

***


Pertandingan murid di tahap Yu Zhi baru selesai saat dini hari, dan jumlah total keseluruhan yang berhasil maju ke putaran kedua berjumlah 45 siswa yang terdiri dari 15 murid Yu Zao, 15 Yu Zhe dan 15 Yu Zhi ditambah Fang An jadi 46.


Para calon murid baru yang sudah menang dan akan memasuki putaran kedua di istirahat oleh para pengurus mereka masing-masing, sedangkan pengurus yang bertanggung jawab mengurus Fang An bernama Ziang Yu, seorang pria paruh baya yang memiliki kemampuan Yu Zhu.


Ternyata Ziang Yu tidak hanya bertanggung jawab mengurus Fang An, dia juga bertanggung jawab terhadap kelompok Tang Chin, dan mereka masing-masing diberikan kamar di sebuah paviliun berlantai tiga.


Tang Yuyi saat ini tidak bisa mengikuti pertandingan, karena dia dan kelompoknya yang sama-sama berada di tahap Yu Zhe terlambat datang, karena itu mereka harus menunggu pertandingan berikutnya yang akan kembali dibuka setelah pertandingan yang saat ini masing berlangsung sudah selesai.


Para murid di tempatkan di tempat yang sama dengan murid yang setingkat, seperti murid berkemampuan Yu Zao berada di lantai bawah, murid berkemampuan Yu Zhe berada di lantai 2, dan murid berkemampuan Yu Zhi berada di lantai 3.


Yan Hang yang memiliki pengurus yang berbeda terpaksa berpisah dengan Fang An karena dia berada di Lantai 2, walau demikian mereka masih bisa bertemu dan mengobrol andai memiliki kesempatan, namun karena waktu yang sangat terbatas, jadi mereka menggunakan waktu tersebut untuk beristirahat agar saat pagi tiba, mereka sudah kembali prima untuk melanjutkan pertandingan di putaran kedua.


"Murid Fang! Ini adalah Token Merah untuk mu!" kata Ziang Yu kepada Fang An yang sedang berada di teras depan lantai tiga seorang diri.


"Untuk apa ini senior Ziang?" tanya Fang An.


"Token inilah yang akan diperebutkan di pertandingan nanti pagi, total token yang akan diperebutkan berjumlah 40 batang, jadi besok yang akan tereliminasi hanya 5 murid saja!" jawab Ziang Yu.


"Diperebutkan?" Fang An kembali bertanya.


"Benar sekali! Besok adalah pertandingan perebutan yang disebut Pertandingan serempak yang artinya seluruh calon murid yang masuk ke putaran kedua harus bertarung secara serempak untuk merebut Token yang akan di gantung di atas Menara."


Dalam pertandingan kedua para murid dari tiga tahapan akan saling bertarung satu sama lain untuk bisa mendapatkan token tersebut, pastinya akan dipisahkan sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing.


Hal ini jelas tidak semudah yang dipikirkan, karena sulitnya di pertandingan kedua itu, maka hanya ada lima murid saja yang akan tereliminasi, murid yang gagal mendapatkan token tidak akan bisa mengikuti pertandingan lagi, sedangkan yang berhasil mendapatkannya akan masuk ke babak terakhir.


Karena Fang An sudah di nyatakan lulus dan bisa masuk ke Akademi tanpa bertanding apapun, jadi dia tidak bisa ikut berpartisipasi, oleh karena itu dia diberikan satu Token Merah lebih dulu oleh para tetua.


Untuk token yang bisa didapatkan di kelompok murid berkemampuan Yu Zao berjumlah 14, Kelompok Yu Zhe 14, dan kelompok Yu Zhi 12, tidak terhitung yang ada di tangan Fang An.


Artinya ada tiga murid berkemampuan Yu Zhi yang akan di eliminasi, sedangkan para murid berkemampuan Yu Zao dan Yu Zhe hanya satu murid saja.


"Sepertinya pertandingan nanti pagi akan terasa seperti pertempuran di medan perang!" gumam Fang An.


"Murid Fang, aku sudah menerima laporan dari Dewi Feniks Es jika kamu hanya akan berlatih selama dua tahun labih di akademi, kenapa kamu hanya akan berlatih di sana selama dua tahun lebih saja?" tanya Ziang Yu.


Fang An pernah mendengar Fa Ling menyebut nama Dewi Feniks Es, dia sebenarnya sangat penasaran akan siapa sosok yang benama Dewi Feniks Es tersebut.


"Senior Ziang, jika aku boleh tahu, siapakah Dewi Feniks Es ini?" tanya Fang An.


Ziang Yu menatap Fang An dengan keheranan seraya bertanya padanya, "Kamu tidak mengenal Dewi Feniks Es?" tanya Ziang Yu yang dijawab dengan gelengan kepala oleh Fang An.


"Dewi Feniks Es adalah orang yang telah mendaftarkan mu sejak tidak tahun yang lalu!" kata Ziang Yu.

__ADS_1


"Apakah mungkin Dewi Feniks Es ini adalah Bibi Bing Rong?" tanya Fang An.


"Iya, dia bernama Bing Rong, cucu dari penguasa wilayah Utara sekaligus istri dari Penatua Sekte Teratai Bunga Es, bahkan Bing Rong adalah salah satu siswa perempuan paling berbakat di Akademi Puncak Angin Surga!" jawab Ziang Yu.


Fang An jelas tidak menduga jika ternyata Bing Rong sudah memiliki nama julukan, terlebih lagi ternyata Bing Rong pernah menjadi murid di Akademi Puncak Angin Surga.


"Bing Rong tidak hanya sangat berbakat, dia juga adalah murid paling cantik sehingga banyak sekali para murid laki-laki yang mengidam-idamkan ingin menjadi kekasih Bing Rong walau itu hanya dalam khayalan saja!"


Ziang Yu menceritakan akan sosok Bing Rong saat masih menjadi murid di Akademi dan pastinya saat masih belum menikah, sosok Bing Rong terkenal baik, ceria, mudah akrab, dan selalu menolong teman-temannya yang tertindas.


Walau Bing Rong adalah orang paling kuat saat itu, namun sebagai senior dia tidak pernah bersikap sombong seperti senior-senior yang lain yang merasa paling hebat dan menindas para siswa juniornya.


Bing Rong mendapatkan julukan Dewi Feniks Es karena dia pernah menunjukkan aksinya saat dia bersama siswa yang segenerasi dengannya mendapatkan sebuah tugas untuk membantu menyelesaikan masalah di Wilayah Selatan yang disebut sebagai Wilayah Merah.


Wilayah Merah adalah salah satu Wilayah paling berbahaya di Benteng Putih, seperti di Kota Funsu, itu disebut Wilayah Biru yang ada di bagian Utara, dan Wilayah selatan disebut Wilayah Merah, sedangkan barat disebut Kuning, sedangkan Timur disebut Hitam, dan semua berada di satu pemerintahan yang bernama Benteng Putih.


Wilayah Merah adalah tempat para perkumpulan berbagai Organisasi, dari yang hitam dan juga putih, dan kehidupan disana sangat keras sekaligus persaingan antar Organisasi yang sangat sengit.


Bing Rong bersama beberapa murid yang saat itu sudah mencapai tahap Yu Zha pergi bersama tiga tetua Akademi, dan disana terjadi Petarungan besar sehingga Bing Rong menunjukkan kemampuan rahasia terkuat yang tidak pernah diketahui oleh siapapun.


Bing Rong mampu memunculkan hewan sihir namun terasa sangat nyata, hewan tersebut menyerupai wujud seekor burung es raksasa yang sangat besar serta memiliki kemampuan yang membuat ketiga tetua menelan ludah mereka.


Dua Tetua memiliki kemampuan Yu Jing, dan satu Tetua memiliki kemampuan Ahli Xu Hun, namun saat Bing Rong menciptakan hewan Sihirnya, kekuatan burung es itu mampu membuat seorang praktisi Xu Hun berkeringat dingin, dan sejak itu Bing Rong mendapatkan julukan sebagai Dewi Feniks Es.


"Itu bukan Hewan Sihir, melainkan benar-benar seekor Divine Beast yang sama dengan ku!" kata Feng Huang.


"Dari jenis Petir memiliki lima, namun dari jenis Feniks ada empat jenis, yaitu Api, Es, Angin, Air, dan Petir! Masing-masing jenis juga memiliki lima spesies!" jawab Feng Huang.


"Aku juga pernah mendengar jika di Benua Daratan Tandus juga ada satu jenis Divine Beast dalam wujud Feniks, Divine Beast itu adalah Feniks Api, hanya saja aku tidak pernah melihatnya!" kata Wang Lao Yi.


"Owh! Aku memiliki dua elemen api dan petir, sekarang aku hanya memiliki ingatan dari jejak jiwa Feniks Petir, apakah jika aku bisa menemukan Feniks Api maka itu akan mampu membuat ku menjadi lebih kuat?" tanya Fang An.


"Seharusnya bisa! Yang penting Spirit Root nya sama dengan Spirit Root Divine Beast nya, maka itu bisa dijadikan penyatuan yang sempurna!" jawab Feng Huang.


"Murid Fang, tadi aku melihat kamu memiliki Elemen Petir, apakah kamu sudah bisa mengendalikan Kekuatan Petir mu itu?" tanya Ziang Yu setelah selesai menceritakan akan sosok Bing Rong si Dewi Feniks Es.


"Belum begitu mahir Senior! Memangnya kenapa?" tanya Fang An.


"Owh tidak ada apa-apa!" jawab Ziang Yu namun dari wajahnya Fang An bisa melihat jika dia ingin menyampaikan sesuatu.


"Sebaiknya kamu beristirahat saja yang cukup agar nanti jika semua pertandingan sudah selesai, kamu dan murid-murid baru bisa pergi menuju ke Akademi, karena nanti perjalanan kesana, kalian akan menghadapi banyak ujian dan tantangan di perjalanan, untuk lebih jelasnya nanti setelah akan berangkat para tetua akan menjelaskannya kepada kalian!" kata Ziang Yu.


Fang An hanya mengangguk dan kemudian Ziang Yu pamit untuk pergi ke Aula menemui para tetua, sedangkan Fang An tetap berada di teras depan di lantai tiga seorang diri.


"Empat Jenis Feniks! Dunia ini ternyata masih memiliki banyak rahasia yang belum aku ketahui," gumam Fang An seraya menatap bintang.

__ADS_1


"Karena itulah kamu harus banyak belajar dengan menjelajahi dunia, sebab masih banyak rahasia lagi yang masih belum kamu ketahui," kata Feng Huang.


"Benarkah? Menurutku keberadaan para Feniks adalah rahasia terbesar yang pernah ada," jawab Fang An.


"Itu baru awal pertama yang kamu ketahui, jika kamu tahu jika sebenarnya para Sekte Kuno memiliki Divine Beast jenis lain lagi, mungkin kamu akan lebih terkejut!" kata Feng Huang.


Jangankan Fang An, bahkan Wang Lao Yi juga sama terkejutnya dengan perkataan Feng Huang sehingga mereka berdua sama-sama menanyakan hal itu.


"Apakah Divine Beast itu juga beraneka ragam seperti Anim Beast?" tanyanya.


"Tepat sekali, dan kami para Feniks adalah para Divine Beast tersisa dari para leluhur kami, dan para leluhur kami adalah para Feniks yang mendapatkan kekuatan dari pemberian rajanya para Binatang dari Anim Beast dan Divine Beast, dia adalah Kaisar Anine Beast pengendali seluruh Elemen!"


"Anine Beast, aku belum pernah mendengarnya! Makhluk seperti apa itu?" tanya Wang Lao Yi.


"Aku juga tidak tahu pasti karena aku sendiri juga mengetahuinya dari cerita yang ada di catatan kuno, menurut catatan Kuno, Anine Beast memiliki kekuatan Dewa yang diberikan kepada para Divine Beast, salah satunya diberikan kepada para Feniks pertama!" jawab Feng Huang.


"Kalau wujudnya guru?"


"Anine Beast digambarkan berwujud Naga Bersayap Feniks, memiliki ekor cabang sembilan, dan dia juga memiliki sepasang kaki seperti kaki cakar Feniks yang lebih tajam."


Feng Huang menceritakan akan gambaran sosok yang dijuluki Kaisar Anine Beast itu, dimana gambarannya jika wujud Anine Beast yang sebenarnya sangatlah besar, satu kepakan sayapnya saja akan mampu menghilangkan satu benua dengan sangat mudah, dan jika Kaisar Anine Beast membentangkan sebelah sayapnya saja, maka satu benua akan langsung menjadi gelap seperti malam tanpa bintang.


"Itulah gambaran yang dijelaskan dalam catatan Kuno! Benar atau tidaknya, yang jelas Divine Beast juga memiliki banyak jenis yang berbeda, dan kebanyakan mereka tinggal di Ruang dimensi buatan mereka sendiri!" kata Feng Huang yang mengakhiri ceritanya.


"Waktu itu guru menceritakan jika ada empat Feniks yang memiliki kemampuan melebihi kemampuan Zi, dan salah satu yang selamat dari pertarungan keempat Feniks itu membelah daratan menjadi beberapa benua, setelah itu dia membagikan kekuatannya kepada keturunan Feniks lainnya, dan sekarang ada lagi tambahan makhluk yang lebih mengerikan, ini terasa seperti dongeng saja!" kata Fang An dan pemikiran Fang An justru di benarkan oleh Wang Lao Yi.


"Itu urusan kalian mau percaya atau tidak, karena aku sendiri juga hanya mendengar ceritanya saja dari catatan Kuno itu!" kata Feng Huang.


"Guru Wang! Karena aku tidak bisa melakukan apa-apa disini, aku ingin berlatih di Ruang dimensi mu saja!" kata Fang An.


"Apakah kamu tidak ingin menonton pertandingan para calon murid baru itu?" tanya Wang Lao Yi.


"Untuk apa aku harus menonton mereka? Daripada aku hanya duduk diam melihat pertandingan perebutan Token itu, lebih baik aku berlatih saja, aku yakin hari ini pertandingan putaran kedua sekaligus dengan finalnya akan selesai hari ini, jadi kemungkinan besar aku dan para murid yang menang akan berangkat ke Akademi besok!" kata Fang An.


"Jadi kamu berencana akan berlatih selama satu hari satu malam?" tanya Wang Lao Yi.


"Benar sekali!" jawab Fang An.


"Baiklah terserah kamu saja!" ucap Wang Lao Yi.


Fang An segera menulis pesan untuk Yan Hang agar berusaha untuk menang, dia juga menulis jika dirinya tidak boleh diganggu karena dia akan melakukan meditasi.


Setelah menulis pesan dan meminta salah satu penjaga untuk memberikannya kepada Yan Hang, Fang An segera memasuki kamarnya dan kemudian, jiwa Spiritualnya langsung memasuki Ruang dimensi portal untuk kembali berlatih.


Setelah Fang An sudah memasuki Ruang dimensi portal Wang Lao Yi, pagi harinya para calon siswa yang akan bertanding di putaran kedua mulai berdatangan di Arena, sedangkan salah satu penjaga memberikan surat pesan dari Fang An.

__ADS_1


Akhirnya pertandingan putaran kedua para calon murid baru pun dimulai, dan Fang An sendiri yang tidak tertarik untuk menonton pertandingan tersebut akhirnya memulai latihannya yang dibimbing oleh kedua gurunya.


__ADS_2