
Untung saja gadis itu percaya padamu! Aku tidak menduga kamu memiliki keberuntungan seperti itu Fang An!" kata Feng Huang.
Fang An hanya tersenyum tipis, dia sendiri tidak terlalu memikirkan hal itu, yang penting tidak ada kesalahpahaman antara dia dan Fu Lie Wei.
"Guru, apakah guru benar-benar menginginkanku untuk turun ke Jurang Tanpa Dasar?" Fang An kembali teringat akan Jurang Tanpa Dasar itu.
"Iya, ini adalah kesempatan mu untuk bisa mendapatkan Inti Petir Putih, nanti kamu bisa menggabungkan dua petir itu untuk memperkuat Petir Dewa Penghancur mu!" jawab Feng Huang.
"Baiklah, setelah aku bertemu dengan kakak Luo, kita berdua akan segera pergi ke Jurang Tanpa Dasar!" kata Fang An.
Fang An akan mengajak Luo Ying ke Jurang Tanpa Dasar, namun dia tidak akan mengajaknya turun, Fang An hanya ingin Feng Huang menunggunya di tepi jurang bersama Singa Es.
Dengan Singa Es sebagai penunjuk jalan, Fang An akhirnya tiba di tempat awal dia dan Luo Ying berpisah, namun dia tidak melihat Luo Ying disana.
"Apakah kakak masih mencari Tikus Api atau dia sudah kembali ke Gunung karena aku tidak kembali kesini?" gumam Fang An.
"Entahlah, aku juga tidak merasakan hawa keberadaannya di sekitar sini!" kata Feng Huang.
Singa Es mencoba mengendus ke tanah kemudian dia melihat jejak kaki yang mengarah ke tempat lain, mengingat Singa Es memiliki penciuman yang cukup kuat, dia bisa mencium sisa bau seseorang, selama jejak itu belum sampai lima hari, maka Singa Es masih bisa menciumnya.
Singa Es segera menghampiri Fang An seraya berputar-putar mengelilingi Fang An setelah itu dia menggigit pakaian Fang An, dia menarik baju Fang An agar mengikutinya.
"Sepertinya Singa Es mengetahui sesuatu, coba kamu ikuti dia!" kata Feng Huang.
Fang An segera mengikuti Singa Es yang berjalan di depan, setelah itu Fang An melihat jejak kaki serta ada batang kayu kecil yang diikat dengan sehelai daun.
"Sepertinya itu adalah jejak yang ditinggalkan oleh Luo Ying, dia ternyata sangat cerdas sekali," ucap Feng Huang.
Fang An terus mengikuti jejak yang di cium oleh Singa Es, setelah itu mereka tiba di sebuah pohon besar dan Fang An kembali menemukan batang kayu kecil yang diikat oleh sehelai daun.
"Hem.. dia sempat menginap disini, lihatlah di atas sana, ada bekas tapak kaki di sana!" ucap Feng Huang.
"Guru memang benar-benar jeli sekali!" kata Fang An.
"Eee.. bagaimanapun juga aku ini masih memiliki indra sebagai sisa kekuatan Divine Beast, jadi hutan memang sudah menjadi tempat habitat kami para binatang!" kata Feng Huang.
Singa Es kembali melanjutkan melacak jejak Luo Ying dan mereka kembali menelusuri dengan cara mengikuti jejak yang ditinggalkan oleh Luo Ying.
Mereka terus berjalan hingga semakin dalam, dan setelah berjalan cukup dalam, Feng Huang dan Singa Es merasakan ada hawa keberadaan Ular Bersayap itu di sekitar mereka.
__ADS_1
"Waspadalah Fang An, aku bisa merasakan hawa keberadaan Ular itu di dekat sini," kata Feng Huang.
Wajah Fang An langsung menegang setelah mendengar itu, dia tentu tidak akan lupa seberapa kuatnya Ular itu, bahkan Teknik Petir Dewa Penghancur nya saja tidak berdampak apapun kepada Ular Bersayap itu.
Jangankan Fang An, Singa Es saja mulai terlihat khawatir, walau dia adalah binatang buas, namun semuanya diukur dari kekuatannya.
Dengan penuh kewaspadaan, Fang An dan Singa Es berjalan pelan-pelan, mereka memperhatikan ke sekelilingnya sembari mengikuti jejak Luo Ying.
Mereka berhenti di sebuah batu besar dan Fang An serta Singa Es sama-sama mengintip ke depan, dan benar saja mereka melihat Ular itu sedang memangsa seekor Anim Beast berbentuk Laba-laba besar.
Keduanya sama-sama serius melihat itu sebelum akhirnya ada sesuatu yang menepuk pundak Fang An dari belakang.
"Adik..!"
"Ha….!"
Fang An kaget setengah mati setelah mendapat tepukan di bahunya, dia sampai berteriak seraya bersiap melepaskan pukulan sebagai refleks karena keterkejutannya.
"Tahan.. ini aku..!" kata Luo Ying yang langsung menahan Fang An agar lebih tenang.
"Kakak Luo! Kau mengagetkan ku saja!" kata Fang An.
"Aku terlalu serius guru, bahkan Singa Es saja ikut terkejut!" kata Fang An seraya menatap Singa Es yang melompat agak jauh seraya memunculkan es di sekujur tubuhnya.
"Kalian tidak akan bisa merasakan keberadaan ku karena aku sangat ahli menyembunyikan hawa keberadaan ku," kata Luo Ying.
"Ssst..!"
Ular Bersayap itu akhirnya menyadari keberadaan Fang An dan Luo Ying serta Singa Es, itu karena Singa Es yang sempat melepaskan energinya.
Luo Ying dan Fang An serta Singa Es menyadari jika keberadaan mereka sudah diketahui, mau tidak mau mereka harus pergi dari sana.
Fang An berniat ingin menggunakan Teknik Langkah Petir nya untuk kabur, namun dia tidak bisa meninggalkan Luo Ying sehingga dia dan Luo Ying serta Singa Es lari secara bersamaan.
Masalahnya Ular itu bisa terbang dan dapat menyusul mereka dengan secepat kilat, hanya dalam waktu singkat saja, Ular Batu Sayap Naga itu berhasil menghadang mereka.
Tatapan Ular itu terfokus kepada Fang An, ingatannya terhadap Fang An masih melekat sehingga tatapan amarah Ular itu membuat area di sekitar terasa lebih berat.
"Kakak, aku dan Singa Es akan melakukan pengalihan, carilah kesempatan untuk lari!" ucap Fang An yang menyadari jika tidak ada cara lain lagi selain bertarung melawan Ular Batu Sayap Naga.
__ADS_1
"Tidak adik, kita ini adalah saudara, sebagai saudara aku akan ikut bertarung bersamamu," kata Luo Ying.
"Kamu tidak mengerti kakak, ular ini sangatlah kuat, kemarin aku sempat menghadapinya, namun serangan andalanku tidak bisa melukainya, dan alasan aku memintamu untuk lari, itu karena aku memiliki Teknik Langkah Petir yang bisa dengan mudah melarikan diri darinya!" kata Fang An.
"Apapun itu aku tetap tidak setuju, suka dan duka akan kita hadapi bersama, itu janjiku sebagai saudaramu!" kata Luo Ying sehingga membuat Fang An merasa terharu namun juga sangat khawatir.
Ular bersayap itu berdesis kemudian dia melebarkan sayapnya yang mirip kelelawar seraya membuka mulutnya.
Energi cahaya biru terlihat dari rongga mulut sang Ular, dan dia bersiap untuk menembakkan energi itu kepada Fang An.
Fang An tentu tidak akan lupa seberapa dahsyatnya energi biru tersebut, Fu Lie Wei saja tidak mampu menghadapinya, apalagi dirinya dan Luo Ying.
Fang An mengulurkan tangannya dan dia menciptakan Bola Petir Dewa Penghancur nya yang memiliki warna biru keunguan.
Begitu juga dengan Luo Ying, dia mengangkat kedua tangannya seraya menciptakan kobaran api yang berputar seperti lingkaran.
Ular Batu Sayap Naga mengibaskan sayapnya sehingga angin yang sangat kuat menerjang mereka, setelah melihat Fang An dan Luo Ying yang kesulitan bertahan, Ular Batu langsung melepaskan tembakan Energi Cahaya biru itu ke arah mereka berdua.
Fang An dan Luo Ying memang kesulitan untuk berdiri serta pandangan mereka agak terganggu oleh angin yang berhembus kencang seraya menerbangkan banyak debu yang membuat kedua mata mereka menyipit, namun Fang An masih bisa melihat samar-samar akan Cahaya biru yang mulai melesat ke arahnya.
"Petir Dewa Penghancur."
"Tombak Bara Api."
Fang An melemparkan Bola Petir Dewa Penghancur nya ke arah tembakan Energi Cahaya biru itu, sedangkan Luo Ying mengubah lingkaran apinya menjadi mata Tombak merah menyala lalu dia juga melemparkannya ke arah Energi Cahaya biru itu.
Singa Es meraung keras kemudian seluruh bulu di leher serta ekornya memancarkan cahaya terang, setelah itu Singa Es membuka mulutnya lalu menembakkan energi Es nya menyusul serangan Fang An dan Luo Ying.
Kedua serangan itu bertemu di tengah-tengah sehingga membuat sebuah ledakan besar akibat benturan energi itu.
Gelombang kejut serta guncangan mulai terasa ke segala arah, dan suara gemuruh dan sambaran petir terus menyebar, belum lagi api yang ikut menjadi cincin ledakan yang membuat hutan terbakar, namun seketika itu langsung padam saat gelombang kabut dingin membekukan semuanya.
Fu Lie Wei yang berada di dalam goa dapat mendengar suara gemuruh dan ledakan itu, belum lagi getaran juga membuat batu-batu kecil di dinding goa ikut berjatuhan.
"Ini adalah energi milik Ular Batu Sayap Naga, siapa yang menghadapinya? Tidak mungkin jika Huang An yang melawannya, sebab dia tidak mungkin bisa menahan serangan sekuat ini!" gumam Fu Lie Wei.
Dia baru saja selesai mengobati lukanya kemudian mengikatkan kain itu kembali seperti semula lalu segera mengenakan pakaiannya.
Fu Lie Wei khawatir jika disana ada Fang An, jadi dia berniat pergi ke tempat pertarungan itu untuk memastikannya.
__ADS_1
Fu Lie Wei mengumpulkan energi di kakinya sehingga membentuk seperti pusaran, Fu Lie Wei langsung melesat terbang ke arah pertarungan itu dengan kecepatan yang sangat tinggi.