SANG KAISAR PETIR

SANG KAISAR PETIR
Aksi Feniks Petir Ungu


__ADS_3

Long Xang dan Er Guo hanya bisa bertahan setelah Han Yuwei dan Fang An datang dan membantu Ji Xao Long serta Lao Yang He untuk melawan mereka berdua. Kini mereka berdua benar-benar berada di situasi yang tidak diuntungkan.


Hung Zhai yang masih unggul melawan Xhang Gugu juga melihat situasi kedua Pelindungnya yang tidak diuntungkan, kemarahannya terhadap Xi Wei jelas sangat besar karena dia berani lari dari pertarungan.


Sekarang Long Xang dan Er Guo hanya bisa memilih, apakah dia akan tetap bertahan atau justru mengikuti jejak Xi Wei.


Karena serangan kedua lawan masing-masing sangat sengit, mau tidak mau, mereka berdua harus segera mundur dan bersatu dengan Hung Zhai, karena sekarang ini hanya Hung Zhai satu-satunya harapan yang bisa menyelamatkan mereka berdua.


"Tuan Hung Zhai, bagaimana ini? Kita tidak mungkin menghadapi mereka semuanya!" tanya Long Xang.


"Ini semua karena ulah Xi Wei, tapi dia akan segera mati di tangan bayangan darahku!" jawab Hung Zhai.


Er Guo dan Long Xang terkejut mendengarnya, namun mereka sadar jika Hung Zhai memang memiliki kemampuan untuk membunuh mereka berdua apalagi Xi Wei, karena kekuatan yang dimiliki oleh mereka sepenuhnya adalah pemberian Hung Zhai yang bisa diambil kapan saja.


Ji Xao Long, Han Yuwei dan Lao Yang He serta Fang An kini sudah berada di sisi Xhang Gugu, dan Ji Xao Long segera memberikan Pil kepada Xhang Gugu yang mengalami beberapa luka baik luka luar maupun luka dalam.


"Sekarang kalian sudah terkepung, jadi tentukan pilihan kalian, menyerah atau tetap bertarung melawan kami?" kata Xhang Gugu.


"Jangan merasa senang dulu karena kalian sudah bersatu, aku juga belum mengeluarkan seluruh kekuatan rahasiaku!" jawab Hung Zhai dan kemudian dia membuka penutup kepalanya.


Xhang Gugu dan semuanya terkejut saat melihat wajah asli Hung Zhai yang sejak awal ditutupi oleh penutup kepalanya, dia adalah lelaki paruh baya namun dengan rambut panjang berwarna merah serta alis dan jenggotnya juga berwarna merah darah


Belum lagi urat-urat di wajahnya yang menonjol seperti otot lengan, dan ada butiran merah halus yang melingkar di lehernya.


"Aku adalah Hung Zhai yang memiliki julukan Penghisap Darah!" kata Hung Zhai dan tiba-tiba saja kedua tangannya mencengkram kepala Long Xang dan Er Guo.


"Tuan apa yang ingin kamu lakukan?"


Long Xang dan Er Guo jelas terkejut, namun belum sempat mereka mengerti akan apa yang ingin Hung Zhai lakukan kepada mereka berdua, tiba-tiba saja mereka berdua berteriak keras.


Sebuah Aura merah darah yang dilepaskan dari cengkraman Hung Zhai segera menghisap seluruh kekuatan mereka berdua sehingga menciptakan rasa sakit yang luar biasa.


"Aku ambil kembali kekuatan ku di dalam tubuh kalian serta akan menghisap membuat Jiwa kalian berdua menjadi inti kekuatan ku!"


"Hisapan Iblis Haus Darah."


Long Xang dan Er Guo semakin berteriak keras dan kedua mata mereka menjadi putih lalu tubuh mereka secara perlahan-lahan mulai menyusut, Qi di dalam tubuh keduanya dihisap secara paksa, bahkan darah dan daging mereka juga ikut terhisap.


Kejadian tersebut jelas mengejutkan Xhang Gugu dan yang lainnya, kekuatan hisapan itu jelas akan membuat Long Xang dan Er Guo pasti akan mati hingga jiwa keduanya juga akan ikut terhisap.

__ADS_1


"Jangan biarkan menyerap seluruh energi mereka berdua!" seru Xhang Gugu dan kemudian mereka berlima langsung melepaskan serangan mereka kepada Hung Zhai sekaligus menyematkan Long Xang dan Er Guo.


Hung Zhai mengedipkan matanya saat melihat lima serangan kuat yang mengarah padanya, dia melepaskan sebuah perisai dari kedipan matanya dan kemudian kelima serangan itu membentur sebuah perisai merah hingga menciptakan ledakan besar di langit.


"Teknik Bayangan Pedang."


Fang An atau Wang Lao Yi yang menyadari jika Perisai itu hanya ada di depan Hung Zhai segera mengepakkan sayapnya lalu dia muncul di belakang Hung Zhai, dan dengan serangan Bayangan Pedang nya, dia melepaskan ribuan bayangan pedang dan menyerang Hung Zhai dari berbagai arah.


Xhang Gugu dan yang lainnya juga melepaskan serangan kombinasi yang bisa di sebar luaskan dan bergerak dari berbagai arah menyerang Hung Zhai, sedangkan Hung Zhai yang semakin merasa kesal karena terus di ganggu akhirnya melepaskan sebuah kurungan Energi berbentuk bulat hingga semua serangan mereka tidak mengenai tubuhnya.


"Perisai Awan Darah ini sangat kuat sekali!" kata Ji Xao Long.


"Wang Lao Yi, seperti kita harus bertukar tempat!" kata Feng Huang.


"Kenapa?" Wang Lao Yi balik bertanya.


"Itu adalah Pelindung Darah yang memiliki pertahanan kuat, walau itu masih belum sempurna, namun Pelindung itu sangat sulit untuk ditembus kecuali dengan petir ku," jawab Feng Huang.


"Baiklah kalau memang seperti itu!"


Jiwa Wang Lao Yi segera keluar dari dalam tubuh Fang An dan kemudian aura berwarna ungu mulai menyelimuti tubuh Fang An dan setelah itu sebuah sayap petir ungu segera terbentuk di punggung Fang An.


"Tenang saja, selama dia masih bersembunyi di dalam perisai itu, dia tidak akan bisa keluar untuk menangkapku, yang ada dia tidak akan bisa keluar dan aku dapat dengan leluasa melepaskan Sambaran petir ku," jawab Feng Huang.


Sayap petir kemerahan di punggung Fang An yang sudah berubah ke sayap petir ungu menarik perhatian semua orang termasuk Hung Zhai, dia jelas mengetahui akan sayap itu serta pemiliknya.


"Divine Beast sialan, kenapa kamu baru keluar dari persembunyian mu!" gerutu Hung Zhai.


Sekarang Hung Zhai harus fokus untuk menyerap Qi Long Xang dan Er Guo hingga ke darah daging serta jiwanya, dia tentu tidak bisa membatalkannya karena itu terlalu beresiko bagi dirinya.


"Akhirnya dia keluar juga!" kata Xhang Gugu yang mengetahui jika itu adalah kekuatan jiwa Divine Beast.


Tubuh Fang An terselimuti oleh aura ungu yang membentuk wujud Burung samar, namun ada percikan petir di setiap aura itu. Hal itu membuat Bing Xuyue yang memiliki Spirit Core Divine Beast juga merasakan kekuatan milik Divine Beast milik Fang An.


"Kejutan apa lagi yang akan dia gunakan?" tanya Sao Yi Feng.


"Dia terlihat seperti burung petir!" ucap Huang Yan.


"Itu memang kekuatan Burung Petir, yaitu Feniks Petir," jawab Bing Xuyue.

__ADS_1


"Feniks Petir!" mereka semua terkejut mendengarnya.


Sepanjang yang mereka ketahui, sosok yang memiliki kekuatan Feniks adalah Dewi Feniks Es, yaitu Bing Rong dan diturunkan kepada Putrinya Bing Xuyue, namun sekarang ada Feniks lain yang muncul sehingga membuat semuanya tidak bisa berkata apa-apa lagi dan hanya bisa memperhatikan aksi Feniks Petir Ungu.


Feng Huang yang sudah mengambil tubuh Fang An dengan wujud aura burung transparan menatap perisai darah itu dan kemudian dia mengangkat tangannya serta Sayap kelangit hingga awan berkumpul dan mulai melepaskan cahaya kilatan petir.


"Sambaran Petir Dewa Penghancur."


Cahaya Ungu terang segera muncul dari balik awan dan kemudian sambaran petir ungu besar langsung turun menyambar perisai darah Hung Zhai, suara gemuruh Guntur yang sangat keras membuat telinga orang biasa akan mendengung jika mendengarnya.


Hung Zhai mengumpat keras dan melepaskan Kekuatan tambahan untuk menahan sambaran petir ungu yang jatuh dari balik awan yang berada di atas Fang An, namun sekuat apapun pertahanan Hung Zhai, kekuatan darahnya tetap akan lemah jika terkena Petir Feng Huang.


Begitu petir itu menyambar perisai darah itu, petir Ungu itu langsung menembus pertahanan Hung Zhai dan melepaskan ledakan besar yang menghancurkan perisai darah.


Semua murid-murid akademi yang memiliki kemampuan Yu Zha harus menutup telinga mereka dengan energi, dan setelah itu kepulan asap dari ledakan petir itu mulai menghilang.


Dua sosok terlihat jatuh dengan sangat cepat ke atas tanah, mereka adalah Long Xang dan Er Guo yang terlepas dari cengkraman Hung Zhai.


Hung Zhai sendiri tidak mendapatkan luka sedikitpun, dia masih terlihat baik-baik saja setelah asap hitam bekas ledakan itu menghilang, namun walau terlihat baik-baik saja, namun sebenarnya dia merasakan nyeri di setiap tulang-tulangnya.


"Cih, jika seperti ini, sia-sia semuanya! Sepertinya aku harus mundur dari pada harus berhadapan dengan kekuatan Feniks Petir Ungu itu!" gumam Hung Zhai seraya menatap Feng Huang dalam wujud Aura Ungu berbentuk burung.


"Feniks Petir, untuk saat ini kamu akan aku biarkan, namun suatu hari nanti para anggota Sekte Iblis Lembah Darah pasti akan segera mengejarmu!" kata Hung Zhai.


"Dia mau kabur? Sialan, tidak akan aku biarkan!" gerutu Xhang Gugu dan dia dengan ketiga tetua segera melesat untuk menyerangnya.


Feng Huang juga menyadari gelagat Hung Zhai sehingga dia juga melesat dengan kecepatan petir nya untuk mencegah Hung Zhai agar tidak kabur.


"Teknik Awan Jiwa Menyelimuti Matahari."


Tiba-tiba saja asap merah muncul dan menutupi seluruh wilayah pertarungan dan menghalangi pandangan semua orang, bahkan Lao Yang He sampai melepaskan kibasan energi anginnya untuk menghilangkan asap merah tebal itu, namun asap yang membentuk awan merah itu tidak bisa dihalau begitu saja.


Hung Zhai segera pergi dengan menggunakan Teknik tercepatnya, hal itu membuat Feng Huang berbalik arah dan terbang dengan kecepatan tinggi mengejar Hung Zhai.


Hanya saja semua pengejaran itu sia-sia akiba awan merah yang mengganggu pandangannya. Karena tidak mampu mengejar Hung Zhai, Feng Huang akhirnya hanya bisa membiarkannya kabur.


"Dia sangat licik!" gumam Fang An.


"Memang seperti itu karakter orang-orang dari Sekte Iblis Lembah Darah, jadi kamu tidak perlu heran setelah mengetahui hal ini!" jawab Feng Huang kemudian dia berbalik dan segera turun untuk memeriksa kondisi Long Xang dan Er Guo yang kekuatan sudah turun secara drastis.

__ADS_1


__ADS_2