
***
"Ini adalah akhir penentuan, apakah kamu akan menang atau kalah, siapapun yang akan menang dan kalah aku rasa ini bukan kabar baik ataupun buruk, karena kekuatan kalian adalah aset Benua Daratan Hijau kita ini!" kata Chang Hanzi.
"Aku juga tidak pernah mengharapkan ini terjadi Yang mulia, namun mereka yang lebih dulu menindas Klan Fang kami, mau tidak mau aku harus melawannya hingga salah satu dari kami mati!" ucap Fang An.
"Kalau begitu sudah kita putuskan semuanya, aku akan membawa setengah dari kekuatan Klan Qin ku untuk penentuan kali ini, namun semuanya aku serahkan kepadamu Fang An, nasib seluruh Klan yang mendukungmu juga ada di pundakmu!" kata Qin Shia Peng.
"Terima kasih banyak atas kepercayaan Tuan Qin, saya akan berusaha walau nyawa harus menjadi taruhannya!" jawab Fang An.
"Atas nama seluruh Klan Fang, saya Fang Zui selaku ketua Klan ingin mengucapkan banyak terima kasih, Klan Fang tidak akan melupakan kebaikan kalian semua, dan jika kita berhasil melewati semua ini, saya pasti akan memberikan kompensasi kepada kalian," kata Fang Zui.
"Ketua tidak perlu memberikan kami imbalan apapun! Namun ada sesuatu yang ingin aku tanyakan kepada Fang An!" kata Chang Hanzi.
"Yang Mulia ingin bertanya mengenai apa?" tanya Fang An.
"Kamu pasti tahu sendiri jika Sekte Gunung Pohon Persik adalah sekte besar yang mendominasi seluruh wilayah Benua Daratan Hijau ini! Pernyataanku adalah, apakah jika nanti kamu berhasil mengalahkan Fu Jianzi dan menggantikan posisi nya menjadi Faksi terkuat, apakah kamu akan memiliki ambisi seperti Fu Jianzi?" tanya Chang Hanzi.
Semua para ketua Klan menoleh ke arah Fang An, begitu juga dengan Gu Yao He, mereka semua menunggu jawaban dari Fang An.
Tentu saja pertanyaan Chang Hanzi memiliki alasan yang kuat, biasakan jika orang sudah merasa paling besar dan kuat, orang itu pasti akan memiliki sifat serakah dan penuh dengan ambisi dan kekuasaan, itu sebabnya Chang Hanzi ingin mengetahui apakah Fang An akan melakukan hal yang sama seperti Fu Jianzi atau tidak.
"Yang mulia, kita tidak mengetahui akan apa yang akan terjadi di masa depan, yang kita ketahui hanyalah berjuang demi kebebasan, mengenai ambisi, jujur saja itu masih belum terpikirkan, intinya kami akan melawan jika ada Faksi lain yang berusaha menyakiti kami! Itu saja," jawab Fang An.
Chang Hanzi merasa tidak puas dengan jawaban Fang An, namun sebagian besar jawaban Fang An memang benar, yaitu tidak ada yang mengetahui akan apa yang akan terjadi di masa depan.
__ADS_1
"Baiklah, sekarang aku merasa sedikit lebih lega, jadi sudah waktunya kita bersiap-siap karena waktunya sudah semakin dekat!" kata Chang Hanzi.
Semua ketua Klan segera bangkit dan di ikuti oleh Mao Lin serta Mu Zhi Tian, karena diskusi sudah mencapai final, sudah waktunya bagi semuanya untuk segera mempersiapkan diri.
Setelah semuanya pergi meninggalkan ruang pertemuan, kini hanya tersisa Fang An, Fang Xian, Fang Zui, dan Gu Yao He.
"Ayah, kenapa sejak aku tiba dan melakukan pertemuan untuk yang ketiga kalinya aku sama sekali tidak melihat Sesepuh Fang Zoli? Kemana dia?" tanya Fang An.
"Dia memang sudah jarang mengikuti pertemuan, dia sudah tua dan tidak sanggup lagi untuk memikirkan masalah berat seperti ini!" jawab Fang Zui.
"Tapi aku merasa aneh saja, walau usianya semakin tua, namun aku merasakan kekuatannya justru semakin meningkat, bahkan dia hampir menyusulku, padahal aku tidak pernah melihatnya berlatih!" kata Fang Xian.
"Jika demikian kenapa tidak kalian tanyakan saja kepada ketiga muridku, mungkin salah satu dari mereka sudah memberikan Pil untuk nya!" kata Gu Yao He.
"Itu masuk akal!" kata Fang Zui.
Fang An tidak menolak, dia berpamitan kepada Ayah dan Pamannya dan kemudian pergi mengikuti Gu Yao He yang ingin membicarakan sesuatu padanya.
"Ada apa guru?" tanya Fang An setelah dia berada di tempat yang sepi.
"Aku hanya ingin memberikan ini padamu!" kata Gu Yao He seraya mengibaskan tangannya dan kemudian sebuah kuali obat yang terbuat dari emas muncul di hadapannya.
"Ini.? Bukankah ini milik guru, kenapa guru ingin memberikan ini padaku?" tanya Fang An.
"Fang An, selama kamu menjadi muridku, aku belum pernah memberikanmu barang berharga milik ku, sedangkan yang lainnya sudah mendapatkan semuanya, jadi hanya kamu sendiri saja yang belum, terimalah ini sebagai hadiah dari ku!" kata Gu Yao He.
__ADS_1
"Guru, kamu sudah memberikan catatan resep untuk ku pelajari, dan itu adalah sesuatu yang lebih berharga dari apapun, belum lagi masih ada Pil Naga Ying dan Yang serta beberapa bahan obat lainnya, menurutku itu adalah hadiah yang paling berharga!" kata Fang An.
"Tentu saja beda Fang An, antara memberikan barang berharga dengan ilmu itu sangat berbeda! Sebagai seorang guru, mengajarkan dan memberikan ilmu itu adalah hal yang wajib, sedangkan memberikan barang berharga itu adalah sebuah pengakuan jika kamu benar-benar adalah muridku, akan tetapi jika kamu menolak pemberianku ini, artinya kamu sudah tidak menganggapku sebagai gurumu lagi!" kata Gu Yao He yang membuat Fang An hanya bisa terdiam.
"Kelak saat dirimu memiliki murid, kamu pasti akan melakukan hal yang sama seperti ku, jadi terimalah hadiah ini!" kata Gu Yao He.
"Jika aku mengambil ini, bagaimana denganmu guru?" tanya Fang An.
"Hahaha! Aku memang belum memberitahumu akan sesuatu! Aku ini sudah menjadi seorang Alkemis yang sudah mampu memurnikan Pil ke Tingkat 7, seseorang Alkemis yang bisa memurnikan Pil ke Tingkat 7 tidak lagi membutuhkan Kuali Obat untuk membuat Pil, cukup dengan Api Tingkat tujuh sudah bisa membuat Pil dengan tangan!" kata Gu Yao He.
Fang An jelas terkejut mendengarnya, dia baru tahu jika seseorang yang sudah memiliki Spirit Root Elemen Api hingga ke tingkat 7 tidak lagi membutuhkan Kuali Obat untuk membuat Pil.
"Jika yang dikatakan oleh guru benar, murid akan menerima kuali obat emas ini!" kata Fang An.
"Murid yang sangat penurut! Sekarang Kuali Obat Emas ini sudah menjadi milikmu, jaga dan pergunakan harta warisan itu dengan baik!" kata Gu Yao He.
"Murid akan menjaganya dan akan menggunakannya untuk membuat Pil yang bermanfaat bagi semua orang! Terima kasih atas hadiah ini guru!" kata Fang An.
"Baiklah, sekarang kamu harus beristirahat, jangan dulu melakukan kegiatan selama tiga hari kedepan agar nanti kamu tidak kelelahan saat berhadapan dengan Fu Jianzi!" kata Gu Yao He.
Fang An mengangguk, dia memang berniat untuk beristirahat penuh hingga waktu untuk duel tiba, waktu perjanjian hanya tinggal 3 hari lagi, oleh karena itu semuanya harus segera dipersiapkan, mulai dari pasukan hingga kekuatan sendiri yang diharuskan untuk di istirahatkan.
Walau demikian semua orang sudah mulai merasa tegang dan perasaan yang sedikit cemas. Sebagai manusia, tentu mereka juga memiliki rasa takut, namun mereka tidak memiliki pilihan lain, mau takut atau berani, mereka hanya memiliki satu pilihan, yaitu ikut pergi ke perjanjian yang kemungkinan besar akan berakhir dengan pertumpahan darah dari kedua belah pihak.
"Binatang tua Fu Jianzi!" gumam Fang An dengan pancaran sinar kebencian di kedua bola matanya.
__ADS_1
Fang An segera pergi beristirahat, begitu juga semua Gu Yao He dan semuanya termasuk para Anggota Petir Langit serta teman-teman Fang An, karena waktu tuga hari menuju Sekte Gunung Pohon Persik tidaklah lama.