
***
Luo Ying dan Singa Es hanya mondar-mandir dengan harap-harap cemas, setelah ledakan sambaran petir putih yang menakutkan itu berlalu, Luo Ying sempat berpikir jika Fang An pasti tidak akan selamat, namun nyatanya Singa Es masih hidup yang menandakan jika Fang An masih hidup di dalam jurang.
Hanya saja sudah tujuh hari Fang An belum menunjukkan apapun, apakah dia akan bisa naik kembali ke atas, atau nasibnya akan sama seperti orang-orang yang dulu pernah turun dan tidak kembali lagi ke permukaan.
Andai tidak ada Singa Es yang menjadi petunjuk jika Fang An masih hidup, mungkin Luo Ying sudah beranggapan jika Fang An sudah tiada dan dia pasti akan kembali ke Puncak Gunung Hunsu.
Sejak tujuh hari terakhir ini, Aura mengerikan dari dalam jurang juga sudah menghilang, hal ini membuat Luo Ying sudah tidak terlalu takut lagi, apalagi di sekitar mereka sudah aman karena keberadaan Singa Es.
Luo Ying dan Singa Es juga tidak duduk diam dalam penantian itu, mereka berdua juga kadang berlatih meningkatkan keahlian mereka, seperti Luo Ying yang mencoba memurnikan Pil nya dan benar saja jika saat ini dia sudah menjadi seorang Alkemis Kelas 4.
Begitu juga dengan Singa Es yang terkadang berburu mencari mangsa dan memakan para Anim Beast guna meningkatkan kekuatannya.
Walau Singa Es bukanlah Spirit Beast milik Luo Ying, namun Luo Ying bisa bermain dan bercanda dengan Singa Es, sebab dia sudah menjadi seekor Spirit Beast, dan seekor Spirit Beast memang sudah jinak tidak seperti Anim Beast yang masih buas dan liar.
Saat ini Luo Ying mencoba membuat satu Pil untuk diberikan kepada Singa Es, dia berharap Pil buatannya bisa membuat Singa Es naik ke Bumi 3, hanya butuh sedikit lagi bagi Singa Es untuk bisa naik.
Pil Berwarna Merah Darah sedang berusaha dimurnikan oleh Luo Ying, sedangkan Singa Es menjaga wilayah tepi Jurang guna mengusir para Anim Beast yang mendekat.
"Ah aku gagal lagi!" gerutu Luo Ying saat Pil Merah Darah itu berubah menjadi serbuk hitam.
"Singa Es aku mau mencari tanaman obat di sekitar sini, sepertinya komposisi yang tadi salah!" kata Luo Ying.
Singa Es segera berlari dan dia mengikuti Luo Ying mencari tanaman obat yang baru.
Dalam pembuatan Pil, tidak hanya api yang menjadi faktor penyebab kegagalan, terkadang komposisi ramuan juga menjadi penyebab kegagalan dalam membuat sebuah Pil, apalagi Pil yang akan dibuat setingkat Kelas 4.
"Sebenarnya apa aku yang salah meracik atau keterangan catatan itu yang salah? Tapi tidak mungkin guru salah dalam mencatat komposisi obat!" gumam Luo Ying yang masih berpikir keras sembari mencari tanaman obat.
Setelah berputar-putar di sekitar hutan, akhirnya Luo Ying bisa mengumpulkannya dan dia kembali ke bawah Pohon besar sebelumnya lalu dia menatap Jurang itu sesaat kemudian kembali meracik pembuatan Pil nya.
Butuh waktu hingga setengah hari bagi Luo Ying untuk menyelesaikannya, dan saat hari sudah gelap, Luo Ying langsung melompat kegirangan setelah berhasil memurnikan Pil nya.
"Akhirnya Pil Tulang Hati selesai juga, untungnya masih ada daging ular yang tersisa sehingga aku tidak perlu repot-repot mencari daging Anim Beast Bumi 3!" kata Luo Ying lalu dia memanggil Singa Es.
"Singa kemarilah!" kata Luo Ying.
__ADS_1
Singa Es yang sedang duduk di tepi jurang segera menghampiri Luo Ying lalu Luo Ying mengulurkan Pil Tulang Hati itu kepada Singa Es.
"Ini telanlah dan segera kamu menaikkan tingkat kekuatan mu agar saat adik kembali nanti dia merasa senang karena kamu sudah naik ke Bumi 3," kata Luo Ying.
Singa Es segera membuka mulutnya lalu Luo Ying memasukkannya dan Singa Es langsung menelannya lalu pergi agak jauh untuk menaikkan kekuatannya.
Luo Ying bernafas lega dan berharap usahanya berhasil, dia memperhatikan Singa Es yang mulia terlihat seperti ingin tidur, namun sebenarnya itu adalah cara Singa Es bermeditasi.
Luo Ying duduk bersandar, dia mulai membayangkan ayahnya serta orang-orang yang ada di desanya karena mulai merindukan mereka, setelah itu Luo Ying menutup mata dan tertidur lelap karena sangat kelelahan.
Tanpa terasa matahari sudah terbit menyilaukan mata Luo Ying, dia merasa cahaya yang menembus kelopak matanya seperti terang redup sesaat seperti ada daun yang menghalanginya.
Luo Ying membuka matanya dan kemudian dia melihat sesosok pria tua sudah berdiri di hadapannya.
"Ah.. Guru! Sejak kapan guru ada disini?" tanya Luo Ying yang kaget jika pria tua itu ternyata adalah Gu Yao He.
"Kau sudah bangun rupanya, aku tiba semalam saat kamu sedang tertidur lelap, begitu juga dengan Singa Es itu yang juga tertidur!" jawab Gu Yao He.
"Tapi kenapa guru datang kesini?" tanya Luo Ying.
Luo Ying sedikit ragu untuk menceritakan jika Fang An melompat ke dasar jurang untuk mengejar Tikus Api, namun dia juga tidak mungkin berbohong dan menyembunyikan hal ini sehingga Luo Ying memberanikan diri untuk menceritakannya.
Setelah mendengar cerita Luo Ying, wajah Gu Yao He langsung berubah, dia menatap Luo Ying dengan tatapan dingin.
"Kenapa kamu tidak menghalanginya? Kamu tahu sendiri tidak ada satu orangpun yang bisa kembali jika jatuh ke Jurang Tanpa Dasar itu! Apa kamu sengaja membiarkannya lalu kamu tidak berani kembali?" tanya Gu Yao He dengan nada marah.
"Maafkan aku guru! Aku dan Singa Es sudah berusaha mencegahnya, namun adik tetap memaksa dan kemudian melompat seraya berpesan agar aku dan Singa Es menunggunya disini, karena itu kami tidak kembali dan tetap berada disini!" jawab Luo Ying.
Gu Yao He melihat ke arah Singa Es yang masih berbaring atau bermeditasi, melihat Singa Es yang baik-baik saja, Gu Yao He menghela nafas panjang.
"Singa itu masih ada sampai sekarang, itu artinya bocah itu masih hidup, tapi walau dia masih hidup, apakah dia akan mampu kembali ke permukaan ini? Padahal saat ini Klan nya sangat membutuhkan dirinya!" kata Gu Yao He.
"Ada apa dengan Klan Fang guru?" tanya Luo Ying.
"Saat ini Gu Fei Ming berada disana, dia mengirim surat jika Klan Fang di serang oleh anggota Sekte Gunung Pohon Persik, bahkan kabarnya Klan Fang saat ini sudah melemah karena setengah dari anggota Klan sudah mati terbunuh, istri wakil Penatua Fang Xian menjadi tahanan mereka, aku yakin setelah kejadian ini Benua Daratan Hijau ini akan kacau!" kata Gu Yao He.
Klan Fang memang Klan yang tidak sebesar Klan lainnya, namun akibat kesuksesan mereka dalam usaha mereka, banyak Faksi besar yang mendukungnya, dan Faksi-faksi besar inilah kemungkinan besar akan membuat Kekacauan Benua Daratan Hijau, sebab mereka pasti tidak akan tinggal diam.
__ADS_1
Hanya saja Sekte Gunung Pohon Persik tidak hanya sekte besar dan kuat, sekte itu juga memiliki sekutu dari Faksi besar lainnya serta berbagai kelompok.
Jika kedua kubu saling bentrok, itu sama saja seperti perang besar, dan yang akan merasakan dampaknya adalah para penduduk Kota Chang Lan serta seluruh wilayah Benua Daratan Hijau.
Menurut Gu Yao He, saat ini kekuatan Fang An sangat dibutuhkan oleh Klan nya, namun jika seperti ini kejadiannya, sepertinya Fang An sudah tidak bisa diharapkan lagi, walaupun dia masih hidup, belum tentu dia bisa kembali ke permukaan.
Gu Yao He dan Luo Ying tidak tahu apakah Fang An bisa sampai di Dasar jurang atau justru dia masih melayang-layang karena Jurang itu diyakini tidak memiliki dasar.
"Lalu bagaimana sekarang guru, apakah guru ingin membantu Klan Fang?" tanya Luo Ying.
"Sebenarnya aku malas ikut campur masalah ini, namun karena Gu Fei Ming juga sudah terlanjur ikut terlibat dan dia berada di kubu Klan Fang, mau tidak mau aku harus kesana untuk melindungi Gu Fei Ming!" jawab Gu Yao He lalu dia memperhatikan Jurang di hadapannya.
Gu Yao He merasa aneh, sebab dia sangat tahu jika ada aura ganas yang terpancar dari dalam jurang, namun saat ini dia sama sekali tidak merasakannya.
"Kita akan menunggu Fang An tiga hari lagi, jika selama tiga hari itu dia belum kembali, itu artinya dia tidak akan bisa naik ke permukaan dan tidak mungkin akan kembali, dia akan seperti orang yang di penjara disana, jadi kita tinggalkan saja dan kita semua akan pergi ke Chang Lan menyusul kakak seperguruan mu!" ucap Gu Yao He.
Luo Ying mengangguk setuju, dia juga berharap Fang An bisa kembali dalam tiga hari lagi agar dia bisa pergi ke kota Chang Lan untuk membantu Klan Fang.
Gu Yao He memperhatikan Luo Ying dan dia bisa merasakan jika Luo Ying sudah naik dua Tingkat lagi.
"Kamu benar-benar berbakat Luo Ying, hanya dalam waktu belasan hari saja kamu sudah berhasil naik dua tingkat! Apakah pemurnian Pil mu juga sudah naik setelah menyerap Inti Api?" tanya Gu Yao He.
"Iya guru, Spirit Root Elemen Api ku sudah naik ke tingkat 4, dan aku juga sudah bisa memurnikan Pil hingga ke Kelas 4!" jawab Luo Ying.
"Bagus, itu sangat bagus! Sekarang kamu sudah memiliki kemampuan yang sama dengan Gu Fei Ming, tapi sayang Shin He tidak mau ikut sehingga dia harus menerima ketertinggalannya," kata Gu Yao He yang menyayangkan keputusan Shin He yang tidak mau ikut berburu.
"Aku akan menemanimu disini menunggu Fang An selama tiga hari, jika dia tidak juga kembali, kita tinggalkan saja dan segera pergi ke Kota Chang Lan, aku khawatir kekacauan itu sudah terjadi lebih dulu dan kita justru terlambat membantu Ming'er!" ucap Gu Yao He.
Luo Ying segera mengajak Gu Yao He ke bawah pohon besar tempatnya beristirahat, dan saat akan duduk, tiba-tiba saja Singa Es bangun lalu memancarkan aura besar yang membuat Gu Yao He menatapnya tidak percaya.
"Singa ini, dia berhasil naik ke tingkat Bumi 3? Tapi kenapa bisa?" tanya Gu Yao He saat merasakan kekuatan besar yang terpancar dari tubuh Singa Es.
Dengan kekuatan Singa Es saat ini, Gu Yao He sekalipun harus berhati-hati, sebab kekuatan Singa Es saat ini sudah dapat mengimbanginya.
Luo Ying tersenyum mendengar pertanyaan Gurunya, dia membersihkan dedaunan agar gurunya bisa duduk setelah itu menjelaskan akan penyebab Singa Es bisa naik ke Tingkat Bumi 3.
Tanpa mereka sadari jika dari dalam jurang, ada kilatan cahaya samar yang melesat naik ke atas dengan kecepatan tinggi, hanya saja masih sangat jauh sekali di bawah.
__ADS_1