
Kera merah berteriak keras seraya memukul-mukul dadanya setelah berhasil menghempaskan ketiganya yang ingin menyerangnya, setelah itu Kera itu menatap ke arah Singa Es yang kembali akan menyerang dirinya.
Kera merah melepaskan pancaran gelombang Qi yang disertai dengan aura tak terlihat, namun dapat dirasakan.
Walau kekuatan Singa Es berada di bawah Kera Kerbau, nyatanya sang Singa sama sekali tidak terlihat takut, dia justru juga melepaskan gelombang energi yang disertai dengan aura putih serta kabut dingin.
"Selagi perhatian Kera itu tertuju ke Singa Es, sebaiknya kamu mencoba menggunakan Teknik Petir Dewa Penghancur!" kata Feng Huang.
Fang An menatap Singa Es yang mulai bergerak cepat menyerang Kera itu, dia melompat dan berhasil mendarat di lengan si Kera setelah itu langsung mencakar serta menggigit lengan sang Kera.
Sang Kera segera meraih kepala Singa Es lalu membanting tubuh Singa Es ke tanah dengan keras sehingga suara rintihan kesakitan terdengar oleh Fang An.
Si Kera berniat menginjak tubuh Singa Es, namun Singa Es langsung bangkit dan melompat agak jauh lalu kembali menyerang sang Kera dengan beringas.
Luo Ying juga tidak tinggal diam, dia segera melihat sisa Kertas Mantra Sihir yang ia punya, dan ternyata sisa Kertas Mantra Sihir nya hanya tersisa tiga lembar lagi.
Walau hanya tersisa tiga lembar saja, namun Luo Ying tidak mau berpikir terlalu lama, karena ini menyangkut hidup dan mati, dia segera mengambil Kertas Mantra Sihir nya dan menatap ke arah Fang An yang saat ini memejamkan matanya.
"Apa yang sedang dia lakukan?" batin Luo Ying.
Saat masih kebingungan kepada Fang An yang menutup matanya, setelah itu percikan cahaya petir biru mulai terlihat di tubuh Fang An.
Luo Ying melihat energi Fang An yang bergerak cepat berkumpul di sebelah tangannya, sebuah bola cahaya kilat berukuran kecil mulai berkumpul di telapak tangan kanannya, sedangkan tangan kiri Fang An memegang lengan kanan seraya memfokuskan untuk memadatkan Qi nya yang mulai membentuk bola petir kecil berwarna biru.
Luo Ying dapat merasakan tekanan yang sangat kuat, dia yakin jika itu adalah Petir Bola penghancur yang sama seperti saat Fang An menggunakannya di Benteng para pemberontak, hanya saja ukuran lebih kecil serta warnanya juga berbeda, namun Luo Ying merasakan jika bola petir yang mulai terbentuk itu memiliki daya hancur yang cukup untuk membuat dirinya sekalipun akan mati jika bola petir itu diarahkan padanya.
Setelah memahami situasinya tanpa ragu lagi, Luo Ying langsung membuka segel Kertas Mantra Sihir Elemen Api nya lalu menyerang sang Kera yang masih bertarung dengan sengit melawan Singa Es.
"Tombak Bara Api."
Kertas Mantra Sihir itu langsung terbakar dan berubah menjadi mata tombak merah menyala, begitu sudah terbentuk Luo Ying langsung melemparkan Tombak Api itu ke arah sang Kera sekaligus mengendalikan mata Tombak itu dari jarak jauh.
Sebenarnya Luo Ying ingin meningkatkan tingkat praktik nya dengan paksa, yaitu dengan menggunakan Pil, hanya saja terlalu beresiko jika sampai waktunya habis sedangkan sang Kera masih belum bisa dikalahkan.
Sang Kera terkejut setelah melihat sebilah mata Tombak merah menyala melesat dengan kecepatan tinggi ke arahnya, dia ingin menepisnya namun Singa Es lebih dulu menyerangnya dengan sihir Es nya sehingga sang Kera di paksa untuk dalam posisi bertahan.
__ADS_1
Raungan kemarahan sang Kera semakin menjadi-jadi setelah mendapat sejumlah serangan bertubi-tubi dari dua serangan sihir, dia langsung menghentakkan kakinya dengan keras ke tanah sehingga menciptakan guncangan kecil.
Singa Es dan Luo Ying tidak bisa menyeimbangkan tubuh mereka sehingga keduanya gagal fokus, hasilnya sang Kera itu sudah muncul di hadapan Luo Ying lalu memberikan satu serang tinju yang dilapisi oleh Qi.
Tubuh Luo Ying langsung terhempas begitu mendapatkan serangan pukulan dari kepalan tangan besar sang Kera, setelah itu sang Kera dengan cepat bergerak ke arah Singa Es lalu memukulnya dengan sangat keras.
Luo Ying dan Singa Es sama-sama dibuat tidak berdaya oleh Kera Kerbau, keduanya sama-sama terhempas cukup jauh, lalu sang Kera berteriak keras dengan kembali memukuli dadanya.
"Terima ini..!"
"Petir Dewa Penghancur."
Fang An langsung melepaskan bola petir kecil itu ke arah Kera besar itu yang masih berteriak keras.
Bola petir itu melepaskan banyak sambaran petir ke segala arah sekaligus melesat ke arah Kera itu, sedangkan sang Kera kembali mengepalkan tangannya dan energi Angin segera berkumpul dan Kera itu berniat menyambut bola petir itu dengan kekuatannya.
Bola petir tersebut langsung di adu dengan tinju sang Kera sehingga suara ledakan redam serta sambaran petir menyebar ke segala arah dan menghancurkan banyak pepohonan di sekitar ledakan, belum lagi gelombang kejut yang luas membuat banyak para binatang serta Anim Beast kecil lari berhamburan.
"Aneh sekali, seharusnya Petir Dewa Penghancur tidak langsung berbentuk bola, dengan kemampuanmu saat ini seharusnya hanya bisa menciptakan sambaran Petir Dewa Penghancur, dan bukan berbentuk bulat," kata Feng Huang kepada Fang An.
Tangan kanan Fang An mengeluarkan asap bekas bakaran, tangannya gemetar dan Qi nya hampir terkuras habis hanya dengan melepaskan satu serangan saja, bahkan penampilan Fang An sangat acak-acakan.
Petir Dewa Penghancur memang memiliki dua bentuk yang berbeda, yang pertama adalah sebuah sambaran petir, semakin tinggi kekuatannya, maka semakin besar sambaran serta daya hancurnya.
Sedangkan yang kedua adalah berbentuk bulat seperti bola, biasanya cara ini hanya dilakukan dengan menggabungkan dua elemen petir yang berbeda, terakhir Feng Huang pernah membuatnya saat menghancurkan Benteng para pemberontak.
Feng Huang berhasil menciptakan nya karena dia menggabungkan petir ungu miliknya serta petir biru milik Fang An yang baru terbuka, namun warna Petir ungu lebih besar sehingga bola petirnya berwarna ungu.
Fang An sendiri juga tidak mengerti, namun saat ini dia benar-benar hampir kehabisan seluruh Qi nya dan hanya bisa menunggu hasil akhir dari serangannya, apakah Kera itu berhasil menahannya, atau justru terluka.
Saat ini situasi masih belum jelas sebab asap dan debu masih berterbangan, belum lagi masih ada sisa-sisa petir di beberapa tempat yang belum hilang.
Setelah debu dan asap mulai menipis, Fang An dan Luo Ying yang juga berhasil selamat dari ledakan melihat bayangan sosok yang besar dan masih berdiri.
"Sepertinya seranganku tidak ada pengaruhnya!" kata Fang An seraya tersenyum kecut.
__ADS_1
"Kata siapa? Lihatlah baik-baik, serangan mu tadi sedikit melukainya!" kata Feng Huang.
Fang An yang tidak percaya kembali menatap sosok itu, dan setelah asap dan debu mulai menghilang, ternyata seluruh lengan kiri sang Kera terluka.
"Mustahil!" Fang An jelas tidak percaya serta tidak menduga jika serangan berhasil melukai sang Kera.
Luo Ying juga tidak menduga jika serangan Fang An begitu kuat, walau pada dasarnya dia tahu jika teknik yang dilepaskan oleh Fang An sangatlah mengerikan, namun untuk membuat seekor Anim Beast Bumi 2 terluka tidak akan mungkin bisa hanya dengan teknik yang itu, namun kenyataannya Kera itu terluka oleh satu serangan.
Kera Kerbau meringis menahan rasa sakit dan panas di lengan kirinya, dia menatap Fang An dengan mata penuh amarah lalu berniat menyerang Fang An dengan serangan energi angin satu tangan yang tersisa.
Saat sang Kera mulai menarik tangan kanannya seraya mengumpulkan pusaran angin di tangannya, Singa Es langsung melompati punggung sang Kera lalu mencengkram bahunya dengan kukunya yang tajam setelah itu Singa Es langsung menggigit leher sang Kera.
Teriakan keras segera menggema dari mulut sang Kera, dia tidak bisa meraih Singa Es dengan tangan kanannya, terlebih lagi Singa Es yang langsung melompat setelah berhasil menggigit leher sang Kera.
sang Kera memegang luka bekas gigitan Singa Es dengan tangan kanannya, dia ingin berbalik menatap Singa Es, namun dia tidak sempat berbalik badan karena lehernya mulai membeku dan bekuan itu menyebar hingga seluruh tubuh sang Kera Kerbau berubah menjadi Es.
Tubuh sang Kera Kerbau yang masih berdiri dengan posisi membeku langsung jatuh ke tanah dengan sangat keras. Begitu menghantam tanah, tubuh Kera Kerbau langsung hancur menjadi serpihan es kecil, lalu ada sebuah batu bercahaya di pecahan es itu.
"Akhirnya Kera Kerbau berhasil dikalahkan juga, dia benar-benar sangat kuat," gumam Fang An.
"Ambillah Spirit Core itu untuk mengisi kembali Qi mu!" ucap Feng Huang.
Fang An hanya melihat batu bercahaya di yang tergeletak di pecahan tubuh Kera Kerbau, dia bukannya tidak mau mengambilnya, namun dia sama sekali tidak memiliki tenaga untuk berjalan kesana.
Luo Ying segera mengambil Spirit Core Kera Kerbau itu lalu dia menghampiri Fang An dan menyerahkan Spirit Core itu kepada Fang An.
"Ambillah, ini adalah milikmu!" kata Luo Ying.
Fang An tersenyum lalu menerima Spirit Core itu, dia tidak menyangka jika Luo Ying memiliki hati yang sangat baik, jika saja mau, bisa saja Luo Ying yang mengambil Spirit Core itu dengan beralasan jika dirinyalah yang telah menegangnya lebih dulu, hanya saja Luo Ying bukan orang seperti itu.
"Terima kasih kakak Luo," kata Fang An.
"Sebaiknya kamu simpan saja Spirit Core itu, kamu tidak perlu menggunakan Spirit Core itu untuk memulihkan kondisimu, sebab Spirit Core milik Kera itu memiliki Qi yang sangat banyak, aku akan memberikan Pil pemulihan serta Pil Teratai Putih agar racun itu tidak kambuh!" kata Luo Ying.
Sekali lagi Fang An merasa kagum akan kebaikan Luo Ying, dia merasa memiliki hutang jasa yang sangat besar kepada Luo Ying.
__ADS_1
"Lihatlah di tanah itu, sepertinya itu adalah Darah Kera itu! Untung saja darahnya menetes di sana dan tidak ikut membeku, jika tidak maka sangat di sayangkan rasanya jika tidak mendapatkan Darah Kuno sang Kera itu!" kata Feng Huang.
Fang An mengangguk lalu dia duduk dan Luo Ying memberikan dua Pil padanya setelah itu Fang An langsung menelan kedua Pil itu setelah menyimpan Spirit Core yang sudah dia dapatkan.