
Di saat semua orang masih terperangah melihat kematian Shao Shan serta ada yang menatap Fang An dengan penuh heran dan bangga, Fang An sendiri sebenarnya menyembunyikan kelelahannya karena beban Pedangnya yang sangat berat, andai bukan karena ada bantuan dari Wang Lao Yi, mungkin dia sudah kelelahan sejak awal mengangkat pedangnya.
Tangan Fang An gemetar dan dia memposisikan pedang berdiri tegak di atas tanah agar sedikit mengurangi beban beratnya, Fang An memeriksa Pil yang ia miliki dan ternyata dia hanya memiliki dua butir Pil pemulihan saja.
"Penyatuan Jiwa Pedang mu masih belum matang, jadi wajar jika kamu merasa cepat lelah, namun kamu tidak kekurangan energi! Cepat pulihkan stamina mu karena lawanmu masih ada dua orang!" kata Wang Lao Yi.
"Apakah kamu tidak memiliki cara lain agar stamina Fang An tidak cepat lelah saat menggunakan Pedang mu itu?" tanya Feng Huang.
"Tidak ada! Fang An harus bisa tahu cara mengontrol penggunaan Staminanya sendiri, dengan demikian dia akan menjadi lebih terbiasa saat menggunakan Pedang Langit ku!" jawab Feng Huang.
"Kalau begitu gunakan Teknik serangan tangan kosong dan juga serangan Pedang mu Fang An, dengan demikian stamina mu akan stabil!" ucap Feng Huang.
"Aku setuju! Kamu tidak harus menggunakan Teknik Pedang secara terus-menerus, cukup tancapkan pedang mu dan serang dengan Teknik yang diajarkan oleh Guru Burung mu itu…!"
"Hai aku memiliki nama!" Feng Huang protes kepada Wang Lao Yi.
"Aku lupa namamu, maaf!" jawab Feng Huang.
"Alasan," ucap Feng Huang seraya terdengar mendengus kesal.
"Intinya kamu harus melihat kondisi akan kapan kamu akan menggunakan Pedang mu, jika memang Teknik lain selain Teknik Pedang bisa mengalahkan lawan, itu juga akan lebih baik," kata Wang Lao Yi melanjutkan bimbingannya.
Fang An hanya menghela nafas panjang, saat ini dia memiliki dua Teknik andalan, yaitu Teknik Pedang dan Teknik Petir Dewa Penghancur, namun kedua Teknik ini sama-sama memiliki resiko dan beban pada tubuh Fang An.
Fang An segera berbalik setelah menancapkan Pedangnya ke tanah dalam posisi berdiri lalu dia memutar-mutar pergelangan tangannya agar lebih rileks.
"Ketua Li Yang, sebaiknya kita serang anak ini bersama-sama!" kata Hun Zhi Pei.
Ketua yang bersama dengan Hun Zhi Pei menatap Fang An lalu berbalik memandang Hun Zhi Pei seraya bertanya, "Kenapa? Apakah kamu takut melawan anak muda itu sendirian?" tanya ketua itu yang bernama Li Yang, dia salah satu Ketua kelompok Pembunuh Kepala Ular.
"Tidak juga! Tapi baiklah aku akan melawannya sendiri, kamu lihat saja bagaimana aku akan membunuh anak muda itu," kata Hun Zhi Pei yang tidak mau dianggap penakut oleh Li Yang.
Li Yang menaburkan serbuk ke tubuh Shao Shan yang sudah menjadi mayat setelah itu jasad Shao Shan terbakar hingga menjadi debu.
"Kelompok Pembunuh Kepala Ular!" Mu Yuan dan Gu Yao He segera mengetahui akan siapa pria yang menutupi wajahnya itu, namun mereka tidak akan tahu siapa namanya.
__ADS_1
"Itu seperti serbuk Api neraka yang bisa membakar tubuh hingga menjadi abu! Serbuk itu sangat berbahaya sekali jika sampai mengenai tubuh, bahkan seorang Yu Jing saja harus berhati-hati terhadap Serbuk Api Neraka itu," kata Gu Yao He.
"Itu artinya Fang An harus berhati-hati jika sudah berhadapan dengan orang itu," kata Mu Zhi Tian.
Gu Yao He menatap Fang An dan kemudian dia menggunakan Spiritualnya untuk berkomunikasi dengan Fang An.
"Fang An, ini aku gurumu!" kata Gu Yao He lewat telepati.
Fang An terkejut saat mendengar suara Gu Yao He, dia melihat kearah Gu Yao He dengan bingung, namun Gu Yao He lebih dulu berbicara padanya.
"Kamu jangan terkejut seperti itu, aku berbicara padamu melewati kekuatan suara Spiritual, jadi hanya kamu yang bisa mendengarku! Sekarang aku ingin kamu berhati-hati dengan sosok yang menabur serbuk tadi itu, serbuk itu sangat berbahaya sekali, jika kamu sampai terkena serbuk itu, tubuhmu akan langsung terbakar dan tidak akan bisa dimatikan kecuali dengan Elemen Air," kata Gu Yao He.
"Terima kasih guru, murid akan berhati-hati," jawab Fang An lewat suara batinnya yang sudah terhubung dengan Gu Yao He.
Hun Zhi Pei mengeluarkan sebuah cambuk hitam dan panjang, dia mencambuk udara sehingga menciptakan suara keras yang memekakkan telinga semua orang.
"Anak muda, kamu cukup beruntung bisa mengalahkan Shao Shan, tapi belum tentu kamu bisa mengalahkanku, sebab aku bukan seperti Shao Shan yang suka meremehkan lawannya. Ayo lawanlah Cambuk Akar Hitam ku ini!" kata Hun Zhi Pei.
Fang An hanya menatap Hun Zhi Pei tanpa menjawab apapun, dia melangkah maju meninggalkan pedangnya di belakang dan kemudian melepaskan energi tambahan yang lebih banyak.
"Aura Zirah Petarung?"
Semua orang kaget melihat Fang An yang menciptakan Aura Zirah Petarung dari dua Elemen nya, padahal ini adalah Aura Zirah Petarung pertama milik Fang An.
Biasa orang yang mampu menciptakan Aura Zirah Petarung hanyalah seorang Yu Zha keatas, dan setiap orang akan menciptakan Zirah nya dari elemen masing-masing.
Jika orang itu memiliki Spirit Root Elemen Api, maka Aura Zirah Petarung nya adalah Aura Zirah Api Petarung yang berwarna kemerahan seperti api yang menyala-nyala, begitu juga dengan Elemen lainnya.
Aura Zirah Petarung milik Fang An terbentuk dari dua Spirit Root Elemen nya yaitu Api dan Petir yang memiliki dua jenis petir, karena itu Aura Zirahnya memiliki tiga warna dan membentuk seperti ukiran Zirah dengan memiliki bentuk runcing di bagian lengannya.
"Jadi kamu masih menyembunyikan kemampuan mu rupanya! Ayo keluarkan semuanya anak muda," ucap Hun Zhi Pei lalu dia mencambuk tanah sekali sehingga menciptakan sebuah retakan lebar.
Hun Zhi Pei sama sekali tidak memandang rendah Fang An, sebab dia sudah melihat sendiri saat Shao Shan mati hanya dengan satu serangan, karena itu dia segera melepaskan seluruh energinya sehingga membuat langit langsung ditutupi oleh awan.
Seluruh tubuh Hun Zhi Pei di tutupi oleh energi yang berwarna hijau, dan energi itu langsung memadat membentuk sebuah Zirah Petarung, namun dengan kepadatan yang lebih kuat dari Zirah milik Fang An.
__ADS_1
"Hem? Baru kali ini seorang Yu Zhu harus membuat Zirah Petarung hanya untuk melawan seorang Yu Zhi, padahal walau harus melawan sesama Yu Zhu, Zirah seperti itu tidak pernah dikeluarkan, apakah dia itu takut kepada Fang An?" batin Mu Zhi Tian, dan Gu Yao He serta Mu Yuan juga memiliki pemikiran yang sama, terlebih lagi Li Yang, dia juga memiliki pemikiran serupa.
Hun Zhi Pei langsung maju dengan memutar cambuknya lalu menyerang Fang An dengan serangan mematikan.
"Cambuk Akar Kematian."
Fang An mengalirkan Elemen Petir nya ke kakinya dan kemudian dia melesat menggunakan Langkah Petir nya untuk menghindari serangan cambuk yang sangat mematikan.
Suara keras bagai suara Guntur dari Cambuk yang dilepaskan itu membuat sebuah retakan lebar di tanah dari bekas cambukan yang gagal mengenai Fang An.
Fang An bergerak secepat mungkin untuk melepaskan serangan Pukulan Inti Api dan Petir nya dari titik buta Hun Zhi Pei, dengan kecepatannya itu mustahil rasanya bagi Hun Zhi Pei untuk bisa mengikutinya, namun Hun Zhi Pei sudah mengantisipasi sebelumnya.
Saat Fang An membunuh Shao Shan dengan kecepatan yang tak kasat mata, dari situ Hun Zhi Pei mempelajari gerakan Teknik Fang An, jadi walau gerakan Fang An tidak bisa dilihat dengan mata telanjang, namun tidak untuk energinya.
Hun Zhi Pei lebih memilih melacak energi Fang An dari pada melihat dengan mata, jadi dia bisa tahu posisi Fang An, dan benar saja, dia segera berbalik dan melepaskan Cambukan nya kembali ke belakang sehingga membuat Fang An yang sudah bersiap memberikan pukulannya langsung terhenti dan melompat jauh ke belakang.
"Dia bisa mengetahui posisiku! Tapi bagaimana bisa?" batin Fang An.
Tidak hanya Fang An yang terkejut, bahkan hampir semua orang yang melihat itu terkejut melihat Hun Zhi Pei yang dapat mengetahui posisi Fang An akan datang.
"Energi mu Fang An, dia sepertinya melacak mu lewat energi milikmu! Karena dengan mata tidak bisa di lihat, namun kekuatan Jiwa Spiritualnya bisa merasakan energi milikmu sehingga dia dapat mengetahui akan dimana posisimu akan muncul untuk menyerang!" kata Feng Huang.
"Owh begitu! Berarti dia sudah mempelajari gerakan ku saat aku menyerang orang yang pertama tadi," kata Fang An.
"Kemungkinan seperti itu! Tapi tenang saja, walau dia bisa mengetahui posisi mu, kamu masih memiliki satu Teknik yang tidak akan bisa dia hindari, Teknik Suara Seribu Guntur akan mampu mengacaukan konsentrasi nya," kata Feng Huang.
Fang An segera bergerak dengan Langkah Petir nya dan berlari mengelilingi Hun Zhi Pei yang terdiam, sedangkan Hun Zhi Pei tersenyum lebar karena dia bisa merasakan keberadaan Fang An yang masih berlarian mengelilinginya.
"Kamu pikir aku tidak tahu dimana posisimu? Kalau begitu terimalah ini!"
"Cambuk Akar Bercabang."
"Sekarang Fang An!" kata Feng Huang.
"Suara Seribu Guntur."
__ADS_1