SANG KAISAR PETIR

SANG KAISAR PETIR
Buronan


__ADS_3

***


Fang An telah berhasil mengumpulkan semua teman-temannya serta beberapa anggota Petir Langit pilihan yang akan dia bawa ke Kota Funsu sekaligus akan dibawa pulang ke Benua Daratan Hijau.


Pagi hari di halaman Gerbang Akademi, sekelompok orang sudah berkumpul disana, dan mereka adalah kelompok yang akan Fang An bawa, selain dari mereka, hanya para anggota Petir Langit, Bunga Es, Api Suci, Pedang Bintang, Rantai Putih, dan Kipas Baja, mereka adalah kelompok yang ingin mengantarkan kepergian Ketua utama mereka yang akan pergi bersama Fang An.


Keberangkatan mereka kali ini tidak begitu diketahui oleh murid-murid lainnya kecil kelompok mereka masing-masing yang ketuanya akan pergi membantu Fang An, itu sebabnya tidak banyak murid-murid selain ke-enam kelompok itu saja disana.


Setelah beberapa saat, empat sosok segera muncul seperti hantu di hadapan mereka semua, mereka adalah para Tetua yang baru datang.


"Apakah kalian semuanya sudah siap untuk berangkat?" tanya Ji Xao Long.


"Sudah siap Tetua!" jawab Fang An yang bertanggung jawab sebagai pemimpin rombongan.


"Berhati-hatilah Fang An, aku harap semua urusanmu segera terselesaikan," kata Xhang Gugu.


"Para tetua sekalian, terima kasih karena sudah menerima ku untuk berlatih dan menjadi murid disini, suatu hari nanti aku pasti akan berkunjung kesini," kata Fang An kepada para Tetua di hadapannya.


"Jangan bicara seperti itu, kita semua disini adalah keluarga, walau kalian semua berbeda-beda asal, namun setelah bergabung di akademi ini, maka kalian semua sudah menjadi satu ikatan kuat yang aku sebut sebagai keluarga!" kata Lao Yang He.


"Apakah kalian sudah berbicaranya? Kalau belum cepat selesaikan karena kita akan segera berangkat," kata Ji Xao Long.


"Eh iya maaf Tetua!" kata Fang An dengan tersenyum canggung.


"Ji Xao Long, biarkan saja, karena setelah ini kita semua tidak akan bertemu dengan Pahlawan Akademi ini dalam jangka waktu lama," kata Han Yuwei.


Karena Ji Xao Long juga akan pergi bersama mereka ke Kota Funsu, jadi dia masih memiliki kesempatan untuk berkumpul dan berjuang bersama dengan Fang An di Kota Funsu, setelah itu barulah dia juga akan mengucapkan salam perpisahan kepada Fang An.


"Tetua sekalian, kami berangkat sekarang, sampai bertemu lagi dilain waktu!" kata Fang An seraya menangkupkan kedua tangannya dan kemudian para anggota yang akan ikut dengan Fang An juga menangkupkan tangan mereka kepada ketiga Tetua untuk berangkat.


"Berangkatlah!" jawab Xhang Gugu.


Fang An segera berbalik dan kemudian dia bersama dengan para anggota Petir Langit dan ke-lima teman terbaiknya segera pergi bersama dengan Ji Xao Long.


Han Wang juga ikut bersama dengan mereka, karena sebenarnya tugasnya adalah melindungi Bing Xuyue, jadi kemanapun Bing Xuyue pergi, dia tetap harus ikut, sedangkan posisi ketua Kelompok Bunga Es di gantikan oleh gadis yang bernama Zin Xien, gadis yang selama ini disukai oleh Yan Hang.

__ADS_1


Mereka semua segera berangkat tanpa diketahui oleh para murid-murid lainnya, begitu keluar melewati Gerbang bagian dalam, Fang An jadi teringat kembali dengan Singa Es nya yang sudah tiada.


Rasa kehilangan kembali menusuk hatinya, sebab dia datang ke Akademi bersama Singa Es, dan sekarang Singa Es harus terkubur dan tinggal selamanya di Akademi.


Dalam perjalanan, Fang An mengeluarkan Spirit Core milik Singa Es untuk melapaskan rasa kerinduannya, dia memperhatikan Spirit Core berwarna putih cerah yang mengeluarkan hawa dingin secara terus-menerus.


Melihat kesedihan di wajah Fang An, Bing Xuyue yang mengerti akan perasaan Fang An yang merasa kehilangan langsung meraih tangan Fang An agar dia tidak begitu larut dalam kesedihannya.


"Lepaskanlah! Sekarang dia sudah bebas di alam yang lain," kata Bing Xuyue dengan suara lembutnya.


Fang An tersenyum lalu dia memperhatikan Spirit Core itu yang bercahaya ketika Bing Xuyue berada di dekatnya. Spirit Core itu seperti bereaksi terhadap Bing Xuyue, Fang An yakin jika kemungkinan besar itu adalah pengaruh Spirit Root Elemen Es milik Bing Xuyue.


Sekali lagi Fang An menatap ke Puncak Gunung yang ada batu nisan dirinya dan Singa Es, dia akhirnya merelakan semuanya dan dia berjalan dengan bergandengan tangan bersama dengan Bing Xuyue.


Tanpa mereka berdua sadari jika ada satu orang yang merasa hatinya terbakar melihat mereka berdua yang berjalan dengan bergandengan tangan, dia adalah Han Wang yang diam-diam terus mengamati keduanya di belakang.


"Xia Ding, aku harap kamu tidak melakukan sesuatu hal yang buruk kepada mereka bertiga, jika sampai kamu melakukan hal buruk itu, maka aku sendiri yang akan menghabisimu," batin Fang An.


***


Zhang Wei yang duduk dengan wajah penuh tekanan hanya bisa memijat keningnya saat Xia Feihu bertanya padanya.


"Aku sudah berusaha mencari cara, tapi sepertinya tidak ada cara apapun yang bisa menyelamatkan ibumu dari hukuman mati itu! Ayahmu itu benar-benar berhati binatang," kata Zhang Wei.


"Ibu!" Xia Longli hanya bisa menangis, dia yang awalnya berangkat dari Benua Daratan Hijau menuju ke Benteng putih dengan penuh kebahagiaan serta harapan karena akan segera bertemu dengan ayahnya, tapi ternyata dia harus menelan kepahitan setelah ayahnya tidak mengakui dirinya serta ibu dan kakaknya.


Yang ada ayahnya justru akan segera menghukum mati ibunya karena dianggap telah menipu dengan mengaku-ngaku sebagai istrinya. Jelas itu menyakiti perasaan Xia Feihu dan Xia Longli.


Sebenarnya tidak hanya ibunya saja yang akan dihukum mati, bahkan kedua anaknya juga menjadi buronan. Untung saja Zhang Wei membawanya bersembunyi di tempat rahasia sehingga kedua kakak beradik itu berhasil selamat dari kejaran para prajurit.


"Kapan saudara Fang akan datang, sepertinya hanya dia yang bisa menyelamatkan ibu kami!" kata Xia Feihu.


"Entahlah! Aku sendiri tidak pernah bertemu dengannya sejak terakhir kali kita berdua bertemu waktu itu," jawab Zhang Wei.


"Tuan Muda, ada pergerakan dari arah luar gerbang kota!" salah satu pengawal datang dan melaporkan apa yang dia lihat kepada Zhang Wei.

__ADS_1


"Pergerakan dari luar gerbang Kota? Siapa mereka dan berapa banyak jumlahnya?" tanya Zhang Wei.


"Belum bisa dipastikan Tuan muda, mungkin saja itu adalah bala bantuan lain untuk gubernur!" jawab pengawal tersebut.


"Kalau bantuan! Bagaimana kalau itu justru adalah bala bantuannya Si Binatang Walikota itu?" ucap Zhang Wei.


Sebelumnya sudah ada bantuan pasukan berkuda dari pemerintahan Benteng Putih untuk Gubernur, dan sekarang para Pengawalnya melihat ada pergerakan rombongan lain yang datang dari arah luar gerbang kota.


"Kalian berdua tetap disini, aku akan keluar untuk memeriksa sebentar!" kata Zhang Wei kepada kedua kakak beradik itu.


Xia Feihu dan Xia Longli mengangguk, kemudian Zhang Wei bersama pengawalnya segera keluar dari dalam rumah tua untuk mengamati serta ingin memastikan apakah rombongan itu adalah musuh atau bukan.


Tempat persembunyian Zhang Wei berada di dekat gerbang kota, itu adalah sebuah rumah tua tak berpenghuni. Karena pihak pengawal Xia Ding tidak akan pergi ke dekat pintu gerbang kota karena wilayah itu berada di wilayah kekuasaan Gubernur, jadi Zhang Wei menjadikan rumah tua itu sebagai tempat persembunyian kedua kakak beradik yang menjadi buronan Xia Ding.


Zhang Wei dengan di temani enam orang pengawal berkemampuan Yu Zha segera naik ke atas pagar tembok untuk mengamati pergerakan kelompok yang baru datang.


Semakin lama kelompok itu semakin mendekat, dan setelah berada cukup dekat dengan Pintu Gerbang, Zhang Wei melihat jika mereka semua adalah sekelompok pemuda yang mengenakan pakaian berbeda-beda.


"Sepertinya mereka itu dari anggota Akademi! Lihatlah benda yang menggantung di pinggang mereka, itu adalah Giok putih milik Akademi," kata salah satu pengawal.


"Rombongan pemuda dari akademi ya!" Zhang Wei mengangguk dan kemudian saat dirinya masih memperhatikan rombongan tersebut, tatapannya tertuju kepada dua sosok muda mudi berambut putih.


Zhang Wei merasa jika wajah sosok salah satunya sedikit akrab dengannya, dan setelah diamati lebih teliti dia mulai mengenali sosok pemuda berambut putih yang sedang bergandengan tangan dengan seorang gadis cantik yang juga memiliki rambut putih.


"Itu! Itu adalah Fang An!"


Zhang Wei yang agak tidak percaya jika ternyata itu adalah Fang An segera melompat dari atas tembok kearah rombongan yang sudah berada tepat di bawahnya.


Semua rombongan itu melihat ke atas dan melihat seorang pemuda yang melompat turun ke arah mereka, hal itu membuat Tang Chin segera bersiap untuk memberikan serangan kepada pemuda aneh itu.


"Tahan Tang Chin, dia adalah temanku," kata Fang An sehingga Tang Chin segera menarik kembali energinya.


Zhang Wei yang sudah berada di hadapan mereka segera menghampiri pemuda berambut putih itu, walau wajah pemuda berambut putih itu sudah sedikit berbeda, namun ciri-ciri rambutnya masih bisa diingat oleh Zhang Wei.


"Saudara Fang, akhirnya kamu datang juga!" kata Zhang Wei yang langsung menyapa Fang An.

__ADS_1


"Saudara Zhang, lama kita tidak bertemu, sepertinya kamu sudah berubah dan tidak sedingin dulu lagi," jawab Fang An seraya tersenyum kearah Zhang Wei.


__ADS_2