
***
Spirit Core Anim Beast dan Spirit Core Spirit Beast memiliki manfaat yang sama bagi para Kultivator, Semakin besar kekuatan binatang nya, maka semakin besar pula manfaat yang akan diperoleh dari Spirit Core nya.
Satu Spirit Core Anim Beast dan Spirit Core milik Spirit Beast akan memberikan Qi tambahan kepada seseorang, untuk Anim Beast yang berada di tahap Bumi 1, biasanya akan mampu memberikan Qi tambahan sebanyak 5 pusaran, apalagi jika ternyata Anim Beast dan Spirit Beast itu memiliki Spirit Root yang cocok dengan Spirit Root orang tersebut, maka kekuatannya akan bertambah berkali-kali lipat, namun semuanya tergantung dari hasil tangkapannya.
Spirit Core lebih efektif untuk menambah Qi daripada bermeditasi, itu adalah cara instan agar Qi yang dimiliki cepat penuh dan bisa naik ke tingkat berikutnya, hanya saja jika terlalu berlebihan menyerap Qi di dalam Spirit Core juga tidak baik.
Dengan arah petunjuk dari pemuda yang hampir menyerang Singa Es, Fang An sudah tiba di sebelah bukit yang seharusnya menjadi sarang Singa Putih.
Tempat tersebut cukup rindang, dari yang terlihat sepertinya wilayah Bukit tersebut adalah bekas hutan yang cukup besar, namun kelihatannya seperti sudah di tebang.
Fang An memfokuskan diri mencari keberadaan Singa Putih dengan menggunakan Spiritual nya, dalam pencariannya, Fang An merasakan keberadaan beberapa Anim Beast berkemampuan Bumi 1 dan 2 di sekitar tempat itu, padahal hutan yang ditempati itu sangatlah kecil, dan anehnya masih ada saja beberapa Anim Beast yang berkeliaran.
Awalnya Fang An mengira yang ada di tempat itu hanyalah Singa Putih saja, namun ternyata ada sekitar belasan Anim Beast yang membuat Fang An kesulitan untuk menemukan keberadaan Singa Putih.
Berbeda dengan Fang An, bulu Singa Es justru berdiri seketika seperti merasakan keberadaan musuh berkemampuan cukup besar.
"Ada apa Singa Es, apakah kamu menemukan sesuatu?" tanya Fang An.
Singa Es hanya menggerung seraya mengeluarkan kuku tajamnya serta melepaskan kabut dingin yang cukup tebal.
Fang An segera turun dan kemudian dia mengeluarkan Pedang Biru nya seraya memperhatikan ke sekelilingnya, tidak berselang lama, tujuh ekor Singa Putih enam diantaranya memiliki kemampuan Bumi 1, dan satu Singa Putih lagi yang membuat Fang An terkejut sebab satu Singa itu memiliki kemampuan Bumi 3, bahkan lebih kuat daripada Singa Es.
"Katanya hanya enam, tapi ini malah ada tujuh, apalagi kemampuan yang satu itu berada di luar perkiraan ku!" gumam Fang An.
Keenam Singa Putih itu langsung mengelilingi Fang An dan Singa Es, sedangkan Singa putih yang paling kuat melepaskan aura samar yang sangat besar.
Singa Es juga melepaskan Aura putihnya dan kedua aura mereka berdua saling bertabrakan membuat seluruh bukit bergetar.
Disaat yang bersamaan pemuda dan orang-orang yang sebelumnya menunjukkan tempat sarang Singa Putih kini juga tiba di lokasi, sama seperti Fang An, mereka semua terkejut setelah melihat salah satu Singa Putih yang memiliki kemampuan Bumi 3.
"Celaka, kenapa aku tidak mengetahui keberadaan yang satu ini?" kata pria paruh baya.
"Kita tidak pernah memasuki bukit ini setelah kejadian penyerangan sepuluh tahun yang lalu, jadi wajar jika kita tidak mengetahui hal ini!" jawab rekannya.
"Ayah dan semuanya, tetaplah waspada!" kata pemuda tersebut seraya mengamati kesekelilingnya.
Beberapa Anim Beast lainnya ternyata juga muncul dan mulai mengelilingi mereka, sedangkan Singa putih yang memiliki kemampuan Bumi 3 mulai mendekati Fang An dan Singa Es dengan aura yang masih saling mendorong dengan aura milik Singa Es.
__ADS_1
"Manusia, kalian sudah membuat kesabaran ku habis, hari ini aku benar-benar akan membunuh kalian semua, bahkan walau Spirit Beast seperti kamu berada di pihak mereka sekalipun, aku tidak akan mengubah keputusanku!" kata Singa Putih itu yang membuat Fang An seperti terkena sengatan lebah.
"Kau bisa bicara?" kata Fang An lalu dia menoleh ke arah Singa Es nya seraya berbicara padanya. "Kenapa kamu tidak bisa bicara seperti dia?" tanya Fang An dan Singa Es sebenarnya juga sama terkejutnya.
"Jarang sekali ada seekor Anim Beast berkemampuan Bumi 3 sudah bisa berbicara, seharusnya hanya Anim Beast berkemampuan Langit lah yang mulai bisa berbicara," kata Feng Huang.
"Tapi kenyataannya dia berbicara seperti manusia! Jadi apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Fang An.
"Entahlah, sebaiknya kamu berkomunikasi dulu dengannya, mungkin kamu bisa mengetahui sesuatu apapun itu!" kata Feng Huang.
Fang An merasa seperti orang bodoh jika harus berbicara kepada Singa Putih itu, padahal dirinya saja masih merasa aneh saat berbicara dengan Spirit Beast nya sendiri, sebab ucapannya tidak pernah dijawab dan hanya dijawab dengan isyarat kepala saja berkali-kali.
"Kenapa kamu begitu membenci manusia, bahkan kalian sudah membunuh beberapa penduduk desa, bukankah seharusnya kami yang merasa dirugikan, tapi ini?"
"Apa yang kamu katakan? Selama beratus-ratus tahun lamanya kami tinggal di tempat ini tanpa mengusik kalian para manusia, Ras kalian datang dan memburu kami demi mendapatkan Spirit Core kami, dan kami pun tetap diam saja, tapi semakin lama tindakan kalian para manusia benar-benar sudah di luar batas, dan kami sudah tidak bisa tinggal diam lagi," jawab Singa Putih itu.
"Di luar batas yang seperti apa maksudmu?" tanya Fang An.
"Kalian memburu dan mengambil Spirit Core kami bahkan menjadikan beberapa Ras kami menjadi budak kalian, kami tidak membalas apapun karena kami masih mampu melawan dan bertahan, namun kalian para manusia terlalu serakah! Kenapa kalian menebang hutan yang menjadi tempat tinggal kami? Hutan bukan hanya menjadi rumah kami, bahkan hutan adalah tempat kami mencari makanan, jika hutan juga kalian tebang untuk dijadikan ladang kalian, lalu kemana kami harus mencari makan? Jadi jangan salahkan kami jika kami memburu kalian dan menjadikan kalian sebagai pengganti makanan kami," jawab Singa Putih.
Fang An menatap kearah para penduduk yang semuanya memegang busur panah, kini dia mengerti kenapa para Anim Beast itu menyerang para warga desa yang jaraknya cukup jauh dari bukit itu.
"Apakah yang dikatakan oleh Singa ini benar? Jawablah!" kata Fang An kepada mereka.
"Semua yang dikatakan oleh Singa itu memang benar, dulu saat aku masih kecil, para orang tua mulai menebang hutan disini, bahkan tempat kamu beristirahat tadi itu dulunya adalah hutan juga, namun sekarang sudah menjadi Padang Savana karena kayu-kayu besarnya sudah di tebang, dan kayunya kami kirim ke pembeli, semua itu agar para penduduk desa bisa makan serta hasil dari hutan yang di tebang rencananya akan di jadikan ladang mulai dari sawah dan perkebunan, namun kami tidak menyangka jika semua itu membuat para Anim Beast marah," jawabnya.
"Lalu apakah kalian tetap melakukannya hingga sekarang?" tanya Fang An.
"Kami berhenti membabat hutan sejak sepuluh tahun yang lalu, karena saat itu ada seekor Singa putih yang menyerang salah satu warga hingga orang itu hilang, dan kami yang ketakutan segera membentuk kelompok untuk membunuh para Anim Beast yang sudah memakan warga kami!" jawab pria paruh baya itu.
"Hah, sebenarnya kejadian yang menimpa kalian adalah kesalahan kalian sendiri! Perlu kalian tahu jika kita tinggal di dunia ini tidak sendirian, masih banyak makhluk-makhluk lain yang juga tinggal di dunia ini, dan bahkan hidup berdampingan dengan kita, apalagi hutan adalah tempat tinggal para binatang dan makhluk hidup lainnya, andai rumah kalian nanti dihancurkan apakah kalian tidak marah? Hal itu juga sama dengan mereka!" kata Fang An yang memberikan nasehat.
"Iya kami akui jika kami sudah melakukan kesalahan!" kata Pria paruh baya itu dengan wajah yang terlihat menyesal.
"Mulai sekarang berhentilah menebang hutan secara liar, dan kalian semuanya harus meminta maaf kepada para Anim Beast!" kata Fang An lalu dia berbalik dan bertanya kepada Singa Putih. "Apakah kamu mau memaafkan mereka?"
Mata Singa Putih memancarkan cahaya putih menatap Fang An serta para penduduk desa itu seraya berkata, "Rumah kami sudah hancur, anak-anakku sangat kelaparan, dan sekarang kalian ingin meminta maaf begitu saja, apakah permintaan maaf kalian bisa mengembalikan Hutan kami seperti semula?"
Fang An tersenyum kecut mendengar amarah Singa Putih, dia menyimpan kembali pedang birunya dan niatnya untuk mengambil Spirit Core para Singa itu pun dia batalkan, walau sebenarnya dia sedikit menyayangkannya.
__ADS_1
"Jika kamu bersedia untuk memaafkan mereka, aku akan menunjukkan tempat yang cocok untuk kalian tinggali, aku jamin kalian akan betah tinggal disana, sebab ribuan Anim Beast tinggal di tempat itu, bagaimana?"
Singa Putih terdiam sesaat seraya mengamati para Anim Beast lainnya yang menunggu perintah darinya untuk menyerang, setelah berpikir beberapa saat Singa Putih itu akhirnya mengangguk.
"Baiklah aku percaya padamu, kalian semua aku maafkan!" ucapnya sehingga membuat semuanya bernafas lega.
"Baiklah, karena semuanya sudah disepakati, kalian silahkan kembali ke desa kalian, dan ingat pesanku ini, jangan lagi-lagi kalian mengulangi kesalahan seperti ini," kata Fang An.
"Terima kasih banyak atas bantuan mu Tuan muda, jika boleh kami tahu siapakah tuan muda ini?" tanya pemuda itu.
"Aku hanyalah orang biasa yang kebetulan lewat disini, namaku adalah Feng Huang!" jawab Fang An.
"Terima kasih banyak atas bantuan Tuan muda Feng, kalau begitu kami pamit pulang, jika sempat silahkan mampir ke Desa kami," kata Pria paruh baya itu dan Fang An hanya menjawabnya dengan anggukan serta tersenyum hangat kepada mereka.
Setelah semua masalah sudah terselesaikan, para penduduk desa yang hanya berjumlah beberapa orang itu pergi meninggalkan Fang An di bukit itu bersama dengan Singa Putih serta Anim Beast yang lain.
Sekarang hanya ada Fang An dan Singa Es yang dikelilingi oleh para Anim Beast, Singa Putih mendekati Fang An dan kemudian menanyakan tempat yang Fang An janjikan padanya.
"Sekarang katakan padaku dimana tempat yang kamu ingin tunjukkan padaku?" tanyanya.
"Seharusnya kamu mengetahui tempat ini, tempat tersebut adalah Hutan Sesat!" jawab Fang An.
"Hutan Sesat? Aku tahu tempat itu, hanya saja disana ada sebuah Jurang yang katanya sangat mengerikan, karena itu aku tidak berani kesana!" kata Singa Putih.
"Kalian tidak perlu mengkhawatirkan akan Jurang itu, sebab aura dari dalam Jurang Tanpa Dasar itu sudah tidak ada, dan kalian sudah bisa tinggal disana dengan tenang," jawab Fang An.
"Jika ucapanmu itu benar, maka kami akan segera berangkat dan pindah ke Hutan Sesat!" kata Singa Putih.
"Tunggu dulu! Sebelum kita berpisah, bisakah kamu jelaskan padaku bagaimana kamu bisa berbicara seperti manusia?"
Fang An jelas tidak ingin rugi, setelah gagal untuk mendapatkan Spirit Core para Singa Putih, setidaknya dia bisa mendapatkan sesuatu yang lebih berharga dari pada harus pergi dengan tangan kosong.
"Owh, aku bisa berbicara seperti manusia karena aku memakan buah aneh berwarna merah darah, aku pikir itu adalah daging, namun ternyata itu adalah buah ajaib, setelah menelan buah itu lidahku seperti gatal dan kemudian aku bisa berbicara seperti dirimu," jawabnya.
"Buah berwarna merah darah? Apakah buah itu masih ada?" tanya Fang An.
"Pohonnya masih ada, namun buahnya sudah tidak ada, sebab pohon itu hanya menghasilkan satu buah saja dan butuh waktu lama untuk berbuah satu lagi, dan sudah tiga puluh tahun hingga saat ini, pohon itu baru memunculkan bunganya!"
Fang An merasa heran mendengar penjelasan Singa Putih, dia tidak pernah mendengar akan buah seperti itu, bahkan di buku resep milik gurunya sekalipun juga tidak ada.
__ADS_1
"Tunjukkan padaku dimana pohon itu berada!" kata Fang An.
"Kalau begitu ikutlah denganku, aku akan membawamu ke pohon ajaib itu!" kata Singa itu dan kemudian Fang An serta Singa Es berjalan mengikuti Singa Putih yang akan membawanya ke Pohon Ajaib yang sudah membuat Singa Putih bisa berbicara.