
...📌 Jangan lupa ramaikan part ini ya!...
...Happy reading...
****
"Saya terima nikah dan kawinnya Citra Andriani dengan mas kawin uang tunai sebesar 50 juta rupiah di bayar tunai!" ucap Sastra dengan begitu tegas saat menjabat tangan penghulu yang menjadi wali hakim pernikahannya dengan Citra kembali.
"Sah!"
"Sah!"
Suara sah yang di dengar oleh Citra dan Sastra membuat keduanya tampak lega. Keluarga Danuarta semua juga hadir karena bagaimanapun hanya keluarga Danuarta yang Sastra bisa andalkan saat ini.
Citra tersenyum bahagia saat mencium tangan Sastra. Ia tidak menyangka jika mereka kembali bersama setelah bertahun-tahun berpisah.
Rania, Ferdians, Ana, Ben dan Doni ikut merasa bahagia dengan kebahagiaan Sastra dan Citra saat ini.
"Selamatnya akhirnya kalian bersama kembali," ujar Ben dengan tegas.
"Terima kasih, Tuan. Terima kasih juga anda juga mau menyaksikan pernikahan saya dengan Citra walaupun saya tidak bekerja lagi pada anda dan juga nona Rania," ujar Sastra dengan terharu.
"Sama-sama karena saya sudah menganggap kamu sebagai keluarga saya," sahut Ben dengan tegas.
"Kali ini jaga Citra dengan baik, Sastra! Saya tidak mau mendengar perpisahan kalian lagi!" ujar Doni dengan tegas.
Sastra tersenyum mendengar ucapan Doni. "Terima kasih, Tuan Doni!"
"Selamat Sastra. Kali ini kamu sudah bebas dari hukuman yang saya berikan," ujar Rania dengan tersenyum.
"Terima kasih, Nona. Saya tidak akan melupakan hal itu," ujar Sastra dengan terkekeh.
__ADS_1
"Kami tunggu kabar bahagia dari kalian ya. Siapa tahu Faiz dan Frisa akan mempunyai teman setelah ini," ujar Ferdians yang membuat Citra tampak malu mendengar penuturan Ferdians.
"Do'akan saja Tuan, Nona. Sekali lagi terima kasih sudah datang menyaksikan pernikahan kami," ujar Citra dengan tersenyum bahagia.
Setelah mendapatkan perawatan dengan psikiater keadaan Citra berangsur-angsur membaik karena ada Sastra yang setia menemaninya dan akhirnya keadaan Citra mulai membaik sampai sekarang.
Tanpa di sadari oleh semuanya ada Alex yang mengintip dengan perasaan yang tidak bisa dijabarkan. Ia sadar pada akhirnya karena cinta tak bisa dipaksakan, hatinya begitu sakit. Namun, ketika Sastra datang menemui dirinya beberapa hari yang lalu akhirnya Alex mulai mengerti jika Sastra dan Citra tidak bisa berpisah, keduanya masih saling mencintai walaupun di masa lalu keduanya pernah bercerai.
"Saya sadar jika cinta saya tidak sebesar cinta Sastra kepada kamu, Cit. Semoga kamu bahagia dengan Sastra dan maaf telah membuat kamu trauma dengan perlakuan saya," gumam Alex dengan lirih.
Tak mau hatinya terus terluka akhirnya Alex melangkah pergi meninggalkan rumah baru Sastra dengan Citra dengan perasaan yang begitu hampa. Ternyata cintanya selama ini salah karena membuat Citra sakit atas perbuatannya.
****
Citra masuk ke kamarnya dan Sastra setelah keluarga Danuarta pulang. Ia masih tak menyangka jika dirinya menikah lagi dengan Sastra. Lelaki yang telah menyakiti hatinya dan juga lelaki yang yang bisa menyembuhkan hatinya, lelaki yang sama dan masih ia cintai sampai saat ini.
Citra menatap kamar mereka yang sudah di dekor dengan sangat indah, kehidupan barunya setelah rujuk dengan Sastra semoga lebih bahagia dan tidak ada kesakitan yang membuat hatinya tertekan kembali.
Sastra meletakkan dagunya di bahu Citra, walaupun pernikahannya dengan Citra sederhana tetapi Sastra merasa bahagia karena akhirnya Citra kembali luluh dan memaafkan dirinya.
"Terima kasih, Sayang. Kamu masih mau menerima Mas di hidup kamu. Kita mulai semuanya dari awal ya, Sayang!" ujar Sastra dengan tersenyum bahagia.
Citra menatap Sastra dari samping dengan membalas senyuman suaminya hingga jantung Citra berdetak dengan sangat cepat kala Sastra mencium bibirnya begitu saja.
Walaupun ia dan Sastra dulu sering berciuman entah mengapa sekarang Citra merasakan deg-degan yang sangat luar biasa apalagi ketika Sastra menatap dirinya dengan sangat dalam.
Sastra membawa Citra ke arah kasur besar mereka, bunga mawar merah yang bertebaran di kamar mereka menambah kesan romantis untuk keduanya hingga tubuh Citra terjatuh dengan di tindih tubuh Sastra. Citra menelan ludahnya dengan kasar, wajah Sastra begitu amat dekat dengan dirinya hingga ia merasakan sapuan lembut bibir Sastra di bibirnya.
Citra memejamkan matanya dengan membalas ciuman suaminya secara perlahan. Sentuhan Sastra kali ini sudah tidak membuat dirinya takut dan Citra malah merasa nyaman dengan sentuhan Sastra hingga suara Sastra membuat Citra kembali membuka matanya.
"Mas sudah boleh kan menyentuh kamu?" tanya Sastra dengan serak.
__ADS_1
Sastra sangat menanti jawaban Citra. Namun, sekiranya Citra menolak karena masih takut maka Citra tak akan memaksa istrinya walaupun dirinya sangat menginginkan Citra saat ini tetapi Sastra lebih mengutamakan kenyamanan istrinya agar Citra merasa aman berada di dekatnya.
Sedangkan Citra menatap Sastra dengan dalam tak ada lagi sesuatu yang harus ia ragukan karena semua yang ia miliki juga di miliki oleh Sastra termasuk tubuhnya. Maka tidak ada alasan Citra untuk menolak sentuhan suaminya bukan?
Citra menganggukkan kepalanya dengan perlahan. "Boleh, Mas!" jawab Citra dengan lembut.
Bagaikan mendapatkan angin segar Sastra langsung tersenyum bahagia mendengar jawaban Citra yang tak ada keraguan sama sekali saat mengucapkannya.
Sastra langsung melancarkan aksinya dengan memberikan sentuhan lembut agar Citra nyaman dan mulai terbuai dengan sentuhannya.
"Ahhh..." Suara desah*n Citra terdengar seperti melodi yang sangat indah bagi Sastra hingga Sastra bertambah semangat terus membuat istrinya terangsang.
Hingga pada titik di mana miliknya akan masuk pada milik Citra. Walaupun sudah pernah melakukannya tetapi kali ini rasanya beda. Keduanya seperti baru melakukannya pertama kali. Sastra menyentakkan tubuhnya sedikit kuat hingga miliknya sudah terbenam sempurna pada milik Citra.
"Kamu tahu, Sayang? Mas merasakan penyatuan kita seperti pertama kali kita melakukannya," ujar Sastra dengan menggeram saat ia merasakan nikmat yang luar biasa.
"Sama, Mas. Entah mengapa kali ini terasa sangat berbeda," sahut Citra dengan tersenyum.
Citra menggigit bibir bawahnya kala Sastra mulai bergerak dengan perlahan. Sungguh rasanya sangat nikmat sekali hingga erangan tidak bisa ia tahan, mereka bergerak dengan liar dan berbagi peluh bersama.
Ledakan cinta yang menggebu membuat keduanya bersemangat tak peduli kamar yang tadinya sangat cantik sudah berantakan karena ulah mereka berdua bahkan Sastra tak henti-hentinya mengagumi tubuh sang istri.
Jodoh tidak ada yang tahu. Seperti halnya Sastra dan Citra yang sudah berpisah dan pada akhirnya kembali bersama. Ledakan cinta yang mereka rasakan lebih dasyat dari sebelumnya, Sastra terus bergerak liar, dan entah berapa kali Citra mendapatkan pelepasannya hingga Sastra merasakan sebentar lagi ia mencapai puncak. Sastra memeluk Citra dengan erat. Napas keduanya memburu kala keduanya merasakan puncak kenikmatan bersama.
Sastra dan Citra terkekeh. Baru kali ini percintaan mereka begitu panas. "Terima kasih, Sayang. Tidurlah sebelum Mas memintanya kembali," ujar Sastra berbaring di samping Citra.
Berharap di penyatuan mereka kali ini bisa menghadirkan Sastra junior yang sudah mereka sangat nantikan. Citra masuk ke dalam pelukan Sastra, ia masih mengatur napasnya hingga elusan tangan Sastra di punggungnya membuat Citra mengantuk.
"I love you, Sayang!"
"I love you, Mas!"
__ADS_1