Suami Bayaran Nona Rania

Suami Bayaran Nona Rania
Bab 149 (Ketakutan Rio)


__ADS_3

...📌 Jangan lupa ramaikan part ini ya!...


...Happy reading...


***


Sejak mobil Rajendra memasuki perkarangan rumahnya Rio terus mengintip dari balik jendela. Dan ketika tahu Cassandra pulang bersama dengan Rajendra perasaannya menjadi was-was sama seperti ketika Olivia pulang bersama dengan Faiz kemarin. Hati Rio menjadi tidak tenang saat kedua anaknya malah dekat dengan keluarga Danuarta padahal sudah puluhan tahun Rio tidak lagi berhubungan dengan keluarga Danuarta.


"Kenapa kamu tidak mau dijemput oleh Ayah dan Kakak?" tanya Rio saat Cassandra memasuki rumah.


Cassandra mengul*m senyumannya dengan sangat manis. "Tuan Rajendra memaksaku untuk pulang bersamanya, Yah! Aku tidak bisa menolaknya karena aku baru saja bekerja di perusahaannya," jawab Cassandra dengan entengnya.


"Ayah mohon kamu jangan terlalu dekat dengan Rajendra ya!" ucap Rio dengan tegas.


"Kenapa, Yah? Tuan Rajendra sangat baik kepadaku! Kakak juga boleh dekat dengan tuan Faiz bahkan kemarin juga dia di antar pulang dengan tuan Faiz dan mobil kak Olivia di antar oleh anak buah tuan Faiz," ujar Cassandra membela diri.


"Ayah juga melarang kakak kamu dekat dengan Faiz, Cassandra. Kalian tidak usah berhubungan terlalu dekat dengan mereka, Ayah harap kalian hanya dekat sebagai rekan kerja saja tidak lebih," ujar Rio dengan was-was.


"Ayah kenapa sih? Kenapa melarang aku dekat dengan tuan Rajendra? Kalau karena masa lalu Ayah kenapa harus juga terjadi pada aku dan kak Olivia?" tanya Cassandra dengan sendu.


"Ayah masih sangat bersalah dengan keluarga Danuarta, Sayang. Ayah tidak mau kalian membuat kesalahan yang bisa membuat keluarga kita hancur karena berurusan dengan keluarga Danuarta. Ayah mohon kamu mengerti," ujar Rio dengan sendu.


Cassandra mencibikkan bibirnya dengan kesal mendengarkan ucapan ayahnya tetapi ia mencoba tidak menampakkan itu semua, ia harus tetap menjadi anak kesayangan di rumah ini. "Iya, Ayah. Kalau begitu aku ke kamar dulu," ujar Cassandra dengan tersenyum.


Tampak Rio menghela napasnya dengan lega karena Cassandra mau mendengarkan ucapannya. Ia begitu takut kedua anaknya berurusan dengan keluarga Danuarta, ketika kedua anaknya membuat kesalahan maka keluarga Danuarta pasti tidak akan tinggal diam. Lebih baik kedua anaknya dekat dengan lelaki lain daripada lelaki dari keluarga Danuarta.


Setelah memastikan Cassandra masuk ke dalam kamarnya, Rio berjalan ke arah kamarnya dengan Anjani. Hatinya belum tenang jika belum bercerita kepada istrinya tentang ketakutannya ketika kedua anak mereka dekat dengan anak-anak dari keluarga Danuarta.

__ADS_1


"Sayang!"panggil Rio saat melihat istrinya sedang bersandar di kepala ranjang karena tadi Anjani mengeluh kepalanya sedikit pusing.


" Iya, Mas. Cassandra sudah pulang?" tanya Anjani dengan pelan.


"Sudah barusan saja. Cassandra tidak mau di jemput oleh Mas dan Olivia karena ternyata Rajendra yang mengantarkan dia pulang," jawab Rio dengan sendu.


"Rajendra mengantarkan Cassandra pulang?" tanya Anjani tidak percaya.


"Iya, Sayang. Mas melihat dengan mata kepala Mas sendiri jika Rajendra yang mengantarkan Cassandra pulang seperti saat kemarin Olivia di antar oleh Faiz. Mas takut Olivia dan Cassandra semakin dekat dengan Faiz maupun Rajendra," ujar Rio dengan sendu.


Anjani menghela napasnya dengan pelan. "Aku yakin mereka hanya bekerja secara profesional saja, Mas. Jangan terlalu memikirkan sesuatu yang belum terjadi," ujar Anjani dengan tegas.


"Iya Mas tahu, Sayang. Hanya saja ketakutan Mas kali ini entah mengapa sungguh sangat besar," ujar Rio menghela napasnya dengan pelan.


Rio menatap istrinya yang terlihat sedikit pucat. "Tidak usah dipikiran ucapan Mas tadi ya. Sekarang kita istirahat saja ya wajah kamu terlihat pucat, Sayang!" ujar Rio merasa bersalah dengan istrinya.


Cup...


Rio mengecup kening istrinya. Rio tahu istrinya kelelahan, dan mungkin saja banyak pikiran yang mengakibatkan Anjani jatuh sakit sekarang.


"Sudah minum obat, kan?" tanya Rio mengelus kepala istrinya dengan lembut.


"Sudah, Mas. Olivia yang memberikan obat tadi. Kepalaku sudah agak mendingan mungkin besok pagi sudah baikan," jawab Anjani dengan lirih dan mata yang terpejam.


"Ya sudah sekarang tidur ya. Mas tidak mau kamu sakit lagi, Sayang!" ucap Rio memeluk Anjani dengan erat.


Rio mengelus punggung Anjani dengan lembut memberikan kenyamanan hingga Anjani tertidur di pelukannya. Setelah dirasa Anjani sudah tertidur dengan nyenyak, Rio kembali memikirkan kedekatan kedua anaknya dengan kedua anak dari keluarga Danuarta.

__ADS_1


"Bagaimana jika mereka saling mencintai?" monolog Rio di dalam hati dengan perasaan yang tidak tenang, entah apa alasan ketakutan Rio yang jelas ketakutannya kali ini membuat kepalanya benar-benar pusing.


****


"Kak!" panggil Cassandra saat masuk ke kamar Olivia.


Olivia menatap sang adik. "Kenapa?" tanya Olivia dengan pelan.


"Kenapa sih Ayah terlihat tidak suka waktu aku di antar oleh tuan Rajendra? Padahal aku ingin keluarga kita kembali baik dengan keluarga Danuarta," tanya Cassandra yang pura-pura tidak paham.


"Oo kamu di antar pulang sama tuan Rajendra makanya kamu melarang Kakak untuk menjemput kamu," ucap Olivia yang baru tahu.


"Ish... Aku tidak enak dengan tuan Rajendra yang memaksa aku untuk pulang bersamanya, Kak. Kakak tahu alasan aku menyuruh Kakak untuk dekat dengan tuan Faiz? Itu karena aku ingin keluarga kita kembali dekat dengan keluarga Danuarta, aku ingin menebus semua kesalahan yang dulu pernah keluarga kita lakukan kepada keluarga Danuarta, Kak!" ucap Cassandra dengan mata berkaca-kaca dan tentu saja itu adalah akting yang sedang ia lakukan di hadapan kakaknya agar sang kakak percaya dengan apa yang ia katakan.


Olivia menatap adiknya dengan tidak percaya, ternyata ini alasan mengapa Cassandra sangat ingin ia dekat dengan Faiz.


"Kak tolong bantu aku. Aku ingin menebus semua kesalahan yang telah mama dan nenek perbuat kepada keluarga Danuarta. Aku ingin kembali memiliki hubungan baik dengan keluarga Danuarta, Kak! Aku mohon, Kak!" ujar Cassandra dengan menangkup tangannya.


"Kamu benar, Dek. Kita harus membuat keluarga kita kembali terlihat baik di keluarga Danuarta. Kakak sekarang paham mengapa kamu sangat ingin Kakak dekat dengan keluarga Danuarta karena kamu ingin memperbaiki semuanya," ucap Olivia dengan terharu.


"Benar, Kak. Bagus kalau Kakak sudah paham maksudku, Kak! Aku sedih melihat ayah melarang kedekatan kita dengan keluarga Danuarta," ujar Cassandra dengan lirih.


"Iya, Dek. Sekarang Kakak paham kok. Sebisa Kakak akan membantu kamu mungkin dengan begitu tante Clara bisa sembuh," ujar Olivia dengan tersenyum.


"Terima kasih sudah mau membantuku, Kak!" ucap Cassandra dengan tersenyum.


Keduanya berpelukan dan tanpa Olivia sadari Cassandra sedang tersenyum sinis.

__ADS_1


"Ternyata kak Olivia sangat bodoh sekali," ejek Cassandra di dalam hati.


__ADS_2