Suami Bayaran Nona Rania

Suami Bayaran Nona Rania
Bab 128 (Kehidupan Rio)


__ADS_3

...📌 Jangan lupa ramaikan part ini ya! ...


...Happy reading...


****


Selama dua tahun ini perlahan tapi pasti kehidupan Rio mulai membaik dengan usaha cafe yang ia kerjakan dari mulai hanya satu karyawan kini sudah ada 5 karyawan yang bekerja pada dirinya.


Saat ini Rio tidak bisa ikut menyaksikan pemakaman ibu dari Ferdians karena sejak Clara melahirkan, anak dari Clara tersebut sekarang ia yang mengurusnya. Rio tidak tega dengan adik dan ibunya, apalagi setelah melahirkan keadaan Clara sangat memprihatinkan. Kejiwaan Clara terganggu hingga saat ini Clara di rawat di rumah sakit jiwa dan masih menjadi tahanan sampai sekarang.


Ketika melihat anak dari Clara entah mengapa ia mengingat Anjani dan anaknya, pasti anaknya juga tidak jauh beda umurnya dengan keponakannya saat ini. Entah bagaimana keadaan Anjani dan anaknya sekarang yang jelas Rio sangat merindukan keduanya.


Rio mengelus rambut keponakannya yang baru tumbuh sedikit itu dengan lembut. Ia selalu berkaca-kaca menatap wajah tak berdosa keponakannya.


"Sayangnya kamu mempunyai kedua orang tua yang sama sekali tidak merawat kamu, Sayang. Mama kamu di penjara dan sekarang kejiwaannya terganggu mungkin itu karma dari kejahatannya dan sekarang papa kamu entah kemana, bahkan ayah sendiri tidak tahu keberadaannya di mana. Tapi kamu tenang saja bersama ayah kamu tidak akan kekurangan kasih sayang karena ayah akan menyayangi kamu seperti anak kandung ayah sendiri," gumam Rio menatap bayi perempuan yang cantik itu dengan sendu yang masih tertidur pulas setelah minum susu.


Cup...


Rio mengecup kening keponakan perempuannya yang ia beri nama Cassandra Putri Williams. Nama yang begitu cantik untuk keponakannya tetapi ia juga sangat merindukan Anjani dan anaknya yang hilang bak di telan bumi. Bahkan sampai sekarang Rio terus mencari keberadaan mantan istrinya dan anaknya tetapi Rio belum sama sekali menemukan jejak keberadaan Anjani.


"Yayah!"


Rio tersenyum menatap keponakannya yang sudah terbangun. "Sandra sudah bangun hmm?" tanya Rio dengan gemas.

__ADS_1


"Yayah!" Cassandra kecil hanya bisa memanggil ayah yang membuat Rio terharu bahkan tangan kecil Cassandra mengelus pipi Rio dengan lembut yang membuat mata Rio berkaca-kaca.


Cassandra memasukkan kompeng miliknya ke dalam mulut. Rio terkekeh melihat kelakuan Cassandra yang tidak bisa jauh dari kompeng miliknya, melihat bibir Cassandra yang bergerak lucu karena mengemut kompeng membuat Rio langsung mencium Cassandra dengan gemas.


"Sekarang kita pergi beli susu Cassandra dulu ya. Susu Cassandra mau habis terus kita melihat mama dan nenek ya," ujar Rio dengan semangat walaupun Cassandra belum mengerti apa yang ia inginkan.


Rio dengan sangat telaten mengambil baju Cassandra dan menggantikan baju keponakannya karena Cassandra sudah mandi dan dirinya juga sudah maka ia dan Cassandra hanya tinggal berganti pakaian.


"Kita akan pergi jalan-jalan. Cassandra senang tidak?" tanya Rio menatap Cassandra.


Cassandra mengangguk seakan kali ini ia mengerti apa yang om-nya katakan walaupun fokusnya hanya pada kompeng dan boneka beruang kecil miliknya, boneka beruang yang tidak boleh jauh dari Cassandra bahkan tanpa boneka beruang itu Cassandra tidak bisa tidur yang membuat Rio tidak pernah mencuci boneka beruang milik Cassandra tersebut. Rio berharap Cassandra akan tumbuh menjadi gadis yang baik hati, semoga sikap serakah Clara tidak menurun pada Cassandra karena Rio takut Cassandra akan menderita seperti Clara.


***


"Ini berat, Sayang. Biar Ayah saja yang mengambilnya," ujar Rio dengan lembut.


Cassandra tampak kesal karena Rio melarangnya tangan kecilnya yang masih sangat penasaran dan ingin mengambil sesuatu yang menarik di matanya membuat Cassandra bergerak dan ingin mengambil susu yang ada di dekatnya tetapi Rio langsung menjauhkan tubuhnya hingga Cassandra tak bisa menggapai susu tersebut.


"Susu sudah, sun juga sudah, pampers juga sudah. Tinggal buah untuk cemilan Cassandra biar sehat," ujar Rio dengan semangat.


"Ayo kita cari buah, Sayang!" ujar Rio melangkah menjauh dari susu yang ingin di ambil Cassandra dan untung saja Cassandra tidak menangis karena ia larang kali ini. Biasanya Cassandra akan menangis yang membuat Rio sulit menenangkan Cassandra.


"Kita ambil buah naga ya. Cassandra suka buah naga, kan?" tanya Rio kepada Cassandra walaupun sebenarnya Cassandra belum mengerti sama sekali.

__ADS_1


Rio mendekat ke arah buah naga tangannya ingin mengambil buah naga tersebut tetapi ada tangan yang lebih cepat dari dirinya hingga ia memegang tangan itu. Rio terdiam, ia seperti sangat mengenali tangan itu dan Rio langsung mengarahkan matanya ke arah wajah seseorang yang sudah tak sengaja ia pegang tangannya.


Deg...


Tubuh Rio mematung begitupun dengan seseorang tersebut.


"Anjani!" gumam Rio dengan lirih.


Anjani tersadar dari keterpakuannya menatap Rio dan anak kecil yang berada di gendongan Rio. Anjani langsung menarik tangannya dan berjalan pergi dari tempat ini. Ia sudah berjanji untuk tidak menemui Rio kembali tetapi mengapa ia harus bertemu dengan Rio saat ini? Ini bukan keinginannya sama sekali.


Anjani memeluk anaknya yang sedang tertidur dengan erat. Ia terus melangkah dengan cepat dan menjauh dari Rio.


"Anjani tunggu!" teriak Rio dengan cepat karena ia tidak ingin kehilangan jejak Anjani lagi.


"Kita harus berbicara!" ujar Rio dengan keras menyusul Anjani yang berusaha menghindar dari Rio.


"Saya ingin bertemu dengan anak saya!" teriak Rio dengan tegas tetapi Anjani sama sekali tidak bergeming bahkan Anjani langsung keluar dari supermarket tersebut sedangkan Rio di tahan oleh security karena Rio belum membayar belanjaannya.


"Sial!" umpat Rio di dalam hati karena ia kehilangan jejak Anjani.


Tetapi Rio tidak akan menyerah, ia yakin Anjani tidak jauh tinggal dari sini. Anak yang ada di dalam gendongan Anjani tadi anaknya. Mata Rio berkaca-kaca, anaknya sudah sebesar Cassandra bahkan sedikit lebih tua dari Cassandra yang membuat Rio kembali merindukan Anjani dan anaknya.


"Ayah ingin memeluk kamu, Sayang. Ayah sudah melewatkan begitu banyak perkembangan kamu. Bahkan ayah tidak tahu nama anak ayah sendiri. Wajar saja jika mama kamu sekarang menjauh karena kesalahan ayah cukup besar sekali," gumam Rio dengan lirih.

__ADS_1


__ADS_2