Suami Bayaran Nona Rania

Suami Bayaran Nona Rania
Bab 252 (Terkejut)


__ADS_3

...📌 Jangan lupa ramaikan part ini ya!...


...📌 Kangen banget sama ibu. Masih tidak menyangka beliau sudah tidak ada😭😭...


...Happy reading...


...****...


Roby membuka matanya dengan perlahan, rasa pusing langsung menyerang kepalanya saat ia membuka mata. Ruangan yang begitu asing membuka Roby langsung terkejut dan menatap sekelilingnya, Roby tambah terkejut ketika ia melihat istrinya dan Cassandra dengan dua lelaki asing di dekatnya.


"Ini di mana?" gumam Roby dengan sangat bingung.


"Sherly bangun! Kita harus kabur dari tempat ini," ujar Roby yang berusaha membangunkan istrinya.


Roby menggerakkan tangan dan kakinya, ia baru sadar jika kedua tangan dan kakinya di pasung sekarang.


"Sial! Siapa yang berani memasungku?" ujar Roby dengan penuh kemarahan.


"Cassandra bangun! Hei kalian kenapa masih tidur saja! Cepat bangun!" ujar Roby dengan keras.


"CASSANDRA, SHERLY BANGUN!" teriak Roby dengan keras yang membuat Sherly, Cassandra, David, dan Seno akhirnya membuka mata mereka dengan perlahan.


Sherly begitu sangat terkejut ketika melihat dirinya sudah berada di tempat yang begitu asing dengan tangan dan kaki yang sudah terpasung.


"Mas ini di mana? Kenapa kita bisa di sini? Aku tidak mau di sini, Mas!" ujar Sherly dengan ketakutan.


"P-papa!" gumam Cassandra yang keadaannya sudah sangat lemas sekali.


Mungkin karena hamil dan tidak pernah melihat suasana luar membuat Cassandra benar-benar sangat lemas sekali.


Roby melihat ke arah anaknya, ia berdecih sinis. "Ternyata kamu di sini juga! Saya kira kamu sudah mati," ujar Roby dengan sinis yang membuat hati Cassandra berdenyut sakit.

__ADS_1


Ternyata benar kedua orang tuanya tidak benar-benar menyayangi dirinya dan hatinya merasa begitu sangat sakit mengetahui fakta yang sebenarnya sekarang. Padahal Rajendra sudah memberitahu dirinya tetapi ia tetap keras kepala dan sekarang Cassandra baru mendengar ucapan itu keluar dari papanya sendiri jika dirinya memang benar-benar di sayang oleh papa dan mamanya.


"Heh, jangan memasang wajah sedih di sini! Kami mau keluar dari tempat ini bukan melihat kamu menangis di sini," ujar Sherly dengan ketus.


"Bukan urusanmu!" ujar Cassandra dengan tajam.


"Berani sekali kamu memarahi Cassandra! Jika tidak sedang di pasung sudah saya robek mulutmu!" ujar David yang merasa tidak terima.


"Diam kalian semua!" ujar Roby dengan tajam yang membuat David mendengus kesal.


Suara pintu terbuka dan langkah yang sangat tegas memasuki ruangan tersebut. Roby dan Sherly tampak terkejut melihat siapa orang yang datang ke ruangan ini, wajah mereka tampak begitu sangat pucat melihat Rajendra lah yang datang dengan tatapan begitu sangat tajam kepada mereka berdua.


Prok...Prok....


Rajendra bertepuk tangan dengan keras. "Kenapa kalian diam? Bukankah Kalian sedang reuni?" tanya Rajendra dengan datar.


"K-kamu..." ujar Roby dan Sherly dengan sangat terkejut.


"Hahaha... Kenapa kalian sangat terkejut melihat saya hmm?" tanya Rajendra dengan ekspresi begitu sangat mengejek.


"Masih seharusnya, kan? Tapi sekarang kamu yang akan saya lenyapkan bersama dengan istri kamu tercinta ini," ujar Rajendra dengan dingin.


"Brengsek! Lepaskan saya dari sini! Saya akan membunuh kamu sekarang juga!" teriak Roby tak terima.


"Lepaskan kami dari sini!" teriak Sherly dengan emosi.


Prok...prok...


Saat Rajendra bertepuk tangan dengan keras, beberapa anak buahnya yang berbadan kekar masuk ke ruangan ini dengan wajah yang begitu sangat datar dan menyeramkan sekali.


"Cambuk mereka sampai mereka pingsan!" ujar Rajendra dengan datar.

__ADS_1


Wajahnya tanpa belas kasih, ia sudah sangat marah dengan kedua orang tua Bunga yang tak pernah menganggap Bunga ada bahkan mereka menganggap Bunga adalah pembawa sial. Mengingat itu kemarahan Rajendra semakin menjadi.


"CEPAT!" teriak Rajendra dengan begitu keras yang membuat dua anak buahnya yang sudah memegang cambuk langsung melayangkan pada Roby dan Sherly.


Suara cambukan terdengar sangat keras berbarengan dengan suara teriakan Roby dan Sherly yang begitu keras menggema membuat Rajendra menonton dengan wajah penuh seringaian sinis.


Rajendra duduk di kursinya dengan kaki kirinya yang naik ke atas paha kaki kanannya, suara cambukan itu bagaimana suara melodi yang begitu sangat indah bagi dirinya apalagi suara kesakitan Roby dan Sherly saat ini.


"Bajing*n kamu Rajendra! Saya akan membalas semuanya! Arghhhh...." teriak Roby dengan keras yang membuat Rajendra hanya bisa terkekeh.


"Kamu tidak akan bisa bebas dari jeratan Rajendra Danuarta, Roby. Jika dulu kamu bisa lolos dan kabur tetapi sekarang tidak! Karena saya tidak akan pernah melepaskan kamu sampai kapanpun walaupun kamu memohon dan menangis darah di hadapan saya!" ujar Rajendra dengan dingin yang membuat Roby menatap tajam ke arahnya tetapi Sherly sudah tidak berdaya dengan cambukan yang ia terima sekarang.


Rajendra beralih pada Cassandra yang terlihat diam saja sejak tadi. Rajendra menyeringai menatap Cassandra. "Kenapa diam saja? Kamu tidak membantu papa tersayang kamu ini agar terlepas dari cambukan yang anak buah saya berikan? Kamu sudah tidak peduli dengan papamu ini hmm?" tanya Rajendra dengan nada yang begitu mengejek.


Cassandra mengalihkan pandangannya ke samping enggan menatap Rajendra dan juga menjawab pertanyaan Rajendra karena sejujurnya hatinya masih terluka sekarang. Sejak kecil ia tidak mendapatkan kasih sayang kedua orang tua kandungnya tetapi setelah ia merasa sudah mendapatkannya ternyata dirinya hanya dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi mereka, lalu dirinya sudah kehilangan kehangatan keluarga angkatnya dan sekarang juga ia sudah kehilangan suaminya. Bahkan hidupnya sudah sangat hancur karena ia hamil anak dari penjaga rumah ini. Mungkin sekarang banyak yang menertawakan kebodohannya saat ini, dan ia juga sedang menertawakan kebodohan yang ia lakukan sendiri.


"Silahkan saja tertawakan aku! Aku sudah muak dengan kehidupan ini! Bunuh saja aku hiks..." ujar Cassandra dengan menangis.


"Itu sangat mudah Cassandra tapi saya tidak akan melakukannya karena itu terlalu singkat untuk setiap penderitaan yang kamu rasakan saat ini," ujar Rajendra yang membuat Cassandra tersenyum miris.


"Tuan saya mohon lepaskan Cassandra. Biarkan dia hidup normal karena dia sedang mengandung anak saya. Semua hukuman Cassandra akan saya tanggung," ujar David yang membuat Cassandra terkejut.


"Sayangnya saya tidak mau melakukan itu David!" ujar Rajendra dengan datar yang membuat David hanya bisa pasrah karena jika Rajendra sudah mengatakan tidak maka akan terus tidak.


Rajendra kembali memandang Roby dan Sherly yang sudah tidak bersuara, ternyata mereka berdua sudah tidak sadarkan diri sekarang.


"Cukup! Kalian boleh istirahat sebentar tetapi setelah mereka sadar tugas kalian kembali mencambuk mereka!" ujar Rajendra dengan tegas.


"Baik, Tuan!" ujar anak buah Rajendra dengan tegas.


Setelah kepergian anak buahnya Rajendra mendekat ke arah Roby dan Sherly. "Dasar sampah!" umpat Rajendra dengan tajam.

__ADS_1


"Ini baru awal penderitaan yang saya berikan terhadap kalian berdua, tunggu saja penderitaan yang lebih menyakitkan dari pada ini. Walaupun kalian berdua adalah mertua saya tetapi jika kalian menyakiti istri saya maka saya tidak akan tinggal diam! Bunga sangat berharga bagi saya, jika kalian tidak bisa menjaganya dengan baik maka saya yang akan menjaganya," ujar Rajendra dengan tajam.


Cassandra yang mendengar ucapan mantan suaminya hanya bisa merasa iri dengan adiknya. Andai saja ia tidak melakukan kesalahan mungkin ia sudah bahagia bersama dengan Rajendra sekarang. Namun, itu hanya kata andai yang tidak bisa diubah kembali bukan?


__ADS_2