
...📌 Jangan lupa ramaikan part ini ya!...
...Happy reading...
***
Cassandra tampak tersenyum senang ketika ia sampai di rumah sakit jiwa di mana mamanya dirawat. Seperti biasanya Cassandra langsung menemui mamanya yang puluhan tahun dirawat sejak ia lahir ke dunia ini.
"Ma!" panggil Cassandra dengan pelan.
Clara langsung menyadari jika Cassandra yang datang menemuinya. Ia tersenyum kepada Cassandra.
"Kamu datang, Nak!" ucap Clara dengan senang.
Selama 5 tahun terakhir ini keadaan Clara sudah membaik bahkan terbilang ia sudah sembuh tetapi Clara memutuskan untuk terus berpura-pura gila karena ia ingin membalaskan dendamnya terhadap Danuarta. Bukannya menyadari kesalahannya Clara semakin menjadi dan semakin membenci keluarga Danuarta. Dengan adanya Cassandra, ia akan membuat keluarga Danuarta menderita seperti yang ia rasakan selama bertahun-tahun lamanya.
"Iya, Ma! Aku membawa kabar gembira, Ma!" ujar Cassandra dengan tersenyum bahagia.
"Kabar apa, Sayang?" tanya Clara tak sabaran.
"Aku sudah menyuruh kak Olivia untuk mendekati Faiz dengan begitu aku bisa dengan mudah memperalat kak Olivia untuk menghancurkan keluarga Danuarta. Dan satu lagi, Ma. Rajendra sedang mencari sekretaris baru, Ma. Dan aku sudah melamar kerja di sana lewat kak Olivia, aku yakin akan di terima kerja di sana dengan begitu aku juga bisa membalaskan dendam yang sudah membuat hidup mama, nenek, dan papa menderita," ujar Cassandra dengan penuh dendam.
Cassandra yang dulu tidak pernah pendendam seperti ini berubah karena hasutan mama dan papanya sendiri walaupun kedua orang tuanya sudah berpisah karena papanya memilih wanita lain tetapi tak membuat Cassandra membenci papanya sendiri karena baginya semua itu karena keluarga Danuarta makanya keluarganya hancur sampai sekarang dan Cassandra akan membalaskan kehancuran yang terjadi pada keluarganya saat ini.
Clara tampak tersenyum senang mendengar ucapan anaknya. "Bagus, Sayang. Keluarga Danuarta dan semua keturunannya harus menderita seperti apa yang kita rasakan selama puluhan tahun lamanya," ujar Clara dengan tajam.
"Pasti, Ma. Besok aku akan mengikuti wawancara di perusahaan Danuarta dan akan aku pastikan aku akan bekerja di sana dan membuat Rajendra tak bisa berkutik karena menyukaiku dengan begitu aku bisa menghancurkan Rajendra, Ben, dan Ana. Jika Rania, dan yang lainnya aku akan membuat Kak Olivia yang akan menghancurkan mereka, Mama tenang saja. Dan Mama harus bersabar ya, Ma. Setelah aku berhasil menghancurkan mereka aku akan membawa Mama pergi dari sini karena tempat ini tidak pantas untuk Mama," ujar Cassandra dengan tersenyum.
Cassandra memegang tangan mamanya. "Mama jangan membenci papa ya, Ma. Walaupun papa sudah memiliki keluarga kembali tetapi papa juga ingin melihat kehancuran keluarga Danuarta. Kali ini kita harus bekerjasama agar semuanya berjalan dengan lancar."
Jujur saja Clara sangat membenci Roby saat ini karena pria itu sudah meninggalkan dirinya begitu saja tetapi demi sebuah kehancuran keluarga Danuarta maka Clara akan sedikit berbaik hati.
__ADS_1
Clara menganggukkan kepalanya. "Mama mendukung semua keputusan kamu, Sayang. Yang terpenting kamu akan membalaskan semua dendam Mama selama ini. Kamu tahu Mama sangat tersiksa di sini," ujar Clara dengan serius.
"Mama tenang saja serahkan semuanya pada aku, Ma!" ujar Cassandra dengan menyeringai.
Clara memeluk anaknya dengan senyuman yang amat sinis. "Jika dulu aku tidak bisa berhasil menghancurkan kalian maka dengan kehadiran Cassandra kalian akan hancur karena aku sudah menumbuhkan rasa benci dan dendam di hati anakku," gumam Clara di dalam hati.
****
Esok harinya....
Cassandra sudah berada di perusahaan Danuarta. Semua ia rencanak dengan matang bahkan ia rela pagi-pagi sekali datang ke perusahaan Danuarta untuk menarik simpati Rajendra.
"Maaf, Mbak. Saya ingin mengikuti wawancara untuk menjadi sekretaris tuan Rajendra. Ruangannya ada di mana ya, Mbak?" tanya Cassandra dengan sopan.
"Ada di lantai paling atas, Nona. Anda bisa langsung ke sana 15 menit lagi tuan Rajendra akan datang," sahut resepsionis.
"Terima kasih," ujar Cassandra dengan tersenyum sopan.
"Iya, Nona!" ucap resepsionis dengan tersenyum ramah juga.
"Tidak lama lagi perusahaan sebesar ini akan hancur," gumam Cassandra dengan sinis.
Tak membutuhkan waktu lama Cassandra sudah sampai di lantai paling atas. Cassandra terlihat sangat karena namanya pasti sudah tercantum di perusahaan ini sebagai calon sekretaris Rajendra.
Cassandra terlihat tersenyum saat ada karyawan yang menghampiri dirinya. "Nona Cassandra ya?" tanya karyawan tersebut dengan ramah.
"iya, Mbak!" jawab Cassandra.
"Mari saya antar ke ruangan tuan Rajendra karena tuan Rajendra sebentar lagi akan datang. Beliau ingin mewawancarai anda secara langsung," ujar karyawan wanita tersebut dengan ramah.
"Oo iya terima kasih," sahut Cassandra.
__ADS_1
Cassandra mengikuti langkah karyawan wanita yang menyuruhnya untuk menunggu di ruangan Rajendra. Saat ia sudah masuk ke ruangan ini Cassandra langsung melihat foto keluarga besar Danuarta yang terpajang besar di dinding ruangan Rajendra. Tangan Cassandra terkepal dengan erat, senyuman kebahagiaan itu Cassandra pastikan akan tergantikan dengan tangisan yang sangat menyedihkan nantinya.
"Silahkan duduk, Nona! Tuan Rajendra sudah menuju ke sini," ujar karyawan wanita itu dengan ramah.
"Iya, Mbak!"
"Saya permisi, Nona!"
Cassandra mengangguk, ia menunggu kedatangan Rajendra dengan perasaan yang tak bisa dikabarkan hingga Cassandra mendengar suara pintu terbuka dan dengan refleks Cassandra langsung melihat ke arah pintu. Ternyata benar Rajendra sudah datang, dengan menampilkan senyuman terbaiknya Cassandra mulai menyapa Rajendra.
"Selamat pagi, Tuan!"
"Pagi!" sahut Rajendra dengan datar seperti biasanya.
Rajendra berjalan dan duduk di kursi kebesarannya, ia menatap Cassandra dengan dingin. Entah mengapa Rajendra merasa di balik sikap ramah dan manis Cassandra menyimpan racun yang sangat berbicara. Rajendra menepis perasaannya namun ia tetap waspada terhadap adik dari seseorang yang ia cintai dalam diam.
"Kita mulai saja. Semalam Olivia sudah mengirimkan CV kamu ke saya, dan saya sedikit tertarik dengan prestasi yang selama ini kamu dapatkan di pendidikan," ujar Rajendra dengan jujur.
"Terima kasih, Pak!"
"Tapi kamu jangan senang dulu. Kamu sama sekali mempunyai pengalaman bekerja pertanyaan saya apakah kamu mampu bekerja dengan baik di perusahaan ini?" tanya Rajendra dengan tegas.
"Saya memang tidak mempunyai pengalaman bekerja sama sekali, Tuan. Tapi saya tidak akan pantang menyerah untuk belajar, saya juga sudah banyak belajar dari bunda, ayah, dan kak Olivia tentang bagaimana bekerja di perusahaan. Dan saya yakin saya bisa bekerja dengan baik di sini, jika saya di terima bekerja di sini maka saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk membuat anda dan semuanya yakin bahkan saya benar bersungguh-sungguh untuk bekerja," jawab Cassandra dengan tegas.
Rajendra menatap Cassandra. "Oke saya suka dengan jawaban kamu. Saya tidak akan terlalu bertanya banyak kepada kamu karena saya sudah membaca seluruh CV kamu semalam. Dan saya sudah mempertimbangkan ini semua, kamu saya terima di perusahaan ini dengan syarat selama 2 bulan jika pekerjaan kamu sangat memuaskan maka kamu akan tetap lanjut menjadi sekretaris saya. Namun, jika pekerjaan kamu membuat saya kecewa maka saya akan memecat kamu saat itu juga. Bagaimana apakah kamu keberatan?" ujar Rajendra menatap Cassandra dengan dingin.
Cassandra tersenyum. "Tentu saja tidak, Tuan. Justru saya malah tertantang dengan perkataan anda dengan begitu saya bisa mengembangkan diri di perusahaan ini. Dan terima kasih anda sudah menerima saya untuk menjadi sekretaris anda. Mohon bimbingannya. Dan saya sudah bisa mulai bekerja hari ini, Tuan?" ucap Cassandra dengan tersenyum.
Rajendra menatap Cassandra dengan pandangan yang sulit diartikan. "Kamu sudah bisa bekerja hari ini. Kamu akan di bimbing dengan ketua HRD di perusahaan ini, jika ada yang tidak kamu ketahui tanyakan saja padanya, karena dia yang akan membimbing kamu sampai kamu paham apa tugas kamu sebagai sekretaris saya mulai hari ini," jawab Rajendra dengan tegas.
"Sekali lagi terima kasih sudah memberikan kesempatan ini kepada saya, Tuan. Dan saya tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang anda berikan kepada saya saat ini," ujar Cassandra dengan tersenyum.
__ADS_1
"Ternyata sangat mudah untuk masuk ke perusahaan ini. Tinggal menunggu semuanya berjalan dengan baik dan tepat saat itu kehancuran keluarga Danuarta adalah sesuatu yang sangat membahagiakan," gumam Cassandra di dalam hati.
"Dia tidak sesederhana itu. Di balik sikap baiknya seperti menyimpan sebuah rahasia dan aku tidak boleh lengah karena bagaimanapun Cassandra adalah anak dari seorang wanita yang gila harta bahkan rela melakukan apa saja untuk mendapatkan harta yang ia inginkan," gumam Rajendra di dalam hati.