Suami Bayaran Nona Rania

Suami Bayaran Nona Rania
Bab 79 (Ulang Tahun Danuarta Grup)


__ADS_3

...📌 Jangan lupa ramaikan part ini ya!...


...Happy reading...


***


Lensa kamera terus membidik keluarga Danuarta saat ini karena malam ini tepat di adakannya ulang tahun Danuarta yang ke 20 tahun lamanya.


Pancaran sinar kebahagiaan di mata Ben dan Doni terlihat sangat tampak di wajah keduanya apalagi ketika Ferdians yang memimpin perusahaan mereka semua sudah naik signifikan yang membuat Danuarta Grup semakin maju.


"Selamat atas berdirinya Danuarta Grup yang ke 20 tahun!" ujar rekan bisnis Ben menjabat tangan Ben dan Doni bergantian.


"Terima kasih Tuan Andre ini juga berkat adanya Ferdians yang bekerja di perusahaan ini," ujar Ben dengan tegas.


"Oo iya di mana Ferdians dan juga Rania? Saya sangat ingin bertemu dengan mereka berdua," ujar Andre dengan semangat.


Ferdians datang bersama dengan Rania. Keduanya tampak sangat serasi sekali apalagi perut Rania yang sudah tampak besar menjadi pusat perhatian tamu-tamu yang datang di ulang tahun Danuarta Grup di sebuah hotel berbintang lima.


"Ini dia bintang utama kita Tuan Ferdians dan Nona Rania," ujar Andre yang membuat Ferdians maupun Rania tersenyum tipis.


"Selamat malam Tuan Andre semoga anda menikmati hidangan dan hiburan yang sudah kami sediakan," ujar Ferdians dengan ramah.


Andre mengangguk. "Sepertinya pesta ini yang paling mewah dan berkesan. Apalagi Danuarta Grup akan kedatangan penerus baru," ujar Andre yang membuat Ben dan Doni terkekeh.


"Benar sekali Tuan Andre. Ulang tahun Danuarta Grup kali ini sangat berkesan sekali bagi kami sekeluarga karena kami akan kedatangan penerus baru," ujar Ben dengan bahagia.


"Dia adalah anak pertama, cucu pertama, dan cicit pertama dari keluarga Danuarta tentu saja kelahirannya sangat di tunggu-tunggu semua orang," ujar Doni dengan binar bahagia.


"Tentu saja. Mereka adalah penerus Danuarta Grup dan RA Grup di masa depan," ujar Rania mengelus perutnya.

__ADS_1


Pembahasan mereka tak habis di situ. Mereka sudah larut dalam pembahasan pekerjaan hingga yang di tunggu-tunggu sudah tiba di mana Ferdians akan memberikan kata sambutan pada malam hari ini.


Dengan gagahnya Ferdians naik ke atas podium setelah MC menyuruhnya naik untuk memberikan kata sambutan.


"Assalamu'alaikum... Selamat malam semuanya. Suatu kebahagiaan bagi saya malam ini bisa memberikan kata sambutan di acara ulang tahun Danuarta Grup yang ke 20 tahun. Terima kasih atas dukungan kalian semua hingga saya yang tidak memiliki pengalaman apapun dalam bekerja di perusahaan akhirnya bisa berdiri di sini dan itu semua berkat istri saya yang selalu setia menemani saya, istri yang mandiri dan sangat kuat yang bahkan bisa membangun perusahaannya sendiri. Saya banyak belajar dari istri saya. Untuk Rania Angela Danuarta bisakah menemani saya di atas podium?" ujar Ferdians yang membuat semua orang bersorak senang tetapi tidak dengan Agni dan juga Clara keduanya tampak tak suka dengan Ferdians yang berdiri di atas sana. Seharusnya Rio yang berdiri di sana tetapi ini malah Ferdians yang membuat hati mereka semakin kesal.


Rania menatap Heera. Keduanya tampak tersenyum, Heera menangguk dengan bangga dan akhirnya Rania berdiri dan berjalan menghampiri Ferdians yang membuat acara ini semakin ramai karena tepuk tangan para tamu yang hadir.


Rania menyambut uluran tangan Ferdians hingga keduanya berdiri bersama. Ferdians menatap istrinya dengan tersenyum.


"Selain istri saya tercinta yang sedang mengandung anak saya. Ada wanita hebat yang selalu mendampingi saya, dialah wanita terkuat, wanita yang tak pernah meninggikan suaranya ketika marah dengan saya. Dia adalah ibu saya," ujar Ferdians yang membuat Heera menatap anaknya dengan rasa bangga.


"Selain itu saya ingin berterima kasih kepada papa dan kakek mertua saya yang sudah memberikan kesempatan ini kepada saya. Oleh karena itu, saya akan berusahalah untuk memajukan perusahaan ini. Terima kadih juga para karyawan dan kolega saya pada malam ini yang menyempatkan diri untuk hadir di sini. Sekian dari saya, terima kasih!"


Prok...prok...


Tepuk tangan yang sangat meriah di berikan oleh Ferdians dan juga Rania. Bahkan untuk malam ini Rania ikut tersenyum bangga kepada Ferdians, ia tidak menyangka Ferdians akan membawa hal positif untuk kemajuan perusahaan keluarganya. Dan Rania yakin setelah ini perusahaannya akan maju dengan sangat pesat.


Sedangkan Clara berbisik ke arah mamanya dan entah mengapa Agni langsung tersenyum bahagia.


"Aku ingin Rania keguguran, Ma! Dan setelah itu dia mati. Ferdians juga akan di usir dari rumah setelah membuat kesalahan. Aku yakin rencana kita ini akan berhasil," ujar Clara dengan licik.


"Kamu tenang saja, Sayang! Mama pastikan rencana ini tidak akan gagal lagi," ujar Agni menimpali.


Keduanya terkikik senang karena sudah sangat yakin jika rencana mereka akan berhasil untuk membuat Rania keguguran dan Ferdians akan di depak dari perusahaan karena sudah membuat kesalahan yang sangat fatal.


"Sudah sana pergi. Mama mengawasi kamu dari sini," ujar Agni yang di angguki oleh Clara.


Clara berdiri dari duduknya, wanita itu pergi meninggalkan keramaian untuk melancarkan aksinya.

__ADS_1


"Wanita licik. Tapi dengan begitu rencanaku akan berjalan dengan lancar," ujar Roby di dalam hati.


Untuk saat ini ia masih membutuhkan Clara dan Agni untuk menghabisi keluarga Danuarta dan setelah semuanya ia dapatkan maka Roby sudah tidak membutuhkan Clara lagi.


Clara berjalan ke tempat yang sangat sepi setelah ia janjian dengan seseorang.


"Kalian kemarilah!" ujar Clara dengan tegas.


Dua orang yang memang sudah Clara bayar menghampiri Clara.


"Apa yang harus kami lakukan, Nona?" tanya salah satunya dengan sopan.


"Kamu menyamar menjadi pelayan dan campurkan obat ini ke minuman Ferdians. Ingat jangan sampai salah orang! Kamu tahu kan yang mana Ferdians?" tanya Clara dengan tegas.


"Tahu, Nona. CEO baru dari Danuarta Grup!" jawab wanita itu dengan tegas.


"Bagus. Pastikan dia yang meminumnya ya. Dan tugas kamu," ujar Clara menatap wanita yang sudah di bayarnya.


"Setelah Ferdians meminum minumannya yang sudah di campuri obat ini kamu ikuti kemana pun dia pergi dan goda dia bawa dia ke kamar hotel ini yang sudah saya bayar. Ini kuncinya pastikan kalian melakukan itu dan foto serta rekam kegiatan kalian, aku ingin membuat istrinya syok dan marah hingga akhirnya keguguran," ujar Clara yang di angguki oleh keduanya.


"Baik Nona kami akan melaksanakan semua perintah Nona. Tapi sesuai kesepakatan kita Nona akan membayar kami lagi," ujar wanita itu dengan tegas.


"Kalian tenang saja. Saya tidak akan lupa dengan janji saya, setelah rencana ini berhasil uang tambahan untuk kalian akan langsung saya berikan," ujar Clara dengan menyeringai.


"Silahkan kalian pergi saya tidak ingin ada orang yang curiga dengan pembicaraan kita. Ingat kalian harus tutup mulut dengan ini semua kalau tidak nyawa kalian dalam bahaya," ujar Clara.


"Baik, Nona!" jawab keduanya dengan tegas.


Kedua wanita itu sudah pergi meninggalkan Clara yang tersenyum bahagia karena sebentar lagi rumah tangga Ferdians akan hancur. Rania akan keguguran karena syok melihat suaminya tidur dengan wanita lain. Clara sudah sangat percaya diri kali ini rencananya tidak akan gagal lagi.

__ADS_1


"Mampus kamu Rania! Sebentar lagi kebahagiaan yang kamu miliki akan berganti dengan sebuah kesedihan yang membuat kamu ingin mati," gumam Clara dengan menyeringai jahat.


__ADS_2