Suami Bayaran Nona Rania

Suami Bayaran Nona Rania
Bab 182 (Pengantin Baru)


__ADS_3

...📌 Jangan lupa ramaikan part ini ya!...


...Happy reading...


...****...


Acara pesta pernikahan Faiz dan Olivia sudah berakhir, semua keluarga sudah masuk ke dalam kamar mereka masing-masing, begitupun pengantin baru tersebut. Faiz dan Olivia masuk ke dalam kamar, Olivia tampak tercengang melihat kamar hotel yang akan di tempati dirinya dan Faiz sudah di hias dengan sangat indah. Dan Olivia sangat menyayangkan jika hiasan yang ada di tempat tidur di rusak begitu saja nantinya


"Mandi duluan, Sayang!" ucap Faiz menyuruh istrinya untuk mandi duluan.


"Kenapa diam saja atau mau kita mandi bersama?" tanya Faiz memeluk Frisa dari belakang dan mencium bahu istrinya yang sedikit terbuka yang membuat Olivia merinding dengan ciuman Faiz di bahunya.


"A-aku mandi duluan, Mas!" sahut Olivia dengan gugup.


Olivia langsung melepaskan dirinya dari pelukan Faiz dan berlalu ke kamar mandi dengan jantung yang berdegup kencang. "Ya Tuhan... Apa ini? Kenapa sangat menegangkan sekali? Apa harus malam ini?" monolog Olivia dengan memegang dada kirinya setelah ia berhasil masuk ke dalam kamar mandi.


"Sayang cepat!" teriak Faiz dari luar.


Olivia menghembuskan napasnya dengan kasar. "Sebentar, Mas!" ujar Olivia yang berusaha menetralkan jantungnya sendiri.


Olivia melepaskan seluruh pakaiannya dan iia mulai mandi di guyuran air shower, rasa lelah yang tadinya menderanya kini hilang di gantikan dengan rileks setelah air dingin itu mengenai kulitnya.


Sedangkan Faiz duduk di sofa menunggu istrinya mandi, ia tersenyum sendiri karena sekarang ia sudah menjadi suami dari Olivia. Faiz mengusap tengkuknya menatap sekeliling kamarnya yang sudah terlihat romantis sekali.


"Oo ayolah Faiz... Kenapa kamu deg-degan seperti ini?" gumam Faiz dengan pelan.


Kamar hotel ini terasa panas dengan tiba-tiba saat Faiz mendengar pintu terbuka, Faiz menelan ludahnya dengan kasar saat melihat Olivia menggunakan kimono dengan rambut tertutup handuk. Olivia juga merasa canggung dengan tatapan suaminya yang seakan ingin menelan dirinya hidup-hidup.


"A-aku sudah siap, Mas!" ujar Olivia dengan pelan.


"I-iya, Mas mandi dulu," ucap Faiz berlalu ke kamar mandi tanpa melihat ke arah Olivia. Faiz takut khilaf sekarang karena ia belum membersihkan diri, tubuhnya sudah sangat lengket dan Faiz ingin malam pertama mereka berkesan dengan sangat indah.


Olivia membuka koper miliknya, ia ingin berganti pakaian dengan pakaian tidur yang biasa ia kenakan. Namun, melihat semua pakaiannya berubah menjadi sangat tipis dan transparan membuat Olivia panik. Siapa yang mengambil semua pakaiannya dan menggantikannya dengan lingerie ini? Olivia ingin menghubungi bundanya tetapi ia ingat ini sudah malam dan pasti bunda dengan ayahnya sudah tidur. Olivia menggigit kuku jari telunjuknya dengan bingung, ia harus memakai pakaian apa? Mana mungkin ia memakai lingerie ini di hadapan Faiz itu sangat memalukan pastinya.


Olivia duduk di pinggir ranjang, rasa bingung, panik, dan gugup membuat Olivia tak bisa berpikir dengan jernih sekarang. Hingga Faiz keluar dari kamar mandi pun Olivia belum berganti pakaian sama sekali.


"Loh Sayang kok belum ganti baju?" tanya Faiz dengan bingung.


Olivia semakin gugup saat melihat Faiz hanya menggunakan handuk hanya sebatas lutut dsn memperlihatkan tubuh atletis yang membuat ia terpesona. Rasanya Olivia ingin membelsi perut kotak-kotak suaminya itu. Mikir apa kamu Olivia! Batin Olivia merutuki dirinya sendiri.


"I-itu, Mas..." Olivia tidak melanjutkan ucapannya karena ia sangat merasa malu.

__ADS_1


Faiz yang penasaran mendekat ke arah koper Olivia.


"J-jangan, Mas!"


Sudah terlambat! Faiz sudah melihat isi koper Olivia, ia menelan ludahnya dengan kasar saat ia melihat lingerie transparan berwarna hitam.


"Kamu bawa ini, Sayang? Kenapa tidak dipakai? Pakai ya Mas mau lihat," ujar Faiz dengan tersenyum senang.


Olivia menggelengkan kepalanya. "Bukan alu yang membawanya, Mas. A-aku tidak tahu siapa yang memasukkan ini semua. A-aku tidak mau memakainya, ini sangat terbuka dan aku malu," ujar Olivia dengan menolak.


"Ayolah, Sayang. Tidak boleh menolak suami loh!" ujar Faiz dengan memohon.


"T-tapi, Mas!"


"Sayang ayo pakai!" ucap Faiz yang membuat Olivia mengangguk dengan pasrah.


Dengan tangan gemetar Olivia mengambil lingerie yang ada di tangan suaminya, ia masuk ke dalam kamar mandi dengan perasaan yang tak menentu, sedangkan Faiz terlihat tersenyum senang membayangkan Olivia memakai lingerie itu di hadapannya.


Faiz menunggu dengan tak sabaran hingga Olivia keluar dengan menyilangkan tangannya untuk menutup dadanya sendiri. Faiz mendekati Olivia dengan mata yang tak berkedip, siapapun yang meletakkan lingerie itu di koper Olivia, Faiz sangat berterima kasih karena saat ini istrinya terlihat sangat seksi, hasrat di dalam dirinya semakin menggebu-gebu sekarang.


"Cantik!" gumam Faiz dengan pelan mengelus pipi Olivia yang terlihat memerah.


Faiz menarik dagu Olivia dengan perlahan yang membuat Olivia terpanah melihat tatapan Faiz yang begitu dalam kepada dirinya.


Seakan terhipnotis Olivia mengangguk dengan pelan. Seakan mendapatkan angin segar Faiz mulai mencium bibir Olivia dengan mesra, Olivia memejamkan matanya. Entah mengapa Olivia tak bisa menolak saat Faiz meminta dirinya, toh ini sudah menjadi kewajibannya melayani suaminya, kan? Walaupun ia sangat deg-degan karena ini adalah hal yang pertama bagi dirinya dan Faiz.


Faiz menuntun istrinya untuk menuju ranjang hingga keduanya terjatuh bersama di atas kasur dengan Faiz yang menindih tubuh Olivia. Faiz melepaskan ciumannya, memberikan Olivia untuk bernapas sejenak.


"Eughh..." lenguh Olivia saat Faiz mencium lehernya.


Tangan Faiz sudah mulai berani memegang dada Olivia dan memainkannya dengan lembut.


"Aahhh...." Suara desah*n Olivia membuat Faiz bertambah semangat.


Ia terus menc*mbu Olivia dengan mesra hingga suara erangan Olivia tak terkontrol lagi, tubuhnya sudah sangat panas, bergerak gelisah ingin Faiz menyentuhnya dengan lebih. Ciuman Faiz terus turun ke bawah, napas Olivia tercekat saat Faiz berada di area sensitifnya.


Ya Tuhan... Apa ini? Olivia menggigit bibir bawahnya saat Faiz bermain di area sensitif di bawah sana memberikan rangsangan untuk pertama kalinya yang membuat Olivia gelisah.


"M-masss.... Aaahhh...." Tubuh Olivia bergetar dengan hebat, pelepasan pertama yang baru kali ia rasakan membuat Olivia sangat lemas.


Kesempatan itu tidak Faiz sia-siakan, ia melepas lingerie Olivia begitu saja begitupun dengan handuk yang melilit pinggangnya. Junior Faiz sudah berdiri tegak dengan sempurna, Olivia yang melihatnya langsung memejamkan matanya karena ini baru pertama kalinya ia melihat milik lelaki dan itu punya suaminya sendiri.

__ADS_1


Faiz yang melihat itu terkekeh. "Buka matanya Sayang kenapa di tutup seperti itu?" ujar Faiz dengan jahil.


"I-itu Mas berdiri!" ujar Olivia dengan gugup.


Faiz menyingkirkan tangan Olivia. Ia menatap Olivia dari atas, Olivia begitu sangat cantik dengan tubuh polos seperti ini dan Faiz baru pertama kali melihatnya. Faiz begitu terpesona dengan istrinya. Faiz menindih tubuh Olivia dengan perlahan dapat Olivia rasakan milik Faiz yang menekan di bawah sana, terasa keras dan membuat tubuh Olivia memanas.


"Sudah siap?" tanya Faiz dengan serak. "Malam ini kamu sangat cantik sekali, Sayang. Biarkan aku memilikimu seutuhnya malam ini," ujar Faiz dengan suara yang sangat serak karena gairahnya tidak bisa di tahan lagi.


Olivia mengangguk dengan pelan. Faiz mulai melebarkan paha istrinya agar miliknya bisa masuk dengan leluasa. Faiz menggeram ternyata sangat sulit memasuki Olivia untuk pertama kalinya.


"S-sayang kamu sempit dan nikmat!" erang Faiz yang mencoba untuk masuk ke milik Olivia.


Olivia menggigit bibir bawahnya, rasanya sangat sakit ternyata tetapi Olivia berusaha menahannya. "M-mas sakit," lirih Olivia.


"Katanya kalau pertama kali memang sakit, Sayang. Sabar ya ini susah!" ujar Faiz dengan mengerang.


Keringat sudah membasahi keduanya hingga percobaan beberapa kali barulah Faiz berhasil menerobos masuk, yang membuat Olivia dengan refleks menggigit pundak Faiz.


Faiz tersenyum, ia merasa bangga menjadi orang yang pertama untuk Olivia. "Maaf!" gumam Faiz mengecup bibir Olivia dengan lembut.


Olivia mengangguk, ia menatap Faiz dengan sayu walaupun miliknya masih terasa sakit di bawah sana. Bahkan miliknya sangat terasa penuh saat Faiz berhasil masuk.


Faiz mulai mencium istrinya kembali, ia mulai bergerak dengan perlahan. Ringisan Olivia berganti dengan suara desah*n yang sangat indah. Keduanya benar-benar di mabuk kepayang karena pertama kalinya merasakan surga dunia senikmat ini. Suasana kamar semakin terasa panas karena aktivitas keduanya, Olivia tak tahu jika suaminya sangat bersemangat sekali hingga dirinya pun tak diberi jeda untuk istirahat. Entah mendapatkan pelepasan yang ke berapa kali dirasakan oleh Olivia dan jelas itu membuat Olivia sangat lemas.Tetapi keduanya terus melakukannya hingga erangan panjang dari Faiz bersamaan dengan Olivia menandakan jika ronde satu sudah selesai.


Napas keduanya terengah-engah, Faiz ambruk menindih tubuh Olivia. Ia menatap Olivia dengan tersenyum, ternyata rasanya sangat luar biasa.


"Ahhh..." Olivia melenguh saat Faiz mencabut miliknya.


Ia menarik selimut untuk menutupi tubuh dirinya dan Olivia. "Mas beri waktu sebentar untuk istirahat. Setelah itu Mas mau lagi, Sayang. Ternyata rasanya seperti ini dan Mas sangat ketagihan," ujar Faiz dengan terkekeh bahagia.


"Apaan sih Mas!" ucap Olivia dengan malu.


Cup....


Faiz mengecup kening Olivia dengan penuh kasih sayang yang membuat hati Olivia bergetar.


"I love you, Sayang!"


"I love you too, Mas!".


Ya, kali ini kata cinta yang diucapkan Olivia benar-benar sangat tulus. Ia sudah sadar jika seseorang yang sudah menjadi suaminya lah yang mampu meluluhkan hatinya dengan setiap kelembutan Faiz kepada dirinya.

__ADS_1


Faiz benar-benar memberikan istirahat hanya sebentar saja untuk Olivia karena setelah 10 menit Faiz kembali meminta jatahnya, peluh sudah membasahi kedua tubuh mereka, suara erangan saling bersautan di kamar pengantin mereka. Entah yang ke berapa kali yang jelas keduanya sangat kelelahan sekali.


__ADS_2