Suami Bayaran Nona Rania

Suami Bayaran Nona Rania
Bab 71 (Ancaman)


__ADS_3

...📌 Jangan lupa ramaikan part ini ya!...


...Happy reading...


***


Anjani menatap kosong ke arah jendela ruangannya. Hari ini sebenarnya Anjani sudah di perbolehkan pulang ke rumah tetapi ia sangat takut dengan kemarahan mamanya hingga Anjani lebih memilih mengulur waktu untuk menenangkan dirinya yang masih sangat terguncang dengan kehamilannya saat ini.


Anjani sampai tidak menyadari jika ada yang datang ke ruangannya. Wanita hamil itu terus melamun hingga tak sadar jika seseorang tersebut semakin dekat dengan dirinya.


"Anjani!" panggil Rio dengan datar.


Rio menatap Anjani dengan datar, ia tidak bisa berdiam diri saja saat ada wanita yang hamil karena ketidaktahuannya karena ia sedang mabuk berat waktu itu.


Anjani menatap Rio dengan pandangan kosongnya. Betapa sakitnya hatinya ketika Rio datang dengan pandangan datarnya.


"Saya tidak akan berlama-lama di sini. Saya ingin kamu merahasiakan hubungan satu malam yang sudah pernah kita lakukan hingga menghasilkan anak haram itu," ujar Rio dengan sangat dingin.


"A-anak haram?" tanya Anjani dengan terbata.


"Iya! Sampai kapanpun saya tidak akan mengakui anak itu," ujar Rio dengan tajam.


"Sampai kamu membocorkan ini semua maka saya akan membuat kamu dan anak itu mati," ujar Rio dengan penuh ancaman.


"Dasar brengsek! Keluar kamu dari ruangan saya! Saya bisa membesarkan anak ini seorang diri tanpa kehadiran kamu. Ingat kamu akan menyesal dengan apa yang telah kamu lakukan kepada saya dan anak ini," ujar Anjani dengan keras.


"Kamu yang akan menyesal! Berani mengatakan ini kepada Rania dan yang lainnya maka saya tidak akan membiarkan kamu hidup dengan tenang," ujar Rio dengan dingin mengancam Anjani yang sudah menangis tak berdaya karena ucapan yang begitu membuat hati wanita hamil itu sakit.


Anjani begitu merasakan sesak di dadanya saat ternyata Rio mengancam dirinya seperti ini.


"PERGI KAMU! SAAT ANAK INI LAHIR SAYA TIDAK PERNAH MENGATAKAN JIKA KAMU ADALAH AYAHNYA. KAMU TIDAK PANTAS MENJADI AYAH!" teriak Anjani dengan begitu emosi.


"Berani kam..."


Anjani memejamkan matanya saat Rio ingin menampar dirinya tetapi hingga saat ini tamparan itu tidak mengenai wajahnya. Anjani berusaha membuka matanya dengan perlahan dan ternyata Rania lah yang menahan tangan Rio.


Tatapan Rania begitu sangat tajam ke arah Rio bahkan Anjani begitu sangat takut dengan tatapan Rania saat ini.

__ADS_1


Rio menelan ludahnya dengan kasar saat Rania datang dalam waktu yang tidak tepat. "R-rania..." gumam Rio dengan terbata.


Rania menyeringai, ia sudah mendengar semuanya sekarang dan ternyata anak yang di kandung Anjani adalah anak Rio. Bahkan Rio tidak mau bertanggung, benar-benar lelaki pengecut. Untung saja Rania tidak menikah dengan Rio, ia sudah salah pernah menyukai pria pengecut seperti Rio.


"Kenapa? Kamu terkejut dengan kedatangan saya? Benar-benar pria yang sangat pengecut! Tidak mau bertanggungjawab atas kehamilan Anjani. Kamu tahu anak itu adalah anak kamu? Bagaimana bisa kamu tidak mengakuinya? Menyesal saya pernah menyukai pria seperti kamu!" ujar Rania dengan tajam dan sangat menusuk hati Rio.


"Jangan ikut campur dengan urusanku, Rania!" ujar Rio dengan geram.


"Apapun yang menyangkut dengan urusan Anjani maka akan menjadi urusan saya! Nikahi Anjani dan jangan memalukan Danuarta!" ujar Rania dengan tajam.


"Sampai kapanpun aku tidak akan pernah mengakui anak itu sebagai anakku. Bisa saja Anjani yang menjebakku saat aku mabuk waktu itu," ujar Rio malah menyalahkan Anjani.


Anjani menggelengkan kepalanya dengan keras, ia tidak suka di tuduh begitu saja oleh Rio. Anjani bukan wanita seperti itu!


"Saya tidak pernah melakukan hal sekeji itu untuk menjebak anda, Tuan Rio!" ujar Anjani tidak terima.


"Ooo iya? Haruskah saya percaya dengan ucapanmu itu?" ujar Rio dengan menyeringai.


"CUKUP RIO! KAMU HARUS BERTANGGUNGJAWAB DENGAN KEHAMILAN ANJANI ATAU SAYA AKAN MENGATAKAN KE SEMUA ORANG JIKA KAMU ADALAH LELAKI PENGECUT YANG LARI DARI SEBUAH MASALAH," teriak Rania mengancam Rio yang membuat Ferdians dan Sastra yang baru saja menemui dokter terkejut karena teriakan Rania yang sangat keras.


"Ada apa, Sayang? Kenapa kamu berteriak seperti itu?" tanya Ferdians berlari dengan cepat menghampiri istrinya dan memeluk Rania untuk memenangkan istrinya.


Rio hanya diak saat Ferdians bertanya kepada dirinya, ia malu sekaligus kesal kepada Rania dan yang lainnya. Anjani dan anak haram itu telah membuat dirinya hancur.


"Ternyata dia yang telah menghamili Anjani, Mas!" ujar Rania menunjuk ke arah Rio yang sudah tidak bisa berkutik lagi sekarang bahkan untuk berbicara pun Rio sudah tidak mampu karena Rania sudah mengetahui semuanya. Mangapa Rania harus datang dan mendengar semuanya?


"Ternyata benar dugaan saya! Nikahi Anjani atau karir kamu yang akan hancur!" ujar Ferdians mengacam Rio.


"Siapa kamu berani mengancam saya?" tanya Rio dengan datar.


"Saya CEO Danuarta Grup sekaligus atasan kamu. Saya punya wewenangnya untuk memecat kamu sekarang juga jika kamu tidak mau menikahi Anjani. Jangan menjadi pria pengecut!" ujar Ferdians dengan tajam.


"Kita bicarakan ini di rumah utama. Saya sudah mengabari papa dan yang lainnya. Kali ini kamu tidak bisa berkutik lagi, Rio!" ujar Rania dengan dingin.


"Arghh... Kalian benar-benar!" ujar Rio dengan kesal.


Rio hendak keluar dari ruangan Anjani tetapi tubuhnya di tahan oleh Sastra.

__ADS_1


"Anda tidak boleh kemana-mana Tuan Rio!" ujar Sastra dengan tegas yang membuat Rio tidak bisa berkutik sekarang.


Sedangkan Anjani hanya bisa menangis dalam diam. Ia tidak menyangka kejadiannya akan seperti ini. Haruskah ia menikah dengan Rio? Ia tidak sanggup jika nanti rumah tangga mereka juga akan seperti neraka karena Rio sama sekali tak menyukainya dan tak menginginkan anak ini.


"Kamu tenang saja Anjani! Lelaki pengecut ini akan mempertanggungjawabkan semua perbuatannya kepada kamu. Kamu tidak perlu menangis dia," ujar Rania dengan tajam.


Anjani tidak tahu harus bersikap seperti apa. Ia hanya diam dengan air mata yang mengalir di kedua pipinya bahkan Rania sampai iba melihatnya karena tak ada yang peduli dengan keadaan Anjani sekaligus mama kandung Anjani sendiri.


****


Agni, Clara, dan yang lainnya menunggu di ruang keluarga. Agni dan Clara begitu tampak kesal karena Ben dan Doni mengatakan jika semua orang harus berkumpul karena Rania dan Ferdians akan datang.


Benar-benar sangat menjengkelkan sekali. Jika tidak sedang berpura-pura baik di hadapan Ben dan juga Doni, Agni dan Clara sudat mengajak Roby pergi dari tempat yang sangat membosankan seperti ini.


Setelah sedikit lama mereka menunggu akhirnya Rania, Ferdians, Sastra, dan juga Rio datang dalam bersamaan.


"Selamat pagi!" ujar Rania dengan suara angkuhnya di hadapan mama dan saudara tirinya.


"Kenapa kalian menyuruh kami semua untuk berkumpul di sini? Jika tidak ada hal yang penting maka kami akan langsung pergi dari sini," ujar Doni dengan datar.


Rania menyeringai menatap semua anggota keluarganya. "Kalian lihatlah Rio!" ujar Rania dengan dingin.


Semua melihat ke arah Rio seperti apa yang diperintahkan Rania yang membuat Rio semakin gugup sekarang.


"Rio telah menghamili sekretaris saya! Oleh karena itu, saya meminta pertanggungjawaban dia untuk menikahi Anjani secepatnya!" ujar Rania dengan tenang.


Agni dan Clara begitu tampak syok. "Kamu jangan mengarang cerita, Rania! Saya tahu kamu tidak menyukai kehadiran kami di sini tapi tidak begitu caranya," ujar Agni dengan tajam. Agni tidak terima anaknya di tuduh oleh Rania.


"Saya sedang tidak mengarang Cerita! Tanyakan saja pada anak kesayangan anda!" ujar Rania.


"Apa benar begitu, Rio?" tanya Doni dengan tajam.


Rio tidak berani menjawab ia terus menunduk yang membuat Doni memukul Rio dengan tongkatnya.


Bukk..


Buk...

__ADS_1


"Sangat memalukan! Nikahi wanita itu segera atau kamu dan yang lainnya pergi dari rumah ini! Siapa pun yang telah mencoreng nama Danuarta maka nama itu tidak lagi tersemat di belakang nama kalian," ujar Doni yang membuat Agni dan Clara tampak pucat sedangkan Rania tampak puas sekarang telah membuat Agni dan kedua anaknya tak bisa berbuat apa-apa.


__ADS_2