Suami Bayaran Nona Rania

Suami Bayaran Nona Rania
Bab 217 (Pernikahan Gavin & Frisa)


__ADS_3

...📌 Jangan lupa ramaikan part ini ya!...


...Happy reading...


...****...


Gavin tampak sangat gugup menunggu kedatangan Frisa. Ia tidak menyangka jika hari ini ia akan menikah dengan Frisa, impiannya sejak dulu saat ia mulai menyukai Frisa. Bahkan dari sejak semalam Gavin terus menghapal ijab kabul agar saat acara akad nikah ia tidak salah. Tangan Gavin sudah berkeringat dingin sambil dalam hati terus menghapal, melihat orang-orang yang sudah ramai membuat kegugupan Gavin semakin bertambah tetapi ia mencoba terlihat biasa saja karena ia tidak mau kegugupannua membuat Gavin tidak lancar mengucapkan ijab kabul.


Gavin melihat ke arah kedua orang tuanya yang sudah duduk di samping dirinya. Sastra dan Citra memberikan semangat untuk Gavin yang terlihat gugup, Gavin sedikit tenang saat melihat senyuman bahagia mamanya karena memang sejak dulu sang mama menginginkan Frisa menjadi menantunya, entah apa alasannya tetapi Citra sudah menganggap Frisa sebagai anaknya sendiri sejak dulu.


Gavin mendengar suara bisik-bisik jika Frisa sudah datang bersama dengan mama dan neneknya yang sangat terlihat cantik sekali, Gavin langsung melihat ke arah Frisa dan matanya langsung terpaku menatap Frisa yang memang sangat terlihat cantik menggunakan gaun pengantin bewarna putih, Gavin menelan ludahnya dengan kasar saat matanya tidak bisa berpaling dari Frisa saat ini hingga gadis itu duduk di sebelahnya.


Sungguh Gavin sangat terpesona dengan kecantikan Frisa dan ia tidak rela berbagi kecantikan Frisa kepada orang lain. Namun, ini adalah acara penting mereka, tak mungkin ia mengurung Frisa di dalam kamar sekarang. Bisa kacau acara mereka pagi ini.


"Kamu cantik sekali, Sayang!" bisik Gavin yang membuat Frisa bersemu merah.


Tidak berbeda jauh dari Gavin, sejak tadi Frisa sudah terlihat sangat gugup hingga mama dan kedua neneknya berusaha menenangkan Frisa. Lucu sekali melihat Frisa yang seperti ini padahal mereka semua tahu jika Frisa yang mengajak Gavin untuk menikah dan menjadi suami bayaran Frisa tetapi mereka juga sadar jika Frisa sudah mulai mencintai Gavin.


Semua orang sudah hadir termasuk Cassandra yang tidak pernah keluar rumah tanpa di dampingi oleh Rajendra. Sebenarnya Ana merasa kasihan dengan Cassandra, tetapi kejahatan Cassandra tidak bisa di biarkan begitu saja.


Rania, Ana, dan Gista menatap Frisa dengan berkaca-kaca. "Cucu kecilku sudah dewasa ternyata dan sebentar lagi akan menikah," gumam Gista dengan lirih.


Walaupun ia tidak mempunyai anak, tetapi keadaan sekarang sudah berbeda anak dari suaminya dengan Heera sudah ia anggap seperti anaknya sendiri, Frisa dan Faiz menjadi cucu kesayangannya saat ini. Bahkan Gista rela melakukan apa saja agar Frisa dan Faiz menyayangi dirinya dan Gista merasa sangat berterima kasih dengan Rania yang sejak dulu tidak membatasi pertemuannya dengan Frisa dan Faiz.


"Ma, jangan sedih! Mama akan mendapatkan cucu lagi!" ujar Rania dengan mata yang berkaca-kaca karena tidak dapat di pungkiri jika sebenarnya ia juga sedih sekarang karena tak menyangka jika kedua anaknya sudah dewasa dan sudah memiliki keluarga masing-masing.


Gista terkekeh kecil, ia mengelus perut Rania dengan lembut. "Terima kasih, Rania! Mama sangat berterima kasih sekali sama kamu! Berkat kamu Ferdians melunak dan mau mengakui mama sebagai mamanya juga," ujar Gista dengan lirih tetapi di dalam hati ia sangat bahagia memiliki menantu sebaik Rania.

__ADS_1


"Ssstt.. Jangan di ingat lagi masa lalu menyakitkan itu lagi, Ma. Ibu Heera juga pasti bahagia di sana karena Mama menyayangi anaknya dengan sangat tulus," gumam Rania dengan tersenyum.


"Iya, Sayang!"


Keduanya kembali hening saat penghulu sudah bersuara. Ferdians menatap istrinya dengan mata berkaca-kaca karena rasa harunya bisa menikahkan Frisa hari untuk menjadi istri Gavin.


Rania mengangguk dengan mantan yang membuat Ferdians tersenyum dan akhirnya Ferdians dan Gavin saling menjabat tangan, suara ijab kabul sudah terdengar dengan sangat keras di gedung ini hingga tak lama suara sah menggema yang membuat semua keluarga menangis haru tetapi tidak dengan Cassandra, hati wanita itu seakan mati rasa, ia malah terlihat tidak suka dengan kebahagiaan yang tercipta saat ini, sedangkan mama dan papanya menderita di luar sana. Sebagai seorang anak ia merasa sakit melihat kedua orang tuanya menderita.


"Tidak! Kebahagiaan ini tidak boleh berlangsung dengan lama! Mereka harus merasakan sakit yang aku rasakan saat ini karena melihat penderitaan kedua orang tuaku sendiri," gumam Cassandra di dalam hati.


Gavin dan Frisa memancarkan kebahagiaan lewat mata mereka saat sedang memandang satu sama lain. Setelah bertukar cincin dan Gavin mencium kening istrinya akhirnya rada gugup yang datang padanya sejak tadi hilang di gantikan dengan perasaan yang begitu sangat lega sekali karena beberapa detik yang lalu Frisa sudah sah menjadi istrinya.


Suasana haru membuat keduanya merasakan kebahagiaan yang sangat luar biasa walaupun keduanya belum mengungkapkan cinta satu sama lain tetapi Gavin maupun Frisa tidak ingin kehilangan satu sama lain berharap mereka akan menjadi satu-satunya dalam pernikahan yang entah akan mereka bawa kemana nantinya.


****


Melvin, Cakra, dan Agam menatap Gavin serta Frisa yang ada di pelaminan. Melvin menatap keduanya dengan sangat dalam seakan ada rasa penyesalan telah menolak Frisa dulu.


"Tidak usah di sesali semua yang sudah terjadi. Nona Frisa memang pantas bersama Gavin bukan lo!" ujar Cakra dengan terkekeh dan tanpa rasa bersalah telah berkata seperti itu dengan Melvin.


Melvin mendengus kesal. "Br*ngsek lo semua! Gue sedikit menyesal kenapa dulu gue tidak menerima nona Frisa. Kalau gue terima dulu mungkin gue yang ada di pelaminan sekarang dan Gavin jadi sad boy dan sekarang malah gue yang terlihat sad boy. Lo semua tahu engga? Mama dan papa gue terus mengejek gue saat tahu nona Frisa cepat move on dari gue," ujar Melvin berkeluh kesah kepada dua sahabatnya.


Bukannya prihatin Cakra dan Agam malah tertawa. "Gue dukung om Ricard dan tante Dinda untuk mengejek lo!" ujar Agam tanpa dosa.


"Sialan!" umpat Melvin yang semakin membuat Cakra dan Agam suka menggoda sahabatnya.


"Eh itu ada dua cewek cantik di sana. Kita dekati saja mereka," ujar Melvin melupakan kesedihannya tadi.

__ADS_1


"Cih dasar playboy!" ujar Cakra dan Agam dengan kesal karena memang kesedihan Melvin saat ini tidak bisa di percaya karena mereka tahu Melvin sedang berpura-pura bersedih dan setelah menemukan mangsa baru Melvin langsung kembali senang seperti sekarang saat melihat keberadaan Bunga dengan Rini yang di undang oleh Rajendra untuk datang. Mungkin Melvin akan terkena amukan Rajendra jika berani menggoda Bunga karena sekarang saja mata tajamn Rajendra sudah mengawasi Melvin dengan sangat dingin seakan bisa menelan Melvin hidup-hidup saat ini juga.


"Melvin awas kamu!" geram Rajendra di dalam hati saat Melvin mendekati kekasihnya dengan rayuannya dan untung saja Bunga terlihat risih dan tidak suka tetapi walaupun begitu Rajendra akan memberikan hukuman untuk Bunga nanti.


Jika tidak sedang bersama dengan Cassandra mungkin Rajendra sudah mendekati Bunga dan memberi pelajaran untuk Melvin saat ini. Rajendra harus sabar sampai acara ini selesai.


****


Gavin menatap Frisa tanpa berkedip setelah melewati prosesi akad nikah kini mereka berdua sudah berada di pelaminan bersama, duduk berdampingan menyalami tamu yang datang. Sungguh Gavin merasakan tamu-tamu yang datang tidak ada habis-habisnya bahkan sampai mengantri panjang.


Gavin tahu Frisa sudah sangat kelelahan menghadapi para tamu yang terus membludak, sebagian besar adalah rekan kerja papa, kakek, dan kakaknya dan sebagian besarnya lagi adalah rekan kerjanya sendiri.


Frisa sangat merindukan kasurnya yang empuk. Membayangkan bisa tidur dengan nyenyak di kasurnya membuat rasa lelahnya semakin menjadi.


"Capek, Sayang?" tanya Gavin dengan lembut.


Frisa menganggukkan kepalanya melihat masih ada tamu yang datang membuat Frisa mend*sah lelah.


"Mau masuk duluan ke dalam kamar? Biar tamu-tamu ini Mas yang urus. Masih ada papa dan kak Faiz yang bisa mengurus tamu-tamu yang datang," ujar Gavin dengan lembut.


"Tidak mau! Di sini banyak tamu cewek yang datang termasuk tante dada implan itu," ujar Frisa dengan cemberut yang membuat Gavin tertawa kecil. Rasa lelahnya hilang seketika melihat kecemburuan di mata Frisa.


"Seperti kata kamu, Sayang. Mas hanya suka yang asli seperti punya kamu. Mas sudah tidak sabar merasakan dada asli milik kamu bukan dada implan wanita itu," ujar Gavin dengan terkekeh.


"Ehh!" Frisa terkejut dengan pipi yang memerah dan panas.


Apa ini? Kenapa Gavin berbicara seperti itu? Frisa menjadi deg-degan sekarang. Pikiran Frisa akhirnya membayangkan jika Gavin memegang dadanya, Frisa menelan ludahnya dengan kasar sekarang. Kenapa tubuhnya menjadi panas hanya membayangkan Gavin menyentuh dirinya.

__ADS_1


__ADS_2