Suami Bayaran Nona Rania

Suami Bayaran Nona Rania
Bab 45 (Citra Andriani)


__ADS_3

...📌 Guys maaf ya author sudah mulai sibuk di kehidupan nyata wkwk. Di sini sudah mulai panen cabai jadi author mulai panen di tempat tetangga maupun tempat sendiri haha lumayan cuan sehari 100 ribu🤪...


...📌Jangan lupa ramaikan part ini dengan like, vote, dan komentar yang banyak ya!...


...Happy reading...


****


Alex menatap Citra dengan pandangan herannya, selama bekerja dengan dirinya ia tidak pernah melihat Citra sediam ini. Citra sekretarisnya adalah wanita yang penuh semangat. Hanya satu yang tidak diketahui Alex yaitu Citra adalah mantan istri dari musuhnya dan penyebab keterdiam Citra saat ini karena ia bertemu dengan Sastra.


"Kamu kenapa? Saya lihat sejak kita sampai di RA Grup tadi wajah kamu sudah sangat berbeda. Dan ketika melihat wajah Sastra kamu menjadi tegang. Apa jangan-jangan ada sesuatu dengan kamu dan juga Sastra?!" tebak Alex dengan wajah dinginnya karena ia benar-benar tidak menyukai Sastra dan kerjasama yang ia lakukan ini untuk mencari kelemahan Sastra dan setelah menemukannya maka Alex akan membuat pria itu sejatuh-jatuhnya seperti yang pernah terjadi pada dirinya.


"Tidak ada, Pak. Saya hanya mengenal ibu Rania saja," jawab Citra dengan tegas dan tak ada keraguan di dalam dirinya karena memang ia sudah menghapus Sastra dalam daftar hidupnya tetapi saat bertemu Sastra dan Rania tadi membuat Citra mengingat masalalunya saat Sastra mengabaikan dirinya demi bekerja pada Danuarta dan menjaga Rania. Untuk cinta yang selama ini bersemayam di hatinya mencoba Citra kubur dan berusaha menata kehidupannya setelah bercerai dengan Sastra dan kehilangan calon anak mereka.


"Saya pikir kamu ada hubungan dengan Sastra. Saya tidak suka dengan Sastra bahkan sangat membenci pria itu. Jika kamu ketahuan berbohong kepada saya maka terima akibatnya," ujar Alex yang membuat Citra menelan ludahnya dengan kasar. Citra sudah mengetahui bagaimana Alex dan tentu saja itu membuat Citra takut, Citra tidak akan memberitahukan masalalunya dengan Sastra karena itu bisa saja membahayakan nyawanya.


"Saya tahu, Pak. Dan saya sama sekali tidak ada hubungan dengan Sastra," ujar Citra dengan tegas.


"Ya untuk sekarang aku memang tidak berhubungan dengan Sastra lagi tetapi di masalalu kami adalah suami istri. Sangat bahaya jika pak Alex mengetahui masalaluku, aku harus merahasiakan ini dirinya," gumam Citra di dalam hati.


"Saya percaya dengan kamu!" ujar Alex dengan menyeringai. Seringaian yang selalu membuat Citra takut karena Alex adalah lelaki yang tempramen. Tetapi Citra tetap bertahan bekerja dengan Alex karena gaji yang diberikan Alex tidak main-main dan uang itu bisa memenuhi kebutuhannya, ia tidak ketergantungan lagi dengan Sastra. Dirinya sudah bisa mencari uang sendiri, ia sudah kebal dengan kesendiriannya dan Citra tidak akan mengemis perhatian dan kasih sayang Sastra untuk dirinya.


Alex memegang tangan Citra dengan lembut dan ia mengecupnya dengan pelan, Alex tersenyum saat melihat wajah tegang Citra saat tangannya ia kecup seperti ini.


"Pak jangan seperti ini!" ujar Citra dengan tak nyaman.

__ADS_1


Citra berusaha melepaskan tangannya dari genggaman tangan Alex tetapi pria itu terap menggenggam tangannya dengan erat.


"Sampai kapan kamu menolak saya?" tanya Alex dengan datar yang membuat Citra gugup.


"Pak ini sudah kita bicarakan sebelumnya. Saya belum bisa membina rumah tangga lagi saya masih trauma," ujar Citra dengan mata yang berkaca-kaca.


Tak mungkin Citra menikah dengan Alex walaupun pria itu kaya dan kekayaannya sama dengan Danuarta tetapi Citra tidak akan menikah dengan pria kejam seperti Alex, ia tidak sanggup jika harus tersiksa batin dan fisik jika menikah dengan Alex.


"Trauma? Ini sudah sangat lama sejak kamu bercerai dengan mantan suami kamu itu. Katakan kepada saya siapa lelaki itu sebenarnya?" tanya Alex dengan tajam.


"Sudahlah, Pak. Saya mohon jangan bahas masalalu yang sangat menyakitkan untuk saya," ujar Citra dengan memohon bahkan kedua matanya berkaca-kaca yang membuat Alex menghela napasnya dengan kasar. Selalu saja seperti ini dan entah mengapa Alex tidak tega melihat wajah sendu Citra apalagi melihat air mata Citra yang terjatuh di kedua pipinya. Apakah Alex benar-benar mencintai Citra?


"Oke... Saya tidak akan bertanya siapa mantan suami kamu lagi. Tetapi jika saya sudah mengetahuinya sendiri maka saya tidak akan membiarkan dia hidup tenang! Pegang kata-kata saya ini!" ujar Alex dengan tegas yang membuat Citra membuang mukanya ke arah jendela, tangannya saling tertaut karena gugup yang ia rasakan.


Bagaimana jika Alex mengetahui jika Sastra lah mantan suaminya selama ini? Apa yang akan pria itu lakukan dengan Sastra? Mengapa Citra sangat takut jika Sastra kenapa-napa? Seharusnya tidak seperti ini, kan? Seharusnya ia tidak perlu khawatir dengan keadaan Sastra! Ya, seharusnya seperti itu! Tetapi kenapa Citra tetap memikirkannya?


"Tidak, Pak. Saya hanya mengingat masa lalu menyakitkan itu," ujar Citra dengan pelan.


"Hiduplah bersama saya maka saya pastikan semua yang kamu mau akan terpenuhi!" ujar Alex dengan tegas tetapi ia hanya mendapatkan senyuman dari Citra karena bagi Citra ini bukan soal uang saja tetapi kesiapan mentalnya sesudah berumah tangga karena dulu ia berpikir akan hidup bahagia bersama dengan Sastra, lelaki yang ia cintai tetapi nyatanya kenyataan pahit itu menghantam hatinya hingga hancur berkeping-keping. Citra belum siap untuk itu!


"Saya tunggu jawaban kamu!" ujar Alex yang membuat beban Citra bertambah. Kenapa pria ini selalu memaksakan kehendaknya? Itulah yang membuat Citra tak nyaman kepada Alex.


"Jawaban saya tetap sama, Pak! Saya belum siap untuk berumah tangga kembali setelah kegagalan menghampiri pernikahan saya padahal pernikahan itu dulu adalah kebahagiaan untuk saya tetapi pernikahan itu justru menyiksa saya," ujar Citra dengan tegas.


Alex menatap Citra dengan tajam. "Jika kamu tidak mau menikah dengan saya bagaimana jika kamu menjadi wanita saya? Saya akan membayar kamu dengan mahal," ujar Alex dengan entengnya.

__ADS_1


Deg...


Citra tampak terkejut dengan ucapan Alex. Citra bukan wanita serendah itu. "Maaf, Pak. saya cukup bekerja dengan Bapak saja. Untuk wanita yang menemani malam Bapak biar saya carikan saja yang mau menjadi pemuas n*fsu anda tetapi bukan saya orangnya!" ujar Citra dengan tegas yang membuat Alex terdiam ia melihat kekecewaan di mata Citra kepadanya dan entah mengapa Alex menjadi merasa bersalah.


****


Citra merebahkan dirinya di atas kasur miliknya. Pertemuannya dengan Sastra mampu mengusik pikiran dan hatinya.


Sayang, maaf ya Mas pulang terlambat lagi. Mas tidak mungkin meninggalkan keluarga Danuarta begitu saja.


Sayang jangan tunggu Mas malam ini ya. Mas mungkin tidak akan pulang.


Maaf, Sayang. Mas mengingkari janji Mas lagi padahal Mas sudah berjanji untuk mengajak kamu jalan-jalan. Tapi nona Rania lebih butuh Mas saat ini. Kamu tidak marah, kan?


"Pembohong!" ujar Citra dengan menyeringai. Setetes air mata jatuh di kedua pipinya. Namun, dengan cepat Citra menghapusnya. Ia tidak ingin menjadi lemah hanya karena ia bertemu dengan Sastra.


Sayang, Mas tidak tahu kalau kamu hamil. Maafkan Mas yang telah membuat anak kita pergi. Mas memang bodoh, Citra.


Kamu boleh menghukum Mas! Menampar Mas! Asal kita tidak berpisah ya! Mas mohon!


Citra menghela napasnya dengan kasar. Ternyata mengingat masa lalu membuat dadanya terasa sesak apalagi kini ia bertemu dengan Alex yang lebih gila dari Sastra.


"Argghh... Rasanya aku ingin mengakhiri hidupku saja! Tapi, jiwaku memang sudah lama mati hanya ragaku saja yang masih bertahan," ujar Citra menyeringai dengan tawa yang sangat pedih.


Citra menjambak rambutnya sendiri ketika kecemasan yang berlebihan datang menghantam dirinya. Dengan tangan gemetar Citra mengambil obat penenang yang ia dapat dari psikiater demi kewarasan hidupnya selama ini. Semua orang yang ia sayang meninggalkan dirinya yang membuat Citra sekarang seperti ini, ia membentengi dirinya dengan berusaha kuat di depan semua orang.

__ADS_1


"Ma, Pa, Citra ingin bersama kalian saja!" gumam Citra setelah sedikit tenang meminum obat penenang miliknya.


__ADS_2