
...📌 Jangan lupa ramaikan part ini ya!...
...Happy reading...
...***...
Cassandra menghapus air matanya dengan kasar, ia berdiri dan mengambil sesuatu yang masih ia sembunyikan sejak kemarin, tak lupa pula Cassandra mengambil tas miliknya walaupun tak ada ponselnya lagi tetapi Cassandra tetap harus mengikuti Rajendra, ia yakin Rajendra masih berada di luar untuk menberikan peringatan pada para penjaga setelah apa yang ia inginkan sudah ia dapatkan Cassandra langsung keluar menyusul Rajendra. Tangannya terkepal dengan erat saat melihat mobil Rajendra sudah kembali pergi dari rumah ini. Sial, ia telat. Tapi tak apa Cassandra masih bisa menemukan Rajendra dan wanita itu dengan caranya sendiri.
Cassandra menatap sekelilingnya, ia harus bisa keluar dari rumah ini. David! Iya, David bisa membantu dirinya untuk bisa keluar dari rumah ini. Ia harus menemui pelakor di dalam rumah tangganya dan memberikan pelajaran untuk wanita yang sudah merebut suaminya, wanita itu tidak boleh bahagia di atas penderitaan dirinya.
"David!" panggil Cassandra dengan pelan.
David langsung melihat ke arah Cassandra, ia tersenyum saat Cassandra menyuruhnya untuk mendekat. David sedikit berlari menghampiri Cassandra.
"Ada apa, Nona?" tanya David dengan menepuk pelan paha Cassandra.
"Bisakah kamu bantu aku untuk keluar dari rumah ini? Aku harus menemui suamiku yang sedang bersama dengan wanita lain. Aku mohon David bawa aku pergi dari rumah ini sebentar saja, setelah itu jika kamu ingin kita bercinta, aku akan memuaskanmu hingga kamu puas," ujar Cassandra dengan wajah yang memohon.
"Kamu yakin, Nona? Tapi jika tuan Rajendra tahu nyawa kita bisa habis di tangannya!!" ujar David dengan lirih seperti berbisik karena ia tidak mau ada penjaga lain yang mendengar percakapan mereka.
"Aku yang akan tanggungjawab dengan semua itu David jika kamu takut. Aku harus memberikan pelajarab pada wanita yang sudah merebut suamiku," ujar Cassandra dengan menggebu-gebu seakan dirinya paling tersakiti di sini padahal semua yang ia lakukan membuat dirinya semakin terpuruk dalam bahaya yang siap akan datang kapan saja.
David menatap sekelilingnya agar tidak ada penjaga lain yang curiga. "Tapi imbalannya Nona harus memuaskan saya sampai saya lelah. Bagaimana?" ujar David menatap Cassandra.
"Iya, iya. Itu gampang David!" ujar Cassandra dengan tegas yang membuat David tersenyum senang.
"Ikut saya ke belakang, Nona!" ujar David dengan pelan.
Cassandra mengangguk dan mengikuti langkah David ke belakang. Cassandra sangat mempercayai David kali ini karena ia melihat David menyukainya, ia bisa memanfaatkan David untuk mencapai sesuatu yang ia mau kali ini. Dan Cassandra tidak merasa sendirian setelah ada David yang menemani hari-harinya di rumah ini.
__ADS_1
"Silahkan keluar dari tembok ini, Nona. Saya sudah pesan Taxi dan sudah menunggu anda di seberang jalan sana," ujar David dengan tegas.
Sebenarnya David takut membantu Cassandra, tetapi melihat wajah memelas Cassandra membuat David tidak tega dan akhirnya ia mengumpulkan keberaniannya untuk membantu Cassandra keluar dari rumah ini.
"Bantu Saya!" ujar Cassandra dengan pelan karena sebenarnya ia takut ketinggian.
Cassandra menatap David dengan dalam, ia mencium bibir David dengan lembut. "Tunggu saya pulang dan saya akan memuaskan kamu!" ujar Cassandra dengan tersenyum yang membuat dada David bergetar.
"Baiklah. Saya tidak sabar bercinta dengan kamu. Kita harus mencoba gaya baru," ujar David dengan terkekeh merem*s gunung kembar Cassandra dengan gemas.
Satelah itu David membantu Cassandra untuk naik ke atas menggunakan tangga kecil. Ia menatap Cassandra hingga Cassandra tidak lagi terlihat karena sudah turun dari atas tembok walaupun awalnya wanita itu merasa takut dengan apa yang ia lakukan sekarang. Meloncat dari balik tembok yang lumayan tinggi.
Cassandra sedikit berlari untuk mencari Taxi yang sudah di pesan oleh David. "Ke rumah keluarga Danuarta, Pak!" ujar Cassandra dengan tegas.
Supir Taxi itu melihat Cassandra dari balik spion. Satelah tahu siapa yang naik Taxinya supir tersebut langsung tersenyum. "Baik, Nona!" ujar supir Taxi tersebut dengan ramah karena ia tahu Cassandra adalah istri dari pengusaha muda kaya raya yaitu Rajendra.
Cassandra mengingat wajah pelakor dalam rumah tangganya, wajah itu sangat familiar sekali. Tapi siapa? Cassandra terus mencoba mengingat wanita itu namun Cassandra sama sekali belum bisa mengingat siapa wanita itu. Hingga tak aadar jika Taxi yang ia tumpangi sudah sampai di rumah Ben dan Ana.
"Sudah sampai, Nona!" ujar supir Taxi tersebut dengan pelan.
Cassandra menatap sekelilingnya dan akhirnya ia bisa bebas juga dari rumah itu. Cassandra keluar dari Taxi dengan cepat, ia tidak perlu membayar lagi karena David sudah membayarnya lewat aplikasi.
"Terima kasih, Pak!" ujar Cassandra dengan ramah agar citranya tidak hilang sebagai istri Rajendra.
"Sama-sama, Nona!"
Cassandra langsung menatap rumah mewah milik mertuanya setelah Taxi itu pergi, ia harus mengumpulkan keberanian untuk bertemu dengan mertuanya.
"Permisi!" ucap Cassandra setelah berada di depan gerbang.
__ADS_1
Semua penjaga menatap Cassandra dengan waspada, karena mereka tidak boleh memberikan akses untuk Cassandra masuk jika tanpa Rajendra.
"Ada apa anda ke sini, Nona? Tuan tidak memperbolehkan anda masuk ke rumah ini tanpa izin dari tuan Rajendra!" ujar penjaga dengan tegas yang membuat Cassandra berdecak kesal.
Sial! Ternyata tidak mudah masuk ke rumah ini jika tidak ada izin dari Rajendra. Rajendra benar-benar membuat dirinya seperti tahanan sekarang.
"Tolong berikan saya akses untuk masuk ke rumah ini karena ada sesuatu yang ingin saya bicarakan dengan kedua mertua saya!" ujar Cassandra dengan tegas.
"Tidak bisa, Nona! Anda sama sekali tidak di perbolehkan masuk," ujar penjaga itu dengan tegas yang membuat Cassandra berdecak dengan kesal memikirkan cara bagaimana ia bisa masuk ke rumah ini tanpa ketahuan sedikitpun.
"Ya sudah terima kasih!" ujar Cassandra dengan lesu.
Cassandra berpura-pura pergi dari rumah mertuanya itu, padahal ia sedang berusaha untuk bisa masuk ke dalam rumah mewah itu. Ia harus bisa merebut kembali Rajendra dari pelakor itu, apapun ia akan lakukan walaupun nanti ia akan di usir dari rumah ini.
Cassandra menunggu dengan memikirkan cara bagaimana ia masuk ke rumah itu, ia tidak akan pergi sebelum ia bisa masuk walaupun Cassandra harus menunggu dengan lama, berjam-jam pun tidak menjadi masalah untuk dirinya. Hingga mobil milik Faiz datang dan berhenti di depan gerbang, Cassandra juga melihat ada Olivia di dalam mobil tersebut. Senyum Cassandra mengembang, sepertinya ada acara kumpul keluarga di rumah ini. Dan ia bisa memanfaatkan semuanya untuk membuat Rajendra menjadi miliknya dan menyingkirkan pelakor itu.
Cassandra menatap sekelilingnya dengan waspada, ia melihat Faiz keluar dari mobil dan berbicara kepada penjaga. Dengan cepat dan dengan mengendap-endap Cassandra berjalan ke mobil Faiz dan mencoba membuka bagasi mobil agar ia bisa masuk ke rumah mertuanya.
"Ada apa?" tanya Faiz kepada penjaga.
"Tadi nona Cassandra datang ke sini, Tuan. Tapi sudah kami usir," penjaga yang membuat Faiz melotot.
"Bagaimana bisa dia kabur dari rumah itu? Ini tidak bisa di biarkan! Buka gerbangnya cepat!" ujar Faiz dengan tegas.
"Baik, Tuan!" ujar penjaga dengan sopan.
Faiz terlihat tampak marah. Namun, ia harus tetap bersikap biasa saja karena ia tidak mau Olivia curiga apalagi nanti akan ada acara keluarga untuk merayakan kehamilan mamanya dan adiknya di rumah neneknya, Faiz tidak ingin acara ini menjadi kacau nantinya.
Sedangkan Cassandra berhasil masuk ke dalam bagasi, ia menyeringai dengan senang. "Tidak akan aku biarkan kalian semua bahagia di atas penderitaanku!" gumam Cassandra dengan menyeringai.
__ADS_1