
...📌 Jangan lupa ramaikan part ini ya!...
...Happy reading...
...****...
Olivia menyusul suaminya yang sedang menelepon di ruang kerjanya, Olivia tampak sangat penasaran dengan apa yang terjadi pada Frisa dan Gavin yang menyebabkan suaminya dan yang lainnya sangat marah.
"Mas!" panggil Olivia dengan melihat ke arah Faiz.
"Sini masuk, Sayang. Kenapa masih di situ?" ucap Faiz dengan lembut.
Senyuman Faiz membuat Olivia juga ikut tersenyum. Olivia menghampiri suaminya. "Kenapa kita tidak melihat keadaan Gavin, Mas? Emang siapa sih yang mencoba melukai Frisa?" tanya Olivia menatap suaminya dengan amat serius.
"Hanya preman yang ingin bermain-main dengan keluarga kita, Sayang. Tapi Mas dan yang lainnya tidak akan tinggal diam dengan apa yang terjadi pada Frisa dan Gavin," sahut Faiz dengan tegas menatap manik mata Olivia dengan dalam entah mengapa Faiz takut jika istrinya juga ada kaitannya dengan preman bayaran Roby.
"Iya, Mas. Jangan beri ampun dengan preman yang sudah hampir melecehkan Frisa. Terus bagaimana dengan keadaan Gavin, Mas? Apa dia baik-baik saja?" tanya Olivia dengan serius.
"Kamu khawatir sama Gavin?" dengus Faiz yang merasa cemburu dengan kekhawatiran Olivia terhadap Gavin.
Olivia terkekeh melihat kecemburuan di manata Faiz. "Haha iya aku khawatir dengan keadaan Gavin tapi bukan berarti aku suka dengan dia, Mas. Paham suamiku yang tampan!" ujar Olivia dengan mengelus rahang tegas Faiz dengan lembut.
Olivia gemas dengan bulu-bulu halus yang tumbuh di rahang suaminya. "Ganteng banget sih suamiku," gumam Olivia dengan terkekeh yang membuat Faiz tersipu.
Faiz menarik Olivia hingga duduk di pangkuannya. Kamu juga cantik sekali malam ini, Sayang. Rumah kita sudah sepi bagaimana jika kita bercinta di sini," ujar Faiz dengan serak.
"Ya ampun masa di sini sih," ucap Olivia dengan terkekeh.
Olivia sudah bisa memaklumi kemesuman Faiz kepada dirinya. Dan Olivia berusaha mengimbangi suaminya di atas ranjang agar Faiz juga merasa bahagia karena ia berhasil memuaskan Faiz.
"Sebentar!" ujar Faiz yang membuat Olivia bingung.
Olivia memperhatikan suaminya yang sedang mengambil karpet dan menggelar karpet itu di lantai.
__ADS_1
"Kyaaa Mass!" teriak Olivia saat dengan tiba-tiba Faiz menggendongnya.
Faiz mengambil bantal sofa dan menidurkan istrinya di karpet berbulu yang sudah ia gelar di lantai. Dengan pasrah Olivia mengikuti apa kemauan suaminya. Mata keduanya tampak sayu dengan saling menatap satu sama lain, pancaran mata keduanya sudah sangat berbeda apalagi ketika tangan Faiz sudah memijat dengan pelan paha Olivia hingga naik ke atas.
"Eughh...." Lenguhan Olivia bersamaaan dengan jari Faiz yang menekan area sensitifnya membuat Faiz semakin bersemangat.
Faiz menyingkirkan sesuatu yang menghalangi jarinya untuk masuk lebih dalam. "Uhhhh... Massss!" Badan Olivia bergerak dengan gelisah saat jari Faiz masuk dengan perlahan dan mulai bergerak di sana.
Faiz mulai mencium bibir istrinya tak sabaran, Olivia membalas ciuman suaminya dengan perlahan. Tubuh Olivia terus bergerak gelisah bersamaan jari Faiz yang bergerak maju mundur hingga tubuh Olivia bergetar dengan hebat bahkan matanya terpejam merasakan kenikmatan yang menghampiri dirinya. Napas Olivia terengah-engah menatap suaminya dengan penuh minat, bahkan Olivia melepaskan pakaiannya sendiri yang membuat Faiz terkekeh.
"Sayang kamu cantik banget jika seperti ini tapi jika hanya kita berdua," ujar Faiz dengan serak karena gairahnya saat ini tidak bisa terbendung melihat tubuh polos istrinya bahkan dada istrinya semakin berisi setelah menikah dengan dirinya karena Faiz selalu memainkannya dengan sangat gemas.
Faiz melepaskan pakaiannya juga, Olivia duduk di pangkuan suaminya dan mengarahkan milik Faiz pada miliknya.
"Ouhhh...." Faiz dan Olivia mengerang bersama. Keduanya kembali bercinta dengan sangat panas bahkan Faiz sangat bersemangat malam ini karena Olivia terlihat sudah tidak malu-malu lagi. Keringat sudah membasahi tubuh keduanya, suara keduanya saling bersautan dan untung saja di rumah ini masih ada mereka berdua saja belum ada pelayan yang ada di rumah ini karena besok pagi mereka baru datang ke rumah baru mereka.
Selesai bercinta Faiz dan Olivia saling tersenyum dengan napas yang sama sekali tidak beraturan dengan tubuh yang masih sama-sama polos.
"Mas pakai baju dulu!" pekik Olivia dengan malu.
"Cuma ada kita, Sayang. Jadi tak apa jangan malu," ujar Faiz dengan terkekeh yang membuat Olivia hanya pasrah saja. Olivia yakin setelah ini ia akan kembali di garap oleh suaminya. Entah mengapa stamina suaminya seakan tak pernah ada habisnya, hampir 3 bulan mereka menikah terbesit di dalam hati untuk segera memiliki momongan namun sampai sekarang Olivia belum merasakan ada tanda-tanda dia hamil, Olivia takut tidak bisa memberikan momongan untuk suaminya dan Olivia takut suaminya akan berpaling ke wanita lain. Namun, pikiran itu segera ia tepis dengan cepat karena usia pernikahan mereka pun masih seumur jagung, Olivia yakin nanti dirinya akan diberikan kepercayaan untuk segera memiliki anak dengan Faiz.
****
Pagi harinya Olivia bangun dengan tubuh yang terasa sangat remuk karena benar saja Faiz tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk menikmati surga dunia bersama dengan dirinya.
Olivia melihat ke sampingnya ternyata Faiz sudah tidak ada di atas kasur lagi. Gemericik air membuat Olivia tersenyum karena pasti Faiz sedang mandi. Olivia mengeratkan selimutnya karena udara pagi ini entah kenapa sangat terasa dingin dan lagi pula Olivia sangat malas untuk beranjak dari atas ranjang sebelum suaminya selesai mandi.
Olivia mengambil ponselnya entah mengapa Olivia sangat merindukan adiknya. Ia mencoba menelepon Cassandra namun niat itu ia urungkan karena ia takut menganggu Cassandra karena bisa saja Cassandra sedang bermesraan dengan Rajendra di pagi hari mengingat awal-awal menikah Faiz tak memberikan jeda sedikitpun untuk dirinya di pagi hari seperti ini.
"Pasti kamu bahagia sekali menjadi istri om Rajendra, Cassandra! Aku jadi tidak sabar kita berdua hamil," gumam Olivia dengan terkekeh membayangkan perutnya yang membesar karena mengandung anak Faiz. Tanpa sadar Olivia mengusap perutnya dengan lembut berharap benih-benih yang Faiz tanam di rahimnya semalam ada yang tumbuh dengan sempurna di rahimnya. Olivia tak tahu saja sekarang Cassandra seakan sudah menjadi mainan Rajendra apalagi dengan kejadian di mana Roby hampir mencelakai Frisa kemarin pastilah kemarahan Rajendra tidak bisa lagi di tahan, amarahnya pasti sudah meluap-luap dan ia lampiaskan untuk Cassandra.
Ceklek...
__ADS_1
Pintu kamar mandi terbuka, Olivia menelan ludahnya dengan kasar saat melihat Faiz keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk dari pusar hanya sampai lutut membuat Olivia sangat tergoda dengan perut suaminya sekarang.
Faiz menghampiri istrinya dan mencium seluruh wajah Olivia dengan gemas. "Selamat pagi, Sayang. Bagaimana tidur kamu nyenyak?" ucap Faiz duduk di pinggir kasur dengan menatap Olivia penuh cinta.
"Nyenyak pastinya di rumah baru tapi badan aku pegel semua," ujar Olivia dengan tersenyum.
"Mau Mas pijat tidak?" tanya Faiz dengan menaik turunkan alisnya menggoda istrinya.
"Ehhh tidak usah. Bukannya sembuh malah tambah pegel lagi tahu kalau Mas yang pijat aku," ujar Olivia menolak dengan wajah yang cemberut.
Faiz tertawa dengan geli. Memang benar ala kata Olivia namun entah mengapa Faiz merasa sangat lucu dengan ucapan istrinya yang tampak terlihat polos sekali.
"Ya sudah sana mandi! Kita ke rumah om Sastra untuk menjenguk Gavin. Frisa juga tidak pulang, dia menginap di sana semalam," ujar Faiz.
"Ya ampun bucin juga ternyata Frisa," ujar Olivia dengan terkekeh.
Olivia memeluk suaminya. "Emmm sudah wangi," gumam Olivia.
"Sayang jangan mancing-mancing, Mas!" ujar Faiz dengan kesal yang membuat Olivia terkekeh.
Olivia menyibak selimut yang ia pakai hingga tubuh polosnya terpampang dengan sempurna di depan Faiz. Dan dengan cepat Olivia berlari ke kamar mandi dan menguncinya sebelum Faiz menyusulnya.
"OLIVIAAA!"
"Hahahaha...."
"Awas saja kamu, Sayang! Malam nanti kamu habis sama Mas!" ujar Faiz dengan gemas.
"Coba aja aku tidak takut!" ucap Olivia dengan terkekeh.
"Ooo berani menantang suami kamu hmmm.. Siap-siap saja nanti malam, Sayangku!" ujar Faiz yang membuat Olivia merinding.
Tak membalas ucapan suaminya, Olivia akhirnya berendam di bathtub untuk menghilangkan rasa pegal di tubuhnya akibat ulah suaminya.
__ADS_1