Suami Bayaran Nona Rania

Suami Bayaran Nona Rania
Bab 161 (Menemui Rio)


__ADS_3

...📌 Jangan lupa ramaikan part ini ya!...


...Happy reading...


****


Rio dikejutkan dengan kedatangan Faiz bersama dengan Olivia secara tiba-tiba ke rumahnya. Rasa canggung langsung menghampiri dirinya saat ternyata Faiz tidak sendiri melainkan ada Ferdians, Rania, Frisa Ben dan juga Ana di rumahnya.


"Mas sini duduk dulu. Ini ada Nyonya Rania dan yang lainnya datang," ucap Anjani dengan tersenyum.


Anjani tahu suaminya sangat terkejut dengan kehadiran keluarga Danuarta di rumahnya begitu pun dengan dirinya tetapi Anjani mampu bersikap biasa saja dan ramah kepada keluarga Danuarta yang sudah baik kepada dirinya. Tetapi Anjani tetap menghargai suaminya yang sudah begitu jauh menghindar dari keluarga yang pernah menjadi bagian dalam hidupnya.


"Kenapa kalian ada di sini?" tanya Rio dengan tidak bersahabat. Baru saja ia pulang kerja dan sudah mendapati keluarga yang pernah menjadi bagian dari hidupnya di rumahnya membuat Rio benar-benar kesal, padahal mereka yang memintanya untuk menjauh lalu mengapa sekarang mereka yang kembali mendekat kepadanya? Rio tak habis pikir dengan keluarga Danuarta saat ini.


"Mas duduk dulu. Kita bicarakan dengan kepala dingin, kedatangan keluarga Danuarta ke sini pasti ada hal yang sangat penting yang harus mereka bicarakan kepads kita," ucap Anjani dengan lembut meyakinkan suaminya untuk kembali tenang.


"Benar kata Anjani kedatangan saya dan keluarga saya ke sini ada hal yang ingin saya bicarakan," ujar Ferdians dengan tegas walaupun sebenarnya ia kurang setuju dengan pilihan Faiz untuk menikah dengan Olivia tetapi dengan begitu mereka bisa mengetahui ketulusan Olivia kepada anaknya dan juga mencari tahu tentang Cassandra, mereka tidak boleh ceroboh kembali.


Akhirnya Rio sedikit melunak, ia duduk di samping istri dan Olivia yang terlihat menunduk. Mungkin takut dengan reaksinya saat ini.


"Apa yang ingin kalian bicarakan? Jangan lama-lama," ujar Rio dengan datar.


Faiz menarik napasnya dengan perlahan, lalu ia menatap Rio dengan tegas. "Begini, Om. Kedatangan saya dan keluarga saya ke sini untuk membicarakan sesuatu yang sangat penting. Saya ingin melamar Olivia untuk menjadi istri saya," ujar Faiz dengan tenang dan sama sekali tidak gugup walaupun di hadapan orang banyak atau mungkin saja saat ini Faiz sedang menyembunyikan kegugupannya.


"A-APA? K-KAMU MAU MELAMAR ANAK SAYA?" tanya Rio dengan keterkejutannya yang sangat luar biasa.

__ADS_1


Dadanya bergemuruh dengan hebat karena menahan emosi yang siap meledak kapan saja tetapi genggaman tangan Anjani membuat Rio sedikit melunak walaupun emosinya tidak hilang dalam sekejap.


"Ekhem... Begini, Rio. Saya tahu keluarga kita sudah tidak seperti dulu lagi tetapi demi kebahagiaan kedua anak kita saya menekan ego saya. Saya setuju dengan Faiz dan Olivia jika mereka menikah. Bagaimana dengan kamu? Apakah kamu dan Anjani setuju?" ujar Rania dengan tegas.


"Saya tidak setuju. Anak kalian bisa mencari gadis yang lain asal jangan anak saya! Saya sudah berusaha untuk menjauh dari keluarga kalian berpuluh tahun lamanya lalu setelah anak kita sama-sama dewasa hal ini terjadi bukankah itu sesuatu yang tidak bisa dibiarkan begitu saja?" tanya Rio dengan sarkas.


Olivia menatap ayahnya dengan terkejut. "Yah, semua itu sudah masa lalu. Kita harus bisa memperbaiki apa yang telah keluarga kita rusak. O-olivia mencintai mas Faiz, Yah!" gumam Olivia dengan lirih.


Rio menatap anaknya dengan tidak percaya. "Sekali Ayah bilang tidak ya tidak! Kamu paham tidak dengan yang Ayah ucapkan! Ayah tidak melarang kamu bekerja di perusahaan R.A Grup bukan berarti kamu bisa menjalan hubungan dengan Faiz, Ayah sudah mati-matian untuk menghindar dari keluarga Danuarta lalu kamu dengan gampangnya menerima lamaran Faiz," ujar Rio dengan tajam yang membuat Olivia tersentak.


"Jangan marah dengan Olivia, Om. Karena saya yang menginginkan kami menikah secepat ini," ujar Faiz dengan dingin karena ia tidak suka dengan orang yang memarahi Olivia walaupun itu ayah Olivia sendiri.


"Jangan ikut campur kamu! Sebaiknya kamu dan keluarga kamu pulang saja karena lamaran kamu saya tolak!" ujar Rio dengan tajam.


Rania dan yang lainnya tetap pada ekspresi mereka yang terlihat santai walaupun mereka terlihat terkejut dengan penolakan Rio saat ini.


Rio masih sama sekali tidak bergeming, permohonan Olivia sama sekali tidak ia dengar sama sekali menurutnya ia dan keluarga Danuarta tidak boleh kembali dekat, selain Rio ingin menjaga keluarganya, ia juga harus menjaga keluarga Danuarta. Sama-sama menghindar adalah keputusan yang sangat baik.


"Kenapa sih sejak dulu Ayah tidak mau menuruti kemauan Olivia? A-apa Olivia masih menjadi anak yang tidak di harapkan oleh Ayah ya?" tanya Olivia dengan mata yang berkaca-kaca yang membuat Rio tersentak.


"Padahal Olivia selalu menuruti kemauan Ayah dengan terus mengalah dan menyayangi Cassandra. Tapi Ayah sama sekali tidak mau menuruti kemauan Olivia," gumam Olivia dengan sedih.


Kesedihan Olivia bukan sebuah rekayasa apa yang ia ucapan murni keluar dari hatinya yang selalu di tuntut untuk terus mengalah oleh Cassandra dan menuruti kemauan ayahnya.


Dari sini Rania, Ferdians, Ben, Frisa, dan Ana sudah paham bagaimana sikap Cassandra yang sangat serakah seperti ibunya tetapi mereka tetap diam dan tidak banyak bicara walaupun begitu mereka tetap mengamati apa yang telah terjadi di hadapan mereka.

__ADS_1


Melihat kesedihan anaknya membuat Rio tidak tega. Sebenarnya bukan itu saja yang menganggu pikirannya saat ini melainkan kehadiran Olivia terjadi karena sebuah kesalahan saat itu, itu artinya ia tidak bisa menikahkan Olivia karena Anjani hamil Olivia di luar nikah. Apakah ia sanggup melihat Olivia akan dinikahkan oleh orang lain sedangkan dirinya tetap ayah kandung dari Olivia walaupun Olivia hadir karena kesalahan satu malam yang pernah ia lakukan dengan Anjani dulu? Jika pun ia berbohong bukankah Rio akan membuat anaknya berdosa karena melakukan Zina jika ia yang akan tetap menikahkan Olivia? Tetapi Rio tidak sanggup mengatakan yang sejujurnya kepada Olivia, ia tidak sanggup melihat anaknya terluka terlalu dalam.


Olivia ingin pergi saja dari ruangan ini, entah mengapa dadanya begitu sangat terasa sesak melihat ke terdiam ayahnya. Apa benar ia masih menjadi anak yang tidak di harapkan kehadirannya? Bahkan sampai dewasa Olivia belum tahu jika dia adalah ansk yang lahir karena sebuah kesalahan satu malam yang dilakukan ayahnya ketika mabuk dulu.


"Ayah jawab!" ucap Olivia semakin mendesak ayahnya untuk berbicara.


Rio menghela napasnya dengan perlahan. Bagaimana mungkin ia membuat anaknya kembali bersedih, bahkan ia melihat mata Olivia yang sangat penuh harap sekarang membuat dirinya sangat kacau.


"Mas, biarkan saja Olivia menikah dengan Faiz. Mereka saling mencintai, kita sebagai orang tua tidak bisa melarang jika mereka sudah saling mencintai," ujar Anjani dengan bijak.


"Nyonya, Tuan. Maafkan atas ketidaknyamanan ini. Saya menjadi tidak enak sendiri," ujar Anjani dengan canggung.


"Tidak apa-apa Anjani. Saya mengerti ketakutan Rio saat ini tetapi yang lalu biarlah berlalu," ujar Rania dengan tersenyum tipis.


"Benar kata Rania. Apa yang terjadi di masa lalu sebaiknya jangan di bawa di masa depan apa lagi melibatkan anak-anak," ujar Ana.


Rio menggenggam tangan anaknya dengan erat saat Olivia hendak berdiri. "Baiklah saya akan menyetujui pernikahan Olivia dengan Faiz tetapi dengan satu syarat," ujar Rio dengan datar.


"Apa syaratnya?" tanya Rania dan yang lainnya.


"Kalian semua harus memaafkan mama saya serta jika Faiz membuat anak saya terluka saya tidak akan segan-segan menghabisi dia," ujar Rio dengan dingin.


"Tentu saja itu syarat yang sangat gampang Rio. Bukankah kita akan menjadi keluarga kembali setelah kedua anak kita menikah? Sudah seharusnya kita berdamai," ucap Rania dengan tegas membuat Agni yang sejak tadi mendengarkan ucapan mereka dari balik tembok merasa begitu sangat lega karena sejak tadi Agni tidak ingin bergabung karena dirinya begitu sangat merasa malu atas perbuatannya di masalalu.


Tanpa mereka semua sadari Rajendra dan Cassandra sudah ada di depan pintu mendengar semuanya. Rajendra mengepalkan kedua tangannya padahal kemarin ia baru saja membeli cincin untuk ia berikan kepada Olivia dan mengatakan cintanya kepada Olivia. Namun, hari ini ia sudah terlambat karena keponakannya sendiri sudah melamar Olivia. Rajendra tidak tahu jika hubungan mereka akan sejauh ini. Sakit hati? tentu saja sakit tetapi Rajendra tidak bisa berbuat apa-apa sekarang selain menerima semuanya.

__ADS_1


Sedangkan Cassandra tersenyum licik akhirnya rencananya sudah satu langkah untuk mencapai keberhasilan. Olivia memang sangat bisa di handalkan dalam hal ini karena menurut Cassandra, Olivia sangat gampang di manfaatkan.


"Bagus, Kak. Kakak semakin memudahkan rencanaku untuk menghancurkan keluarga Danuarta tetapi sebelum itu aku ingin menikmati hartanya terlebih dahulu," gumam Cassandra di dalam hati dengan penuh kelicikan.


__ADS_2