Suami Bayaran Nona Rania

Suami Bayaran Nona Rania
Bab 198 (Awal Penderitaan)


__ADS_3

...📌 Jangan lupa ramaikan part ini ya!...


...Happy reading...


...*****...


Cassandra mencoba membuka matanya yang terasa sangat berat, tubuhnya juga terasa pegal karena posisi tidurnya sangat berantakan bahkan satu kasur di kuasai oleh dirinya sendiri.


"Awww..." gumam Cassandra dengan memegang kepalanya yang sangat terasa pusing.


Setelah berhasil bangun Cassandra terlihat sangat syok dan terkejut, ia langsung menegakkan tubuhnya menatap sekelilingnya dengan perasaan bingung.


"Sudah pagi? Mas Rajendra mana? A-aku ketiduran?" monolog Cassandra dengan wajah yang begitu bingung.


Ceklek...


Pintu kamar mandi terbuka, Cassandra melihat Rajendra yang keluar dari kamar mandi dengan wajah yang terlihat begitu sangat dingin menatap dirinya.


"Mas!" panggil Cassandra dengan pelan.


"Hmmm..."


"A-aku ketiduran. Aku sudah tidak sadar lagi karena aku sudah sangat mengantuk," ujar Cassandra mencari pembelaan untuk dirinya.


"Ganti pakaian kamu. Ayo kita pulang," ujar Rajendra dengan datar.


"Mas apa kita tidak menginap sehari lagi di sini. Aku janji tidak akan ketiduran lagi seperti semalam. Jangan marah ya, Mas!" ucap Cassandra berusaha membujuk Rajendra yang sepertinya terlihat sangat marah kepada dirinya.


"Tidak. Lebih baik kita pulang saja," sahut Rajendra terlihat sangat malas.


"Tapi, Mas..."


"Tidak ada tapi-tapian, Cassandra. Kamu benar-benar ya suami sudah pengen dan kamu malah tidur bahkan kamu mengusai tempat tidur dan tidak memberikan sisa tempat tidur untukku. Ck... Benar-benar sangat menyebalkan sekali kamu," ujar Rajendra dengan datar.


"Mas aku minta maaf, aku tidak sadar jika aku ketiduran. Semalam aku benar-benar sangat mengantuk sekali," ujar Cassandra dengan memohon.


"Sudahlah kita pulang saja! Aku sudah tidak mood di sini," ujar Rajendra dengan datar.


"Mas... "


"Cepat Cassandra!" sentak Rajendra dengan datar bicara naik satu oktaf yang membuat Cassandra terkejut karena baru kali ini Rajendra terlihat sekali sangat marah kepada dirinya.

__ADS_1


Cassandra merutuki dirinya sendiri yang bisa-bisanya ketiduran saat malam pertama mereka. Seharusnya Cassandra memberikan kesan yang baik dan romantis untuk Rajendra tetapi malah ia membuat Rajendra kesal dan akhirnya dengan berat hati ia mengikuti suaminya untuk pulang ke rumah baru mereka.


Cassandra tidak tahu jika keputusan Rajendra setelah mereka menikah langsung pindah ke rumah baru hanya untuk bisa menyiksa Cassandra tanpa di lihat oleh Ana. Cassandra pikir Rajendra memang akan membuat dirinya bahagia dengan memanjakan dirinya seperti membeli sesuatu yang ia mau dengan sekali tunjuk, terlihat dengan Rajendra yang selalu menuruti kemauan, padahal semua barang yang Rajendra beli untuk Cassandra masih atas nama dirinya. Ia tidak ingin nama Cassandra yang berada di sertifikat aslinya, Rajendra tidak sebodoh itu untuk memberikan hartanya secara cuma-cuma pada Cassandra. Surat yang berada di tangan Cassandra adalah surat palsu agar gadis itu percaya jika Rajendra mencintainya.


"Ya sudah, Mas. Kita pulang saja. Kan kita bisa melakukannya di rumah baru kita, maaf ya aku membuat kamu kecewa dengan malam pertama kita, " ujar Cassandra dengan tersenyum.


Cassandra mendekati Rajendra, ia ingin memeluk Rajendra tetapi pria itu menyingkir dengan cepat. Yang membuat Cassandra sedikit kecewa, tapi tak masalah baginya karena tujuannya menikah dengan Rajendra adalah mengusai harta Danuarta dan membuat keluarga itu hancur.


"Aku tunggu di luar, " ujar Rajendra dengan datar.


Cassandra mengangguk saja, ia berpikir Rajendra hanya mengambek karena ia tidak melayani pria itu semalam, dan Cassandra yakin setelah di rumah mood Rajendra kembali seperti biasanya. Nanti setelah sampai rumah Cassandra akan menggoda suaminya dan mereka akan bercinta sepanjang hari.


****


Cassandra menatap rumah baru mereka dengan tersenyum, walaupun jauh dari keramaian membuat Cassandra puas karena rumah ini tak kalah mewah dengan rumah Ben maupun rumah Rania dan juga rumah Faiz.


"Mas rumah ini kok sepi? Kemana pelayan-pelayan seperti di rumah papa?" tanya Cassandra dengan bingung.


"Aku belum mendapatkan yang cocok. Aku sedang mencari yang sesuai untuk bekerja di rumah ini, " jawab Rajendra sekenanya karena memang Rajendra tak ada niatan untuk mempekerjakan orang di rumah ini, ia ingin Cassandra yang mengerjakan semuanya nanti.


Cassandra dan Rajendra naik ke lantai atas. Rajendra membuka kamar mereka, lebih tepatnya ini kamar Cassandra karena Rajendra sangat enggan tidur di sini bersama dengan gadis yang baru saja ia nikahi, tetapi ia sengaja masuk ke kamar ini terlebih dahulu.


Cassandra menatap Rajendra ia mengelus dada bidang Rajendra dengan lembut. "Aku sudah siap, Mas! " gumam Cassandra dengan suara yang menggoda dan gerakan tangannya sengaja ia mainkan agar Rajendra tergoda dengan dirinya.


"Loh kita baru saja menikah kemarin, Mas. Masa kamu sudah kerja sih," protes Cassandra yang merasa tidak suka karena bagaimanapun mereka masih sehari menjadi suami istri.


"kamu lupa suami kamu ini CEO perusahaan yang sangat besar dan tidak ada yang membantu sama sekali. Nanti aku pulang cepat tunggu aku di rumah ini ya. Oo iya, Sayang. Sebagai seorang suami aku ingin merasakan masakan istriku sendiri. Jadi, sepulang kantor nanti aku berharap sudah ada makanan di atas meja makan kita dan itu adalah masakan kamu sendiri," ujar Rajendra dengan tegas.


Rajendra ingin melihat apakah Cassandra akan memasak untuk dirinya atau tidak. Malam nanti ia akan membuat Cassandra merasakan kemarahannya yang lebih besar maka dari itu pagi ini Rajendra masih sedikit berbuat baik dengan Cassandra.


"Iya, Mas!" ucap Cassandra dengan terpaksa. Seharusnya ia sudah duduk dengan tenang di rumah ini kenapa dirinya di suruh memasak lagi, sangat menjengkelkan sekali.


Rajendra keluar dari rumah begitu saja meninggalkan Cassandra yang tampak kesal dengan dirinya.


"Ish... Dasar menyebalkan! Baru menikah saja sudah menyuruh aku untuk masak, seharusnya aku sudah tinggal duduk dengan tenang di rumah ini," monolog Cassandra dengan bersungut sebal.


Cassandra masuk ke dalam kamarnya, bukannya ia meletakkan baju-bajunya dan Rajendra ke dalam lemari, gadis itu malah merebahkan dirinya dan asyik memainkan ponselnya. Bahkan ia sama sekali tidak peduli dengan permintaan Rajendra, ia malah memesan makanan online untuk dirinya makan nantinya. Cassandra beranggapan jika Rajendra tidak akan marah nantinya. Namun, sikap Cassandra yang seperti ini semakin menyulutkan emosi Rajendra.


****


Sore harinya Rajendra sudah pulang, ia mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Cassandra. Ruangan ini masih gelap dan belum di hidupkan lampu sama sekali, dengan wajah datar dan begitu sangat dingin Rajendra berjalan menuju kamar Cassandra, amarah Rajendra semakin memuncak ketika melihat Cassandra yang asyik memainkan ponselnya.

__ADS_1


Rajendra merebut ponsel Cassandra dengan cepat yang membuat Cassandra terkejut. "Mas sudah pulang?" tanya Cassandra dengan tersenyum.


"Sudah. Mana masakan yang aku inginkan?" tanya Rajendra dengan dingin.


"Aku capek banget, Mas. Besok saja aku masaknya ya. Kita pesan online saja atau makan di luar yuk," ucap Cassandra dengan entengnya.


Rajendra mencengkeram dagu Cassandra dengan kuat yang membuat Cassandra meringis. "Kamu pikir saya akan berbaik hati dengan kelakuan kamu seperti ini, Cassandra. Benar-benar istri tidak bisa diandalkan."


" Akhhh.... " Cassandra meringis saat cengkraman tangan Rajendra semakin kuat di dagunya.


"S-sakit, Mas!" ucap Cassandra dengan meringis.


Rajendra menyeringai. "Saya tidak akan melepaskan kamu, Cassandra. Saya akan membuat hidup kamu menderita," ujar Rajendra dengan tajam.


"M-mas kenapa kamu jadi seperti ini?" tanya Cassandra dengan takut.


"Kamu tanya kenapa? Jawabannya karena kamu sendiri. Kamu pikir saya tidak tahu tujuan kamu ingin menikah dengan saya?! Saya ikuti permainan kamu Cassandra dan jangan harap kamu bisa keluar dari rumah ini," ujar Rajendra dengan menyeringai.


"A-apa maksud kamu, Mas?" tanya Cassandra berpura-pura tidak tahu.


"Jangan berpura-pura tidak mengetahui apapun, Cassandra!" gumam Rajendra dengan tajam.


"Mulai sekarang kamu akan menjadi tahanan saya di sini. Oo iya kamu juga yang akan membersihkan seluruh rumah ini karena saya tidak membayar pembantu sedikitpun. Ingat itu Cassandra jika kamu malas saya akan menyiksa kamu lebih dari apa yang kamu bayangkan!" gumam Rajendra dengan nada yang begitu dingin dan sangat menyeramkan.


"M-mas.. "


Bruk....


Rajendra mendorong Cassandra dengan kuat hingga gadis itu terjatuh di lantai. "Kamu memang istri saya tapi bagi saya kamu adalah mainan saya, Cassandra! Syok? Hahaha... Kamu merasa terbang di atas awan bukan? Karena sikap saya yang begitu lembut? Tapi kamu salah Cassandra semua rencana yang ada di otak bod*h kamu sangat mudah saya baca. Sekarang nikmati saja penderitaan kamu di rumah ini dan saya pastikan tidak ada yang menolong kamu di sini termasuk om Rio! Bahkan saya bisa dengan sangat gampang memberitahu rencana busuk kamu untuk menghancurkan keluarga saya kepada om Rio," ujar Rajendra dengan tajam yang membuat Cassandra begitu sangat syok.


Mengapa Rajendra mengetahui semua rencananya? Cassandra benar-benar takut dengan kemarahan Rajendra sekarang. Yang hanya bisa ia lakukan hanya diam dan menangis.


"Mas aku sama sekali tidak mengerti dengan apa yang kamu ucapkan!" ujar Cassandra berubah mengelak.


"DIAM! SEMUA UCAPAN YANG KELUAR DARI MULUT KAMU HANYA SAMPAH BAHKAN TUBUH KAMU JUGA TERLIHAT SEPERTI SAMPAH SEPERTI MAMA KAMU"


"JANGAN BAWA-BAWA MAMAKU, MAS!"


"EMANG ITU KENYATAAN, CASSANDRA. NIKMATI SAJA HIDUPMU DI RUMAH INI SAMPAI KAMU PAHAM DENDAM YANG KAMU TANAMKAN AKAN MENGHANCURKAN KAMU SENDIRI!"


Brak....

__ADS_1


"MAS BUKA PINTUNYA! MAS AKU TAKUT !KENAPA LAMPUNYA DI MATIKAN?" teriak Cassandra.


Sedangkan Rajendra menyeringai dengan puas. Ini baru awal, akan ada penyiksaan yang lebih kejam dari pada ini nantinya. Tunggu saja!


__ADS_2