Suami Bayaran Nona Rania

Suami Bayaran Nona Rania
Bab 147 (Mencari Tahu Tentang Cassandra)


__ADS_3

...📌 Jangan lupa ramaikan part ini ya!...


...Happy reading...


****


Di dalam satu ruangan yang sama dan sedang makan siang bersama membuat atmosfer di ruangan Faiz saat ini terasa panas dan dingin. Apalagi ketika Faiz melihat Olivia yang terlihat sangat menikmati makanan yang ada di hadapan mereka.


"Enak sekali," gumam Olivia dengan tersenyum.


Keduanya sudah selesai makan siang bersama. Olivia menatap Faiz yang sedang menatapnya dengan tatapan yang begitu tajam.


"Kenapa anda menatap saya seperti itu, Tuan?" tanya Olivia dengan canggung.


"Tidak apa-apa. Hanya saja saya merasa heran dengan sikap kamu hari ini," jawab Faiz dengan datar.


"Heran dengan sikap saya? Hehehe... Saya hanya ingin berterima kasih kepada Tuan yang semalam telah meminjamkan laptop Tuan kepada saya," ujar Olivia dengan tersenyum.


"Itu tidak jadi masalah. Hmmm... Apakah kamu bersedih karena laptop kamu diambil oleh Cassandra?" tanya Faiz yang ingin mengulik informasi tentang Cassandra melalui Olivia dengan begitu ia bisa mengetahui bagaimana sikap Cassandra.


Senyuman Olivia tampak memudar, ia menghela napasnya dengan berat. Apakah bercerita dengan Faiz membuat hatinya lega? Tetapi Olivia merasa jika Faiz sangat bisa di percaya.


"Hmm iya, Tuan. Laptop itu adalah hasil kerja keras saya selama bekerja di perusahaan ini. Lalu tiba-tiba diambil oleh Cassandra dan itu membuat hati saya sangat sedih. Saya menyayangi Cassandra tetapi saya juga merasa kesal ketika dia mengambil barang saya begitu saja tanpa rasa bersalah," ujar Olivia dengan sendu.

__ADS_1


"Hmmm emang dia sering seperti itu?" tanya Faiz dengan penasaran.


"Hmm setiap saya mempunyai barang baru, Tuan. Tetapi ayah dan bunda selalu mengatakan jika saya tidak boleh marah dengan Cassandra karena bagaimanapun saya dan orang tua saya harus bisa membuat Cassandra nyaman dan tidak merasa sendirian," jawab Olivia tanpa beban seakan bercerita dengan Faiz adalah sesuatu yang sangat tepat.


"Tetapi kamu sadar tidak sih apa yang orang tua kamu lakukan bisa membuat kamu terluka?" tanya Faiz dengan tajam. Entah mengapa ia bisa sangat semarah ini ketika mendengar Olivia bercerita bagaimana serakahnya Cassandra.


"Ternyata benar buah jatuh tidak akan jauh dari pohonnya. Ibunya sudah sangat gila harta maka anaknya juga akan seperti itu," gumam Faiz di dalam hati.


Faiz tidak mengatakan secara langsung dengan Olivia karena bagaimanapun Olivia tetaplah kakak dari Cassandra. Walaupun Cassandra berulang kali menyakiti Olivia, Faiz yakin jika Olivia tetap akan membela Cassandra.


Olivia tersenyum tipis. "Entahlah, Tuan. Emm kalau begitu saya permisi, Tuan. Jam istirahat sebentar lagi selesai," ujar Olivia yang terlihat menghindar dari Faiz karena mungkin tak mau bercerita lebih kepada Faiz karena bagaimanapun Cassandra adalah adik yang ia sayangi seburuk apapun sifat Cassandra terhadap dirinya.


Faiz mengangguk. "Silahkan!" ucap Faiz dengan tegas.


Olivia langsung membereskan tempat makanan mereka dan membawanya keluar. Sikap Olivia seakan menghindar dari pertanyaan Faiz membuat Faiz mengerti jika Olivia tidak nyaman dengan pertanyaannya barusan tetapi Faiz tidak akan meminta maaf karena yang ia tanyakan adalah sebuah hal yang bisa saja terjadi di kemudian hari.


[Sikap serakah di diri tante Clara ternyata juga menurun di diri Cassandra, Om. Olivia sedikit bercerita jika Cassandra sering sekali mengambil barangnya begitu saja tanpa ada rasa bersalah sedikitpun ketika Olivia membeli barang baru. Aku rasa Om harus berhati-hati dengan Cassandra karena bisa saja Cassandra melakukan sesuatu yang akan merugikan perusahaan]


Faiz mengirimkan pesan dan setelah itu ia kembali meletakkan ponselnya tak menunggu balasan dari Rajendra karena Faiz yakin Rajendra akan membalas pesannya.


Sedangkan Olivia, gadis itu tampak termenung setelah keluar dari ruangan Faiz. Hatinya merasa gundah setelah menceritakan sesuatu hal yang membuatnya bersedih semalam.


"Apa ini sudah tepat aku menceritakan kepada tuan Faiz? Bagaimanapun Cassandra adalah adikku dan aku tidak mungkin menjelekkan adikku sendiri di depan tuan Faiz. Ini salah, tidak seharusnya aku bercerita tadi," monolog Olivia merasa bersalah sekarang.

__ADS_1


"Aku harus tetap pada misi pertama yaitu mendekati tuan Faiz karena dengan begitu Cassandra akan bahagia. Dia sudah berjanji kepadaku jika aku berhasil membuat tuan Faiz menjadi milikku maka Cassandra tidak akan meminta barang-barangku lagi," gumam Olivia bertekad di dalam hati.


Olivia berusaha mengenyahkan pikiran buruknya sekarang. Ia harus tetap fokus bekerja, tetapi entah mengapa bayangan Faiz selalu membuat fokus dirinya buyar.


"Aih... Apa yang terjadi? Kenapa aku kembali mengingat saat tuan Faiz menatap diriku begitu dalam," ujar Olivia memijat pelipisnya.


"Huh...Manyebalkan sekali," ujar Olivia dengan kesal.


"Siapa yang menyebalkan?" tanya Faiz yang sudah tiba-tiba di depannya hingga membuat Olivia terkejut dan bahkan hampir terjungkal jika Faiz tidak menahan tangannya.


Olivia benar-benar malu saat ini karena dia hampir saja jatuh dan terlihat sekali Faiz sedang menahan tawanya.


"Astaghfirullah, Tuan. Kenapa ngagetin saya? tanya Olivia dengan sangat syok.


Faiz terkekeh yang membuat Olivia terperangah karena baru kali ini ia melihat Faiz tersenyum seperti ini ya walaupun senyuman Faiz karena tingkahnya yang sangat memalukan sekali hingga membuat pipi Olivia memanas karena malu.


" Lucu!" ujar Faiz yang membuat Olivia terdiam.


"Eh!"


Faiz tersenyum tipis lalu ia memberikan berkas kepada Olivia. "Tolong periksa ini dengan baik, setelah selesai antarkan ke ruangan saya," ujar Faiz dengan tegas.


"I-iya, Tuan!" sahut Olivia dengan malu-malu.

__ADS_1


Faiz kembali ke ruangannya sedangkan Olivia menepuk pipinya dengan pelan. "Aku tidak salah dengarkan? Tuan Faiz mengatakan jika aku lucu? Aaa.. Kenapa sangat membahagiakan sekali? Kamu kenapa Olivia? Kenapa hati kamu penuh dengan kembang api yang meletup-letup?" monolog Olivia dengan tersenyum sendiri sedangkan Faiz ternyata mengintip Olivia dari balik pintu.


"Sikapnya benar-benar lucu. Kenapa aku baru menyadarinya sekarang?" gumam Faiz dengan terkekeh.


__ADS_2