Suami Bayaran Nona Rania

Suami Bayaran Nona Rania
Bab 228 (Rindu)


__ADS_3

...📌 Baca yang manis-manis dulu sebelum yang pahit datang 🧐...


...Happy reading...


...****...


Faiz langsung memeluk istrinya dengan sangat erat setelah ia sampai di rumah mertuanya yang membuat Olivia tersenyum dan membalas pelukan suaminya tak kalah eratnya.


"Katanya pergi 3 hari Mas tapi baru dua malam Mas di Bali sudah pulang," ujar Olivia yang juga merasakan rindu terhadap suaminya, Olivia menghirup aroma tubuh Faiz yang dengan sangat dalam karena ia juga sangat merindukan Faiz walaupun suaminya itu belum pergi terlalu lama ke Bali.


"Ternyata jauh dari kamu sangat menyiksa Mas, Sayang. Minggu depan ayo kita liburan di Bali! Mas menemukan tempat yang sangat indah yang bisa kita jadikan tempat untuk honeymoon," ujar Faiz dengan tersenyum dan mengecup kening Olivia dengan lembut.


"Beneran, Mas? Iya aku mau!" ujar Olivia sangat bahagia.


"Ekhem... Suami pulang bukannya di suruh masuk malah berpelukan di depan pintu saja. Suruh masuk dong suaminya, Olivia!" ujar Rio dengan menggoda anaknya yang memang selalu mengatakan jika ia sangat merindukan Faiz setiap 2 jam sekali yang membuat Rio dan Anjani hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan anaknya yang tak bisa berjauhan dari suaminya.


Faiz dan Olivia terkekeh. "Saya yang menahan Olivia sejak tadi di sini, Yah!" ujar Faiz dengan memeluk Olivia dari samping.


"Ayo masuk, Mas!" ujar Olivia dengan lembut.


Faiz mengangguk, ia melangkah dengan pelan bersama dengan ayah mertuanya juga.


"Jadi, kenapa kamu pulang lebih cepat dari jadwal yang sudah kamu katakan sebelumnya, Faiz? Ayah juga masih merindukan Olivia loh," ujar Rio dengan terkekeh.


"Ayah ihhh... Biarin dong suami Olivia pulang cepat dari waktu yang sudah ia bilang waktu itu," ujar Olivia dengan cemberut.


"Iya-iya Ayah tahu. Lihat istri kamu Faiz. Olivia setiap dua jam sekali selalu merengek kepada Ayah dan bunda mengatakan jika dia merindukan kamu," ujar Rio yang membuat Olivia mengerucutkan bibirnya sedangkan Faiz menatap istrinya dengan tatapan gelinya.


"Saya juga tidak bisa jauh dari Olivia, Yah. Makanya saya pulang lebih cepat dari jadwal yang ada," ujar Faiz dengan tersenyum.


"Ya ampun memang cocok kalian berdua," ujar Rio dengan menggeleng kepalanya.

__ADS_1


"Loh kok Faiz sudah pulang, Nak?" tanya Olivia dengan terkejut saat melihat menantunya sudah pulang.


"Sudah, Bun. Saya rindu berat dengan Olivia!" ujar Faiz dengan terkekeh karena merasa geli dengan ucapannya sendiri saat mengakui jika ia memang merindukan Olivia di hadapan kedua mertuanya.


"Haha sehati sekali dengan Olivia!" ujar Anjani dengan tertawa.


Anjani merasa bersyukur jika Faiz benar-benar menyayangi anaknya dengan tulus. Tetapi ia menyayangkan sikap Cassandra yang jarang mengunjungi dirinya selama menikah dengan Rajendra. Anjani bahagia jika Cassandra bahagia tetapi ia merasa sudah tidak dibutuhkan lagi oleh Cassandra. Anjani tak ingin memikirkan itu terlalu berlarut-larut, mungkin juga karena kesibukan Rajendra, Cassandra tidak bisa ke sini. Tapi Faiz yang sama sibuknya saja bisa menyempatkan untuk mengunjungi ia dan suaminya. Anjani tidak ingin memikirkan itu lagi karena ia takut anaknya akan merasa jika ia kembali pilih kasih, lebih baik ia fokus dengan Olivia sekarang karena anaknya pun sedang bersedih karena tak kunjung hamil. Anjani tidak mau dengan sikapnya ini membuat Olivia juga menjauh dari dirinya.


"Sekarang ayo kita makan siang bersama. Bunda sudah memasak banyak," ujar Anjani dengan tersenyum.


"Iya Bunda kebetulan sekali saya juga sudah sangat lapar. Nenek di mana, Bun?" ujar Faiz dengan bertanya keberadaan Agni yang memang jarang sekali kelihatan.


"Sedang mengunjungi Clara. Bunda sangat syok mendengar kabar dari rumah sakit jika Clara di pasung karena terus menerus mengamuk bahkan Rajendra di cekik dengan Clara saat mengunjungi mama mertuanya," ujar Anjani dengan sendu.


"Ayah sebenarnya tidak setuju dengan keputusan Cassandra yang meminta pihak rumah sakit memasung Clara. Namun, mendengar dari dokter sendiri jika Clara sangat membahayakan membuat Ayah akhirnya setuju dengan keputusan Cassandra. Mungkin lebih baik Clara di pasung daripada nantinya ia membahayakan orang banyak," ujar Rio dengan sendu.


Terlihat sekali kesedihan di mata Rio. Namun, Faiz juga tidak setuju jika Clara tidak di pasung lagi. Karena ini adalah awal penderitaan Clara nantinya.


Terdengar suara langkah kaki masuk ke dalam rumah. Tampak Agni masuk dengan wajah sedihnya.


"Ma, Mama sudah pulang? Ayo kita makan siang bersama, Ma!" ujar Anjani mengajak mertuanya dengan lembut.


"Kalian saja Mama mau ke kamar mau istirahat," ujar Agni dengan pelan dan langsung menuju kamarnya begitu saja tanpa melihat ke siapa pun lagi.


"Nek!" panggilan dari Olivia tak lagi Agni dengarkan.


"Mata nenek sembab. Apa nenek habis menangis?" tanya Olivia dengan sendu.


"Jangan ganggu nenek dulu. Biarkan nenek menenangkan dirinya dulu karena nenek pasti sedih melihat keadaan Clara sekarang. Kita makan siang saja duluan," ujar Rio dengan tegas yang di angguki oleh Olivia dan yang lainnya. Tetapi walaupun begitu Anjani dan Olivia tetap memikirkan Agni.


****

__ADS_1


Olivia menyiapkan pakaian suaminya, saat ini Faiz sedang mandi setelah makan siang mereka selesai. Olivia tersenyum saat menghirup wangi baju Faiz. Selama Faiz pergi Olivia bahkan menciumi dan memeluk baju Faiz ketika tertidur agar Olivia bisa memejamkan matanya.


"Kenapa senyum-senyum sendiri, Sayang?" tanya Faiz saat keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk hanya sebatas lutut saja menampilkan perut seksinya yang membuat Olivia menelan ludahnya dengan kasar, setiap hari ia sudah melihat pemandangan ini tetapi tetap saja jantung Olivia tidak aman rasanya.


"Hehehe... Aku cium wangi tubuh Mas di baju ini," ujar Olivia dengan tertawa kecil karena tingkahnya sudah ketahuan oleh suaminya sendiri.


Faiz juga ikut tersenyum geli. "Emang rindu banget ya sampai-sampai baju Mas saja kamu ciumin begitu," ujar Faiz yang di angguki spontan oleh Olivia.


"Iya rindu banget. Dua malam Mas di Bali seperti sudah seminggu Mas di sana," rengek Olivia dengan manja.


"Mas juga kok. Besok-besok kamu ikut saja deh kemana Mas pergi walaupun nantinya kamu harus diam di hotel," ujar Faiz dengan tersenyum.


"Yang bener, Mas? Hehe aku seneng banget dengarnya," ujar Olivia dengan bahagia. "Ooo iya, Mas. Ini baju sama celana kamu sudah aku siapin," ujar Olivia dengan tersenyum.


"Pakaikan dong!" ujar Faiz dengan terkekeh.


"Ihh manja!" ujar Olivia dengan tersenyum tetapi ia tetap melakukan perintah Faiz untuk membantu suaminya memakai pakaiannya.


Olivia juga membantu mengeringkan rambut Faiz dengan handuk kecil walaupun Faiz harus menggendong istrinya itu agar Olivia sampai.


"Tidur siang yuk Mas ngantuk banget," ujar Faiz dengan manja setelah Olivia selesai mengeringkan rambutnya.


Olivia mengangguk dengan senang hati karena sudah dua malam ia tidak tidur di pelukan Faiz. Olivia langsung meletakkan kepalanya di lengan Faiz dan saling memeluk satu sama lain yang membuat Olivia begitu damai.


Olivia menatap wajah tampan suaminya dengan tersenyum. "Ya Tuhan... Jangan engkau ambil kebahagiaan ini! Aku sudah sangat bahagia bersama dengan lelaki sehangat mas Faiz walaupun awal pernikahan kami, aku hanya ingin memperbaiki hubungan keluargaku dengan keluarganya. Tapi sungguh aku sangat bahagia sekali sekarang Ya Tuhan," gumam Olivia di dalam hati.


"Tidur, Sayang. Jangan terus memandangi wajah tampan Mas!" ujar Faiz dengan mata yang terpejam yang membuat Olivia malu ketahuan mengagumi wajah tampan suaminya.


"Mas sih tampan banget!" ujar Olivia yang membuat Faiz terkekeh.


"Kamu juga cantik banget, Sayang!" ujar Faiz dengan tulus.

__ADS_1


__ADS_2