Suami Bayaran Nona Rania

Suami Bayaran Nona Rania
Bab 136 (Di Balik Topeng)


__ADS_3

...📌 Jangan lupa ramaikan part ini ya!...


...Happy reading...


****


"Bun, aku pulang!" teriak Olivia dengan sedikit keras memasuki rumah kedua orang tuanya tetapi tak ada sautan sama sekali dari bunda maupun ayahnya.


Kemana ayah dan bundanya? Dimana juga Cassandra? Mendengar suara tawa dari dapur membuat Olivia meletakkan tasnya di sofa dan mulai berjalan ke arah dapur.


Suara tawa yang sangat terdengar mengembirakan sekali itu ternyata dari Cassandra dan bundanya yang sedang memasak berdua di dapur. Entah mengapa melihat tawa bundanya yang sangat bahagia ketika bersama dengan Cassandra membuat Olivia iri, dirinya lelah bekerja sedangkan Cassandra selalu di manja di rumah ini. Bahkan saat Cassandra tidak mau bekerja pun kedua orang tuanya tidak protes, ia selalu mengalah untuk Cassandra.


"Bun!" panggil Olivia dengan pelan.


Anjani dan Cassandra langsung melihat ke arah Olivia. "Eh Sayang kamu baru pulang ya? Bunda sama adek kamu lagi membuat kue nih. Kamu mau?" tanya Anjani menatap anaknya dengan tersenyum.


"Nanti saja, Bun. Aku pikir Bunda dan Cassandra kemana ternyata asyik di dapur sampai tidak mendengar suara aku," ujar Olivia yang menutupi kekecewaannya.


"Maaf, Sayang. Bunda sama sekali tidak dengar. Sekarang kamu mandi kita makan malam bersama ya," ujar Anjani dengan tersenyum.


"Iya, Kak. Kakak mandi dulu terus kita makan bersama," ujar Cassandra dengan tersenyum.


Olivia ikut tersenyum. "Ya sudah aku ke kamar dulu ya," ujar Olivia dengan pelan.


"Iya, Sayang!"


"Iya, Kak!"


Olivia berjalan menuju kamarnya dengan perasaan yang tak bisa dijabarkan. "Tidak, aku tidak boleh cemburu melihat kedekatan bunda dengan Cassandra. Bagaimanapun Cassandra adalah adikku," gumam Olivia dengan menghela napasnya dengan berat seakan beban yang di pikulnya saat ini cukup berat.


Sedangkan Cassandra memeluk bunda angkatnya sekaligus tantenya, ia tersenyum menatap Anjani. "Bun, maafkan aku tapi aku harus melakukan ini agar mama dan papa merasa bahagia. Keluarga Danuarta sudah menghancurkan mama, papa, dan nenek. Aku harus membalaskan semua rasa sakit yang mereka rasakan!" gumam Cassandra di dalam hati.


Anjani mengelus bahu Cassandra dengan lembut. "Bantu Bunda membereskan semua ini ya. Kakak kamu sudah capek bekerja dia butuh energi yaitu makan," ujar Anjani dengan terkekeh.


"Siap, Bunda!" balas Cassandra dengan hormat yang mengundang gelak tawa dari Anjani.

__ADS_1


Anjani tidak tahu jika perlakuannya selama ini terhadap Cassandra membuat anak kandungnya sendiri terluka. Terlalu menjaga perasaan Cassandra agar tidak kekurangan kasih sayang dan merasa asing di rumah ini membuat Anjani tidak peka dengan perasaan anaknya sendiri yang selalu memendam semuanya seorang diri bahkan Rio pun tidak paham dengan perasaan anak kandungnya karena terlalu menjaga perasaan Cassandra.


***


"Bagaimana pekerjaan kamu, Sayang?" tanya Rio melihat ke arah Olivia.


"Baik, Pa! Tuan Faiz sangat baik kepada aku," jawab Olivia dengan tersenyum tipis.


"Kalian berdua cocok loh, Kak! Kenapa tidak jadian terus sih," ujar Cassandra dengan menggebu yang membuat Olivia tersedak.


Uhuk...uhuk...


"Pelan-pelan, Sayang!" ujar Anjani memberikan minum kepada anaknya.


Olivia menerima minum dari bundanya. Walaupun Cassandra sering memintanya untuk mendekati Faiz tetapi tetap saja Olivia masih terkejut dengan apa yang adiknya ucapkan.


"Kalian berdua sedang dekat?" tanya Rio memastikan.


"Tidak, Yah. Kami hanya dekat sebagai rekan kerja saja," ujar Olivia tersenyum paksa.


"Ayah kira kamu dan Faiz memang benar-benar dekat," ucap Rio dengan terkekeh yang membuat Olivia tersenyum paksa.


"Dekat dengan siapapun Olivia yang penting lelakinya penyayang dan bertanggungjawab atas keluarga mereka kelak," ujar Anjani dengan tegas karena ia tak mau apa yang ia alami dengan Rio terjadi juga pada anaknya.


Rio menatap Anjani yang terlihat sangat ketakutan. Rio tahu istrinya gelisah karena masa lalu mereka, Rio memegang tangan istrinya dengan lembut yang membuat Anjani tersenyum ke arah suaminya.


"Olivia dan Cassandra pasti akan mendapatkan lelaki yang bekerja keras dan bertanggungjawab dengan keluarga," ujar Rio dengan tulus karena ia pun tak ingin Olivia maupun Cassandra mendapatkan lelaki yang tidak bertanggungjawab sama sekali dan mempermainkan perasaan anaknya.


Anjani tersenyum. "Itu pasti karena Bunda terus mendoakan yang terbaik untuk kalian berdua," ujar Anjani dengan tersenyum.


Olivia dan Cassandra saling menatap satu sama lain. Keduanya hanya bisa tersenyum mendengar ucapan bunda dan ayah mereka. Keduanya belum memikirkan tentang pernikahan tetapi Cassandra ingin sekali Olivia yang menikah cepat dengan Faiz, Cassandra harus mendesak kakaknya tersebut agar segera mendekati Faiz.


****


Cassandra memasuki kamar Olivia tanpa mengetuk pintu yang membuat Olivia ingin marah tetapi ia harus sabar karena pasti ia yang akan terkens amarah bundanya.

__ADS_1


"Kak!" panggil Cassandra menghampiri Olivia.


"Hmmm..." Olivia tidak melihat ke arah adiknya karena ia sedang sibuk bekerja.


Cassandra yang terlihat kesal mengambil berkas yang sedang kakaknya kerjakan.


"Cassandra kembalikan!" ucap Olivia dengan kesal.


"Akan aku kembalikan kalau Kakak mau mendengarkan aku," ujar Cassandra dengan cemberut.


"Iya, iya letakkan berkas itu di atas meja lagi!" ujar Olivia berusaha untuk sabar.


"Oke..."


"Mau bicara apa?" tanya Olivia setelah Cassandra meletakkan beekas penting miliknya di atas meja.


"Aku mau Kakak dekati tuan Faiz!" jawab Cassandra langsung pada intinya.


Olivia menghela napasnya dengan pelan. "Kenapa kamu sangat ingin Kakak mendekati tuan Faiz bahkan menikah dengannya? Apa yang kamu inginkan sebenarnya, Cassandra?" tanya Olivia dengan penasaran.


Cassandra tampak gelagapan tetapi ia pandai mengatur ekspresi wajahnya. "Dia lelaki baik, Kak. Aku sangat ingin melihat Kakak menikah dengannya. Ayolah, Kak! Aku hanya ingin melihat Kakak bahagia," ujar Cassandra dengan memohon bahkan ekspresi wajahnya begitu sangat memelas yang membuat Olivia tak tega.


"Benar tidak ada alasan yang lain?" tanya Olivia memastikan.


"Tidak ada, Kak! Ayolah dekati tuan Faiz. Aku sangat ingin melihat Kakak menggunakan gaun pengantin yang sangat cantik," ujar Cassandra dengan tersenyum.


"Dan setelah itu aku akan mempergunakan Kakak untuk menghancurkan Tuan Faiz dan keluarganya karena keluarga Danuarta telah menghancurkan mama, papa, dan nenek. Jika tidak ada yang mau membalaskan dendam terhadap mereka maka aku yang akan membalaskan semua penderitaan mereka, Kak! Melalui Kakak dan aku sendiri nantinya!" gumam Cassandra di dalam hati. Sepertinya Cassandra sangat pandai bersembunyi di balik topeng wajahnya sendiri.


"Baiklah! Kakak akan berusaha mendekati tuan Faiz. Kamu bisa keluar dari kamar Kakak? Kakak mau istirahat," ujar Olivia pada akhirnya.


"Iya, Kak. Janji ya!"


"Iya!"


Cassandra tampak begitu senang karena Olivia mau menuruti perkataannya. Cassandra akan menjadikan Olivia alat untuk membalaskan dendam atas penderitaan orang tua dan neneknya.

__ADS_1


"Tunggu kehancuran kalian semua!" gumam Cassandra tersenyum licik.


__ADS_2