Suami Bayaran Nona Rania

Suami Bayaran Nona Rania
Bab 224 (Tante Bunga)


__ADS_3

...📌 Jangan lupa ramaikan part ini ya!...


...Happy reading...


...***...


Setelah bertemu dengan Clara, Rajendra langsung ingin pergi ke kantor karena dua keponakannya akan datang ke kantornya hari ini, setelah ia meminta video Clara kepada orang suruhannya.


"Awasi saja terus Roby dengan Sherly!" ujar Rajendra dengan tegas.


"Baik, Tuan. Roby sudah mulai curiga jika keluarga Danuarta yang melakukan teror kepada dirinya. Saat ini tidak ada pergerakan Roby yang ingin berbuat kejahatan untuk keluarga Danuarta, dia masih bersembunyi, Tuan. Tapi istrinya terus menipu para ibu-ibu sosialita untuk membeli perhiasan palsu miliknya," ujar orang suruhan Rajendra dengan sangat detail.


"Biarkan Sherly untuk sementara waktu jika sudah waktunya polisi akan meringkus Sherly dan Roby. Tapi saya masih ingin bermain-main dengan suami istri tersebut," ujar Rajendra dengan tegas.


"Baik, Tuan. Saya mengerti!" sahut orang suruhan Rajendra dengan tegas.


Setelah itu Rajendra bergegas masuk ke dalam mobilnya dan melajukan mobilnya dengan cepat. Semua rencana yang ia lakukan penuh kematangan karena Rajendra tak ingin kegagalan sedikitpun.


Sesampainya di kantor, Rajendra langsung bergegas masuk karena Faiz dan Frisa sudah menunggu dirinya, bahkan Bunga sudah menghubungi dirinya sejak tadi tetapi tidak Rajendra angkat. Rajendra tahu pasti Bunga khawatir sekarang, Rajendra sengaja tidak mengangkat telepon Bunga karena dalam hatinya masih ada amarah yang sangat besar untuk Clara, ia tidak mau Bunga terkena imbas amarahnya.


Rajendra berjalan dengan langkah yang begitu tegas, banyak karyawan yang menyapa dirinya dengan ramah. Tak sedikit pula yang mengagumi Rajendra karena sikapnya yang sangat memanjakan Cassandra, bahkan Cassandra tidak boleh bekerja dan hanya duduk manis di rumah. Namun, faktanya semua itu tidak benar karena Cassandra sangat tersiksa menikah dengan Rajendra. Tetapi yang membuat mereka iri dan sedikit kesal dengan Bunga karena Bunga yang masih anak baru bisa menduduki kursi sekretaris yang dulunya jabatan itu milik Cassandra.


"Mas dari mana saja? Aku teleponin dari tadi tidak di angkat!" tanya Bunga dengan raut wajah cemas yang membuat Rajendra merasa bersalah.


"Mas dari rumah sakit bertemu dengan Clara, Sayang. Kenapa kamu tidak masuk ke ruangan Mas untuk bergabung dengan Faiz dan Frisa?" jawab Rajendra sekaligus bertanya dengan Bunga.


Bunga menggelengkan kepalanya dengan pelan. "Akan canggung rasanya jika aku masuk tidak bersama, Mas. Apalagi mereka sudah tahu jika aku akan menjadi istri kedua, Mas! Tidak hanya tuan Faiz dan nona Frisa saja yang datang melainkan tuan Gavin juga ada, Mas!" jawab Bunga dengan lirih.


"Ya sudah ayo kita masuk bersama! Jangan biarkan mereka menunggu terlalu lama," ujar Rajendra dengan tegas.

__ADS_1


Rajendra menggandeng tangan Bunga dengan erat, ia sedikit memaksa Bunga untuk masuk ke ruangannya. Setelah Rajendra dan Bunga masuk ketiga pasang mata itu menatap Rajendra dan Bunga dengan tatapan yang sangat aneh yang membuat Rajendra mendengus.


"Bisa tidak mata kalian biasa saja tidak usah melotot seperti itu mau saya colok?" tanya Rajendra dengan ketus.


"Galak sekali Om sekarang!" ujar Frisa dengan mengerucutkan bibirnya yang membuat Rajendra tidak bisa marah dan akhirnya gemas dengan menarik bibir Frisa yang membuat Frisa memukul tangan Rajendra dengan perlahan.


"Olivia tidak ikut, kan?" tanya Rajendra memastikan.


Rajendra menyuruh Bunga untuk duduk di sebelahnya, Bunga menurut tetapi ia masih merasa canggung dengan keponakan Rajendra saat ini.


"Tidak, Om. Dia berada di kantor," jawab Faiz dengan tegas.


"Hai calon Tante! Tidak usah canggung seperti itu, aku sudah tahu bagaimana Tante yang bisa membuat om dinginku ini bucin akut," ujar Frisa dengan terkekeh.


Bunga tersenyum mendengar ucapan Frisa yang terdengar lucu bagi dirinya saat ini. "Iya, Nona Frisa! Saya masih tidak enak saja," sahut Bunga dengan formal.


"Panggil saja si manja, Sayang. Dia itu perempuan yang sangat manja di keluarga Danuarta," ujar Rajendra yang membuat Frisa mendelik.


"Mana ada begitu! Bohong, Tante! Jangan percaya sama Om Rajendra!" ujar Frisa tidak terima.


"Emang kamu manja!" ujar Faiz dengan terkekeh.


"Mas, aku tidak manja, kan?" tanya Frisa menatap Gavin.


"Mas suka perempuan yang manja. Dan benar kamu itu manja tapi kamu juga bisa berubah menjadi wanita mandiri dengan begitu cepat intinya kamu bisa menempatkan diri di berbagai suasana atau tempat," ujar Gavin memeluk Frisa dari samping.


"Ekhemm... Senang banget di bela suami," ujar Faiz dengan terkekeh


"Apaan sih, Kak!" ujar Frisa dengan wajahh yang memanas.

__ADS_1


Rajendra terkekeh dan mencium puncak kepala Frisa dengan sayang. Gavin ingin cemburu tetapi sejak dulu keluarga Frisa selalu seperti ini menyampaikan kasih sayangnya terhadap Frisa.


"Seperti yang kalian tahu jika sebentar lagi Om akan menikah dengan Bunga di Bali. Dan untuk Faiz maaf jika Olivia tidak bisa ikut dalam pernikahan Om dengan Bunga untuk menjaga hati Olivia dan agar tidak mengundang kecurigaan orang lain di luar sana," ujar Rajendra dengan tegas.


Faiz menghela napasnya dengan pelan. "Sebenarnya sangat melelahkan bermain kucing-kucingan seperti ini dengan istriku sendiri, Om. Tapi keadaan yang memaksa kita harus seperti ini. Jadi, aku mengerti, Om. Nanti aku akan menitipkan Olivia ke rumah ayah dan bunda berharap nanti Olivia dan yang lainnya tidak curiga dengan kepergian kita ke Bali nanti," ujar Faiz dengan pelan.


"Tidak pergi pun tidak apa-apa, Faiz. Yang terpenting do'a dari kalian semua. Karena setelah Cassandra mengetahui semuanya dan wanita itu menyesali perbuatannya Om akan menceraikannya langsung karena yang berhak menjadi istri Om satu-satunya hanya Bunga. Untuk sekarang Ok belum bisa menceraikan Cassandra,"ujar Rajendra yang membuat Bunga menghela napasnya dengan pelan semakin dekat pernikahannya dengan Rajendra semakin ia merasa ragu karena Bunga tak ingin menyakiti hati Cassandra, tapi melihat satu sisi di mana kakaknya tidak mencintai Rajendra membuat Bunga ingin terus maju bersama dengan Rajendra. Bunga tidak bisa kehilangan Rajendra begitu saja karena ia mencintai Rajendra dengan tulus.


"Aku ingin tetap pergi, Om. Karena bagaimana itu adalah hari kebahagiaan, Om. Secepatnya Om harus menceraikan Cassandra karena tidak mungkin Om tetap menjadikan Cassandra istri, Om!" ujar Faiz dengan tegas.


"Kamu benar, Faiz. Secepatnya Om akan menceraikan Cassandra tapi setelah dia sadar akan kesalahannya dan mungkin sebentar lagi setelah dia melihat video Clara," ujar Rajendra dengan menyeringai.


"Kapan Om akan menikah dengan tante Bunga?" tanya Frisa menatap Rajendra dan Bunga bergantian.


"Minggu depan. Kosongkan semua jadwal kalian minggu depan ya! Om dan Bunga akan menikah di pantai sesuai permintaan Bunga," ujar Rajendra dengan tersenyum menatap Bunga yang tengah terlihat malu-malu.


"Menikah di pantai? Kenapa aku juga tidak menikah di pantai waktu itu," ujar Frisa dengan lesu.


Gavin terkekeh. "Mau resepsi dua kali? Boleh, Sayang!" ujar Gavin yang membuat Frisa tampak berpikir.


"Tidak usah deh. Capek banget, Mas!" ujar Frisa yang membuat Gavin, Faiz, dan Rajendra tertawa sedangkan Bunga hanya tertawa kecil melihat tingkah Frisa yang terlihat lucu di depan para saudaranya padahal jika di depan orang asing Frisa sangat menyeramkan sekali.


"Tante sudah siap menikah dengan om Rajendra dan menerima segala konsekuensinya nanti? Karena cepat atau lambat Cassandra pasti akan tahu semuanya dan Tante akan di benci oleh Cassandra nantinya. Dan tentang Roby, emm... Maksudku om Roby pasti akan mengetahui pernikahan kalian nanti. Apakah Tante siap melihat kedua orang tua Tante menderita nantinya? Tante akan menjadi anak yang menentang semua keputusan kedua orang tua Tante nantinya kecuali Tante berkhianat dan menusuk kami semua dari belakang," ujar Frisa dengan santai walaupun begitu ucapan Frisa sangat menampar hati Bunga saat ini.


"Tidak terbesit sekalian pun di pikiran saya untuk mengkhianati kalian semua. Saya sangat tulus mencintai mas Rajendra, hanya saja saya merasa menjadi adik yang paling jahat karena menusuk kakak kandung saya sendiri dari belakang. Dan saya siap menerima semua konsekuensi nantinya termasuk melihat kedua orang tua saya harus mendekam di dalam penjara. Karena kedua orang tua saya memang salah, tapi walaupun begitu saya berharap keluarga Danuarta masih memberikan izin untuk saya bertemu dengan kedua orang tua saya karena bagaimanapun tidak ada namanya mantan anak," ujar Bunga dengan tegas yang membuat Rajendra dan yang lainnya begitu takjub.


"Om tidak salah pilih calon istri. Pokoknya segera ceraikan Cassandra ya, Om!" ujar Frisa dengan tersenyum.


"Iya, Frisa. Lihat saja nanti!" ujar Rajendra memeluk Bunga dengan erat menyampaikan rasa kasih sayangnya untuk Bunga karena Bunga mau berkorban untuk bersama dengan dirinya.

__ADS_1


__ADS_2