Suami Bayaran Nona Rania

Suami Bayaran Nona Rania
Bab 214 (Jatuh Cinta?)


__ADS_3

...📌 Jangan lupa ramaikan part ini ya!...


...Happy reading...


...****...


Rania menatap anaknya yang terlihat senyum-senyum sendiri sejak semalam. Rania yang asyik memakan mangga itu pun mulai mencurigai Frisa.


"Senyum-senyum terus. Kenapa? Lagi jatuh cinta ya?" tanya Rania dengan mulut yang tak berhenti mengunyah mangga yang sudah matang yang di kupaskan oleh suaminya.


"Uhuk...uhuk..." Frisa terbatuk mendengar ucapan mamanya. "Mama apa-apaan sih!" protes Frisa dengan muka yang memerah.


"Lah ada yang salah dengan pertanyaan Mama? Mama lihat dari kemarin sewaktu kamu pulang bersama dengan Gavin, kamu terus senyum-senyum seperti ini. Tidak mungkin kamu senyum seperti ini jika tidak sedang jatuh cinta. Emang sudah tidak ngambek lagi sama Gavin? Di kasih apa sama Gavin kok kamu bisa luluh?" ucap Rania mencerca pertanyaan untuk anaknya tak peduli dengan wajah Frisa yang semakin memerah bak tomat itu.


"Di kasih rumah mewah, Sayang. Gavin mengirimkan gambarnya ke WhatsApp semalam!" ujar Ferdians yang membuat Frisa mendekik.


"Yang bener, Mas? Coba aku lihat!" ujar Rania dengan penasaran.


Ferdians memberikan ponselnya ke Rania. Tampak Frisa cemberut melihat ke antusiasan mama dan papanya.


"Wah bener, Mas. Rumah kita kalah mewah dengan rumah Gavin dan Frisa ini. Gavin memang menantu idaman, dapat di mana lagi coba yang seperti Gavin kalau kemarin Frisa membatalkan pernikahan mereka," ujar Rania yang semakin membuat Frisa cemberut.


"Mama apaan sih kok membela Gavin? Anak Mama aku atau Gavin sih?" tanya Frisa dengan protes yang membuat Rania dan Ferdians tertawa.


"Ya kamu, Sayang. Cuma Gavin itu menantu kesayangan Mama haha," ujar Rania dengan tertawa.


Frisa tersenyum tipis dan kembali memakan makanannya. Ia menjadi salah tingkah sendiri sekarang karena mengingat Gavin.


"Frisa ada Gavin tuh!" ucap Rania dengan usil.


"Mana?" tanya Frisa yang langsung mencari keberadaan Gavin.


Sadar jika dirinya sedang di kerjai oleh mamanya, Frisa menatap mamanya dengan kesal. "Mamaaaa ihh!" rengek Frisa yang semakin membuat Rania dan Ferdians tertawa.


"Anak kesayangan Papa sedang jatuh cinta rupanya. Sebentar lagi kamu juga akan menikah, Papa tidak sabar ingin menjabat tangan Gavin," ujar Ferdians dengan mengelus kepala Frisa dengan sayang.


"Papa mau ikut-ikutan seperti mama?" tanya Frisa dengan cemberut dan merengek manja yang membuat Ferdians tertawa.


"Tidak, Sayang. Mama seperti itu karena dia bahagia karena kamu sebentar lagi akan menikah. Kedua anak Papa sudah dewasa dan sudah memiliki keluarga sendiri," ujar Ferdians dengan sangat tulus yang membuat Frisa langsung memeluk papanya dengan erat.


"Aaahhh Mama dan adek iri tidak di peluk!" ujar Rania dengan cemberut.


"Hehehe.. Aku sayang Mama dan Papa," ujar Frisa dengan mata berkaca-kaca.


"Ekhem..."


"Eh ada Gavin. Duduk Gavin," ujar Rania dengan mengedipkan matanya yang membuat Ferdians dan Frisa menatap Rania dengan tajam.


"Mama genit ih!" ujar Frisa dengan cemberut.


"Yee biarin!" ujar Rania dengan terkekeh.


"Kamu lagi hamil loh, Sayang. Jangan genit-genit sama pria lain!" ujar Ferdians dengan ketus.


Gavin tersenyum tipis melihat Ferdians dan Frisa yang tampak terlihat cemburu dengan Rania yang mengedipkan mata kepada dirinya.

__ADS_1


Gavin duduk di sebelah Frisa, ia menatap Frisa lalu mengacak rambut calon istrinya dengan lembut.


"Mau sarapan?" tanya Frisa menatap Gavin.


"Boleh!" sahut Gavin dengan tersenyum.


Frisa ingin mengambilkan nasi untuk Gavin tetapi ucapan Gavin membuat pipi Frisa semakin memerah.


"Nasi kamu aja. Kalau kurang nanti ambil lagi," ujar Gavin yang membuat Rania terkekeh melihat anaknya yang malu-malu.


"Mas aku juga mau sepiring berdua," ujar Rania dengan manja yang membuat Frisa semakin malu.


"Mama ihhh!" rengek Frisa yang membuat Gavin tersenyum tipis.


"Kenapa? Mama mau romantisan sama suami Mama loh ini," ujar Rania dengan geli.


"Terserah Mama deh!" ucap Frisa dengan pasrah.


"Mas mau makan sendiri atau-"


"Suapi, Sayang!" ujar Gavin memotong ucapan Frisa yang membuat Frisa menelan ludahnya dengan kasar.


Ferdians dan Rania menahan tawanya saat melihat anaknya menyuapi Gavin dengan malu-malu, dan mereka paham jika Frisa sudah mulai mencintai Gavin.


Gavin tersenyum tipis menatap Frisa yang membuat gadis itu salah tingkah dengan tatapan Gavin kepada dirinya.


"Tatapan Gavin membuat aku kenyang!" gumam Frisa di dalam hati.


*****


Frisa tampak kelelahan setelah berbelanja segala perabotan rumah bersama dengan Gavin. Uang yang di keluarkan Gavin cukup banyak hari ini karena Frisa benar-benar membeli semuanya hari ini dan semua barang akan datang nanti ke rumah baru mereka.


Frisa meletakkan dagunya di bahu Frisa, sedangkan Gavin memeluk Frisa sambil memeriksa pekerjaannya.


"Gavin!" panggil Frisa dengan pelan.


"Hmmm..."


"Uang belanja tadi benar pakai uang kamu semua? Nanti habis loh uang tabungan kamu," ujar Frisa dengan pelan.


"Nona pikir saya semiskin itu?" tanya Gavin dengan datar.


"Isss bukan begitu maksudku! belanja perabotan rumah tangga itu tidak murah. Tadi kita habis ratusan juta tahu untuk membeli semua isi rumah dan itu semua pakai uang kamu," ujar Frisa dengan cemberut. "Uang kerja kamu selama ini habis dong," ujar Frisa yang membuat Gavin meletakkan ponselnya dan menatap Frisa.


"Kamu lupa jika aku memiliki beberapa usaha sendiri selain bekerja bersama kamu?" tanya Gavin yang membuat Frisa terdiam dan akhirnya mengingat sesuatu.


"Benar juga!" ujar Frisa dengan terkekeh. "Eh kenapa jadi aku kamu?" tanya Frisa yang baru sadar.


"Terus maunya di panggil apa?" tanya Gavin menatap Frisa dengan menaikan satu alisnya menggoda Frisa.


"Adek? Sayang? Baby?" tanya Gavin yang membuat Frisa menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Kenapa diam?" tanya Gavin.


"Isss... Terserah Mas saja deh!" ucap Frisa dengan kesal.

__ADS_1


"Coba ulangi sekali lagi? Aku tidak dengar," ujar Gavin dengan terkekeh.


"Tuh kan!" rengek Frisa dengan manja.


Gavin terkekeh, ia begitu senang hari ini hingga ia tak tahu sudah berapa lama ia sering senyum-senyum seperti ini.


"Nanti kalau di panggil sayang ngambek lagi seperti kemarin," ejek Gavin yang membuat Frisa cemberut.


"Mana ada ngambek!" ucap Frisa tidak terima.


"Ooo jadi mau di panggil sayang nih?!" goda Gavin yang membuat Frisa gemas sekaligus malu.


Frisa menggigit pundak Gavin dengan gemas hingga Gavin kesakitan tetapi setelah itu ia tertawa lepas yang membuat Frisa terdiam menatap wajah Gavin yang terlihat sangat bahagia.


"Mas Gavin!"


"Iya, Sayangku!"


"Mas Gavin!"


" Iya, Sayangku!"


"Mass Gavinnn!"


"Iya, Sayangku!"


"Bobanya habis!" rengek Frisa dengan malu-malu yang membuat Gavin tertawa dan gemas melihat tingkah Frisa yang memanggilnya dengan sebutan 'mas'.


Gelas plastik yang berada di tangan Frisa, ia goyang-goyangkan agar Gavin tahu jika minumannya sudah benar-benar habis.


"Ya Tuhan... Aku bisa gila sekarang," ujar Gavin dengan gemas.


"Minuman bobanya habis ayo beli lagi!" rengek Frisa.


Gavin mencoba menghentikan tawanya. "Cukup, Sayang. Tidak boleh banyak-banyak minum minuman boba," ujar Gavin dengan tegas.


"Huhuhu pelit!"


"Mas Gavin pelit!"


"Mas Gavin pelit!"


Bukannya tersinggung Gavin malah terkekeh. Ia membawa Frisa untuk berbaring di sampingnya dan memeluk perut Frisa dengan erat.


"Jangan ngambek lagi ya!" ujar Gavin dengan lembut.


"Ihhh sudah di bilangin aku tidak ngambek!" ujar Frisa dengan cemberut.


"Terus kemarin apa namanya?" tanya Gavin mencium leher Frisa yang membuat gadis itu merinding.


"Itu... Aaa sudah jangan di bahas lagi!" rengek Frisa dengan manja.


Gavin tersenyum. "Tidurlah nanti kalau sudah sore Mas bangunin kita pulang!" ujar Gavin dengan lembut.


"Tapi peluk!"

__ADS_1


"Iya, Sayangku! Ini di peluk!" ujar Gavin dengan lembut yang semakin membuat Frisa meleleh.


Setelah menyadari perasaannya Frisa semakin berani untuk bermanja dengan Gavin dan Gavin juga dengan senang hati menuruti semua kemauan Frisa walaupun belum ada kata cinta yang mereka ungkapkan satu sama lain. Tetapi yang jelas keduanya sedang terlihat jatuh cinta.


__ADS_2