
Untuk yang masih belum cukup dewasa mohon di skip dulu ya , bab ini masih mengandung anu 🔥🔥🔥🔥
****************
Zara mencengkeram punggung sang suami dengan kuat.
Perlahan Andra mulai memasuki bagian inti tubuhnya, pernah ia berfikir apakah memang terasa sakit saat pertama kali, kini ia baru tahu, di balik kenikmatan surga dunia ada sakit luar biasa yang harus ia bayar.
"Maaf sayang" bisik Andra lirih saat air mata Zara mengalir dari sudut matanya.
"Kenapa se sakit babe hiks."
Dengan lembut Andra mengecup kening sang istri dan mengusap air matanya.
"Hanya sakit saat pertama kali saja, nanti kau akan terbiasa bahkan sakitnya akan berubah menjadi kenikmatan tiada tara" jelas Andra, meski ia pun baru pertama kali tapi menurut teman-teman bule nya dulu, rasa bercinta bagaikan seribu kenikmatan menjadi satu.
Andra mulai meneruskan aksinya, dengan gerakan lembut ia mengayuh tubuh di bawahnya dan tanganya pun tak henti bergerilya, bibirnya pun memagut bibir kenyal sang istri dengan penuh gairah, pria yang sedang di mabuk asmara itu tak membiarkan tangan dan bibirnya berdiam diri.
Dan cengkeraman Zara di punggungnya semakin mengendur pertanda Zara sudah mulai teralihkan perhatiannya.
Seringai tipis tampak dari bibir andra saat lenguhan lirih mulai leluar dari bibirnya.
Zara mulai menikmati gerakan tubuhnya.
Ruangan kamar kian panas saat kedua tubuh polos yang masih menyatu saling beradu menikmati surga dunia.
Hentakan Andra semakin bersemangat, bahkan tubuh keduanya sudah basah oleh keringat.
"Babe aku ..mau.."
"Tahan sebentar sayang, kita keluar bersama-sama" bisik Andra.
Rupanya Zara sudah hampir mencapai puncak, hentakan pun semakin Andra percepat hingga lenguhan panjang keluar dari mulutnya begitupun Zara memeluk tubuh Andra sangat erat.
Kamar Andra telah menjadi saksi bisu sepasang pengantin yang menikmati surga dunia untuk pertama kali, dinginnya AC tak berpengaruh bagi keduanya, tubuh keduanya basah oleh keringat hasil percintaan yang penuh gairah.
Andra mengecup puncak kepala sang istri yang terkulai lemas di dadanya lalu menyelimuti tubuh polos itu dengan kain seprei putihnya.
Di dekapnya erat wajah cantik yang kini terpejam rapat, ia merasa menjadi pria paling bahagia saat ini, gadis impiannya akhirnya sudah sah menjadi miliknya dan ia sangat beruntung karena ia lah pria yang pertama kali mendapatkan mahkotanya.
Andra menghempasakan tubuhnya di samping sang istri, rasa letih tubuhnya tak terasa bahkan senyum puas tersungging dari birinya lalu ia bangkin untuk membersihkan tubuhnya.
Tubuh Zara perlahan bergerak lembut.
Seluruh tulang belulangnya seakan remuk bahkan bagian bawah tubuhnya pun terasa perih.
Andra membaringkan kembali tubuhnya di samping Zara dan memandang sang istri intens.
"Mau kemana sayang?"
__ADS_1
Zara mengedikan dagunya ke kamar mandi lalu bangkit perlahan dengan selimut melilit tubuhnya.
"Sshhh hhh.." desisan lirih terdengar membuat Andra terhenyak.
"Masih sakit?" pertanyaan konyol yang membuat Zara kesal, bagaimana mungkin pria yang telah merenggut makhotanya bertanya dengan wajah tak berdosa.
Dengan langkah tertatih Zara berjalan ke kamar mandi, rasa perih dan mengganjal di area inti tubuhnya sangat menyiksa langkahnya.
"Ayo aku gendong" ujar Andra cuek bangkit dengan tubuh polosnya.
Zara memalingkan wajahnya, sungguh baru ia tahu suaminya tak memiliki rasa malu sedikitpun.
"Ayo ..."Andra meraih tubuh Zara dan mengangkatnya ala bride style menuju kamar mandi.
"Babe ..kau pakai celana dulu" ucap Zara yang masih terbengong saat Andra membopongnya dengan tubuh polos.
"Kenapa harus pakai celana, nanti juga di lepas kan mau mandi."
Zara hanya bisa diam dengan wajah tertunduk, tak berani ia menatap tubuh sang suami apalagi dengan belalai yang masih terkulai lemas di bawah sana.
"Babe biar aku mandi dulu, kau tunggulah di kamar" ujar Zara masih memalingkan wajahnya.
"Baiklah aku hanya akan mempersiapkan air hangat untukmu, jangan terlalu lama mandinya.. dingin."
Zara mengangguk masih dengan menundukan wajah.
Ia melangkah keluar dari kamar mandi setelah lebih dulu memakai bathrobe.
Matanya tertuju pada bercak merah di atas kain seprei putih di atas kasur, jejak cinta mereka untuk pertama kali.
Setelah mengganti dengan seprei yang baru Andra kembali melangkah menuju kamar mandi karena keadaan tampak hening.
"Sayang sudahkah kau selesai?" tanya nya.
Tok tok tok.
Tak terdengar jawaban.
Ceklek Andra melangkah tergesa ke dalam dan mendapati Zara tengah tertidur di bathub.
Maafkan aku yang telah membuat tubuhmu letih sayang, batinnya.
Bibir tipis yang terkatup rapat dengan hidung mancung dan wajah bulat oval, sungguh sangat sempurna tuhan menciptakan, bahkan saat tertidur pun kau sangat cantik.
Andra memandang wajah Zara intens, ia ingin menikmati keindahan yang kini sudah menjadi miliknya.
"Sayang sssst bangunlah, kenapa kau tidur di sini" Andra berucap lembut sambil mengusap pipi halus sang istri.
Zara membuka matanya dan memandang Andra nanar, pertempuran panas tadi membuat tubuhnya begitu lelah dan berendam di air hangat itu membuat tubuhnya merasa nyaman.
__ADS_1
"Maaf, aku ..."
"Sst aku yang seharusnya minta maaf padamu, sudah membuat tubuhmu lelah" bisik Andra dengan mata sayu, melihat wajah sang istri dengan anak rambut terjunyai basah di lehernya membuat hasratnya mulai bangkit kembali.
"Duduklah biar aku yang akan menyabunimu."
"T tidak..biaar aku.."
"Sst aku hanya menyabunimu saja jangan takut" wajah Andra terlihat santai, pria itu sungguh lihai menyembunyikan wajahnya yang tengah menahan hasrat yang sebentar kllagi naik ke ubun-ubun kepalanya.
Zara diam tak bergerak, tangan Andra dengan lembut dan perlahan menyabuni tubuhnya, terasa nyaman dan tenang, namun itu hanya sesaat karena kini tangan besar itu sudah bergerak semakin tak tentu arah, usapan lembut berubah menjadi remasan menggairahkan.
Andra tersenyum puas saat Zara memejamkan matanya menikmati pijitan halus dan remasan tangannya yang mulai menjalar ke bawah sana.
"Babe ehhmm..." rintihan lirih Zara semakin membuat nafsu Andra tak tertahan, bahkan belalainya pun sudah kembali mengeras sempurna dan siap tempur.
Mata Zara membulat penuh saat Andra perlahan membuka bathrobe di tubuhnya dan memasuki bathub untuk bergabung dengannya.
Belalai besar dan panjang yang berdiri tegak menjulang membuat tengkuknya meremang.
Ternyata se besar itu benda yang telah mengoyak mahkotanya.
"Kenapa kau menatapku, apa kau menginginkannya lagi heum" seringai mesum Andra terbit.
Zara menggeleng pasti namun matanya tak henti menatap belalai sang suami.
"A apa itu yang telah memasukiku tadi" pertanyaan Zara sungguh membuat Andra tergelak, lucu dan menggemaskan.
Perlahan Andra duduk di belakang Zara lalu meraih tangan sang istri dan menuntunnya agar memegang senjatanya.
"Pegangnlah, sekarang ini milikmu" bisik Andra sambil menuntun tangan Zara membelai dan mengusapnya lembut.
"B babe ihhh" Zara hendak menarik tangannya namun Andra menahan dengan cepat.
"Usap dan belai lah dengan lembut, kau harus mengenalnya dengan baik" kalimat Andra membuat Zara kini semakin salah tingkah.
Suaminya tak membiarkan tangannya lepas dari belalainya yang berdiri tegak di baeah sana, bahkan dengan santainya Andra menuntun tangan Zara agar lebih keras lagi mengusapnya.
Sungguh sensasi tiada tara yang baru Andra rasakan.
"Babe ih...."pekik Zara akhirnya saat belalai Andra kian menuju ke bagian inti miliknya.
"Aku kedinginan sayang, biarkan dia masuk ke sarangnya" bisik Andra lirih dengan suara berat karena hasratnya sudah sampai di puncak kepalanya.
Melihat tubuh putih mulus Zara, membuat hasrat Andra kembali bangkit.
Dan gemericik suara air beradu dengan ******* lirih penuh gairah memenuhi ruang kamar mandi, untuk kedua kalinya kedua insan itu saling mengayuh mengarungi surga dunia.
Zara kini tak merasakan sakit lagi, bahkan rasa itu berganti menjadi rasa nikmat yang luar biasa.
__ADS_1