Terciptalah Hanya Untukku

Terciptalah Hanya Untukku
THU *25


__ADS_3

Terima kasih author ucapkan bagi yang sudah like, untuk yang belum, masih author tunggu yaa, happy reading😘😘😘


πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦


"Joy kapan kamu mulai kembali mengurusi bisnis mommy nak, mommy udah tua, mommy cape sayang, mommy ingin istirahat"ucap Maharani melas.


"Ish siapa yang bilang mommyku ini tua heh, katakan mom, lihatlah kau masih cantik bahkan para modelmu pun akan kalah jika di bandingkan dengan mommyku tersayang"ucap Joy sambil merangkul Maharani memasuki mansion.


"Joy ish, mommy serius niih" rengek Maharani kesal.


"Lha emang benar mom, mommy tuh masih muda dan cantik"jawab Joy memandang mommynya lekat.


"Pokoknya mommy mau istirahat, mommy mau kamu yang urusin semua restoran mommy, mommy cuma mau urusin butik, titik"ujar Maharani pasti.


Joy menghela nafas panjang.


"Tapi Joy masih muda mom, Joy masih mau nikmati masa muda tanpa harus pusing mikirin laba dan rugi dunia bisnis"ujar Joy lalu menghempaskan pantatnya di atas sofa.


"Apa kamu nggak kasihan sama mommy mu ini nak, semua teman mommy sudah pada pensiun tinggal ongkang-ongkang di rumah ngasuh cucu"Maharani memanyunkan bibirnya.


"Uhukk uhukk"tenggorokan Andra tiba-tiba tersedak bagai ada kodok tersangkut di dalamnya.


Maharani cemas dan bergegas ke ruang makan dan mengambil segelas air lalu memberikan pada Joy.


"Makanya dengerin kalau orang tua lagi ngomong, karma tuh nggak ada di kalender naak"Maharani mengurut lembut tengkuk Joy.


"Lagian kenapa mommy tiba-tiba ngomongin cucu, kan Joy jadi kaget mom"Andra membela diri.


Jangankan cucu mom, kita aja pacaran cuma settingan, mana mungkin cucu akan kau dapatkan, kecuali jika aku bisa mendapatkan hatinya, cucu langsung otw aku buatkan mom, Andra bergumam lirih dalam hati.


"Kamu itu bukan lagi remaja Joy, inget umurmu udah seperempat abad, jadi wajar dong kalau sekarang kau memiliki seorang anak, apalagi di luar sana pemuda sebaya denganmu anak nya udah pada sekolah" kalimat Maharani sontak membuat Andra membulatkan matanya.


"Eh buset mom, itu mah emang mereka nikah dini kali"ujar Joy tak mau kalah.


"Tapi aku ingin menjadi oma sebelum rambutku memutih semua Joy" rajuk Maharani dengan menghentakan satu kaki nya ke tanah bagai seorang anak kecil.


"Hmm lalu aku harus bagaimana mom?" tanya Andra bingung.


"Ya nikahin Zara sekarang juga dong ah, lalu kasih mommy cucu yang banyak dan lucu" kalimat Maharani membuat Andra semakin frustasi.

__ADS_1


"Oke oke mom, besok Joy akan lamar Zara"jawab Andra lalu melangkah ke kamarnya.


Boro-boro melamar, pacaran aja bo'ongan, geram hati Andra.


Maharani tersenyum puas, jika Joy menyetujui permintaanya maka Zara akan menjadi menantunya.


Entah kenapa sejak pertama kali bertemu dengan gadis itu, Maharani seakan tak ingin melepasnya keinginannya adalah agar Zara lah yang akan menjadi pendamping hidup putra satu-satu nya.


Dapatkan dia sayang, mommy yakin dia gadis baik jangan sampai kau melepasnya, gumam Maharani.


Malam yang makin larut namun tak juga membuat Zara merasa kantuk, lampu kamar Dewi sudah padam, menandakan bahwa ia sudah tertidur.


Di buka nya layar ponsel, followernya kini semakin bertambah, wajah Zara tersenyum.


Namun seketika senyumnya sirna saat melihat salah satu nama yang akrab di telinganya.


"Joyandra".ucap Zara sambil menautkan alisnya.


Tak sadar Zara menscroll akun Joy, dan matanya membulat sempurna, rupanya kekasih settingannya juga mempunyai banyak follower bahkan tak berbeda jauh dengan miliknya, gumam Zara.


Hanya beberapa postingan namun penggemarnya begitu banyak, ck sebagian besar para wanita, cibir Zara.


Zara tampak menaikan kedua alisnya, tak ada satu pun poto seorang wanita dalam postingan Andra, Zara membatin.


Hanya aktifitas yang sebagian besar tentang alam dan olah raga.


Zara menghentikan petualangannya di dunia maya.


Tak ada salahnya jika aku pun mengikutinya, gumam Zara setelah memencet tombol follow lalu mematikan ponsel karena matanya sudah terasa berat.


*


*


Pagi yang cerah, Dewi sedang fokus berbenah, sudah menjadi kebiasaannya sebelum berangkat ke tempat kerja Dewi akan menyempatkan untuk membersihkan peralatan yang kotor, dan jika masih banyak waktu maka semua ruangan akan di pel setelah terlebih dahulu ia sapu.


Semua itu Dewi lakukan sebagai bentuk rasa terima kasih pada Zara yang telah mau memberikan tumpangan tempat untuknya tinggal.


Dewi bergegas berangkat setelah menyiapkan sepiring nasi goreng yang ia siapkan di atas meja untuk sahabatnya dan secarik kertas berisi pesan singkat.

__ADS_1


Zara membuka matanya, sinar matahari yang menerobos lewat kaca jendela kamar membuat matanya silau.


Rupanya Dewi sengaja tak membangunkan untuk beribadah pagi, karena memang mengetahui jika Zara sedang berhalangan.


Langkahnya terhenti di ruang makan, secarik kertas di samping piring berisi nasi goreng ia ambil.


"Hari ini aku lembur, closing book" isi pesan yang di tulis Dewi.


Zara segera ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh karena perutnya kini sudah meronta minta di isi.


Hari ini Zara berniat ingin melihat lokasi tanah yang ia beli, setelah mengumpulkan bertahun-tahun akhirnya impiannya terkabul.


Mendirikan sebuah sekolah modeling yang ia peruntukan bagi mereka yang kurang mampu namun berpotensi tinggi untuk menjadi seorang model.


Zara sadar tubuhnya tak selamanya akan seperti ini, seiring berjalannya waktu tentu posisinya akan terganti oleh mereka para generasi muda yang tentunya lebih berbakat dan berpotensi darinya.


Zara selama ini bekerja keras untuk mengumpulkan pundi-pundi rupiah yang akan ia gunakan untuk kelak di hari tua agar tak perlu lagi memikirkan biaya untuk keperluan sehari-hari.


Selain membuka sekolah modeling, Zara juga ingin mempunyai sebuah rumah makan kecil.


Alangkah indahnya jika semua impiannya menjadi kenyataan, gumam Zara.


Drrt drrrt.


Zara di kejutkan dengan panggilan vidio dari Andra.


Alis Zara mengerut"Ngapain pake vidio call segala, batinnya namun terpaksa iapun mengangkat.


"Iya ada apa kak?" tanya Zara pelan.


"Babe hari ini kamu nggak ada acara kan?, bersiaplah bentar lagi aku jemput" kalimat Andra terdengar tergesa-gesa.


"Ahh hah, t tapi"belum sempat Zara melanjutkan kalimatnya, sebuah wajah cantik muncul menggantikan wajah Andra.


"Sayang datang ke mansion ya, tante hari ini masak istimewa kamu harus cicipin oke, Bentar lagi Joy akan menjemputmu oke bye" rupanya, Maharani lah yang membuat Andra mati kutu.


"Oke babe, tiga puluh menit lagi aku datang"Andra menutup ponselnya.


Dada Zara tiba-tiba berdesir, alangkah senang hatinya jika Andra memanggilnya babe meski tak ada mommynya, batin Zara lirih.

__ADS_1


Ish apa lah aku ini, ngapain mikir macam-macam, Zara menoyor kepalanya sendiri.


__ADS_2