
Andra mengerutkan kedua alisnya saat ada notifikasi m-banking di ponselnya.
Nominal yang bisa di bilang kecil menurutnya, karena hanya beberapa persen dari uang saku yang ia terima dari sang mommy.
Drrt drrt.
"Maaf kak, tolong di terima transferan yang tak seberapa dari kami, terima kasih banyak atas kerja samanya"
Pesan yang di kirim Zara membuat Andra tersenyum gemas.
"Ada apa kamu senyum-senyum sendiri Joy?" tanya Maharani.
"Ehm, tidak mom, hanya ada berita baik" ujar Andra.
Maharani yang tak ingin banyak mencampuri urusan sang putra pun beranjak pergi dari ruang tengah.
Kembali senyum terbit dari bibir bergelombang Andra saat banyaknya komentar lucu di postingan terbaru yang Zara upload di medsosnya.
"Waaahhh patah hati jamaah nih 💔💔" ucap satu cowok di akhiri dengan emot hati retak.
"Sepertinya mereka serasi"
"Dari bodynya sih, kayaknya bukan kaleng-kaleng"
"Kak Zara kenapa wajah Romeo mu di tutupi??"
Andra tersenyum saat membaca kalimat salah satu penggemar Zara yang menyebutnya Romeo.
"Siapa yang sudah berani memeluk bidadari gue woy!!"
"Halaahhh bagusan badan gue"
"Kau hancurkan hatiku cantik"
"Anak mana lu woyy!!"
"Wah dari body nya, kayaknya buaya neeehh"
"Selama janur kuning belum melengkung, aku masih memiliki harapan"
"Yupp benar lu bro, selagi belum ada cincin di jari manisnya kita masih bisa bersaing bro"
"Sialan, banyak juga rival gue".
Umpat Andra kesal, lalu mematikan ponselnya.
Maharani yang kebetulan melewati Andra kini mengerutkan alisnya.
"Tadi senyam-senyum sendiri, kok sekarang jadi cemberut gitu" Maharani bermonolog pelan, tapi masih terdengar oleh Andra.
"Mom" panggilnya.
__ADS_1
"Heum"
"Apa pendapat mommy tentang Zara mom?"
Entah kenapa meski statusnya dengan Zara hanya settingan tapi saat membaca kalimat para penggemar yang bernada posesif membuat hati Andra panas.
Maharani memandang Andra intens, tak biasanya sang putra menanyakan pendapatnya tentang gadis pilihannya.
"Mommy belum sepenuhnya mengenal Zara secara pribadi, yang mommy tahu Zara adaalh seorang model dengan julukan sebagai seorang playgirl, namun mommy tak melihat tanda itu saat pertama kali mommy melihatnya, yang mommy lihat, dia gadis baik dan jujur, entah kenapa para netizen menjulukinya playgirl, tapi kamu tenang sayang, mommy merestui kamu dengannya, mommy menyukainya sejak pertama kali kau mengenalkannya pada mommy" terang Maharani dengan senyum tulis.
"Jangan pernah menilai seseorang dari luarnya, biarkan mereka menilai apapun tentang Zara tapi mommy percaya, dia anak baik."
"Yang harus kamu cari adalah, alasan kenapa mereka menjulukinya sebagai playgirl." Maharani berucap tegas, biar bagaimana pun ia merasà cocok dengan Zara namun Maharani juga tak mau begitu saja menerima gadis yang akan menjadi menantunya bulat-bulat tanpa berusaha mencari tahu siapa sebenarnya sosok Zara.
Andra pun manggut-manggut bagai boneka cepot.
Hati kecilnya pun merasa penasaran kenapa netizen menjulukinya sebagai seorang model yang playgirl.
Sedangkan Zara sama sekali tak pernah mengajak seorang pria pun ke apartemennya, setau Andra.
Jika dia seorang playgirl tentu dari gaya dan tingkah lakunya pun akan terlihat jelas.
Jika playgirl identik dengan gadis yang selalu tebar pesona dan selalu gonta-ganti pasangan dengan waktu hubungan yang sebentar.
Namun selama ini Zara terlihat dingin bahkan sikapnya selalu terlihat tak nyaman jika berada dekat dengan lelaki.
Jika benar perkataan sang mommy bahwa Zara adalah gadis baik-baik, maka alasan apa yang membuat ia harus menutupi gaya hidupnya dengan berpura-pura menjadi seorang playgirl.
Tak semudah itu kau memasuki kehidupanku, apalagi menjadi seseorang yang akan menemani hingga ajal menjemputku, batin Andra sambil matanya lekat memandang poto Zara di layar ponselnya.
*********
"Bu aku berangkat dulu"
Revan mencium tangan sang ibu lembut.
"Ibu istirahatlah di rumah, aku usahakan tidak lembur agar bisa temani ibu sore nanti."
Cupp.
Masih banyak pertanyaan yang ada di benak Reni, namun waktu Revan tak banyak karena harus segera berangkat ke kantor.
Seperti biasa, Roy sudah siap dengan mood sang bos yang jelek, namun ada harapan kecil setelah sehari kemarin sikap bosnya berubah begitu manis.
Hanya bisa berharap agar sikap manis bosnya itu tak akan berubah menjadi mode singa afrika yang menyeramkan.
"Pagi Roy, apa belum ada orang yang mencari gue?" sapa Revan, membuat alis Roy berkerut.
"T tidak ada tuan" jawab Roy Ragu.
Apakah bosnya itu sudah ada janji selain urusan pekerjaan, Roy membatin.
__ADS_1
Karena Revan selalu membuat janji lewat Roy sang asistennya.
Ceklek.
Roy tersenyum melihat pesan yang sudah di tunggunya.
Ceklek.
"Roy undurkan meeting pagi ini menjadi siang setelah istirahat,sekarang aku ada urusan penting yang harus di selesaikan dulu" Revan berucap dengan datar lalu meninggalkan ruangan.
Roy hanya mengangguk pasrah.
Beginilah nasib menjadi bawahan, batin Roy, ia harus siap menerima amukan klien yang sudah menyetujuinya untuk meeting pagi ini.
Revan melajukan mobil menuju sebuah bangunan apartemen sederhana, tak begitu luas namun perabotan terlihat bersih dan tertata rapih.
"Bagaimana tugas yang ku berikan, apa kau berhasil menyelesaikannya?" tanya Revan sesampainya di dalam ruangan yang ada di apartemen.
Pemuda berwajah datar dan tatapan tajam mengambil ponsel dari saku jaketnya lalu di serahkan pada Revan.
"Tuan bisa lihat poto beberapa lelaki yang merupakan mantan nona Zara"
Revan mengangguk puas.
"Lalu apa hubungannya denganku para buaya ini?" Revan merasa kesal karena Zara pernah berhubungan dengan mereka meski hubungan yang mereka lalui semuanya tak lebih dari dua bulan.
"Tuan, mereka semua mantan non Zara, dan setelah saya dapat informasi, ternyata mereka semua meninggalkan pacar terdahulunya demi non Zara, dan menurut saya inilah yang manjadi nona Zara banyak di benci oleh banyak wanita" jelas Verdy.
"Jadi Zara lah yang merebut para buaya itu dari para kekasihnya?" tanya Revan tak percaya.
"Benar tuan, tapi setelah saya selidiki, semua lelaki itu hanya bertahan tak lebih dari dua bulan, dan semua di putuskan oleh nona Zara sendiri"
Revan menautkan alisnya.
"Hisshh katakan yang ada dalam pikiranmu Ver, nggak usah berbelit-belit, gue nggak punya banyak waktu." Revan merasa kalimat Verdy berputar-putar membuat otaknya semakin panas.
"Menurut saya, nona Zara melakukan hal itu karena ada maksud tersembunyi tuan."
"Maksudmu melakukan apa?"
"Nona Zara sengaja memikat para lelaki yang sudah memiliki kekasih untuk jatuh ke dalam pelukannya dan akan meninggalkan para lelaki buaya itu setelah mereka putus dari pacarnya."
"Nona Zara sebenarnya bukan lah merebut kekasih mereka, nona Zara sebenarnya telah menolong mereka dari jeratan para lelaki hidung belang."
Kalimat Verdy membuat Revan tercekat.
"Lalu apa keuntungan yang di perolehnya dari melakukan hal yang dapat merusak reputasinya itu?" tanya Revan.
"Nona Zara mungkin ingin melindungi para sahabatnya dari para lelaki buaya itu tuan." jawab Verdy.
"Dengan mempertaruhkan harga dirinya di dunia model itu?"
__ADS_1
Verdy mengangguk pasti.