Terciptalah Hanya Untukku

Terciptalah Hanya Untukku
THU *27


__ADS_3

Andra menjalankan mobil setelah Zara mengucapkan kata 'iya' atas permintaan maafnya, meski bibir tipis itu mencibir kesal.


Terlihat begitu menggemaskan bagi Andra.


Sementara di mansion, Maharani yang masih sibuk dengan aneka masakan, terlihat mondar mandir, jika Joy pulang dengan tangan kosong maka hasil masakannya tak akan sempurna, karena sayuran berbentuk bunga itu adalah bahan dasar yang menjadi ciri khas sambal yang Maharani buat.


Ceklek.


Senyum Maharani terbit saat mendengar pintu mansion terbuka.


"Aduh sayaaang kenapa begitu lama, mommy cemas lho nunggu dari tadi, gimana ada nggak pesenan mommy"wanita paruh baya yang nasih terlihat energik itu menyongsong Zara dan memegang erat tangan gadis itu.


Andra sontak memasang wajah kesal dengan memonyongkan bibirnya.


"Ada kok tante, bahkan bunganya masih segar karena baru datang dari suplier" ucap Zara puas.


"Benarkah, aduh terima kasih sayang"Maharani memeluk Zara senang.


"Hmmm sebenarnya anak mommy siapa sih dia apa aku?" Andra berucap kesal dengan mencebikan bibirnya.


"Ish kau ini, kan tidak lama lagi Zara jadi menantu mommy otomatis jadi anak mommy juga dong, iya kan sayang" Maharani tak mau kalah sambil mengedipkan satu matanya ke arah Zara.


"Tapi tadi dia mau di bawa lari sama mantannya mom" Zara menatap tajam ke arah Andra yang berucap polos tanpa rasa dosa.


"Hah, benarkah Ra?,apa mantan kamu minta balikan lagi?"Maharani terlihat panik karena merasa tak rela jika Zara balikan lagi dengan mantannya.

__ADS_1


"E ehm".


"Bukan lagi minta balikan mom, dia bahkan mengatakan bahwa tak akan pernah melepas Zara untuk pria lain, pokoknya cowok itu nggak mau Zara ninggalin dia"sambung Andra antusias, melihat Maharani bagai kebakaran jenggot sungguh mengasikkan, gumam Andra.


"Sungguh sampai begitu nak, duh trus gimana apa kamu mau balik lagi sana dia?"tanya Maharani pada Zara penuh selidik, bagaimana jika ternyata Zara akan kembali lagi dengan mantannya, ia tak ingin Joy kembali terpuruk seperti saat itu, beberapa hari ini sejak ada gadis model itu di sampingnya membuat wajah Joy sudah kembali ceria, tak sanggup jika Maharani melihat wajah tampan itu kembali dingin dan murung.


Zara menggeleng kepalanya pasti, membuat Maharani bernafas lega.


Namun ia juga harus memiliki alasan kuat agar Zara tak memutuskan Joy, batin Maharani.


Kini otaknya berfikir keras, apa yang harus di lakukan agar rencananya berhasil.


Andra yang kini merasa bosan setelah menunggu masakan selesai namun tak jua sang mommy memanggilnya untuk makan.


"Moom, kapan makan di mulai? Lihatlah putramu yang tampan ini, lemas bagai tak bertulang karena menahan lapar" ujar Andra dengan nada kalimat yang terdengar narsis di telinga Zara, membuat gadis itu mencebik.


Akhirnya zara dapat bernafas lega setelah semua masakan tersaji di atas meja makan.


Maharani dengan telaten menata hidangan agar terlihat aestetic kalau netizen bilang.


Dan minuman sari buah tanpa es pun ia siapkan untuk Zara, seorang desainer yang sering bekerja dengan para model, membuat Maharani paham makanan pantangan yang oleh sebagian model di hindari yaitu salah satunya minuman dingin.


Zara merasa terharu atas perhatian yang wanita itu berikan padanya.


Di saat makan pun Maharani selalu menawarkan masakan yang ia buat pada Zara, bahkan menanyakan apakah perutnya akan aman jika memakan hidangan yang ia buat atas kreasinya sendiri itu.

__ADS_1


"Ehm tante, ku rasa malam telah larut aku mau pamit tan, dan terima kasih karena sudah mau menerima kehadiranku di mansion megah ini" ucapan Zara membuat Maharani berdesir.


Hidup di besarkan tanpa orang tua, namun masih memiliki rasa hormat dan sopan santun yang jarang di miliki oleh para gadis jaman sekarang.


"Sayang, kenapa kau berkata seperti itu, kapan pun kau datang, akan selalu tante terima dengan tangan terbuka, jangaan pernah beranggapan kami ini lebih darimu, dan jika anak mommy membuatmu marah dan sedih, bilang sama mommy, akan mommy kasih pelajaran dia"ujar Maharani lembut.


"Hmmm kok aku berasa jadi kayak anak tiri"Joy berucap lirih namun masih dapat di dengar kedua wanita beda generasi itu.


"Tidak ada yang mommy beda kan di antara kalian, semua adalah anak mommy"ucap Maharani tegas.


"Tapi bagaimana kalau ternyata dia ninggalin aku mom?" tanya Andra santai.


Zara sontak membulatkan mata ke arah Andra.


"Ehh kenapa kamu bilang seperti itu nak?"tanya Maharani penasaran.


"Tadi aja waktu mantannya minta balikan dia ragu mom, aku takutnya dia ninggalin aku dan balik lagi ke mantannya yang CEO itu mom, sedangkan aku, apalah aku ini" rajuk Andra dengan mata melirik ke arah Zara.


Maharani terdiam, jika ia mendesak Joy agar segera me lamar Zara, tentu tak adil jika harus membiarkan impiannya menjadi model harus terhapus, namun di sisi lain, Maharani tak ingin kehilangan kesempatan untuk menjadikan Zara menjadi menantunya.


Seluruh pikiran Maharani kini terfokus pada kalimat Andra yang rupanya kini sudah meracuni otaknya.


Sepeninggal Zara, berbagai fikiran buruk menghantui Maharani, hatinya begitu takut jika sampai hati Joy kembali terluka dan hancur.


Maharani merasa separuh nyawanya saat itu ,ikut hilang saat mengetahui Joy pergi ke luar negri hanya untuk menyembuhkan luka hatinya.

__ADS_1


Apapun akan mommy lakukan untukmu sayang, andai kau menginginkan dia tuk jadi milikmu seutuhnya maka dengan cara apa pun akan mommy wujudkan, batin Maharani berucap lirih.


__ADS_2