
Sebelum baca jangan lupa like koment dan vote ya , happy reading 😘😘😘
💦💦💦💦💦💦
Dengan malas Andra menyambut uluran tangan pria yang mengaku masih berstatus kekasih, padahal Zara sudah memutuskannya.
"Ehmm gue Andra"jawab Andra singkat.
"Sorry gue harus cabut"sambung Andra, malas rasanya melayani pria di hadapannya.
Revan mengangguk dan tersenyum ramah.
Setelah menunggu di lobi dan tak berapa lama Revan pun tersenyum, Dewi sahabat satu apartemen Zara, keluar dari lift.
"Wi tunggu"Revan melangkah ke Dewi yang hendak melangkah keluar.
"Apa Zara ada di atas Wi?".
"Iya ada, tapi dia sedang tidak enak badan"Dewi tak ingin Revan banyak bertanya padanya.
"Mungkin kemarin kena gerimis"sambungnya.
"Lalu apa sekarang dia sudah sehat Wi? Apa dia sudah minum obat?".wajah Revan terlihat panik.
"Ehm sudah, sekarang sudah agak baikan dan sedang tidur"jawab Dewi.
"Ehm Wi, aku mau tanya, apa benar Zara sekarang sudah punya kekasih?"Revan memandang manik Dewi, berharap menemukan kejujuran di sana.
"Ehm iya"Dewi menjawab singkat.
Entah kenapa justru kejujuran itu membuat hatinya begitu perih.
Revan masih diam saat Dewi pamit, sesak dadanya begitu terasa, untuk menggerakan tubuhnya pun begitu sulit.
Dewi melangkah sambil sesekali menoleh ke arah Revan.
Iba rasanya melihat pria yang begitu lembut dan hangat itu kini terluka.
Dewi begitu bingung, entah apa yang telah pria itu lakukan hingga Zara begitu tega memutuskannya.
Ah bodo amat, selagi pria itu tidak berbuat yang merugikan bagi Zara, maka tak ada urusan baginya, yang penting sahabatnya bahagia, batin Dewi.
Di sepanjang perjalanan Andra merasa tak tenang, pikirannya selalu ke arah Revan.
Ngapain tu cowok ke apartemen Zara, apa mereka akan bertemu, apa Revan ngajak Zara balikan lagi, dan apakah Zara akan kembali menerimanya?, berbagai pertanyaan kini berkecamuk dalam otak Andra.
Ciiitttt.
"Shi**, eh samsul!!! Gial lu ye mau bikin gue jantungan"umpat Diego kesal saat suara decitan rem mobil yang sudah berada satu meter berhenti di dekatnya.
Brakk.
Kembali Diego membulatkan matanya, saat Andra keluar dan membanting pintu mobil.
__ADS_1
"Lu kesambet jin apa setan Ndra?"tanya Diego kesal.
Diego menghentikan aksinya dan menaruh peralatan bengkel ke dalam box khusus, tak biasanya sahabatnya bertingkah aneh seperti itu.
Diego mengambil minuman dingin yang ada di lemari pendingin di pojok ruangan bengkel lalu menyodorkan pada Andra.
Glek glek, dalam sekali teguk Andra meminumnya.
Diego diam, hanya ikut duduk di kursi sebelah Andra, berharap sahabatnya itu menceritakan sendiri apa yang membuatnya resah.
"Huffff ".
"Lu sebenernya ada apa bro?"Diego tak bisa menahan rasa ingin tahunya.
"Hmmm"Andra menggeleng pelan lalu merebahkan tubuhnya di kursi panjang di depan bengkel.
Meski bernama bengkel tapi yang di miliki Diego ini bukan bengkel biasa.
Bengkel besar yang merupakan salah satu usahanya, join dengan Juned alias Zain.
Andra masih terlihat galau, membuat Diego sejenak berfikir.
"Lu baiknya cerita deh bro, sebelum ada orang yang kehilangan nyawa gara-gara ke galauan elu"ucap Diego tenang.
"Sialan lu, enak aja gue galau"elak Andra.
"Lha kalau bukan galau ngapain lu bertingkah aneh kayak ABG yang di putusin pacarnya"sambung Diego.
Andra memandang sahabatnya itu intens, apa benar Zara kini sudah menguasai hatinya, jika hubungan mereka hanya sebatas pacar settingan, tapi kenapa hatinya sakit jika melihat ada pria lain lebih perhatian padanya, dan dadanya pun terasa sesak saat mantan Zara masih mengharapkannya.
"Kenapa lu bingung, duit lu punya berlimpah, kasih sayang ,lu di perlakukan bagai seorang putri oleh mommymu , pacar lu sudah dapetin seorang Zara Zanita, seorang model top papan atas, lalu apa lagi yang harus kau risaukan sob"ucap Diego bernada bijak.
"Mantannya masih ngasih perhatian ama dia"kalimat yang membuat Diego tergelak.
"Buset Ndraaa Ndraa, gue kira lu galau karena masalah besar, ternyata hanya masalah sepele gitu mah keciiilll..."Diego menggelengkan kepalanya.
"Lu coba berkaca deh, lihat ...hidung lu paling mancung di antara kita bertiga, bibir lu sexy warisan nyokap lu, mata lu tajam dan nggak ada seorang gadis yang nggak bakalan klepek-klepek kalau lihat tatapan elu".
Andra memandang Diego dengn cibiran bibirnya.
Kenyataanya hubungan kami hanya bohongan Go, Zara sama sekali tak tertarik sama gue, batin Andra lirih.
"Apa lu takut cewek lu balik lagi sama mantannya?" tanya Diego.
Andra tak bisa membohongi hati kecilnya, ia takut Zara kembali pada Revan, apalagi setelah ia telusuri ternyata Revan selama ini begitu mencintainya, ia rela melakukan apapun demi Zara.
Andra melangkahkan kakinya keluar dari bengkel, saat ini Andra tak dapat berfikir jernih.
"Haaiiisshhh"Andra mengacak rambutnya kesal.
Apa benar gue sudah benar-benar jatuh hati pada Zara, model cantik yang terkenal dengan gonta ganti pacar itu, geram batin Andra.
Tiga puluh menit akhirnya Andra sampai di salah satu restoran miliknya.
__ADS_1
Beberapa pelayan tampak menyambut kedatangannya, memang sejak kepulangannya dari negara xx Andra belum sempat melihat kembali tempat ini.
Tempat yang penuh kenangan, di mana ia pertama kali bertemu dengan seorang gadis yang telah membuatnya jatuh hati sekaligus hancur berkeping-keping.
"Selamat datang kembali tuan"sapa salah satu pelayan senior yang bertugas sebagai kepala juru masak, mengangguk hormat ke arah Andra.
Andra tersenyum dan menepuk bahunya.
"Anda mau makan tuan, akan saya siapkan".
"Ehmm tidak pak San, tolong buatkan aku orange juice saja"jawab Andra singkat.
"Baik tuan".
Di salah satu sudut restoran sengaja Andra ambil, sedikit tertutup oleh beberapa tanaman hias, membuat tempat itu merupakan spot terbaik untuk pasangan yang sedang kencan, namun sayang kali ini Andra duduk hanya sendiri.
Andra menghela nafas panjang, di ambilnya ponsel dari saku celana.
Senyumnya terbit saat melihat salah satu postingan yang menarik perhatiannya.
Manis juga dia, gumam Andra.
Tangannya berselancar di dunia maya dengan lincah menscroll postingan Zara, yang baru di ikutinya beberapa menit yang lalu.
Tak banyak poto dirinya apalagi para mantannya, sama sekali tak ada postingannya bersama seorang pria satu pun.
Hanya berbagai macam produk endorsan.
Rupanya bukan hanya model catwalk yang di gelutinya.
Jumlah follower yang cukup banyak, bahkan sudah centang biru, membuat Zara mendapat banyak tawaran untuk mempromosikan produk dari berbagai macam makanan, baju, bahkan sampai peralatan dapur.
Andra semakin asik dengan dunianya, entah kenapa hatinya tergelitik dan ingin mengetahui lebih dalam tentang sosok pacar settingannya.
Drttt drrttt.
"Ishhh".
Andra berdecak kesal saat keasikannya terganggu karena panggilan dari Juned.
"Pa an sii"tanya Andra.
"Tar malem kita ngumpul di cafe"ucap Juned.
"Sorry sibuk".jawab Andra singkat.
"Oh ya udah, kalau gitu tar gue bilangin ke Zara, lu nggak bisa ikut, soalnya dia tadi hubungin gue".
Tuut tuut.
"Sialan"maki Andra karena tiba-tiba Juned menutup ponselnya.
"Jam berapa, gue ikut, kebetulan nggak ada acara"Juned tertawa terbahak-bahak melihat balasan dari Andra.
__ADS_1
Meski lu bilang tidak, kalau sang Pencipta bilang iya ..maka lu bisa apa Bambaaang, Juned bermonolog dan tertawa puas.