Terjerat Dendam CEO Impoten

Terjerat Dendam CEO Impoten
Bab 105


__ADS_3

Siang harinya, Lolan dan Ziva sudah tiba di Mansion. Tak lama setelahnya, Dokter ahli diabetes yang Lolan datangkan, tiba di waktu yang tepat.


Tanpa banyak berbasa basi, Dokter itu langsung membawa Ziva ke ruangan yang sebelumnya digunakan untuk terapi Lolan. Ziva terbaring di atas ranjang yang biasanya Lolan beringkan, biasanya Ziva yang berdiri di samping ranjang. Namun kini, Lolan-lah yang berdiri samping ranjang.


"Bagiamana, Dokter? Apa Diabetes yang istri saya alami sangat serius?" tanya Lolan setelah Dokter itu selesai memeriksa keadaan Ziva.


"Diabetes yang Nona Ziva alami bisa sembuh hanya dengan mengonsumsi ramuan obat yang sudah saya buat. Karena Nona hanya kukurangan cairan insulin, saya akan memberikannya sebuah pil yang juga saya buat. Hanya cukup mengonsumsinya selama sebulan, Nona Ziva pasti akan sembuh dengan syarat menjaga pola hidup sehat dengan berolahraga serta makan makanan sehat, sekali saja khilaf maka akan gagal. Jadi, saya harap Nona untuk serius dengan pengobatan," jelas Sang Dokter, Lolan dan Ziva mengangguk mengiyakan permintaan Dokter.


"Pasti Dokter, pasti kami akan melakukan apa pun instruksi dari Dokter," jawab Lolan tegas. Lolan merasa lega karena keadaan Ziva baik-baik saja dan tidaklah seburuk yang dia pikirkan.


"Oh iya, Dokter. Apakah Istri saya bener-benar tidak boleh hamil selama masa pengobatan berlangsung?" lanjut Lolan bertanya. Siapa yang tidak menginginkan keturunan. Tapi, Lolan akan menundanya bila itu dapat membahayakan nyawa Sang Istri tercinta.


"Sebelumnya, saya mengira keadaan Nona sangat serius. Setelah diperiksa tidaklah terlalu buruk, artinya, Nona tentu diperbolehkan hamil selama masih dalam pengawasan saya. Karena tidak boleh sembarang makan, saya akan meresepkan juga vitamin lainnya bila nantinya memang benar hamil dalam sebulan ini," lagi-lagi jawaban Dokter membuat Lolan merasa sangat lega. Lolan langsung memeluk Ziva erat saking bahagianya.


"Kalau begitu saya akan pulang sekarang, besok saya akan datang lagi untuk membawa obatnya," pamit Dokter itu pada Lolan.


"Pulang ke Amerika?" tanya Lolan.

__ADS_1


"Kebetulan saya mengambil cuti panjang. Jadi, saya akan lama tinggal di sini," jawab Sang Dokter paruh baya itu.


"Orang saya sudah menyiapkan penginapan untuk Dokter. Tapi, kalau Dokter mau tinggal di sini juga tidak masalah," tawar Lolan, Dokter yang sudah tak lagi muda itu pun menggeleng sambil menunjukkan senyuman keriputnya.


"Karena saya mengambil cuti panjang, jadi saya juga membawa Istri ke Negera ini untuk sekalian liburan. Jadi, saya akan tinggal di penginapan yang Tuan Lolan sipakan saja," jawab Dokter itu ramah.


"Ah, baiklah kalau begitu. Mari saya antar Dokter," Lolan mengantarkan Dokter itu hingga tiba di pintu utama. Sedangkan Ziva mengekor di belakangnya.


Setelah memastikan Dokter itu masuk ke mobil dan di bawa pergi oleh orang suruhannya, barulah Lolan masuk kembali ke dalam rumah.


"Lolan, minumlah ini," Mommy Nata memberikan Lolan jamu yang baunya sangat aneh.


"Ini ramuan, kamu akan kuat bila minum ini," jawab Mommy Nata memaksa Lolan untuk meminumnya.


"Mommy, tanpa ramuan itu aku juga sudah kuat," tolak Lolan. Sedangkan Ziva hanya diam, tapi kedua pipinya yang memerah dapat menjelaskan segalanya.


"Aku sangat kuat hingga Istriku demam," lanjut Lolan dalam hati.

__ADS_1


"Minum saja Lolan, itu ramuan penyubur spe rma bukannya obat kuat seperti yang Mommy katakan," ujar Daddy Jackson.


"Kenapa Mommy berbohong?" Lolan menatap Sang Mommy penuh tanda tanya.


"Biar lucu saja, hehe ... Cepat diminum!" Lolan terpaksa menerima ramuan dari Mommynya dan meminumnya segera.


"Gimana rasanya, enak kan?" tanya Mommy Nata.


"Rasanya tidak seburuk baunya," jawab Lolan karena merasa ramuan yang Mommy-nya berikan tidak terlalu aneh.


"Yasudah, sekarang ajaklah Ziva ke kamar. Dia pasti lelah," titah Mommy Nata dan Lolan pun langsung membawa Ziva ke kamar untuk tidur siang.


"Kenapa kamar ini panas sekali, Sayang?"


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2