
"Mommy sedih karena kalian berdua belum cetak Cucu untuk Mommy."
"Mommy. kan aku juga belum siap," sahut Xena menundukkan wajah sambil mencebikan bibirnya imut.
"Sayang, maafin Mommy, ya. Harusnya Mommy sadar kalau usia kamu masih delapan belas tahun. Mommy salah, tidak seharusnya Mommy meminta Cucu secepat itu," kini Mommy Adna yang mencebikan bibirnya membuta Adit menghela napas kasar.
"Mommy, bukan itu maksudku. Aku siap kok hamil di usia muda, hanya saja aku tidak mau disentuh sebelum dinikahi," Xena menyentuh pundak Sang Mommy Mertua. "Tiga hari lagi aku pasti akan cetak Cucu untuk Mommy," lanjut Xena yakin sambil mengepalkan salah satu tangannya seakan siap melakukan yang terbaik. Adit hanya menggelengkan kepala melihat tingkah aneh antara Mommy dan Calon Istrinya. Apa mereka berdua mengira punya keturunan semudah itu.
"Terima kasih, Sayang," Mommy Adna menyentuh dan mengelus tangan Xena.
"Oh iya. Ini Mommy bawakan pakaian untukmu, Sayang," Mommy Adna mengulurkan gaun feminim kepada Xena. Xena menyambutnya dengan bingung.
"Mommy, aku butuh seragam sekolah karena aku akan berangkat sekolah."
"Astaga sekolah! Mommy, aku terlambat!" sambung Xena berteriak histeris.
"Mommy sudah minta izin ke pihak sekolah, kamu tidak usah khawatir. Sekarang, kamu ganti baju, setelah itu ikut Mommy," Mommy Adna bertutur semangat.
"Pergi? Ke mana, Mommy?" tanya Xena antusias.
"Kamu akan tahu nanti, sekarang ganti bajumu dulu," lanjut Mommy Adna tersenyum kecil.
__ADS_1
"Siap, Mommy. Aku segera kembali," Xena langsung bergegas menuju kamar mandi untuk mengganti pakaiannya di dalam sana.
"Pelan-pelan saja, jangan terburu-buru, Sayang. Hati-hati terpeleset!" Mommy Adha mengingatkan Xena.
"Baik, Mommy!" teriak Xena dari lama agar terdengar.
"Mommy mau ajak Xena ke mana?" tanya Adit duduk di sofa dengan melipat kakinya.
"Kita akan pergi ke butik untuk melihat gaun pengantin Xena dan juga jas pengantinmu. Mommy hanya ingin melihat Xena dan kamu mengenakan gaun dan jas indah itu. Dengan gaun itu, Mommy yakin Xena pasti akan terlihat sangat cantik dan seksi," jelas Mommy Adna sambil membayangkan Xena yang cantik bak bidadari turun dari kayangan.
"Aku ada meeting penting, Mommy."
"Meeting nikah lebih penting, yang lain tinggalin dulu!" Tegas Mommy Adna.
"Dengar Adit, yang Mommy dan Xena perlukan adalah kehadiran kamu, bukan masuk pasar global. Mommy tunggu kamu dan Xena di bawah!" Ketus Mommy Adna langsung pergi begitu saja. Adit menghela napas pasrah, padahal dia menghabiskan banyak waktu untuk hari ini. Tapi tak apalah, semua demi kedua wanita yang dicintai.
"Ayo kita pergi!" seru Xena semangat, begitu keluar dari kamar mandi, Xena langsung menarik lengan Adit dan menyeretnya hingga tiba di lantai bawah.
"Sudah siap, Sayang?"
"Siap, Mommy."
__ADS_1
"Ayo kita berangkat!" ajak Mommy Adna.
"Mommy, Ana mana?" tanya Xena saat mereka sudah berada di halaman rumah.
"Ana sudah berangkat sekolah, Sayang. Tadi pagi Supir yang mengantarnya," jawab Mommy Adna.
Adit membukakan pintu belakang kemudi untuk Mommy dan Calon Istrinya. Setelahnya, berulah Adit ikut masuk ke dalam mobil. Adit duduk tepat di samping kemudi.
Tak lama di perjalanan, akhrinya mereka telah tiba di sebuah butik yang berada di lingkungan elit. Butik itu adalah butik ternama di kota, gedungnya sangat mewah dan megah. Gaun khusus Xena di desain langsung oleh Desainer ternama di kota.
Mommy Adna, Adit dan Xena langsung di sambut oleh pelayan, mereka diantar langsung menuju ruangan Sang Desainer.
"Halo Mommy, apa kabar?" sambut Brielli. Brielli adalah Desainer yang paling terkenal di kota, dia lulusan terbaik ketika menuntut ilmu di Paris. Dia adalah perempuan sukses di usia yang masih sangat muda yaitu dua puluh dua tahun.
"Hallo juga Sayang. Mommy baik-baik saja, kamu bagaimana kabarnya?" balas Mommy Adna ramah.
"Baik, Mommy. Jadi ini Calon Menantu Mommy? Wah sangat cantik dan tubuhnya bagus sekali, aku tidak sabar ingin membuatkan gaun lainnya," puji Briell membuat Xena tersenyum malu, sedangkan Adit langsung duduk di sofa tanpa dipersilahkan.
"Ayo langsung saja, aku tidak sabar ingin membuat Adit tidak tahan untuk segera menikah denganmu," tanpa berlama-lama, Briell langsung membawa Xena masuk ke dalam ruang ganti bersama dengan tiga orang karyawannya yang akan membantu.
"Memangnya sebagus apa gaunnya," ujar Adit meremehkan.
__ADS_1
"Kamu lihat saja nanti," saut Mommy Adna tersenyum smirik. Dia telah memilihkan desain terseksi yang akan membuat Putranya menggila.