
"Ya sudah, kita buat Cucu saja sekarang."
"Aw, sakitt!" pekik Xena sambil mengelus keningnya yang dijitak oleh Adit.
"Makanya jangan plin-plan, dasar gadis aneh."
"Aneh-aneh juga Calon Istrimu," ketus Xena mencebikan bibirnya, tak suka dikatai aneh.
"Cepat pasang kembali pakaianmu, kita akan keluar sekarang!" desak Adit.
"Bagaimana caranya keluar?" tanya Xena masih cemberut.
"Pasang dulu pakaianmu," balas Adit.
"Iya-iya," jawab Xena lalu mecari di mana pakaiannya tergeletak. Xena mencari dalam kegelapan hingga akhirnya menemukan gaunnya, Xena langsung memasangnya saat itu juga.
"Apa sudah?" tanya Adit, Xena menjawab iya dengan ketusnya.
"Tetap di sana."
"Kamu mau ke mana?" Xena menahan lengan Adit.
"Mendobrak pintu," jawab Adit menekan kalimatnya.
__ADS_1
"Oh," Xena langsung melepaskan lengan Adit.
Xena menutup telinganya saat Adit mulai mendorong tubuhnya ke pintu ruang ganti. Beberapa kali percobaan gagal, hingga akhirnya pintu itu berhasil terbuka entah ke percobaan berapa, Xena tidak menghitungnya.
"Ayo keluar," ajak Adit ketika pintu telah berhasil terbuka.
"Gendong, ya," Xena menatap Adit dengan mata berbinar, membuat Adit tak mungkin sanggup menolak.
Adit menghela napas kasar, kemudian mengangkat tubuh seksi Xena untuk di bawa keluar dari ruangan ganti itu.
"Aku akan berpura-pura pingsan, oke," Adit tersenyum samar akan tingkah Xena yang membuatnya ingin terus menggeleng kepala.
Adit menggendong Xena dengan entengnya hingga tiba di pintu keluar toko yang ada di Mall itu. Melihat Adit yang menggendong Xena, Mommy Adna pun langsung mendekat dengan ekspresi kaget, heran, serta khawatir.
"Ini semua karena Mommy!" ujar Adit dengan volume suaranya yang meninggi.
"Maksudmu?" tanya Mommy Adna semakin khawatir. "Apa kamu bermain kasar hingga membuat Xena tidak sadarkan diri!" seru Mommy Adna dengan pikiran anehnya. Tapi, dia balik itu dia merasa senang, karena rencananya berhasil.
"Mommy! Terserah Mommy mau mengatakan apa," ketus Adit langsung membawa Xena keluar dari Mall itu.
Tiba di mobil, Adit langsung membaringkan Xena di kursi belakang bersama dengannya, sedangkan Mommy Adna duduk di kursi samping kemudi.
"Kita akan ke mana lagi, Nyonya?" tanya Sang Supir pada Mommy Adna.
__ADS_1
"Rumah sakit. Cepatlah!" seru Mommy Adna tegas.
"Langsung ke Mansion saja!" sahut Adit di belakang sana membuat Sang Supir bingung.
"Adit, Xena pingsan. Kita harus cepat membawanya ke rumah sakit, Xena harus langsung ditangani oleh Dokter!" Balas Mommy Adna keukeuh ingin membawa Xena ke rumah sakit.
"Apa Mommy lupa aku adalah Dokternya?" Mommy Adna tersenyum tanpa dosan.
"Oh iya, Mommy lupa. Kita langsung pulang ke Mansion," titah Mommy Adna pada Supirnya. Supir pun langsung tancap gas menuju Mansion.
Beberapa menit kemudian, mobil pun sudah terparkir di halaman Mansion. Adit kembali menggendong Xena yang masih betah berpura-pura pingsan. Adit membawa Xena hingga tiba di kamarnya, Mommy Adna meminta pelayan membuatkan teh hangat. Setelah itu barulah dia pergi ke lantai atas untuk melihat keadaan Calon Menantunya.
"Adit, bagiamana keadaan Xena?" Mommy Adna langsung menanyakan keadaan Xena ketika tiba di kamar.
"Baik-baik saja Mommy, dia hanya butuh istirahat saja," jawab Adit duduk di samping kiri Xena, sedangkan Mommy Adna duduk di seberangnya.
"Astaga, kasihan sekali Menantu Mommy, pasti sangat sakit dan perih. Oh iya, tadi itu Apa langsung jebol, gol, sukses?"
.
.
.
__ADS_1