Terjerat Dendam CEO Impoten

Terjerat Dendam CEO Impoten
Bab 177


__ADS_3

Setelah buang air kecil, Xena kembali lagi naik ke atas ranjangnya yang empuk. Sangat mudah untuknya terlelap kembali karena memang merasa lelah.


Masa subur telah tiba, masa subur telah tiba, masa subur telah tiba. Mari kobarkan semangat dan cetak sebanyak-banyaknya. Masa subur telah tiba .... 🎶🎶🎶


Suara musik nyaring dari ponselnya membangunkan Xena yang kala itu tengah mengistirahatkan tubuhnya yang terasa begitu lelah.


Sadar akan suara nyanyian dari ponselnya, Xena langsung bangkit saat itu juga, mencari-cari keberadaan ponselnya dengan terburu-buru. Begitu menemukan letak ponselnya, Xena langsung meraih ponsel barunya itu dan segera mematikan lagu khusus yang berasal dari aplikasi kalender penghitung masa suburnya.


Xena melirik ke kiri dan ke kanan, Xena mengelus dadanya lega kala tak melihat Adit di kamarnya. Seketika, senyuman kecil tersungging di bibir sensualnya kala malam ini adalah waktu yang tepat untuknya mewujudkan keinginan Sang Mommy Mertua yaitu Mommy Adna, yang sangat mendambakan kehadiran seorang Cucu.


Bergerak cepat, Xena turun dari ranjang. Sedikit berlari kencang Xena menuju ruang khusus pakaian, membuka lemari satu persatu, mencari keberadaan lingerie transparan berwarna merah yang telah lama dia siapkan.

__ADS_1


"Sial, di mana aku letakkan lingerie itu?" tanya Xena frustasi kala tak berhasil menemukannya.


"Astaga, itu dia!" seru Xena menengadah ke atas kala melihat lingerienya tergantung rapi di lemari paling atas. Karena tinggi tubuhnya yang tak semampai, Xena pun menggunakan tangga khusu untuk mengambilnya. Syukurlah Xena berhasil mendapatkan lingerienya tanpa ada drama terjatuh dari tangga seperti di novel-novel pada umumnya.


Xena langsung meloncat-loncat ringan saking bahagianya mendapatkan lingerie seksi yang tak sabar ingin di kenakan itu. Kini, Xena kembali sibuk mengacak-acak isi lemari, untuk mencari dalaman yang senada dengan lingerienya.


Xena kembali tersenyum puas kala mendapatkan sepasang dalaman yang juga transparan dan sama-sama berwarna merah mencolok.


Begitu semua siap, Xena langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri dan bersiap-siap. Tiba di kamar mandi, Xena menuangkan banyak sabun cair ke dalam buthub, dan langsung berendam sambil membersihkan setiap centi demi centi lekuk tubuhnya yang indah.


Kini, Xena sudah berada di depan cermin besar di ruangan yang masa tersambung dengan kamar mandi. Di depan cermin antik itu, Xena memasang dalam itu dengan perlahan. Setelahnya, barulah Xena memasangkan lingerie transparan berwarna merah dengan motif buang mawar indah.

__ADS_1


Lingerie itu begitu transparan dan seksi, hingga tak ada bedanya dengan Xena memakainya atau tidak, karena dalaman atas dan bawahnya jelas terlihat oleh pandangan mata.


Xena menelan saliva kala gugup tiba-tiba melanda dirinya. Tapi, penampilannya yang menggoda saat ini, setidaknya mampu memberikannya sedikit kepercayaan diri. Kini, Xena melepaskan handuk yang melingkar di rambutnya, lalu mengerikan rambutnya dengan hairdryer.


Xena tak menggunakan bedak sedikit pun karena tak ada jerawat, bintik hitam atau hal lainnya yang melekat di kulitnya—yang harus dia tutupi dengan bedak maupun cushion. Xena hanya mengoleskan sedikit liptint di bibirnya agar tampilannya semakin fresh dan menggoda.


Xena kembali memeriksa seluruh penampilannya dari atas sampai ke bawah. Setelah di rasa telah cukup, dia pun menarik napas dalam lalu menghembuskannya perlahan untuk menyiapkan mentalnya.


"Sayang, apa kamu baik-baik saja? Kenapa begitu lama di dalam sana?" teriak Adit di luar sana yang terdengar begitu mengkhawatirkan Istrinya.


"Iya, Sayang. Aku baik-baik saja. Sebentar, aku segera datang," jawab Xena sambil menghela napasnya lagi untuk mengurangi sedikit kegugupan tingkat dewa yang kini melandangnya.

__ADS_1


Perlahan, Xena membuka pintu kamar mandi sambil memejamkan matanya karena malu dengan dirinya sendiri.


"Sayang ....


__ADS_2