Terjerat Dendam CEO Impoten

Terjerat Dendam CEO Impoten
Bab 175


__ADS_3

Sepulangnya dari rumah sakit, Xena langsung merebahkan tubuhnya dan beristirahat dengan tenang. Sedangkan Adit hanya dapat menghembuskan napasnya kasar kala melihat Sang Istri yang terus berlarut-larut dalam kesedihannya.


Karena sudah hampir malam, Adit pun memutuskan untuk mandi lebih dulu. Masuk ke dalam kamar mandi, Adit berdiri di bawah guyuran air, membasahi tubuhnya yang tiba-tiba menegang kala bayangan tubuh seksi Xena melintas dalam pikirannya. Adit langsung mengubah suhu air menjadi air dingin berharap nafsunya yang membuncah dapat kembali mereda.


Namun, hal itu tak berguna kala senjatanya di bawah sana semakin menegang. Adit mengelusnya perlahan, bukannya tenang, tapi senjatanya malah semakin mengencang membuatnya merasa sedikit nyeri.


Jika sudah begitu, Adit tak punya pilihan lain, selain bermain sendiri dengan tangan, sabun cair dan imajinasinya yang terus membayangkan tubuh seksi Xena.


"Xenaaaaa!" teriak Adit namun tertahan kala tak ingin Istrinya mendengar lenguhannya saat mendapatkan pelepasan.


Kini, barulah Adit merasa lega walau kepalanya sedikit terasa pusing. Adit memijitnya perlahan sambil mengatur napasnya yang masih tersengal. Begitu merasa tenang, Adit langsung menyudahi mandinya. Meraih handuk mininya, melilitkan handuk itu ke pinggangnya, kemudian langsung ke luar dari kamar mandi.


Adit lagi-lagi menghela napasnya kala melihat Xena yang tak kunjung bangun. Tak peduli, Adit lebih memilih membuka lemari, mengambil setelan piyama dan segera memasangnya.


Setelahnya barulah Adit menuju ranjang dan duduk di pinggir ranjang, tepatnya di samping Xena. "Sayang bangunlah, ini sudah mau malam kamu harus mandi," Adit menepuk pelan pundak Xena. Xena pun menggerakkan tubuhnya cepat dan langsung bangkit, berjalan gontai menuju kamar mandi tanpa memperdulikan Adit sama sekali.


Adit berusaha menenangkan hatinya, agar emosinya tak memuncak. Menghindari hal itu, Adit pun turun ke lantai bawah untuk mengambilkan makan malam untuk Xena, karena bila tidak diambilkan dan disuapi, Xena tidak akan makan.

__ADS_1


Maski Ibu mertuanya tak jadi tinggal serumah dengannya. Tetap saja selalu ada halangan dan rintangan yang membuat Adit selalu tak bisa menyatu dengan Istrinya.


***


"Tumben kamu bikin minuman, Sayang," sapa Mommy Adna yang baru tiba di dapur dengan segelas ramuan khusus di tangan kanannya.


"Ini untuk Xena, kamu tinggal berikan minuman ini ke Menantu kita," titah Daddy Jonas yang kini juga tengah mengaduk sebuah ramuan khusus yang diraciknya untuk Xena.


"Tunggu, apa minuman itu mengandung obat perang sang?" tanya Mommy Adna antusias.


"Benar, Sayang. Kasihan Adit kalau Xena terus berlarut-larut dalam ksedihannya yang tak kunjung sudah. Aku tidak ingin Putraku menderita," jelas Daddy Jonas dengan raut wajah ibanya kala mengingat nasib Adit, Putranya tercinta.


"Kenapa, Sayang? Biasanya kamu yang paling bersemangat dengan hal seperti ini," balas Daddy Jonas heran.


"Tidak, aku tidak setuju bila Xena yang meminumnya. Yang seharusnya minum adalah Adit, bukan Xena," imbuh Mommy Adna membuat raut wajah Daddy Jonas seketika berubah, terlihat dia tidak setuju dengan keinginan Sang Istri.


"Tidak bisa begitu, Sayang. Kalau Adit yang minum itu akan berbahaya. Bagaimana kalau dia lupa memasang sarung tunjunya?" sahut Daddy Jonas cepat.

__ADS_1


"Bagus kalua Adit lupa, kan kita bisa punya Cucu, Sayang."


"Sayang, apa kamu lupa dengan perjanjian kita beberapa hari lalu?" tanya Daddy Jonas selalu gagal paham akan pemikiran Istrinya tercinta.


"Aku berubah pikiran, aku ingin memiliki Cucu secepatnya. Aku akan memberikan ramuan ini kepada Adit!" tegas Mommy Adna keukeuh.


"Sayang, jangan Adit. Xena saja," bantah Daddy Jonas tak ingin kalah berdebat dengan Sang Istri.


"Tidak bisa, pokoknya Adit yang harus minum."


"Xena, Sayang. Xena Menantu kita yang harus minum."


"Tidak, Adit yang harus minum."


"Xena Menantu kita, Sayang."


"Adit!"

__ADS_1


"Xena!"


"Ada apa denganku dan Xena?" tanya Adit yang tiba-tiba muncul.


__ADS_2