Terjerat Dendam CEO Impoten

Terjerat Dendam CEO Impoten
Bab 60


__ADS_3

"Dokter bercanda?" tanya Xena histeris.


"Tidak, saya serius. Saya akan bertanggung jawab atas apa yang sudah saya lakukan kepadamu malam itu," jawab Dokter Adit tetap fokus menatap jalanan di hadapannya.


Xena tercengang menatap Dokter yang tidak menunjukkan ekspresi apa pun kala mengatakan kalimat gentle itu. Baru saja beberapa jam yang lalu dirinya dan juga teman-temannya menyusun rencana, rencana dimana dirinya akan berpura-pura menghindar, tidak peduli dan mengabaikan Dokter Adit agar Dokter Aditlah yang mengejar dirinya dan mau bertanggung jawab terhadapnya.


Namun kini, rencana yang sudah dirancang sedemi kian rupa itu harus dihentikan sebelum dimulai. Ketika Dokter Adit mau bertanggung jawab dengan sendirinya, tanpa Xena harus berpura-pura menghindar.


"Kenapa tiba-tiba? Apa Dokter berniat menjadikan aku sebagai tempat pelampiasan kekecewaan?"


Ckiittt!


Xena merasai keningnya yang terbentur kala Dokter Adit menginjak rem mendadak.


"Apa maksudmu?" tanya Dokter Adit langsung mendaratkan kedua tangannya di kedua bahu Xena.


"Dokter mencintai Kak Ziva," ujar Xena bagai tamparan keras yang mendarat tepat di hati Dokter Adit. Seketika kedua tangannya lemas dengan raut wajah yang terlihat begitu sedih.

__ADS_1


Mendengar ucapan Xena, Dokter Adit merasa begitu bersalah terhadap Xena. Sungguh dia kaget kala mengetahui Xena yang tahu bahwa dirinya mencintai wanita lain yang adalah Kakak Xena sendiri.


"Maaf," hanya satu kata itu yang dapat Dokter Adit ucapkan terhadap Xena.


"Dokter, dengarkan aku baik-baik. Aku memang mencintai Dokter, bahkan aku sangat mencintai Dokter hingga aku khilaf dengan rela menyerahkan harga diriku kepada Dokter. Tapi, tidak untuk sekarang, sekarang aku sudah sadar bahwa apa yang aku lakukan selama ini itu salah," tegas Xena membuat Dokter Adit menengadahkan kepalanya, menatap Xena penuh rasa bersalah.


Merasa bersalah karena Xena benar, dia memang ingin menggunakan Xena agar dapat melupakan Ziva. Bahkan, Dokter Adit juga berencana ingin menggunakan Xena agar kedua orang tuanya membatalkan pernikahannya yang akan dilangsungkan minggu depan.


"Maafkan saya Xena. Jujur saya memang punya niat ingin memanfaatkanmu bahkan menjadikanmu sebagai tempat pelampiasan kekecewaan. Tapi, untuk masalah tanggung jawab, saya benar-benar tulus ingin bertanggung jawab atas apa yang sudah saya lakukan kepadamu malam itu. Kedepannya saya akan berusaha untuk mencintaimu, saya berjanji akan hal itu," jelas Dokter Adit jujur.


"Xena, saya benar-benar tulus ingin bertanggung jawab. Masalah cinta itu bisa dipikirkan setelahnya," Dokter Adit mengulurkan tangannya berniat ingin menyeka lembut air mata yang juga melukai hatinya itu. Namum, dengan kasar Xena menepis tangannya.


"Bagaimana kalau nantinya Dokter tetap tidak bisa mencintaiku? Keluarga Dokter yang kaya raya itu pasti akan melakukan segala macam cara agar aku meninggalkan Dokter, Dan pada saat hari itu tiba, Dokter pasti akan dengan mudahnya dibohongi dan aku pasti akan Dokter tinggalkan begitu saja. Huhu ... Aku tidak mau menjadi janda di usia muda, huwa ...." tangis Xena semakin menjadi membuat Dokter Adit kebingungan.


"Xena tenanglah, tenangkan dirimu. Saya berjanji tidak akan meninggalkanmu, oke. Saya akan selalu percaya kepadamu, tolong jangan menangis lagi," bujuk Dokter Adit mencoba menenangkan Xena.


"Dokter tidak mencintaiku, Dokter mencintai Kakakku. Aku tidak mau kisah hidupku menjadi sedih seperti di novel-novel, aku tidak mau hidup malang, aku tidak mau!' teriak Xena memukul-mukul dada bidang nan kekar milik Dokter Adit yang kini tengah mendekapnya erat.

__ADS_1


"Saya pasti akan mencintaimu, saya berjanji akan hal itu. Lagian, Kakakmu sudah menjadi milik orang lain. Saya tidak mungkin merebut milik orang lain. Saya mohon, bantu saya melupakannya dan buat saya tergila-gila kepadamu," kata Dokter Adit masih memeluk Xena erat.


"Benarkah?" tanya Xena antusias sambil menengadah menatap kedua mata tajam Dokter Adit seakan mencari keseriusan di sana.


"Tentu saja, saya pasti akan mencintaimu dan tergila-gila kepadamu. Bukankah kamu ini juga sangat cantik," goda Dokter Adit membuat senyuman samar timbul di bibir sensual Xena.


"Baiklah, awas saja kalau Dokter berbohong! Jadi, apakah kita akan menikah?"


.


.


.


Rekomendasi novel keren lagi, Guys. jangan lupa mampir ya, penulisnya bukan kaleng-kaleng nih 😍😍😍


__ADS_1


__ADS_2